Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Kerja & latihan


__ADS_3

Happy Reading~~


" Ini kamarmu, besok harus bangun pagi dan jangan sampai aku mendobrak pintu ini jika aku melihatmu belum bangun "


Nice....sudah kamarnya bersebelahan dengan Felix, Danie juga harus memulai kehidupan di kandang singa, apatah lagi akan terus di awasi oleh Felix yang merupakan kesatria yang seminggu lalu menang tanding dengan Randolph, jadi Felix bukan sembarang orang dan tidak akan percaya begitu saja dengan ucapan Danie yang merupakan orang tingkat terbawah ( Cadet ).


"............" Danie menerima kunci dan didepan pintu juga ternyata sudah tertera nama Dani.


[ Penulisannya salah pulak ] fikirnya.


Karena ditatap lama-lama oleh Felix, Danie menjadi tidak tentram dengan suasana hatinya, jadi Danie cepat-cepat membuka pintu kamarnya dan langsung menutupnya agar tatapan mencekam itu tidak menusuk punggungnya terus.


" Hahhh...! " Danie menjatuhkan tubuhnya yang lelah ke kasur, lalu memperhatikan langit-langit kamar yang gelap, sebab lampunya tidak ia nyalakan dan hanya mengandalkan sinar bulan yang kebetulan bisa masuk lewat jendela lantai dua.


2 menit...


4 menit...


6 menit...


Dan


Tok...tok...tok...


Ketukan pintu itu mengusik kedamaian hati dan pikiran Danie yang sudah lelah dengan berbagai tragedi yang menimpanya selama ini.


Dengan tubuh yang terasa berat, dan langkah kakinya yang sudah tidak larat untuk berdiri, ia terpaksa dan memaksa tubuhnya untuk bergerak untuk membuka pintu.


Cklek........( Kepala Danie meoleh ke kanan dan ke kiri, menyelidiki siapa gerangan yang sudah mengetuk pintu kamar di saat malam begini )


Matanya teralihkan ketika mencium bau harum dari makanan yang ada di bawah.


" Siapa gerangan yang baik hati membawakan makanan untukku? " menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sebab tidak ada siapapun di sana, tanpa segan ia mengambil nampan berisi makanan ke dalam kamar.


Dari sisi tembok yang berhubungan langsung dengan tangga menuju lantai satu, ia sedikit mengintip ke arah lorong dimana kamar Danie berada.


[ Kenapa dia bisa kembali kesini lagi? ]


Bisik jerome di dalam hatinya, setelah diam-diam memberikan makanan yang tadi ia taruh di depan kamar Danie yang baru.


Lalu ia pergi sebelum ketahuan oleh orang lain karena berada di bangunan asrama yang berbeda dengan dirinya.


******


Ke esokan harinya.


" 1 , 2 , 3 , 4, 5,..............45, 46 , 47 , 48 , 49 , 50 " teriak pelatih pada semua anak buahnya.


Di pagi yang cerah, semuanya sedang menjalani latihañ push up, latihan rutin agar tidak mengendurkan kekuatan muridnya.


"HAHHHHHH......" All.


[ Kelihatannya mereka lelah semua, latihan militer memang keras ]


Dari jendela lantai tiga, Danie melamun memperhatikan semua orang di bawah yang sedang latihan di tengah lapangan.


" Siapa yang menyuruhmu melamun? "


Suara lembut namun aslinya mengancam menyadarkan Danie dari lamunannya.


Sudut matanya melirik pada guru di sebelahnya.

__ADS_1


Isin Gioro, guru yang sedang mengajarkan dirinya serta ke 49 murid lainnya di kelas militer yang sedang berlangsung ini.


" Diri saya sendiri " bisik Danie menjawab pertanyaan Gioro.


" Tidak sopan!..mengabaikan gurumu, hukuman squot jump 50 kali di luar sana ." Gioro menunjuk ke luar kelas.


" Kalian catat hal yang penting dari penjalasan yang sudah saya jelaskan tadi " alasannya menyuruh semua siswanya menyibukkan diri agar tidak mengganggu Danie yang akan dihukum.


[ Anggap saja olahraga pagi ]


Danie berdiri dan berjalan keluar kelas, banyak pasang mata yang memperhatikan anak baru itu, namun tatapannya dibalas oleh gurunya sendiri. Sebab tidak berani, jadi mereka melanjutkan tugas yang tadi diberikan gurunya itu.


Danie melakukan lompat jongkok dengan kedua tangannya di letakkan di belakang kepala, lalu Gioro menghitung setiap lompatannya.


Jika orang yang tidak terbiasa dengan lompat jongkok, baru 20 kali saja sudah pegelnya sampai ke sendi-sendinya.


