Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 100


__ADS_3

Dalam keberangkatannya menuju restoran sulur perak, Kesatria Sieg membuat suatu hal yang menyebalkan untuk Dania sendiri.


[ Kenapa jalannya cepat sekali!. ] Dania kewalahan untuk menyamakan langkah kakinya dengan orang ini.


[ Mentang-mentang kakinya panjang ] kutuknya.


Sampai tersengal-sengal sendiri, Dania harus mengikuti Sieg jika tidak ingin ketinggalan.


" Jalannya apa tidak bisa cepat lagi? " Gerutu Dania, orang yang ada di depannya sebenarnya juga mendengar dengan jelas, tapi dia abaikan.


Dengan pemikirannya sendiri, Dania menggerutu di dalam otaknya lagi mrngenai pakaian yang di pakainya itu.


" Ugh..... "


[ Kenapa aku pakaian seragam kecil ini?, dadaku merasa sesak. ] keluhnya, kemudian kakinya terhenti untuk melangkah, di sebelahnya kebetulan ada satu gang kosong nan untuk membuka satu persatu kancing baju seragam yang membuat tubuhnya sesak.


TAP....


TAP....


TAP.....


Sieg berjalan sendirian, namun belum sadar kalau teman kerjanya sedang berhenti di tengah jalan.


" Langkahmu jangan seperti siput dong. " ucap Sieg.


".............. " ( Hening~ )


" Hei... , kamu mendengarku kan? " tanya Sieg.


"............."


[ Kenapa dari tadi diam? ] Sieg akhirnya menoleh ke belakang, tidak ada siapapun disitu kecuali dirinya sendiri.


" Kemana dia pergi? " matanya menjelang ke depan sana, ada terlihat punggung seseorang dan terlihat dari bajunya, Sieg yakin kalau orang itu si Dania.


Sieg hendak kembali melangkah balik untuk menyeret perempuan ini,....


DRAP......


DRAP......


DRAP.....


Seorang pria bertubuh besar dengan menggunakan coat kelabu itu berlari, namun tidak sendirian sebab ada satu perempuan berada di gendongan ( Bridal stayle ).


Pria berambut hutam itu sengaja melewati Sieg sambil berkata.


" Halangi dia " tutur Archduke, yah...dia adalah orang yang barusan melewati dimana Sieg sedang berdiri di tengah jalan.


Perintah darinya, Sieg segera berfikir cepat, siapa yang harus ia halangi sampai-sampai kali pertama ini Sieg melihat pria bernama Archduke itu berlari dengan menggendong si nona Celes.


Kepergian Archduke juga tidak hanya berlari biasa, dia menggunakan sihir.


Yah....di langkah terakhirnya itu ternyata Archduke membuat lembaran tipis di depannya sehingga Archduke bisa berdiri di atas sihir itu dan berlari seperti melayang di udara.


Tapi bukan saatnya mengagumi orang itu, karena sekarang ia harus menghadapi...


" Banteng? " dan banteng itu ada 3 tanduk di atas kepalanya, meski dikata banteng tapi warna bulunya berwarna putih tapi tubuhnya besar.


" Minggir manusia! " Perintah iblis tersebut.


Langkahnya tidak ada tanda berhenti dan Sieg diperintahkan agar menghalangi hewan iblis ini, maka dari itu.....


" Tidak bisa. " Jawab Sieg dengan jelas.


[ Aku ingin mendapatkan bonusnya, jadi aku tidak bisa mengabaikanmu begitu saja. ] Statusnya tidak memudarkan kegigihannya untuk melawan iblis tersebut, memang tidak semua orang memiliki sihir jadi ia hanya bisa menggunakan trik licik demi mengalahkan iblis ini.


Sedangkan disisi lain, Melihat Sieg akan berhadapan dengan iblis itu, Dania memutuskan untuk mengikuti Archduke dan Celes.


Ia berlari mengejar mereka karena dari sihir pendeteksi, ada 3 iblis lainnya yang ternyata keberadaannya tidak bisa terdeteksi sebelumnya karena iblis tersebut menyamar sebagai manusia.


Dania berlari melewati beberapa jalan besar dan gang sempit hingga....


" Manusia cantik " gumam pria berjubah hijau.

