
DRAP.........
DRAP........
DRAP........
Berserker berlari kencang, lalu lompat..........
Tepat menuju ke arahnya..
TRANGG.........
" Erhhghh.............." menahan serangan langsung Berserker sampai kakinya terseret mundur ke belakang.
Di detik berikutnya, Berserker benar-benar tidak memberinya celah pada Dania, dia ( Berserker ) mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga dari kanan...kearah tubuh musuhnya yang sudah di halangi dengan pedang...meski akhirnya tetap sama...
Dania terbang melayang ke belakang, lagi................Berserker tiba-tiba sudah ada di belakangnya lalu...
DUAKHH.........
Menendang tubuhnya dengan begitu keras, sampai dia terjatuh secara Vertikal, dengan hasil tanahnya menjadi kasur kerasnya sang gadis ini.
Berserker kembali turun, terusss....mengajaknya bertarung..
TRANG.......
Dania menerima kembali serangan pedang Berserker.
[ TIdak ada pilihan lain, coba yang ini. ]
SRANG..............
Setelah mundur ke belakang, Dania merogoh sakunya, dan setelah mendapatkan benda yang ia dapat, Dania langsung melemparnya ke arah Berserker..
Batu kristal berwarna biru. Ketika berada tepat di atas kepala Berserker, batu kristal itu langsung berubah menjadi serpihan.
Setelahnya..... Dania berteriak........
" EVERST!. " Panggil Dania pada rekannya.
Hasil dari kristal yang menjadi serpihan, serpihan yang menghujani Berserker langsung berubah menjadi bongkahan kristal yang lebih besar, dan menghimpit tubuh besar Berserker sepenuhya.
Sedangkan Everst.
{...........................} Mendengar namanya di panggil, Everst kembali melakukan serangannya dengan menghjunai 6 buah pedang yang terbuat dari bulunya itu, dan pedang itu menancap masuk ke dalam bongkahan kristal yang menyelimuti sekaligus memberikan tekanan kuat ( Menghimpit ) berserker.
DHUARR.......
Lagi-lagi ledakan yang lebih besar di terima Berserker, api biru kembali membakarnya
"......................" Dania memperhatikan hasilnya, dan itu......
[ Apa dia itu abadi?. ] teka Dania, serangan tadi tidak berarti apa-apa untuk Berserker.
Sangat berbeda dengan pertarungan sebelumnya, yang di kata sebagai raja iblis, pertarungan waktu itu seperti hanya untuk main-main, mengeluarkan rasa suka bisa bertemu dengan ahli pedang yang sepadan. Makannya....melawannya, membuat hatinya senang. Menghasilkan kemenangan yang seri?, meski hasilnya adalah rambutnya terpotong.
Tapi untuk kali ini, ini baru pertarungan mengerahkan tenaga, keahlian, dan juga otak.
Sudah sampai di titik ini, serangan kombinasi dengan milik Everst pun tidak mempan, ini barulah jati sebenarnya dari sebuah pertarungan adu pedang.
Oh ya?.
Masalahnya justru semakin rumit.
Karena segala serangannya tidak mempan.
__ADS_1
GROARGHH......!
TRANG.........
Meloncat ke atas, dari arah yang berbeda, Berserker dengan gesitnya ikut melompat ke atas, dan Dania....dia hampir saja di hadiahkan pedang yang hampir memotong kepalanya, karena sudah menyadari dulu keberadaan makhluk ini.
Dan dalam kondisi masih di atas, dengan kepala berada di posisi bawah, dari posisi itu tangannya mengayunkan pedangnya ke Berserker yang kembali hendak menerjang ke arahnya.
TRANG........
BRUAKKK.........
Berserker sudah mendarat terlebih dahulu ke permukaan tanah namun dengan kasar, karena yang mendarat terlebih dahulu adalah punggungnya yang menghantam tanah gersang itu.
Dania sudah mendarat dengan selamat, dan kini....................
Berserker sudah kembali berdiri.
Dua petarung, beda jenis, mereka berdua saling berhadapan satu sama lain dalam jarak 30 m.
Dania mendongkan pedangnya ke depan, tepat ke arah sosok besar tinggi itu.
Chloe, tetap berdiri di tempatnya, tapi pandangannya menuju ke tempat lain, yaitu di atas.
Menatapnya secara bergantian, gadis itu, lalu burung tersebut.
" Heh........."
Chloe mulai menutup matanya, sedikit menunduk ke bawah, mulutnya mengucapkan kata-kata yang hanya dia sendiri yang mengerti.
Sebuah rapalan mantra terus di ucapkan, menghasilkan aura hitam yang kembali menyelimuti wanita ini, mengitarinya.....hingga helaian rambutnya bergerak-gerak seperti ada angin dari bawah.
Membutuhkan proses yang sedikit rumit untuk menjalankan tujuannya.