《 Sebab Author sendiri sudah merasakannya》


Tanpa ekspresi dan tanpa mengeluh, Danie mencoba bertahan dari setiap gerakannya agar tidak dianggap salah dan justru jika Gioro merupakan guru yang licik maka pasti dirinya harus mengulanginya dari awal.


[ Murid yang bagus.....bisa menyelesaikannya tanpa ada kesalahan ]


" Aku beri waktu istirahat 2 menit duduk di kelas dan jangan ulangi kebiasaan burukmu itu "


[ Menggunakan Heal ada gunanya juga ]


Segera berdiri dan masuk ke kelas kembali.


Rasa lelah di kakinya bisa menghilang dalam sekejap walaupun tenaganya juga terkuras untuk menyembuhkan kakinya sendiri.


******


" Bagaimana dengan murid baru itu?, apa membuat masalah dengan anda? " Tanya Hyde pada Gioro.


" Sepertinya dia mudah diatasi secara singkat, ini diluar dugaanku "


Bisik Hyde sambil mengelus dagunya sendiri.


" Ada apa tuan Hyde? "


" Tidak "


" Kalau tidak ada urusan lagi saya pergi dulu "


Hyde mengangguk iya sebagai jawaban.


Gioro mulai memandang aneh dengan Hyde yang tidak biasanya itu.


Kembali ke lapangan !!!!!.:) ~~~~


" Hei anak baru!, pergi ambilkan minuman untuk kami "


" Bukankah anda punya kaki? "


" Mau membantah seniormu ini.! "


" Ah..tidak- tidak "


[ Apa kebiasan orang disini pada teriak-teriak yah ]


Di menit berikutnya~~~


" Rambut coklat!, pergi bawakan handuk untuk ku "

__ADS_1


" Hei kamu! , bawakan aku pedang sekalian "


" Ambilkan sepatuku juga "


" Dani!.., tolong bawakan ini..


" Danie !, ...."


" Kamu..."


2 jam kemudian~~


[ Sebenarnya menjadi kesatria apa harus disuruh bagai pembantu? ]


Mengelap keringatnya sendiri yang ada si keningnya.


Lalu ia tiduran di bangku sambil menatap langit yang tidak terlalu cerah.


[ Aku tidak bisa bersantai...., harus pergi lagi ]


*****************


Malam harinya....


Di tengah malam itu Danie mengendap-endap keluar dari asrama, berjalan pelan tanpa menimbulkan suara adalah langkah yang bagus.


Sesampainya di luar, ia mencari halaman belakang yang gelap dan pastinya tidak akan ada orang berjaga disana.


Lalu dengan suara pelan ia bersiul..


{ Lama, tuan tidak memanggilku. Ada apa? }


Melalui ikatan kontrak yang sudah dibuat Everst dan Danie,pembicaraan seperti telepati adalah hal yang bisa dilakukannya.


[ Bantu aku keluar ]


{ Keluar dari mana? }


[ Kamu itu burung ku, apa tidak tahu keberadaan tuannya sendiri ?! ]


{ Basa-basi apa tidak bo- }


[ Tidak boleh, cepat sebelum ada yang melihat kalau aku kabur! ]


Tak lama kemudian Everst datang dan menemukan tuannya ada di bawah sebelah dinding pembatas yang cukup tinggi.


Dengan sekali cengkraman, Everst membawa terbang Danie terbang ke atas dan menurunkannya setelah melewati tembok keliling itu.


Bisa keluar dari sarang adalah kebebasan tersendiri yang dapat ia dapatkan setelah seharian di perintah bagai budak.


Alasan apa lagi yang harus di buat agar tidak di curigai pendeta agung lagi, sudah Danie siapkan.


Namun pada kenyataannya, karena seharian menghilang begitu saja, Danie dimintai untuk melakukan tugasnya sebagai pendeta yaitu menemani para bangsawan agar bisa tidur, seperti biasa....para pendeta akan duduk disebelah orang tersebut agar bisa mendapatkan kenyamanan tidur karena dibantu dengan kekuatan suci yang dimiliki oleh pendeta.


Melakukan tugas disana dan disini....


Pada akhirnya ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Karena, Danie salah satu orang yang memiliki kekuatan suci yang kuat, maka setiap permintaan dari para bangsawan yang datang, Danie lah yang akan menyambutnya dengan sopan, selain melatihnya dengan praktek terus, disisi lain ia akan mendapatkan uang yang banyak.


[ Manusia memang tidak bisa lepas dari uang ]


Danie mengeluh pelan.

__ADS_1


__ADS_2