Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Salah paham


__ADS_3

Seminggu kemudian~


Selama seminggu di tempat suci Abner, ia sudah seperti masuk ke sebuah sekolah, dengan berbagai pelajaran dan hal penting sebagai pendeta.


Tiap pagi harus masuk ke kelas( anggap saja begitu ) lalu setelahnya, mereka diharuskan melakukan pekerjaan ringan disana seperti bersih-bersih, mencuci pakaian dan menyirami tanaman juga memasak, jadwal tersebut akan bergantian setiap harinya.


[ Lebih seperti pembantu rumah tangga ]


Fikir Danie.


Karena orang yang masih baru, tentu masih belum di pekerjakan keluar dari area tempat suci, sekitar 1 bulan pelatihan barulah orang baru tersebut bisa bekerja turun ke lapangan langsung.


Tapi karena Danie memiliki kasus yang berbeda dari yang lainnya, belum seminggu di tempat suci, dia sudah di utus pergi ke tempat dimana para bangsawan membutuhkan jasa seorang pendeta.


Pekerjaannya sebenarnya sederhana, yaitu mengatasi masalah insomnia yang dialami para bangsawan, mungkin karena status bangsawan juga tidak kalah sibuk dengan raja, jadi mereka juga banyak melakukan aktivitas lembur dan tidak cukup tidur.


Sepele namun juga tidak bisa dibiarkan juga, dan pendapatan yang masuk pun banyak juga karena para bangsawan lebih suka menghambur-hamburkan uang mereka demi mengatasi masalah yang sering di deritanya.


[ Mengeluarkan kekuatan suci, sangat melelahkan juga ]


Danie mengelap keringatnya sendiri dengan punggung tangannya.


Setelah kembali dari tempat dimana para bangsawan tinggal, ia akhirnya bisa duduk santai di bawah pohon sembari melihat langit yang cerah.


[ Tapi melatih jumlah kekuatanku sampai ke tingkat terendah ada gunanya, setidaknya harus terbiasa ]


Setelah berpikir dengan berbagai hal yang terbayang di kepalanya, Danie menutup kedua matanya dengan salah satu tangannya.


" Ketenangan memang paling terbaik " bisik Danie.


" Apa pendeta lelah? "


Satu suara yang dikenalinya mengusik ketenangannya, ia mengintip siapa gerangan yang mengganggu istirahatnya.


Ketika sadar orang itu adalah Elvin, Danie segera berdiri hormat.


" Tidak " jawab Danie secara cepat.


" Apa yang anda lakukan disini? " Sambung Danie di detik berikutnya.


" Berpatroli...., kebetulan pendeta disini jadi sekalian mampir. Apa pendeta sekalian mau ikut saya ke asrama dimana para kesatria latihan? "


[ Wah..kesempatan bagus, lagi pula aku tidak ada aktivitas lainnya. Karena dia yang mengajakku sepertinya tidak akan ada masalah ]


" Terima kasih tawarannya pemimpin kesatria "


Pada akhirnya mereka berdua pergi ke asrama dimana para kesatria berlatih.


Karena kebetulan letaknya tidak jauh dari taman kota, jadi dengan jalan kaki saja sudah bisa sampai dengan mudah, mengingat asrama tersebut memiliki bangunan tinggi yang menonjol dibanding bangunan lain.


" Bagaimana?...apa pendapat pendeta mengenai tempat ini? "Tanya Elvin.


" Bagus "


Danie lumayan kagum dengan bangunannya yang kelihatan baru, setidaknya ada pencerahan di kedua penglihatannya, mencari suasana baru dan sudah tertunda selama seminggu ini.


Sebab tempat tersebut merupakan Asrama dimana kesatria tinggal, maka dari itu lokasinya di kelilingi oleh dinding tinggi, sehingga baik masuk maupun keluar maka kalian harus lewat gerbang dan melewati pos penjaga.


Namun yang sekarang terlihat adalah, orang yang menjaga gerbang tertidur di dalam pos nya, sehingga Elvin berjalan mendekat dan mengetuk-ketuk jendela untuk menegur orang tersebut.


Tok...tok...tok..


