
Di aula raja, suasananya menjadi begitu dingin dengan dua orang yang sedang mempertaruhkan nyawa.
" Jadi~......, bagaimana caranya aku bisa memegang kata-katamu itu? " tanya Mirkan.
" Dari awal saya tidak memiliki jaminan agar kalian mempercayaiku, tapi ini kesempatan terakhir, menawarkan negosiasi agar aku yang akan mencari orang yang menggunakan kekuatan Virus ini. Jika aku berhasil maka dengan senang hati meninggalkan kekaisaran ini. Tapi jika anda menolak, maka lebih baik mati bersama " ucap Danie dengan percaya diri.
[ Padahal diri sendiri saja sudah terkena Virus itu, bagaimana bisa mencari keberadaan orang yang mengendalikan Virus kanibal ini dalam keadaan seperti itu?. Tapi dia ini keras keoala dan sekarang sudah berani tawar menawar denganku setelah menculik ratu dan putriku ]
Mirkan mulai berpikir keras, semua orang juga menunggu jawabannya.
Pada akhirnya.
" Averst! " panggil Danie pada burung kontraknya yang sempat tertangkap.
" Seperti biasa, dia selalu memiliki kejutan "
__ADS_1
Bisik Youri melihat Danie dari dalam kamarnya yang ada di lantai dua.
Dirinya juga sudah tahu kalau akhirnya Danie dan raja membuat keputusan untuk bekerja sama.
[ Aku harus kecewa atau sedih karena ulahmu? ]
Kembali ke halaman depan istana.
Everst mengatakan sesuatu yang ia ketahui pada mereka semua, atau lebih tepatnya kepada Danie lalu baru Danie memberitahu pada semia orang disana.
Mencari pengguna kekuatan virus adalah hal yang lebih penting, karena bagaimanapun tidak akan mudah mencari penyihir Chloe.
" Aku akan ikut mencarinya, menjamin kalau dia tidak akan kabur " Elvira angkat bicara.
" Tidak! " Mirkan menolaknya mentah-mentah, bagaimanapun putri bangsawan apatah lagi putri dari seorang raja, maka tidak ada berhak untuk ikut dalam misi bahaya seperti ini.
" Biar saya yang akan mengawasi dia "
Tiba-tiba satu orang kesatria berseru untuk mengajukan diri, dia berjalan menghadap Raja.
Danie terkejut bukan main, siapa lagi kalau bukan Kesatria Rudolph yang beberapa bulan diberikan hukuman membantu warga di suatu daerah terpencil, maka dari itu tidak ikut perang.
" Pergilah, awasi pengkhianat ini " perintah raja langsung dilaksanakan Rudolph.
" Kita bertemu lagi, pengkhianat " di akhir kata itu Rudolph berbisik ditelinga Danie sambil mengulum senyuman sinis.
" Aku akan pergi " kata Danie, ia membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi, melewati pintu gerbang istana dan di ikuti Rudolph di sampingnya.
6 jam lagi.........
Danie terbang bersama Rudolph dengan menaiki Everst sebagai kendarannya.
{ Sebenarnya aku tidak sudi dinaiki oleh manusia bernama Rudolph itu }
( Adik Danie, aku dapat sedikit kabar bagus )
" Apa ? "
( Tidak tahu siapa yang mengirimkan surat ini, tapi isinya akan membuat pencarianmu itu lebih menguras sedikit waktu.
Orang yang menggunakan kekuatan si pengendali Virus, dia warga sipil dari daerah Regoln, ciri-cirinya memiliki rambut merah dan ada bekas luka di pipi kirinya. Setelah melewati hutan Monster, ke wilayah selatan baru ada Desa Regoln. )
" Terima kasih, kali ini kita tidak akan bertemu lagi. "
( Jangan bicara seolah-olah kamu akan pergi selamanya. Kita masih bisa berkomunikasi, karena kamu memiliki sihir juga. )
Panggilan antara Danie dan Lady Ellora pun akhirnya terputus.
" Kita pergi ke Desa Regoln, arah selatan setelah hutan monster " beritahu Danie pada Everst.
" Dengan siapa kau berbicara? " Tanya Rudolph.
[ Walau ada sihir teleportasi, tapi menaiki hewan besar semacam ini aku baru pertama kali menaikinya ] Rudolph duduk di atas Everst, namun ia duduk berada tepat di belakang Danie.
" Everst, aku akan tidur sebentar " bisik Danie, kedua matanya ia pejamkan tat kala angin kencang juga menerpa dirinya.
