Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Akhir Pertunjukkan = Pertemuan


__ADS_3

[ Always With Me. ] Dania terus menggerakkan ke sepuluh jarinya, memainkan lagu yang tadi di pikirkannya.


Sampai......


Sebuah alunan musik kembali mengggema, lagu yang menciptakan kehangatan menjadi penghibur bagi para pendengar.


Nuansa indah bagai berada di tengah kehangatan di dalam suatu keluarga, mereka yang sedang menikmati makanan pun jadi terhibur dengan lagu yang tidak pernah mereka dengar itu.


Dari sekian lagu yang sudah di mainkan oleh gadis muda ini, tidak ada satu pun di antara mereka yang pernah tahu lagu ini, dan hari ini adalah kali pertama mereka bisa mendengar musik yang indah, meski hanya di iringi oleh piano saja.


[ Lagu apa lagi ini?. ] Nigel tentu saja terus menghayati tiap lagu yang di bawakan noleh Lady Eldania, karena dia juga kali pertamanya bisa mendengar lagu yang sedemikan indah, ternyata bisa di bawakan olehnya juga, tanpa bantuan buku lagu.


[ Apa dia yang mencipatakan semua lagu yang dia mainkan?. ] Nigel terus berfikir, bahwa semua lagu yang di bawakan oleh gadis ini lebih bagus, dan banyak improvisasi dalam tiap melodi yang jari kurus lentik itu ambil.


[ Byuungwoo_Lee. ] Beberapa diantaranya, Dania memilih lagu dari ost drama korea yang pernah dia tonton.


Dia tersenyum tipis meski tatapannya seperti sedang menatap sesuatu di depannya.


Tapi tidak lama kemudian, kelopak matanya terpejam.


Semuanya sudah terlewati.


Musuh?, sudah berapa banyak musuh yang di hadapinya dalam kurun kurang lebih setengah tahun ini?.


Padahal..........


Dulunya, dia berada di tempat sebuah asrama. Bekerja bersama dengan para laki-laki, dalam pasukan kesatria yang ada di kerajaan Linstone.


Sejak kapan semua jalannya jadi berubah?.


Dania membuka kelopak matanya, menatap beberapa orang di balik panggung, tapi isi kepalanya berpikir..


Sampai di satu titik, tiba-tiba matanya terbelak untuk sesaat.


Dia menemukan beberapa jawaban.


Perubahan yang terjadi pada dirinya adalah, saat hari itu.


Hari di mana, dia pergi ke satu tempat pelelangan, dan membeli satu barang yang merupakan satu-satunya barang canggih di sini, yaitu Handphone.


Jika bukan karena dia membelinya, dan mengangtifkan GPS, saat itu tidak mungkin dia pergi ke hutan untuk mencari tahu tentang gambar sebuah hewan yang terkurung di dalam sangkar.


[ Semuanya berawal dari sana. ] Dania menemukan hal terpentingnya, diantaranya adalah dia menyelamatkan seekor burung.


Burung yang terkurung di dalam sangkar, karena ulah si para bandit yang akan mempergunakannya untuk tujuan tertentu atau pun menjualnya ke pasar gelap.


" Ahhh........." Dania mendesah pelan dan tersenyum lagi.


Pada akhirnya, lagi-lagi karena burung nakal itu.


Berbagai peritiwa konyol, juga di sebabkan akan keberadaannya.


[ Tapi..............] dia menunduk, tangan kirinya mengambil 3 tuts berbeda di jarak yang sedikit jauh itu.


[ Jika bukan karena hal itu, aku tidak mungkin berada di sini. ] dan tangan kanannya juga mengambil 3 tuts secara bergantian.


Semua rentetan kejadian yang terjadi, tepat hingga dirinya berada di titik ini, adalah satu keputusan yang Dania ambil sendiri atas segala pilihan dari kondisinya bersama burungnya.......


Lalu bibir yang sedari tadi tertutup rapat itu, mulai mengucapkan satu patah kata dalam nada yang sangat lirih.


" Everst. " panggilnya, suaranya lebih lirih ketimbang satu tuts piano yang dia tekan.


******


" .................."