" Jika lelah minta gantian dengan teman anda" tutur Elvin pada penjaga yang masih setengah sada itu karena ketukan kaca tadi.


"Ah...baik pemimpin, maafkan saya"


Setelah meminta maaf, sang penjaga pergi untuk meminta temannya bergantian menjaga pos gerbang.


Tanpa ragu Danie pun masuk melewati gerbang depan bersama Elvin.


Untuk sekitar halaman depan tidak nampak orang berlalu lalang, sepi dan sunyi.


Terlihat aneh atau memang suasananya seperti ini?, Danie tidak tahu sebab baru pertama kali masuk.


"Hyah..!"


"Whuah...hebat, seperti biasanya dia menang tanding"


[ Hah?...rasanya di dalam sedang ada latihan tanding ]


Walau suaranya terdengar dari jauh, namun Danie masih bisa dengar dengan jelas. Di depan dibalik bangunan yang sekarang Danie berdiri, ada lapangan khusus untuk latihan bagi mereka(prajurit/kesatria).


" Mereka sedang bertarung di arena, jika mau melihatnya saya akan mengantar anda kesana " Tutur Elvin, lalu dia memimpin perjalanan Danie melihat dimana letak arena bertarungnya.


Walau hanya asrama kesatria suci Abner, namun memiliki dekorasi yang indah layaknya istana, bahkan kaca patri terpasang di jendela koridor yang menghubungkan antara satu bangunan dengan bangunan lainnya.


Namun tepat di arah yang berlawanan, terlihat satu orang yang nampak tergesa-gesa untuk menghampiri mereka berdua.


" Akhirnya saya bisa menemukan Pemimpin, tuan Asha ingin menemui anda diruangannya untuk mendiskusikan rencana perang " tutur salah satu kesatria itu.


Lepas mendengarnya, Elvin menoleh kebelakang, dari wajahnya terlihat merasa bersalah. Bagaimana tidak, seorang Elvin yang baik hati ppasti merasa tidak enak hati ketika mengajak tamunya justru di tengah jalan harus di tinggal.


" Jangan khawatirkan orang macam saya, saya bisa sampai kemanapun saya pergi "

__ADS_1


Untuk sesaat Elvin terdiam,..


" Iya juga, anda kan punya mulut. " cibir Elvin sembari menahan tawa.


"Ehmm..ehmm.., kamu pergi antarkan dia ke tempat arena mereka bertarung" perintahnya pada orang yang barusan memberinya pesan, setelah itu Elvin pergi kembali ke arah yang berusan Danie dan Elvin lewat.


" Baik pemimpin "


[ Apa?...memangnya dari dulu sampai sekarang, aku berbicara pakai mata? ]


Danie mulai geram dengan cibiran Elvin, walau bagaimanapun juga harus tetap menahan kesabarannya.


Setelah Elvin pergi, kini tinggal dirinya dan orang barusan, entah namanya siapa rasanya tidak ingin bertanya.


Dia mengantarkan Danie menuju ke tempat tujuan yang dimaksudnya tadi.


******


Ditempat dimana mereka semua sedang menonton para kesatria sedang latihan tanding secara bergilir.


Banyak yang bersorak sorai, mengingat pertandingannya kelewat seru.


Beradu pedang maupun fisik mereka lakukan demi mendapatkan kemenangan.


Hal ini karena harus sesuai dengan standar latihan yang tercantum di peraturan sebagai kesatria. Mempertahankan kemampuan maupun meningkatkan kemampuan merupakan hal wajar di berbagai tempat, jadi dengan begitu mereka bisa masuk ke medan perang menjaga dan memenangkan setiap peperangan dengan mudah.


" Hah...lihat mereka berdua, mana yang akan menang? " Tanya salah satu orang sebagai penonton.


" Entahlah, mereka selalu menang tiap pertandingan " jawabnya dengan selamba.


" Padahal minggu ini akan ada bonus bagi kedua pemenang "


" Harusnya kamu ikutan, lumayan kan bisa menambah teknik dan uang? "


" Aku tidak sekuat mereka, apa gunanya? "


Sambil bercengkrama, mereka masih setia menonton duel antara dua orang kesatria bernama felix dan randolph, sudah 10 menit bertarung namun masih saja keduanya seimbang sehingga membuat penasaran semua orang mana yang akan bertahan dan mana yang akan tumbang terlebih dahulu.


