
" Bagaimana? "
Danie menunggu respon dari kedua manusia di depannya.
" Pendeta...ini sangat enak " puji Elvin.
[ Apa benar?, padahal ada manis dan asamnya juga ]
Sedikit menilai riak wajah kedua orang didepannya, namun mereka memang terlihat menikmatinya.
[ Ngomong-ngomong kenapa dalam beberapa hari ini aku lebih banyak bertemu dengan mereka berdua yah? ]
" Kamu kenapa ? " Felix memandang heran Danie karena dari tadi pandngannya tidak teralihkan pada dirinya dan pangeran disebelahnya.
" Tidak.. "
[ Dalam beberapa bulan ini, aku juga ganti-ganti pekerjaan ]
Danie masih saja menunjukkan wajah yang sedang melamun berpikir untuk beberapa hal.
Ditengah malam itulah ketiganya menikmati ice cream bersama, ada kalanya Danie berpikir kalau menjual ice cream mungkin akan laku keras juga.
[ Oh..iya, aku masih ada emas di tangan Youri dan ada uang tambahan dari kedai yang dikelola paman itu ]
Entah apa yang merasukinya, tiba-tiba Danie tersenyum layaknya iblis, efek dari khayalannya yang barusan muncul.
[ Aku jadi ingin memiliki rumah..hhh...seandainya bisa~ ]
"..............? " Felix dan Elvin menatap aneh atas sikap Danie yang tadinya serius terus tiba-tiba tertawa sendiri tanpa sebab, beberapa detik kemudian kembali dengan wajah seriusnya kembali.
[ Ada apa dengannya?, raut wajahnya berubah lebih cepat ketimbang membalikan halaman buku ] ditatapnya Danie oleh Felix dengan tatapan datar.
" Apa nama pencuci mulut yang kamu buat ini? "
" Ice cream "
" Dari mana pendeta mendapatkan ide ini? " giliran Elvin pula yang bertanya, sebab sama-sama baru pertama kali merasakan sensasi dingin di dalam mulutnya dan seketika meleleh ketika sudah masuk kedalam mulut.
Sensasi dingin dan manis yang sangat cocok.
" Dari ingatan saya sendiri "
[ Lagi pula aku tidak salah juga, menghafal dari resep yang aku baca sama saja aku sudah mengingatnya ]
Menyuapi mulutnya dengan se sendok ice cream lagi.
" Apa masih bisa buat besok? " Felix
" Tidak, ice cream ini tidak akan tahan sampai besok jadi habiskan untuk malam ini "
[ Kecuali ada kulkas, kau bisa menikmatinya sampai berhari-hari ]
**********
1 hari kemudian
Kala itu Danie sudah kembali ke tempat suci Abner, tanpa perlu dijelaskan apa yang terjadi dalam beberapa hari ini, pendeta agung sudah tahu semua rincian yang terjadi dari Felix sebagai penanggung jawab setelah membawa pergi paksa Danie selama dua kali berturut-turut tanpa mengorek informasi siapa Danie.
Dari situlah, Danie mulai dikenal oleh semua pendeta disana.
Tidak ada yang menyangka jika ada satu pendeta diculik oleh kesatria suci, hal yang konyol namun memang kenyataannya beneran terjadi dan dialami Danie.
Disamping itu, Felix sudah sedikit mengetahui seluk beluk Danie yang setiap hari berkeliaran kesana-kemari bahkan dimalam hari pun.
Entah kenapa di dalam hatinya, tergerak untuk menemukan siapa sebenarnya Danie yang memiliki banyak rahasia besar.
Tapi karena tugasnya sebagai kesatria dan menjadi bawahan langsung dari pangeran Elvin, jadi Felix tidak bisa berbuat lebih jauh lagi untuk menyelidiki seorang pendeta Danie yang tidak ingin dipanggil pendeta.
Setelah kejadian dimana Danie bertanding dengan kesatria Rudolph, dia sudah jarang mengunjungi tempat latihan di akademi kesatria suci walaupun Danie menjadi satu-satunya orang yang bisa mengunjungi Akademi kesatria suci secara bebas.