[ Siapa yang dia panggil?. ] Fikir Ellora. Dia sadar, kalau gadis di atas panggung itu tiba-tiba mengucapkan satu nama. Tapi Ellora tidak begitu yakin, keburu terhalang oleh pita yang sempat berayun dan menghalangi pandangan bagian bibir dari perempuan itu


sedangkan orang yang duduk di depan wanita bernama Ellora ini masih terpaku pada perempuan tersebut.


Bukan.....


Dia hanya tidak mengira bahwa ada satu pertemuan seperti ini. Bertemu kembali pada sosok yang dulu berpenampilan layaknya laki-laki, tapi kali ini pertemuannya justru membuat dirinya sangat terkesan padany.


Apa lagi kalau bukan sebuah kesan, kalau Danie itu berubah menjadi Dania. Dan penampilan yang awalnya adalah seperti pria, kini penampilannya berubah dari terakhir kali yang pernah dia ingat.


Berubah seperti layaknya nona-nona yang lain, itulah kesan pertama dari pria ini.


Dia seperti gadis pada umunya, meski perbedaan yang ada pada gadis ini adalah sebuah penampilan yang lebih feminim, bagai gadis polos dari desa.


Tapi........


Satu hal yang menjadi fokus lain pada sepasang mata yang terus tertuju padanya adalah.......


[ Dari kesaksian beberapa orang dari pasukan Nikhil Nights, selain kekuatan suci yang dimilikinya itu, dia bisa melakukan pertahanan diri saat di tengah perang ketika menyembuhkan beberapa orang yang terluka. Tapi karena kasus yang waktu itu, raja mengusirnya, dan rupanya dia di sini, dengan permainan pianonya yang cukup membuatku terkesan. Berapa banyak hal, yang sudah terlewati olehku?, sampai-sampai ketika aku kembali, aku baru tahu kalau dia sudah di usir dari kerajaan.]


" ................"


[ Kakak..... ] perempuan ini menjeling ke arah kakaknya yang tidak pernah berpaling dari orang itu.


" ..............." Meski kelihatannya sedang duduk diam, tapi dengan sengaja salah satu kakinya menyenggol kaki milik dari kakaknya agar tersadar dari lamunan dengan fokus mata terus tertuju ke seorang pianis di sana.


" Ada apa?. " seketika bertanya, saat tersadar dengan kejaihlan adiknya yang kadang tidak tanggung-tanggung itu.


" Kasihan, terkesan, atau suka?. "


"..................." Pria ini langsung menatap ke makanan yang sudah ada di depannya.


Yah.....dia menyadarinya, awal pertemuannya adalah pertolongan karena kasihan juga simpati.


Tapi ini.........


[ Suka?. ] batinnya.


Jika memikirkan Caver Willard yang menyikapi rasa sukanya dengan terus terang pada seorang perempuan, perempuan yang dulu dia sukai juga namun sudah keburu di dahului oleh Caver, kini......saat ini, entah kenapa tiba-tiba perasaan suka itu pelan-pelan menghilang dan berganti pada perempuan yang ada di atas panggung itu?!.


[ Apa ini benar?. ] kepalanya bertambah untuk berpikir lebih keras soal perasaannya itu.


" Hanya terkesan saja. " singkatnya, agar tidak menjadi bahan tungguan adiknya yang meminta sebuah jawaban.


[ Pasti hanya itu. Karena tidak percaya kalau rasa suka pada seseorang bisa beralih begitu saja dengan cepat. ]


Perempuan ini sedikit tercengang, tapip langsung berekspresi santai lalgi.


" Kalau aku.........." sang adik, perempuan ini kembali melihat pertunjukkannya lagi, lagu baru mulai di mainkan.


" Awalnya suka, tapi berubah menjadi benci, tapi sekarang....aku menyesali akan benci yang pernah aku rasakan padanya. " curahan hatinya, kesan dari dirinya terhadap Dania, kian waktu berlalu terus berubah, itulah yang sedang di alaminya.


" Nona Elvira. " Panggil Lady Ellora.


Yang di panggil menoleh ke arah Ellora sembari memakan sesuap daging ke dalam mulutnya.