" Apa saya boleh duduk disini? "


" Boleh...silahkan duduk dan nikmati " jawabnya salah seorang tadi yang masih serius menonton pertandingan dan masih menimbang-nimbang siapa yang kalah dan menang.


" Tidak sia-sia aku datang melihat " tuturnya.


" Betul, mereka berdua kuat...jadi kami semua pun tidak tahu mana yang akan menang dan kalah, padahal aku sudah buat taruhan salah satu diantara mereka "


TRANG...!!( Suara kedua pedang yang saling bertemu )


".............."


" Sudah berapa ronde? "


" 6 "


Kedua orang tadi merasa aneh dengan tiap ucapan singkat dari orang yang baru duduk, jadi ia melirik kesamping dan mendapati orang yang terlihat lebih muda dari mereka berdua.


[ Siapa orang ini?, kenapa baru lihat?...apa orang baru? ]


[ Wahh...siapa makhluk disampingku ini?, kenapa terlihat cantik? ]


Seketika dirinya terkejut, apa benar laki-laki bisa di sebut lebih cantik ketimbang perempuan, padahal yang ada disampingnya adalah..


[ Laki-laki...tapi rambut coklat dan warna matanya jelas sangat serasi. Tidak...tidak...tidak, apa aku sudah gila? ]


Menepuk-nepuk wajahnya sendiri yang sudah terlihat gila, bisa-bisanya memuji laki-laki lain.


"...........?" Yang dari tadi merasa di ratapi oleh kedua pria disamping pun bertanya-tanya.


[ Hh...kenapa dengan mereka berdua? ]


Tanya Danie pada dirinya sendiri.


Yahh.....setelah entah berapa lama dirinya duduk, akhirnya mereka berdua mulai sadar keberadaan dirinya yang merupakan orang luar.


" Siapa kamu?...kenapa aku baru melihatmu? "


Tanyanya pada Danie.


" Nama saya Danie, saya hanya berkunjung untuk melihat-lihat " Jawab Danie dengan polosnya.


" Ohh...berkunjung.......eh..apa?....kamu? "


" Ya..? "


" Apa kamu orang baru? " sekali lagi bertanya pada Danie.


Ketika Danie hendak menjawab, sebuah teriakan keras dan tepuk tangan menggema di arena tersebut.


" Yeah..!!, Felix menang!, kamu kalah taruhan dariku..mana uangnya! "Mengulurkan tangannya untuk meminta jatah uang yang sudah disepakatinya dengan teman sebelahnya.


" Hhh....nah..., jangan lupa traktir aku "


" Bah...sama saja uangnya balik " menyimpan uangnya kedalam saku.

__ADS_1


" Halah...sedikit saja, jangan pelit "


" Iya..ya ..." Menoleh kearah Danie.


" Aku Jerome dan dia " Jerome menunjuk teman disebelahnya.


" Deckard "jawabnya.


" Selamat bergabung Danie !" Tutur Jerome.


[ Ehh?...., aku sudah jawab tidak. Apa Jerome mengira aku menjawab iya? ] pikiran Danie mulai serabut.


" Anda salah sangka...saya bukan murid baru disini "


" Jangan mengelak, tadi aku dengar kamu menjawab iya "


" Tapi saya bilang hanya berkunjung, hanya untuk melihat" Elak Danie, memperbaiki maksud kedatangannya.


" Semuanya.!!!, berdiri !!!...."


Teriak salah seorang yang berdiri di atas podium.


" Setelah kalian keluar dari arena ini, saya beri waktu 10 menit, bersiap untuk menerima hukuman bagi siapa yang kamarnya masih berantakan , dan tidak melakukan hal sesuai aturan! "


[ Alasan macam apa itu? ] Fikir Danie.


" Gawattt....., kamarku belum aku rapikan " Panik Deckard


" Sama..!, dari pada menunggu dia selesai bicara kita lari dulu " Dukung Jerome, lalu seketika jerome mengalihkan pandangannya ke Danie.


