
Di istana semua kesatria yang tersisa di kerahkan untuk mencari jejak keberadaan posisi ratu dan tuan putri.
Masyarakat sayangnya sudah tahu apa yang sudah terjadi di dalam istana, semua orang resah karena sang ratu bersamaan dengan tuan putri ke 3 sudah di culik.
Dari semalam lagi para kesatria pergi beserta dengan beberapa penyihir untuk melacak keberadaan mereka berdua.
Namun mereka hanya mendapatkan separuh jalan dari yang mereka dapat, karena kemungkinan besar pihak musuh ada penyihir juga, maka dari itu mereka juga sadar sehingga penyihir dari pihak musuh menghapus sisa keberadaan Elvira dan Jeremiara.
Sisanya hanya bisa mengandalkan keberuntungan saja, tapi tidak boleh sampai menyerah begitu saja.
Disisi lain....
Danie pergi memcari keberadaan dari kedua orang itu dari atas, mungkin saja bisa menemukan sebuah hal mencurigakan, itulah yang dipikirkannya karena tidak memiliki satu petunjuk apapun.
Disaat dirinya mengamati dari atas, yang ia lihat hanyalah lautan warna-warni daun yang berguguran dan padang rumput yang luas, tapi tetiba ada satu orang tengah berjalan baru keluar dari dalam hutan. Jalan sempoyongan dan memakai gaun yang sudah sedikit lusuh, jadi Danie segera memberi perintah pada Everst untuk menurunkan dirinya ke tempat lain agar tidak melihat sosok Everst yang besar itu.
Setelah turun, dirinya berlagak berjalan santai seorang diri dan berjalan pergi ke arah dimana orang tadi berada.
" Katanya aku harus pergi ke arah barat terus, kenapa jauh sekali " gerutu Elvira pada dirinya sendiri.
Ia menatap rerumputan yang dipijaknya sembari melangkah maju ke depan. Ketika ada satu batu kecil di depannya, ia tendang ke arah kiri dan..
AWwww.....
Elvira menoleh ke samping sebab tadi mendengar rintihan seseorang.
" Kamu?, akhirnya aku bisa menemukanmu! " Elvira segera berlari ke arah dimana orang tadi muncul.
" Danie!, kamu harus ikut aku! " Segera menarik tangan Danie secara kasar dan keduanya berjalan bertutut-tutan.
" Kemana? " measih mencoba menyamakan langkah kaki Elvira yang begitu cepat.
" Menolong ibuku!, dia di culik tapi untungnya aku bisa kabur untuk mencari bantuan " ucapnya lagi.
" Apa kamu yakin? "
[ Dia ini, ucapannya ada kebohongan dan kebenaran. Sudah bisa kabur tapi malah ingin membawaku ke tempat dimana dia diculik.
Sepertinya Elvira di ancam, dan berusaha membawaku ke pihak musuh. ]
__ADS_1
Danie hanya bisa mengikuti Elvira saja.
Seperti apa penjahat yang menculik Elvira pasti bukanlah orang yang mudah di akali, lalu tak-tik apa yang sedang digunakannya juga tidak ia ketahui. Jadi sebenarnya pada intinya, Danie ini tidak tahu musih yang dihadapinya.
********
" Dia datang, anak yang bagus. Bisa membawa buranku dengan mudah " tutur Ordon.
" Lepaskan ratu itu, dan buang ke tengah hutan "
" Tapi, bukankah ketua ingin membalaskan dendam pada raja, kenapa melepaskan ratu ? "
" Tenang saja, dari awal aku hanya menginginkan Ratu itu sebagai ancaman untuk Elvira agar mau menuruti perintahku, walau sudah aku lepaskan dan membuang Jeremiara ke hutan sekalipun mereka akan menemukan majikannya itu ( kesatria dari istana) dan sisanya rahasia. Vian.." Ordon mengalihkan pandangannya dari depan yaitu halaman pondoknya lalu ke arah belakang dan menatap sosok yang bernama Vian itu.
" Kenaap akhir-akhir ini kamu sedikit cerewet ya? "
" Jika saya tidak bertanya, pada akhirnya yang disalahkan saya juga "
" Oh..benar juga. Lakukan tugasmu yang tadi " perintah Ordon pada Vian untuk segera membuang Jeremiara karena saat ini sudah tidak dibutuhkan lagi.