__ADS_1
Lalu diketahui bahwa tidak sampai 2 bulan, Danie sudah bisa menguasai beberapa mantera suci khusus sebagai Healer, sehingga di beberapa kesempatan dia dipanggil oleh orang-orang dari GLORIA namun ia tetap menolaknya.
Karena tujuannya hanya mengasah kemampuannya saja, jadi tidak perlu sampai ikut ke perkumpulan Healer di Gloria.
Hanya saja selama menjadi pendeta...
[ Benar-benar tugas yang makin lama makin membosankan ]
Danie mulai merasakan kebosanan, setiap harinya ia akan menyusup keluar dari tempat suci untuk berkeliling ibu kota, menyingkirkan kejenuhan.
3 bulan kemudian~
Setelah memahami tentang peñdeta...ia tahu..
kenyataannya tidak semua pendeta bisa menggunakan kekuatan penyembuhan.
Untuk jadi pendeta,seseorang tinggal mendaftar di tempat suci saja,lalu jika memiliki kekuatan suci,seseorang itu bisa menjadi pendeta khusus. Lalu jika diantara kekuatan suci miliknya itu terdapat kekuatan penyembuhan,seseorang itu akan disebut 'Healer' dan dianggap berharga.
Maka dari itu,saat upacara pembaptisan di dalam istana,dimana banyak orang yang sudah lama menjadi pendeta disana bisa terkejut melihat kekuatan suci yang dimiliki Danie karena dari awal Danie tidak pernah mendaftar sebagai pendeta.
Meski didunia ini sistem penyembuhan ada yang disebut dengan penyihir dan juga healer,namun nyatanya Helaer sendiri memiliki persentase tinggi dalam jumlah pendeta.
Sehingga di wilayah kerajaan juga terdapat perkumpulan Healer yang merupakan tempat dimana semua Healer berkumpul 'GLORIA'.
Jika lulus ujian di Gloria seperti pendeta Barsi yang saat itu menyembuhkan sisa luka Danie, maka bisa jadi Healer kerajaan. Namun karena Danie masih dalam pembelajaran tahap awal,maka dari itu dia dipindahkan ke tempat suci Abner di ibu kota untuk belajar lebih banyak disana.
Di pagi ini,satu persatu para pendeta Healer dipanggil untuk berkumpul di aula,hal ini sebenarnya akan mendiskusikan tentang kewajiban sebagai Healer saat ditugaskan di peperangan nanti. Lalu Danie juga sebenarnya sudah tahu lebih awal karena awalnya ia bekerja di dalam istana.
Karena sudah berada di tempat suci selama 2 bulan,setidaknya sekarang Danie sudah mendapatkan beberapa teman salah satunya adalah Keylin, rambut sebahu dengan warna rambut coklat kemerahan serta memakai kacamata bulat.
Dia adalah orang yang memiliki percaya diri yang cukup tinggi dan sekarang dia sedang duduk desebelahnya.
"Peperangan ini akan berlangsung paling tidak selama 21 hari, demi mencapai kemenangan maka kalian harus bersatu dengan para Kesatria suci, kesatria kerajaan,serta Helaer dari tempat suci lain. Jangan merusak nama baik tempat suci Abner." ucap pendeta Agung Litous.
Persiapan yang sudah lama disiapkan selama beberapa bulan ini akhirnya selesai. Perang antara kerajaan Linstone dengan kerajaan Beysil.
Beysil merupakan negara kecil yang ada di perbatasan bagian barat kerajaan Linstone, karena ekonominya juga sedang tidak baik maka kerajaan itu sudah memecah sebuah peperangan.
[ Tapi meski mereka melakukan usaha penyerangan terakhir sekalipun, kenapa harus dengan cara itu?, padahal Beysil adalah bangsa kecil yang bahkan hanya berukuran 1/10 dibanding kerajaan Linstone. ]fikir Danie disela-sela ia mendengarkan pendeta agung berbicara.