" ....... ? "


[ Kenapa dia menatapku?, aku memiliki firasat buruk dengan kedatanganku kesini ] Danie.


" Jangan-jangan kamu baru masuk dan hanya melempar tasmu ke kasur?! , demi melihat pertandingan ini? ..cepat!, aku tidak mau kamj terkena hukuman juga " tanpa aba-aba Jerome menarik tangan Danie.


Kedua orang itu mengendap-endap demi melindungi diri dari banyak orang sembari membawa tangan Danie.


" Tapi say- "


Sekali lagi ucapan Danie disela dengan cepat oleh jerome.


" Sstt....kita kabur, aku tahu pasti letak kamar asramamu pasti disebelahku " tutur Jerome.


[ Kan..kan..., aku malah masuk ke kandang singa ] Danie menepuk dahinya sendiri, mau dijelaskan tapi selalu disela oleh Jerome.


" Tuan Deckard, anda terlihat tenang yah? " Tanya Danie sembari mengumbar senyuman tawar pasrah.


" Panik boleh saja, namun harus sesaat " jawab Deckard dengan tenang.


[ Orang aneh lagi..😧 ] Danie mulai malas, karena setiap pertemuannya di luar istana, ia selalu menemukan orang yang aneh lagikan pelik.


Pada akhirnya mereka bertiga lari lintang pukang, Danie pasrah hanya mengikuti tarikan keras yang di buat Jerome.


[ Ok...buat pindah dari satu tempat ke tempat lain, ini sudah lebih dari lima menit berlari tapi belum sampai juga ]


Dari satu bangunan menuju bangunan lain, lalu melewati dua lantai dari bangunan itu sendiri.


" Dengar...di setiap kamar sudah ada baju seragam, kamu barus memakainya " Peringat Jerome.


" Apa- "


" Jangan banyak tanya lagi, bersiap dimarahi oleh ketua jika kamu belum memakai


seragam " jelas Jerome sekali lagi, lalu setelah itu jerome mendorong Danie ke depan sehingga Danie sedikit maju ke depan lagi dan berakhir di salah satu kamar.


" Itu kamar kosongnya "


Yah...letak kamar antara yang ditunjuk Jerome dengan miliknya hanya terpisah satu kamar lainnya.


Jerome terlihat buru-buru masuk sedangkan Deckard juga sama, kamarnya ada tepat di depan kamar jerome.


[ Pantas saja mereka berteman dekat ] detik hati Danie melihat kedekatan antara Jerome dengan Deckard.


Setelah itu karena penasaran rupa dari kmar asrama itu, Danie memberanikan diri membuka pintunya.


Disana nampak ranjang single, lemari, meja serta toilet. Tidak jauh berbeda dengan tempat tinggalnya yang sebelumnya, jadi tidak terkejut sama sekali.


Lalu apa yang dikatakan Jerome tadi, ia mencoba untuk melihat isi dari lemarinya dan betul saja, didalam lemari sudah ada 3 seragam sekaligus dua pasang sepatu.


[ Tapi apa gunanya?, aku kan tidak tinggal disini ]


Kemudian Danie menutup pintu lemari, namun yang tidak disangka disebalik pintu tadi sudah ada satu orang berpakaian rapi layaknya jenderal tengah berdiri tegap dengan memasang wajah tegasnya.


" Kamu murid baru tidak berguna!, bagaimana bisa berpakaian biasa ketika jam siang seperti ini!, mana seragam mu!? " Seru orang tersebut pada Danie.


" Di..dalam lemari "


" Cepat ganti!, langsung turun kebawah dan terima hukuman keliling asrama sebanyak 5 putaran! "


" Tapi, saya bu- "


" Tidak ada tapi-tapi lagi!, lakukan atau hukumanmu saya tambahkan !"

__ADS_1


BRAK..!....( Pintu di tutup dengan kuat )


Nasib yang tidak terduga, baru saja mengeluarkan tenaga untuk melakukan Heal pada orang lain, lari lebih dari 200 meter, kini akan ditambah lari 5 putaran.


__ADS_2