Ia menunduk ke bawah, dan menjaga tubuhnya agar tidak oleh ke samping.
Perlu waktu 10 menit terbang dari satu tempat ke tempat lain, dalam waktu itu suasananya hening tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka bertiga, tapi bagi rudolph tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua.
{ Kita segera sampai }
"........."
{ Aku tahu kau sakit, tapi jangan perihatkan pada laki-laki di belakangmu }
__ADS_1
[ Apa kamu cemburu? , tapi toh kamu tidak memiliki hak untuk cemburu. Kamu hanyalah burung ]
[ Dia benar ]
{ Tapi kita memiliki hubungan kontrak } sela Everst.
[ Kontrak itu bersifat sementara, apa kamu menganggap kita ada hubungan khusus?, tentu tidak ]
Sindirian dan perkataan yang pedas, tapi memang kenyatannya begitu.
" Aku tidak tahu kamu memandangku itu seperti apa, tapi sekarang nyawa ratu juga ada di tanganmu jadi mau tidak mau harus membantu mencari orang berambut merah yang memiliki bekas luka di pipinya. "
" Aku tahu tugasku sendiri, jadi jangan memerintah " jawab Rudolph, masih sama seperti pertama kali bertemu, orangnya arogan dan sombong.
" Kalau dingin seharusnya memakai pakaian tebal, jangan mengingkari janjimu sendiri. Kondisimu sudah seperti orang yang bisa kapan saja membuat orang lain kesusahan "
" Aku tidak akan membebanimu "
[ Aku dikalahkan kekuatan seperti ini?, aku tidak ingin mati konyol ]
Akhirnya Everst, Danie dan Rudolph bisa sampai di desa Regoln.
Everst mendaratkannya di belakang desa agar tidak terlalu mencolok.
Dalam sekejap tubuhnya menjadi kecil ukuran normal.
" Bantuanmu, intai dari atas " pinta Danie pada Everst sebagai salah satu gusa agar bisa meng efisien kan waktu yang ada.
Ada satu hal yang bisa di andalkan jika menjalin kontrak dengan seekor burung, yaitu sebagai mata-mata rahasia.
Dengan mengandalkan matanya ketika terbang dilangit, maka manusia yang menjalin kontrak dengannya maka akan memiliki penglihatan yang sama, bisa melihat semua yang dilihat oleh burung dari atas.
" Cepat jalan " Rudolph sudah tidak tahan lagi, bergegas dan mneyelesaikan misi dengan cepat adalah hal yang harus dilakukannya.
3 jam kemudian~
[ Hahhh.....aku banyak uang, memiliki orang sepertiku bisa mendapatkan uang sebanyak ini sebab pekerjaan memberi virus pada orang-orang ada gunanya juga. ]
Di bukanya pintu rumah yang ia sewa untuk beberapa hari ini, setelah membayar uang sewa, sisa uangnya masih cukup untuk keperluan lain jadi ia memutuskan untuk pergi belanja.
Ia memakai jubah untuk menutupi kepalanya, namun sekarang warna rambut yang mulanya berwarna merah, sudah berganti menjadi hitam. Menyemir rambut demi memanipulasi orang agar tidak ketahuan.
Tidak lama ia pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan, karena bagaimanapun sebentar lagi akan melanjutkan perjalanan sebelum ada orang yang melacak keberadaan dirinya.
[ Di arah jam 3 tempatmu berdiri ada satu orang yang mencurigakan ]
" Yah...aku melihatnya " Jawab Danie.
" Dia mencurigakan " sambungnya lagi, terlihat di depan kedai buah ada seseorang yang menutupi seluruh tubuhnya dengan jubah.
Rudolph tidak mau ambil pusing, bergegas mendekati orang itu dan menarik tudung kepalanya.
SRETT.....( Sekaligus membalikkan badannya )
" Tidak sopan!, apa yang kalian mau ? " Marah orang itu yang diduga buronan Danie dan Rudolph. Lalu memberi uang pada si pedangang sebelum akhirnya berlalu pergi.
" Berbeda dari ciri-ciri yang ka- "
" Dia!, Dia orangnya! " Seru Danie.
" Katamu berambut merah,
dia berambut hitam "
" Tapi dia orangnya!, cepat kejar! . Sekalipun menjadi abu aku tidak akan salah mengenali orang, dia menyemir rambutnya untuk mengelabui kita, bau obat yang dipakainya juga masih tercium " jelasnya, alasan kenaoa dirinya bersikukuh kalau orang tadi benar-benar buronannya.
__ADS_1