______________
Dan di pusat kontrol....Everst, teralihkan dengan suara.
KRAK.....KRAK......
membuat telekinesisnya secara tidak senggaja di hentikan.
[...................] Menyadari suara yang Everst dengar, dia sedikit mendongak ke atas.
KRAKK..............
Matanya menemukan makhluk ini.....
Everst mengernyit, menajamkan panca indera penglihatannya, makhluk yang di tangkap panca inderanya adalah ....
[ Dari mana dia bisa mendapatkan ini?!. ]
Tulang belulang besar berwujud naga..!.
SHYUNGG...!.
Ekor yang sedemikan besar itu dengan cepat melayang ke arahnya, dan sudah berada di depan matanya...!.
TRAK........
Adu kekuatan, antara tulang yang hendak menampar tubunya Everst dengan kekuatan telekinesis Everst yang kembali di aktifkan, untuk menahan ekor tulang naga yang hampir mengenai tubuhnya.
[ Di kendalikan dengan sihir hitam.....pantas saja....ini.... ] masih menahan ekor itu, satu bulunya dia lepaskan.....,tapi di tiap serat yang terdapat di bulu itu..langsung terlepas, menghasilkan banyak helaian tipis, Everst sebarkan ke seluruh tulang naga ini dan menempelnya dengan erat.
__ADS_1
KRAKK......KRAKK......KRAK..............
Bunyi tulang yang sedang saling melawan helaian serabut tipis yang melekat di tulang itu sendiri.
INI .....
" Kek... " mengerahkan lebih dari yang Everst bisa, inilah cara terakhir yang bisa dilakukannya sebagai burung, karena bagaimpun jika membuat bulunya ia gunakan dalam bentuk pedang, itu akan lebih sulit.
Karena tulang sekeras itu, tulang naga yang sudah berlapis mana sihir hitam.
Terfokus dengan kekuatan yang sedang digunakannya untuk membuat tulang itu dalam posisi terus menerus mendapatkan tekanan lilitan yang sangat erat, itu akan berharap perlahan-lahan...tulang itu akan hancur menjadi sebuab serpihan, karena...
Serat bulunya, pelan-pelan jadi panjang namun juga tajam.
" Kekkkk.... " suaranya mendengkur 《 bukan tidur 》, Everst benar-benar memfokuskan pada tulang besar dari sosok yang awalnya adalah naga.
Tapi....karena indera penglihatannya, otaknya, kekuatan terpaku pada satu hal itu, membuat instingnya jadi kalah cepat untuk merasakan keberadaan di belakangnya,
Keberadaan tulang putih, ujung dari tanduk yang dipunya naga...
Ujung runcing yang sedang bersiap diri, datang menuju...
SHYUHHTTT.......
Dalam kecepatan kilat.....
Kecepatan inilah, saat mengetahui keberadaan yang sedang bergerak menuju ke arahnya, kepalanya baru menoleh ke belakang, yang sepasang matanya terpantul sebuah benda putih itu datang dengan begitu cepat, lagi-lagi...yang ini...
Untuk kali ini, tubuhnya kalah cepa tuntuk merespon gerakan menghindar karena jarak diantara ke duanya sudah berada di posisi 1 meter, hingga...
KRAKKS.....
JLEBB........
Tulang naga sudah hancur menjadi serpihan.
namun....
" Kwkk... " Tidak bisa lebih bersuara dari ini, Everst menatap ke langit, dengan posisi tubuh terbalik.
Langit hitam, seperti akan ada badai, hanya itulah yang di lihatnya...
TESS.....
________________
SHAAAAA......
Di tempat Dania.....
Dania berdiri dan saling berhadapan dengan makhluk besar ini.....
Mengacubgkan ujung pedangnya tepat ke arah Berserker, dan Berserker juga sudah dengan posisi kuda-kudanya sendiri.
Ini.....akan menjadi titik terakhirnya, untuk mengeluarkan segenap tenaganya.....karena dari awal, makhluk ini si Berserker terus menghadangnya, menghalanginya untuk mendekati Chloe.
" Aku mulai.. " dengan suara rendahnya, pedangnya dia angkat kembali, di posisi sebelah kanan dalam posisi pedang tegak ke atas, Dania...mengerahkan sihir penguatan ke kakinya, membuatnya bergerak cepat...
WUSHH.....
Berserker ikut mengangkat pedangnya dengan berada di atas kepalanya, mengayunkannya ke depan...
BRAKK.....
Dengan sangat bertenaga, membuat tanah di depannya langsung terbelah, diantaranya terangkat, tidak hanya tanah...tapi juga bongkahan batu yang tertanam di dalam tanah, semuanya langsung terangkat.
__ADS_1
Tapi Dania terus berlari, menerjang bongkahan batu serta tanah busuk itu...
SWAHHH......