Maka dari itu, raja memutuskan mengirimkan pasukan bantuan dari ibu kota . Lalu pemimpin pasukan kesatria suci Elviniraz dari Abner dan Duke Willard akan dikirim kesana juga.
[ untuk memusnahkan negeri kecil seperti itu saja kenapa harus mengirimkan keduanya?. Terlebih lagi pemimpin pasukan kesatria suci adalah pangeran pewaris kekaisaran lalu Duke Willard oemimpin kesatria kekaisaran ]
Namun ternyata mereka tidak hanya ingin menyelesaikan orang-orang yang melakukan penyerangan di perbatasan barat saja, kerajaan juga berniat untuk sekalian menjadikan wilayah Beysil menjadi bagian dari kerajaan dengan melakukan pemusnahan.
Sehingga tidak hanya dari satu tempat suci saja yang mengirimkan Healer,t tetapi semua tempat suci juga dikirimkan untuk membantu peperangan Beysil kali ini, itu sesuai perintah raja.
[ Walau pendeta agung satu ini bilang adalah peperangan yang sangat aman karena pemimpin pasukan kesatria suci dan kerajaan juga ikut didalamnya, tapi perang ya tetap perang, menimbulkan banyak korban tentu sangat mungkin. Baiklah...jangan bicarakan seakan-akan batu es itu hangat* ] fikir Danie yang masih menatap malas orang-orang yang terlihat antusias mendengar pendeta Agung berbicara.
《 Keterangan \=>
Bicara seakan Es Batu itu hangat ( Sugar Coat )
Bicara seakan sesuatu lebih baik dari pada kenyataan/menutupi kenyataan. 》
[ Memintaku menggunakan kekuatan di medan perang, tempat dimana orang sekarat, dibanding beberapa bulan lalu yang hanya memakan waktu satu minggu, tugas kali ini akan memakan waktu 3 kali lipat lebih panjang. ] mengeluh tidak suka,ketenangan yang sangat diharapkannya sudah tersingkir dari kepalanya Danie.
*****
Beberapa hari kemudian semua pasukan satu persatu berangkat menggunakan kereta kuda.
Banyak kebutuhan makanan yang dibawa, tenda, cadangan senjata dan lainnya.
"Katanya kamu akan pergi ke medan perang?!,jangan sampai kamu ditusuk dengan pisau saat tidur ya?!"
"Hahahah....itu lebih baik dari pada ditusuk saat sadar"
[ Perang ya?. Aku belum pernah pergi ke medan perang ] Danie melirik ke arah dua orang yang saling beradu mulut karena salah satunya tidak ikut dalam perang.
__ADS_1
Meskipun diluar kerajaan, perang kecil maupun besar tidak berhenti....biasanya kerajaan dengan bebas mengirimkan bantuan ke perang kerajaan lain atau terkadang melakukan perluasan wilayah kekuasaan.
Dibanding itu,disini ada ada PAHLAWAN dan IBLIS MEDAN PERANG, yang dikirim ke setiap negara untuk melakukan penaklukan dan kembali dengan kemenangan.
[ Walau begitu kenapa pemimpin kesatria suci dielu-elukan sebagai 'PAHLAWAN' diseluruh kerajaan, tapi tuan Duke malah disebut 'IBLIS MEDAN PERANG' . Padahal jasa mereka berdua hampir sama, namun perbedaan responnya sangat bersar sekali ? ] mengeluh pelan setelah melihat dan mendengar fakta yang ada.
"Jika kalian masih menangis,kalian akan ditangkap Iblis Medan Perang lho "
"Seram.!!!"
Kedua orang laki-laki di belakangnya saling berpelukan memberi semangat pada temannya yang ikut ke medan peran.
[ Haih.....mereka ini ] Danie masih memperhatikan beberapa orang yang heboh dengan pekerjaannya kali ini.