" Perasaan yang berubah itu adalah hal yang wajar. Karena sudut pandang dalam diri manusia terhadap manusia lain adalah satu bentuk keinginan untuk percaya atau tidak percaya demi meilndungi dirinya sendiri. " Kata Lady Ellora.


Dia menoleh ke arah nona Youri yang sedang terdiam menatap makanannya sendiri, kemudian Ellora menambahkan.


" Jika merasa bersalah, hanya satu ungkapan yang bisa menenangkan hati anda, yaitu minta maaf. "


" HA!?. " Elvira tersenyum mencibir.


" Minta maaf!?. " taya Elvira balik pada Lady Ellora.


" Tahu tidak, betapa sulitnya mengungkapkan kata maaf secara tulus, itulah yang aku rasakan dan orang lain dengar. "


Sebagai tuan putri, kata maaf itu bagaikan hal tabu.


Mereka jarang mengatakan maaf, dan terus membela diri dari kesalahan yang di perbuat. Itulah dia....Elvira.

__ADS_1


"..............." terdiam, tidak menanggapi ucapan adiknya itu. Memang benar, kalau ungkapan sebatas kata maaf saja itu bisa terkesan kurang tulus bagi si pendengar.


" Tapi, setidaknya kamu mengucapkan maaf dari pada tidak sama sekali. Itu pun, jika dirimu memang merasa bersalah. " peringatnya.


"..............."


[ Tenyata dia perempuan?. Bagaimana dulu aku bisa malu dengan semua ucapannya yang terkesan seperti sedang menggodaku!?. ] Dan gadis ini, Youri juga baru mengetahui kalau dulu pria yang menolongnya dari penjahat yang mau menculiknya, ternyata adalah seorang wanita!.


[ Apa dia sengaja?, dengan penyamarannya itu, tapi kenapa?. ]


Empat orang ini pun terus berada pada buaian pikirannya, dari kesalahpahaman, penyesalan, juga pengabaian.


******


Ketika beberapa pelayan datang dengan menu makanan yang akan di sajikan pada 3 meja yang sudah terisi akan 4 orang yang memiliki status yang beda tipis itu, Nigel menghentikan alah satunya untuk bertanya.


" Apa kamu tahu dia akan selesai kapan?. "


" Ah......" dengan wajah berpikirnya, pelayan ini segera menjawab pertanyaan dari Tuan Nigel.


" Saya dengar kalau Lady itu, akan membawakan 17 lagu. "


PRUTT........


" Uhuk....uhukkk....uhuk " Di sisi lain, Yunifer tersedak dengan air minumnya sendiri.


Ishid segera mengambil kain lap untuk di berikan kepada Yunifer.


" Yunifer tidak apa-apa?. "


" Aku tidak apa-apa, hanya terkejut saja. " Jawab Yunifer dengan pertanyaan Ishid yang penuh dengan kekhawatiran.


Tapi pendengarannya tadi, terpaku pada kata 17!.


[ 17 Lagu!. ] langsung meletakan gelas ke atas meja, tangannya segera menyambar lap pemberian Ishid untuk menyeka tangannya dan bibirnya.


Yunifer jujur, tadi mendengar ucapan dari pelayan di sana, bahwa pianis yang ada di bawah itu akan membawakan 17 lagu!, itulah penyebab dari Yunifer yang tiba-tiba terkejut dan tersedak dengan minumannya sendiri.


Yunifer melirik lagi ke bawah, dan berpikir.


[ Dia memang perempuan gila. 17 lagu berarti dia mau bermain piano selama lebih dari 1 jam!?. ]


" Itu bukan candaan!?. " Nigel kurang percaya dengan jawabannya.


" I-iya. Kalau anda tidak percaya, anda bisa bertanya pada tuan Miki. "


Nigel terdiam sejenak, lalu memberikan kode pada satu pelayan ini untuk pergi dari hadapannya.


Dan mengikuti saran, Nigel pun pergi, mencari orang yang benama Miki.


********


[ Crimson Waltz. ]


5 menit berikutnya.