__ADS_1


Kemudian sesaat setelah berkata seperti itu, jalan yang digunakan Dania tiba-tiba saja berlubang, namun dengan sigap Dania melompati tiap lubang yang datang secara mengejutkan itu.


"............." Dania celingukan ke kanan dan ke kiri.


[ Itu dia! ] Dania menemukan sosok pembuat onar barusan.


Pria bertudung hijau tadi sempat mengejar Dania dari belakang, tapi saat tepat di salah satu gang, dia kehilangan jejak.


[ Dimana dia? ]


CTANG.......


".............."


" Akhirnya aku menemukanmu. " menangkis besi yang dilayangkan Dania dengan punggung tangannya.


[ kuatnya, bisa menangkis besi dengan tangan kosong. ] Dania turut terkejut karena manusia di depannya pastinya bukan manusia biasa.


[ Sial....kalau aku berlama dengan dia pasti mereka keburu sampai ] Disisi lain Dania masih saja bisa mendeteksi keberadaan dua iblis.


[ Tunggu, bukannya tadi aku merasakan ada 3, tapi kenapa sekarang ada dua?. ]


Jika dua berarti satunya memang maaih berurusan dengan kesatria Sieg, satunya lagi masih membuntuti nona Celes dan Archduke, kemudian yang satunya lagi?.


".............." Dania memandang sosok di depannya.


" Huh.....rumornya memang benar "


".........? "


[ Rumor apa yang dimaksudnya? ]


" Apa kamu bisu sayang? " dengan senyuman miringnya, ia berjalan mendekat sambil menceritakan sesuatu.


" Jangan-jangan kamu lupa denganku?. Baru beberapa tahun aku tinggal sudah jadi seperti ini?. " Memperhatikan Dania dari atas sampai bawah.


" Ternyata gila juga waktu itu " sambungnya lagi, kemudian jari telunjung dan jempol tangan kanannya ia jilati seperti habis memakan sesuatu yang enak namun benar-benar ingin merasakannya lagi.


[ Apa dia melupakanku?, dulu dia terlihat polos, dan sekarang juga terlihat sama tapi sedikit berbeda. Apa aku ceritakan hal itu lagi?. ]


Seperti cerita dan dongeng yang pernah didengarnya seumur hidup, iblis bisa menghasut siapa pun tanpa pandang bulu, dan kemungkinan besar bisa terjadi pada dirinya juga.


" Malam yang dingin menyelimuti ki- "


" Berisik.., aku tidak mau mendengar ucapanmu_ " drngan nada datarnya.


[ Ada gambar samar-samar di ingatan tubuh ini, tapi aku tidak mau mendengarnya- ] Dania memaksa kesadarannya agar tidak terbuai dengan pengaruh kalimat dari iblis itu.


".........."


" Sedikit berbeda dari dugaanku. Kalau begitu layani aku sekali lagi. " Tepat setelah menyelesaikan kalimatnya, pria ini menggerakkan tangannya ke atas dan muncul tanah hendak mengikat kaki Dania.


Tapi Dania segera melompat ke belakang sebelum terikat oleh gundukan tanah itu, hanya saja gerakan elakannya rupanya sudah dibaca oleh pria tersebut, maka dari itu tepat di belakang sudah menanti monster tanah untuk menangkapnya...


HIARHH......


"............!"


[ Apa?. ] Menjeling ke belakang, telihat gergasi dengan tinggi 2 m, Kemudian secara bersamaan tangannya mengeluarkan pedang dari sarung yang ia bawa, dan kebetulan posisinya kakinya sudah mendekati tubuh monster tanah itu jadi sekalian saja tubuh monster itu ia jadikan pijakan untuk dirinya dan langsung salto ke belakang sambil memotong tubuh monster itu.


Pria bertudung hijau itu berlari ke arah Dania sesaat sebelum Dania menginjakkan kaki di atas jalan dia mencengkram kaki Dania dengan kekuatan sihir tanahnya.


BRUKK......


"..........!"


Sihirnya itu menyeret Dania secara paksa dan....


" Aku menangkapmu. " dengan senyuman tipis penuh dengan tipu muslihat, pria ini langsung memeluk Dania dari belakang.


Acara peluk memeluk dimulai oleh satu iblis itu.