Lalu sebelumnya keluarga Duke Willard punya satu lagi anak laki-laki. Namun suatu hari secara tiba-tiba dikatakan bahwa mayatnya ditemukan di mansion. Lalu tidak lama setelah kejadian itu, kepala keluarga mereka juga ditemukan tidak sadarkan diri mirip seperti kejadian sebelumnya. Walaupun seluruh kerajaan memang terkejut atas insiden itu, namun tidak terasa sudah 3 tahun berlalu sejak kejadian itu, tanpa ada siapapun yang berani bertanya dengan kronologis peristiwa tersebut. Karena itu,sampai saat ini tersebar cerita kalau setiap hujan turunakan ada darah yang menetes dari pedang-pedang hiasan di kediaman mereka .
[ Cerita seram ini, tidak bisa aku percayai sepenuhnya karena hanya rumor belaka. Namun anehnya aku selalu melihat Duke pergi ke tempat lain disaat turun hujan ] setiap hujan Danie pasti melihat Duke melewati tempat suci yang ditinggalinya, ia pergi ke arah selatan dan itu hal yang aneh semenjak pertemuannya selama ini.
"Danie!, apa kau tidak takut perang?"tanya Keylin padanya.
"Entahlah"
"Bersikap biasa-biasa saja, aku iri denganmu Danie!!" tiba-tiba memeluk lengan kirinya Danie.
"Kita akan berkumpul di perbatasan ibu kota dan berangkat dari sana kan?"tanya Danie sembari mengeluarkan kepalanya dari lubang jendela kereta kuda yang di naikinya.
"Iya,kita akan segera sampai"jawab Keylin.
[Ah..orangnya semakin ramai. Seragam putih emas milik pasukam kesatria suci 'ABNER' dan seragam biru tua itu milik pasukan kesatria kerajaan 'NIKHIL KNIGHTS', juga para pendeta dari tempat suci lain. Ini....sama seperti perang dua setengah tahun yang lalu ] seperti yang dipikirkannya, dua setengah tahun lalu juga ada perang dan mengharuskan semuanya bersatu yaitu saat perang Byas, perang yang sekaligus awal mula dirinya hidup didunia ini.
[ Pangeran Elvin sudah datang lebih awal ]
Terlihat Elvin sedang bercengkrama dengan kesatria lainnya.
Lalu tidak sengaja ada dua orang pendeta yang baru saja datang.
"Sepertinya kalian pendeta dari Elnur ya"tanya Elvin pada kedua pendeta tersebut.
"Selamat pagi." Sapa kedua sang pendeta.
"Apa kamu Renesha dari Elnur?" tanyanya sekali lagi pada wanita berambut panjang yang memiliki warna kelabu.
"Ah,iya saya" jawab wanita bernama Renesha, Renesah memiliki warna mata hijau dan rambut sedikit keperakan.
Terlintas dari pikiran Danie kalau Renesah adalah orang yang baik lalu cantik karena rambut panjangnya itu.
"Saya sudah banyak mendengar tentang anda pendeta Renesha" Elvin tersenyum ramah pada salah satu pendeta dari Elnur.
"Terima kasih" Renesha menunduk hormat.
Danie melihat keduanya saling bercengkrama, namun karena dirinya harus mempersiapkan keberangkatannya dari perbatasan ke wilayah perang, dia harus meninggalkan mereka.
"Danie?"
[Hmm...aku iri,dia cantik juga rambutnya panjang]
"Danie!"
[ ahh...biarlah, dia..ya dia..aku..ya aku, walau iri pun ini juga sudah keputusanku dan keputusan dia , aku menyamar menjadi pria ]
"Danie.!!!!!!,apa kau tuli!" Seru Deepika.
" Ada apa?, khawatir aku tidak mendengar kamu memanggilku? " masih menyibukkan diri menata barang pribadinya di tas miliknya.
"Lagian kamu tidak serius dan tidak langsung menjawab panggilanku. Semua orang sudah pada berangkat, mau sampai kapan berdiri disitu?"peringat Deepika.
"Kamu duluan saja"
"Ya sudahlah,jangan salahkan kita kalau kamu tertinggal jauh"Deepika pergi dengan kelompoknya serta kesatria lainnya.
__ADS_1
Kisah didalam perang Beysil pun dimulai.-->