3 menit kemudian, Danie sudah berdiri tepat didepan sebuah bangunan pondok namun juga terhubung oleh sebuah gua di belakangnya.
[ Mereka berpakaian seperti orang yang pernah bertarung denganku beberapa bulan lalu! ] Danie mulai ingat apa yang menjadi akar masalahnya sendiri, yaitu pembalasan dendam karena Danie sudah membunuh anak buah dari irang yang dulu hendak menculik ratu ketika di hutan.
Terlihat Elvira mundur menjauh ke belakang, dan kemudian menghilang di antara rimbunya pohon disana.
PROK...PROK...PROK...
" Kita bertemu lagi " suara tepuk tangan tadi berasal dari orang yang sedang berdiri di lantai dua.
" Kamu terlihat sehat-sehat saja " sambungnya lagi, lalu turun dari lanatai dua ke daratan dengan cara melompat dan mendarat dengan cara anggun.
" .......... "
[ Jadi dia musuhku yang selama ini diam-diam mengusikku demi membalas dendam padaku? ]
" Serang! "
Sudah dipastikan pasti ada apa-apanya dan memang benar adanya.
__ADS_1
Danie masih belum mengerti kenapa orang tadi yang terlihat seperti pemimpin menyuruh anak buahnya untuk menyerang dirinya, karena yang dipikiran Danie sosok itu sendiri yang akan bertarung melanwanya.
Ada satu hal yang tidak mudah di tebak oleh Danie sendiri.
Semua anak buah Ordon menggunakan senjata, sedangkan Danie tidak memilikinya itulah yang menjadi hal utamanya.
[ Apa yang sedang direncanakan orang ini! ] fikirnya dikala dirinya melawan dan menghindar dari serangan mereka semua, mereka semua yang dimaksudnya adalah 2 lusin orang.
[ Bagaimana caramu akan menghindarinya? ]
Kini giliran Ordon pula yang sedang menimbang-nimbang bagaimana Danie bisa mengalahkan semua anak buahnya, yang itu masih bisa dibilang sekarang adalah sebagian.
[ Karena di setiap senjata ada racun ] sambung Ordon lagi, ia melihat pertarungannya secara langsung dan juga ingin melihat penderitaannya langsung, sesaat jika mereka bisa melukai Danie.
*******
Di hutan monster..
Kalang kabur para kesatria mencari dua orang penting di negaranya.
" Hei!, disini!...ratu disini! " Teriak salah seorang yang berhasil menemukan Ratu Jeremiara.
Semua orang yang mendengar teriakan dari temannya, bergegas untuk menuju ke sumber suara.
Terlihat Jeremiara masih tergeletak di tanah, jadi dengan cepat beberapa orang lain membuat tandu.
" kamu, gunakan sihir teleportasi ke istana " pintanya pada sang penyihir.
Hanya dengan anggukan kecil, lalu sebuah rapalan diucapkan oleh orang yang dipanggil penyihir, sesudah membuat tandu, Ratu di letakkan di atas tandu dan segera berteleportasi ke istana.
Di saat yang sama, penyihir yang lain juga sama-sama menggunakan teleportasi dan rupanya kelompok itu sudah berhasil membawa Elvira yang juga sama-sama dalam keadaan kondisi tidak sadar.
Kabar bahwa kedua orang yang kemarin diculik sekarang sudah ditemukan sudah sampai di telinga Mirkan alias sang Raja.
Mirkan segera menuju ke kamar anaknya dulu, masih sama seperti yang pertama. Elvira masih belum bangun walau sudah mendatangkan pendeta istana dan mencoba untuk menyembuhkan yang memungkinkan di tubuh Elvira ada luka, tapi masih saja tidak ada perubahan.
Rasa cemasnya tetap ada karena istrinya juga masih belum sadar.
Di kamar ratu sudah ada Mirkan sang raja itu sendiri, lalu Yohanes, satu pendeta dan satu orang penyihir.
__ADS_1
Mereka semua termasuk si penyihir tidak tahu apa yang terjadi pada diri Jeremiara karena tidak kunjung bangun juga.