
Keberadaan yang tidak terduga itu membuat dirinya terasa tersiksa dan lelahnya bukan main.
Dari ratusan orang dan mungkin hampir mencapai seribu, hanya ada kurang dari 150 orang yang terkena hukuman.
Mungkin kebiasaan buruk yang dulu masih dibawa oleh para kesatria.
Tapi...hal yang paling menjengkelkan pastinya adalah Danie sendiri..
[ BAGAIMANA AKU BISA TERJEBAK DISITUASI MACAM INI.!! ]
Dengan wajah letihnya, ia merasa sudah dikutuk oleh orang lain.
Masih berlari dengan susah payah, dan sudah 3 putaran namun masih tersisa 2 putaran lagi.
Berlari tanpa tujuan....dan berlari karena kesalah pahaman.
Satu putaran mengelilingi semua asrma disana sama aaja seperti berlari sejauh 1,5 KM.
" Hahh...hah....hhah....., aku sudah tidak larat lagi "
Ucap Danie dengan nafas yang memburu, namun masih mencoba mempertahankan kekuatan larinya, walau suda memakai Heal pada dirinya sendiri, namun tidak dapat dipungkiri lelah ya tetap lelah.
Lari 5 putaran terlihat sedikit, namun kenyataannya kelewat jauh.
Dua jam sudah akhirnya mereka menyelsaikan hukumannya, dengan jalan tertatih-tatih Danie tumbang di atas rerumputan hijau dan hanya mendengar nafasnya sendiri yang terengah-engah.
Hanya bergerak untuk duduk saja sudah terasa sangat berat, apatah lagi berjalan.
" Kedamaianku direnggut, aku ingin pulang "
" Hah?...pulang?, kamu kira ini tempat kerja yang bisa pulang sesuai jadwal?. Sekali masuk maka tidak bisa keluar "
" Hah...hahh....jelas-jelas ini ada kesalahpahaman, aku datang kesini ber- "
" Istirahatnya selesai!, disini tidak ada waktu untuk menggosip. Waktu makan sebentar lagi, bersihkan lantai koridor di asrama masing-masing setelah itu baru bisa makan malam " perintahnya pada semua murid yang terkena hukuman tadi.
" Baik ketua! "
[ Hah...sialan, tenagaku sudah terkuras habis ] memasang wajah lelah.
Lalu karena ketua merasa ada satu orang yang tidak menjawab, maka dia memberikan tenungan yang tajam pada Danie.
Sadar dirinya diperhatikan oleh ketua, akhirnya Danie menjawabnya juga.
Beberapa saat kemudian mereka semua kembali ke asrama masing-masing dan mulai membersihkan lantai koridor mereka.
" Ketua memang kejam " keluh salah seorang yang sedang mengepel lantai bersama dengan Danie.
" Apa dia memang begitu? "
" Ha ah, jadi jangan sampai buat ketua Hyde marah, atau hukuman seperti ini akan menjadi makanan sehari-harimu " masih mengepel dengan serius, dan mencoba mempercepat gerakannya supaya bisa selesai dengan cepat.
" Apa kamu anak baru? "
" Hahhh.....jangan ditanya lagi, ini adalah kesalahpahaman, aku hanya mengikuti kesatria pemimpin, tapi pada akhirnya dikira murid baru oleh kalian " jawab Danie dengan malas, lalu ia membuang nafas dengan kasar.
" Bagaimana mungkin?, sudah seminggu ini beliau tidak datang karena urusan menyusun strategi perang dengan pemimpin nikhil knights, kalau beliau hari ini datang, lalu kenapa kamu masih disini dan tidak mencarimu?, atau jangan-jangan pemimpin meninggalkanmu? "
GLEK....( Danie menelan ludahnya sendiri )
" Itu...tidak mungkin " Dane tersenyum tawar.
" Siapa yang tahu? . Sudahlah...cepat bersihkan, lalu makan. Oh...siapa namamu? "
" Danie "
" Aneh, abaikanlah......aku Mithrenes, panggil saja Mith "
" Baik "
[ Kalau begitu aku harus keluar sebelum benar-benar di penjara di tempat ini ]
Fikir Danie.