[ Gotoubun_No_Hanayome. ]


5 Menit berikutnya lagi.


[ Just_want_to_look_at_you. ]


[ Luv Letter. ]


[ Mariage d'Amour, Of The Night, Pandora Herats....]


dan dari semua lagu itu....., ada satu lagu yang membuat sepasang mata pria berambut hitam ini membulat sempurna.


" ...............!. "


" Yanag mulia...." panggil Ellora, perasan dengan raut wajah yang mulia ini terlihat tercengang.


" Apa ada sesuatu yang......"


" Apa anda pernah ke museum Ascordanti?. " Pria ini langsung melontarkan pertanyaan pada Lady Ellora.


Kini hanya ada mereka berdua saja, karena dua orang perempuan di sebelah mereka sudah pergi, tepatnya pindah ke meja lain.


Jadi dua orang ini pun bisa berbicara dengan sedikit leluasa.


[ Museum Ascordanti...] Ellora megernyit.


" Saya pernah datang ke sana 2 kali. " Ellora menjawab, dan jawabannya itu mewakili ingatannya, waktu berumur 15 dan 19 tahun, Ellora pernah pergi ke Museum Ascordanti.


Museum Ascordanti yang di datangi Ellora adalah salah satu di anatara 2 museum yang ada di kerajaan Linstone. Dan salah satu museum tersebut adalah museum khusus milik istana, dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke dalam museum tersebut.


Di sana, adalah satu-satunya tempat, yang menyimpan berbagai catatan ataupun barang-barang asing, peninggalan paling bersejarah yang pernah ada.


Bagaimana tidak, jika semua benda yang ada di museum Ascordanti adalah barang termuan dari era raja pertama atau bahkan sebelum itu!.


Dimana semua barang dan catatan dari beberapa lembar kertas, ataupun buku, adalah barang asing yang tidak mungkin ada di dunia ini.


Itulah yang menjadi bahasan hangat dari topik yang pria ini ambil.


" Di sana ada beberapa catatan dengan tulisan asing, dan beberapa di antaranya ada separuh kertas berisi Chord lagu. Saya tidak tahu judul lagu itu karena tidak ada yang bisa menerjemahkannya tulisannya, tapi lain hal dengan isinya. " Pria ini kembali menoleh ke arah kiri, mengamati pianis yang sudah menyuguhkan 17 lagu itu.


Lalu kembali menjelaskan.


" Saya bisa tahu nada lagu yang tertulis itu, hanya saja saya tidak tahu kelanjutannya seperti apa karena tidak ada potongan kertas yang ke dua. Tapi........sepertinya ada satu orang yang sudah mematahkan rasa penasaran saya akan kelanjutan lagu yang terpotong itu. Dan orangnya di sana. " Menunjuk pada siapa lagi kalau bukan Dania.


Dan lagu ke 17 yang di mainkannya adalah berjudul..


[ Flower Dance. ] Itulah lagu terakhirnya.


Nadanya di penuhi dengan kecepatan sedang sampai cepat, itu adalah lagu yang bisa di jadikan iringan sebuah dansa.


Tapi jika di ingat dengan ingatannya Dania, Video klip dari lagu yang di bawakannya ini, menggambarkan tentang seorang pria dan laki-laki yang sebenarnya saling menyukai, tapi kebersamaan mereka tidak bisa berlanjut setelah sang wanita pergi untuk selamanya


Dari sepenggal cerita singkat itu, pria dan wanita ini menggunakannya dalam mode dansa.


Mereka berdua berdansa di Ballroom dengan tarian yang sangat indah dan serasi, hanya saja di akhir dari tarian itu, sang wanita terjatuh (meninggal), dan sang pria yang tidak terima dansa mereka berakhir di tengah-tengah, sang pria pun menutup mata sang wanita, dan membuatnya kembali berdansa meski dalam kondisi yang tidak memungkinkan itu.


[ Maka aku akan menantikannya. ] Dania tersenyum penuh harap, di ending dari akhir lagu yang di mainkannya itu.


TENG..........


Akhir melodi yang begitu serasi, mengakhiri pertunjukkannya.


Dan satu harapan di antara harapan yang lain, dia akan menantikakn bahwa suatu saat nanti dia akan di ajak berdansa oleh seseorang.


Jika memang ada.......