_____________________


Gerbang utama perbatasan antara wilayah kekaisara Rovathia dengan wilayah padang rumput ( Wilayah bebas ).

__ADS_1


" Kami sudah mengatur barisan penyihir depan tengah dan belakang. " tutur salah satu prajurit kepada Ishid yang sedang memimpin pasukan.


Kesatria Mikhail berada di barisan tengah mengatur kesatria yang lainnya.


200 meter di arah depan yaitu seberang sungai terlihat ratusan monster hewan suku iblis, di tengah-tengah barisan ada satu iblis berwujud manusia sedang menunggangi monster mirip dengan tirex kecil, namun mulutnya bisa mengeluarkan api.


Wanita berambut perak itu adalah komandan dari pasukan iblis.


" Kalian..para


..manusia.. harus..disingkirkan. " Tutur iblis itu, kemudian tanpa menoleh ke arah bawahannya ia berkata lagi.


Kalian....bertiga.....maju. " perintah gadis tersebut kepada bawahannya.


" Mampuslah, manusia kecil. " ucap salah satu iblis dari ketiga iblis yang sedang berjalan untuk melawan manusia-manusia kecil itu.


Di sisi pasukan manusia, Kesatria Jin berjalan maju, ia berniat mengalahkan makhluk buas itu.


" Saya akan melawannya. " Ucap Kesatria Jin kepada Komandan Kesatria Claporth dan Ishid.


" Lawanlah dengan segenap tenagamu. " Kata Claporth.


" Baik komandan. " jawab Kedatria Jin.


Selagi berjalan pelan namun dengan penuh wibawa, tangan kanannya mulai memagang pedang yang masih tersarung.


' Menghilangkan segala penghalang, iblis akan ku kalahkan, dengan cahaya dewa kemenangan berpihak pada kami, darahku persembahkan padamu. '


dengan berkumat kamit, Kesatria Jin berhenti tepat di tengah-tengah jembatan batu dan sekarang di sudah berhadapan dengan ketiga Fallen.


" Sekali penyet langsung kalah."


Kesatria Jin mengleuarkan pedangnya dan ketiga iblis mengandalkan kekuatan fisik mengingat tubuh dan ototnya terlihat besar.


DRAP......


DRAP....


DRAP.......


3 lawan 1, perbandingan angka yang lumayan tapi tidak tahu siapa yang akan menang bukan?.


Mereka bertiga berlari menerjang Lesatria Jin, Jin mengambil lengkah panjang sambil memegang pedang yang berada di tangan kanannya.


" Matilah manusia! " Seru iblis tersebut, lalu....


Dengan kegesitan yang dimiliki Jin, dia berlari lalu menerobos kebawah melewati sepasang kaki iblis tersebut dan...


CRASHH.......


Memotong kaki iblis berkepala singa.


HARRGHH.....


Dihadapkan ayunan tangan dari iblis kedua, buru-buru Jin berdiri dan melompat kebelakang dengan bertumpu punggung dari iblis singa, dia merapalkan mantera dengan lirih namun secara bersamaan mengayunkan pedangnya untuk menebas tangan iblis itu.


Karena tumpuan yang dibuat Jin, iblis singa tadi tercebur masuk ke sungai besar dan di sisi lain...


CTANGG.........


Dengan sihir penguatan, tidak menimbulkan luka berarti untuk iblis berkepala badak ini.


Lengannya yang keras lantas menjadi serangan lanjutan untuk iblis itu, dia mengayunkan lengannya dengan sekuat tenaga dan....


WUSHH.......


Tubuh Jin terlempar ke belakang dan menabark dinding pintu jembatan.


" Ukhh... " darah keluar dari mulutnya.


" Setelah ini, latihanmu akan aku tambah 2 kali lipat. " tutur Claporth.


".............." Wanita iblis ini menatap datar para manusia-manusia itu.


" Komandan, berikan kami perintah lagi. " Pinta salah satu bawahan kepada komandannya.

__ADS_1


" Baiklah....., pembukaannya...cukup..sampai disitu..saja, sekarang..kalian..maju. " perintahnya lagi, sembari menodongkan tombaknya ke arah kumpulan manusiĆ  yang akan di hadapinya.


__ADS_2