__ADS_1
Mith untuk sesaat memperhatikan Danie yang terlihat berpikir keras, lalu ia abaikan kembali untuk melanjutkan pekerjaannya.
Untung saja hukumannya hanya untuk mengepel koridor di lantai mereka tinggal, kalau saja seluruh lantai, habislah sudah.
10 menit kemudian ~
" Selesai juga " Mith dan Danie puas dengan hasil kerja mereka sendiri.
Setelah memngerjakan pekerjaan terakhir itu, barulah mereka berdua pergi ke kamar masing-masing.
Danie akhirnya bisa merasakan sensasi dingin dari air yang sudah membasahi tubuhnya.
Matanya terpejam sambil menghela mafas dengan mulutnya sendiri.
" Hahhhh..... "
[ Seharian belum makan, aku harus isi tenaga dulu baru keluar dari sini ]
Danie keluar dari kamar mandi, lalu mengeringkan rambut serta seluruh tubuhnya, setelah itu ia memakai pakaian siang tadi, lagi pula sore hari sudah tidak ada kegiatan apa-apa lagi.
Barulah selesai mengenakan pakaiannya, ia keluar dan pergi ke kantin, toh...makanannya gratis juga.
Disaat keluar dari kamar, tidak sengaja disaat yang sama Jerome dan Deckard juga keluar.
" Bagaimanan hukumanmu?, apa melelahkan? " tanya Jerome pada Danie.
[ Hhah.....pembawa sialnya ada disini ] jika bukan Jerome yang menarik dan membawanya kesini, maka Danie juga tidak akan menerima hukuman ekstream itu.
" Ya " ketus Danie.
[ Bagaimanapun aku harus keluar ]
Pada alhirnya Danie, Jerome, dan Deckard berjalan bersama menuju kantin.
Waktunya makan malam, walaupun masih jam 6 kurang.
Matahari yang hampir terbenam itu sudah menandakan hari sudah mulai malam.
Jarak antara kantin dan tempat ringgalnya juga lumayan, yah...lumayan jauh dan menguras tenaga.
Tidak ada yang banyak bicara ketika makan, bagaimanapun itu adalah etika makan.
Danie juga tidak ingin mengeluh lelah, karena tidak ada gunanya juga.
Yang terpenting bisa makan, mengisi perut, lalu keluar dari tempat itu dengan segera sebelum malam benar-benar datang.
Tapi karena saking mengantrinya, Danie baru mendapatkan jatah makanan setengah jam kemudian.
Barulah bisa duduk dan makan dengan tenang bersama mereka bertiga, yah...ada satu orang tambahan yang duduk di meja yang sama dengan mereka, yaitu Mith, orang yang tadi sore membersihkan lantai bersama dengan Danie.
"Danwie...amhhwwm...amwhh...amwhh...amwhhh.... " tanya Mith dengan mulut masih penuh dengan makanan.
" Pulang lah, apa lagi? " jawab Danie.
" ammhhe..mahwhh...ammwh..." Mith.
" Tidak peduli, saya bisa sendiri " jawab Danie selaki lagi selagi memakan makanannya dengan santai dan tenang.
" Amamwhh...amwhh...mmhaww..amwhh "
Jujur, Smith terlihat kelaparan. Dilihat saja sudah seperti ba*i yang belum makan selama 2 hari.
" Berpikir positif saja, beliau pasti sibuk sampai melupakan tamunya "
" Amwhh...amwhhh...amwhh..awmhhh "
" Ya...bisa dibilang begitu, jadi kalian hanya salah mengira diriku "
Danie membalasnya untuk kesekian kalinya.
Jerome dan Deckard yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka merasa bingung. Yang satu bertanya dengan mulut yang oenuh dengan makanan sehingga terdengar suara aneh, disisi lain orang yang ditanyai bisa menjawabnya dengan santai.
" Bagaimana cara kalian berkomunikasi seperti itu ? " sela Jerome dengan wajah tidak percaya, bisa melihat pembicaraan yang aneh itu.
__ADS_1
" Hmm? " Danie dan Smith.
8 menit kemudian~~
" Hahh....kenyang, cinta makanan " Semith menghela nafas senang akhirnya bisa mengisi perut yang keroncongan sambil mengelus perutnya yang menggembung.
" Ayo pergi, saya antar sampai gerbang " tawar Smith.
Danie tidak tahu harus bilang apa, akhirnya ada juga yang percaya dengan perkataannya.
" Gerbang?, kalian mau pergi? " Jerome.
" Hanya Danie saja " Ketus Smith
" Kenapa begitu? " Jerome
" Sudah saya bilang, saya bukan siswa baru disini " Danie beranjak pergi mengikuti Smith dari belakang, meninggalkan Deckaed dan Jerome dikantin.
" Apa kamu percaya? "
" Jika Smith mempercayainya, berarti memang benar. " Deckard mengelap bibirnya dengan kain lap yang tersedia dengan anggun.
" Pada akhirnya kamu yang sudah membawa masalah pada Danie " Lanjutnya lagi.
" Apa.!?? " Jerome terkejut setengah mati, bisa-bisanya membawa orang salah dan apatah lagi orang yang dibawanya menerima hukuman yang seharusnya dilakukan oleh kesatria di situ.
" Deckard!, bagaimana aku harus menebus kesalahanku padanya! " Panik Jerome,tidak tahu harus berbuat apa.
" Hahh...., yang harus kamu perbuat adalah..........."
Jerome menunggu jawaban yang diberika jerome.
" Minta maaf "
" Hah? "
[ setelah lama menunggu, jawabannya hanya minta maaf? ]
" Apa lagi?, dia terlihat bukan tipe yang akan cepat marah, apa lagi yang sudah kamu perbuat. Selagi masih sempat, pergi dan minta maaf "
[ Yah...tidak salah juga ]
Jerome pun mengikuti nasihat Deckard, dia bergegas mengejar Danie demi meminta maaf.
Sedangakan di depan gerbang-------
" Apa yang kamu lakukan disini? " Tanya paman yang menjaga pintu gerbang.
Lelu matanyabteralihkan dengan pria disampingnya yang lebih pendek dari Smith.
" Tolong buka gerbangnya untuk dia " ucap Smith, memohon pada orang tersebut.
" Apa?, ini namanya mrlanggar peraturan "
" Maaf paman, pemimpin kesatria yang mengajak saya datang kesini, namun tidak tahu kalau beliau sudah pergi dahulu dan meninggalkan saya disini, jadi saya baru bisa keluar sekarang. "
" Nah...dia sudah menjelaskannya, buka pintu gerbangnya, toh dia juga bukan murid disini " sokong Smith pada Danie.
" Baiklah, aku percaya penjelasanmu "
Akhirnya paman itu mengjinkan Danie keluar dari akademi kesatria suci.
Danie bersyukur bisa keluar dari kandang singa, lalu dia pun melambai dan membungkuk terima kasih pada mereka berdua yang sudah bersedia membantunya.
Malam yang dingin itu tidaklah menakutkan, berjalan santai sendiri dengan macam rasa lelah dan pegal menjarah disemua tubuhnya.
Benar-benar hukuman yang keras, walaupun itu demi mendisiplinkan para kesatria disana, jadi itu juga hal yang wajar.
Tentu saja, dimana dulu dirinya naik mobil, bawahannya justru berlari mengikuti, sosok pemimpin yang kejam.
" Hahh!!!!, kalau sudah sampai aku bisa langsung tidur pulas " bisiknya.
Yah...sesampainya di tempat suci Abner, dia malah sudah disambut oleh pendeta agung.
__ADS_1
Dari raut wajahnya yang serius, Danie mengira dia akan menceramahi dirinya panjang lebar, sebab pulang lewat dari jam seharusnya.