[ Gadis gila, dia bermain selama 1 jam lebih. ] Archduke yang berpikir deimikan, bertolak belaang dengan ke dua tangannya yang terangkat dan membuat satu, dua, tiga tepukan.


PROK........PROK.........PROK.......


Memimpin tepukan mereka semua. Dan pada akhirnya, setelah melihat siapa yang pertama kali bertepuk terlebih dahulu mereka seemua pun menikuti tindakan Archduke.


PROK.........PROK.......PROK......PROK.....


Tepukan meriah memenuhi ruangan.


Satu momen yang tidak pernah akan dia alupakan seumur hidupny alagi, penghargaan dari sebuah tepuk tangan mereka, membuat hatinya jadi merasakan kebahagiaan.


Tepuk tangan mereka juga mewakili sebuah pujian padanya, itulah kesenangan hatinya.


" Dia hebat. Tidak mengira bahwa ada seseoerang yang mau bermain selama itu. "

__ADS_1


" Ya. Dan dia juga ternyata bisa membawakan banyak lagu yang bahkan belum pernah aku dengar. "


Satu pujian, dua pujian, maka berakhir degan sebuah gosip. Itulah yang ada.


" Hahhhhh........." Dania mendesah kasar.


Sampai sepasang matanya melihat kalau Nigel sedang berdiri di belakang panggung. Dia tersenyum sambil ikutan bertepuk tangan.


Tapi Dania mengabaikannya sebentar, karena ada satu hal yang akan dilakukannya.


TAP................TAP...............TAP.......TAP


Dania berdiri, dan melangkahkan kakinya ke depan para pengnjung restoran.


Dia berdiri di depan mereka.


Aapa yang akan di lakukannya tak lain adalah salam hormat.


Ya...bagaimana caranya, dia punya caranya sendiri.


Tangan kirinya dia sejajarkan ke depan perutnya, dan tangan kanannya digunakan untuk menarik ujung roknya yang berdesain Rimpel itu agar bisa sedikit terangkat saat dia........membungkukkan tubuhnya sebagai tanda terima kasih.


Sesaat itu, tepuk tangan dari beberapa orang berhenti dan berganti dengan nada yang sama.


" Ahh............." All.


Semua orang terkesima dengan ucapan terima kasih yang di lakukan gadis itu, sebuah penghormatan yang terlihat anggun, apa lagi saat di satu sisi, lampu menyinari gadis tersebur.


Terlepas dari wajah polosnya, dan rambut pendek yang hanya berhiaskan sebuah pita putih saja, tidak menyulutkan kalau gadis itu......


Bahkan para nona bangsawan yang hanya sengaja datang ke restoran untuk melihat penampilan terlama dari pertunjukkan seorang pianis, langsung ikut terpesona dengan bukti sipu wajah mereka, bisa melihat penampilanya yang sederhana tapi tidak menutupi kecantikannya!.


Apa lagi dengan sebuah gaun yang awalnya terlihat lurus-lurus saja seperti tubuhnya, ternyata bisa berkibar dengan indahnya seperti itu.


SRREEEKKKKK........


Ke dua tirai merah pun tertutup, menutupi akhir dari sosok Eldania.


[ Aku perlu melanjutkan makanku yang tertunda. ] batinnya sambil turun dari panggung.


Tapi lagi-lagi dia di sambut dengan tepuk tangan, tapi kali ini berbeda, wajah mereka semua adalah wajah kebagiaan yang di perlihatkan secara tulus.


" Anda......pasti lelah, saya akan bawakan anda makanan lagi. " ucap, sang pelayan menawarkan sajian lagi untuknya.


" Baiklah, terima kasih. " jawabnya.


Lalu datang lagi, pria berkacamata, tapi bukan si asistennya Nigel, karena jelas dia tidak memakai kacamata bundar.


" Penampilan anda.....bagaimana....bagaimana bisa anda memainkan lagu dengan indah seperti itu!. " terkesan tingkat tinggi, karena pada dasarnya ia adalah seorang pianis juga, namun hanya sebagai pengganti di saat nona Selena berhalangan.


" Miki... " Nigel menyela, memberikan peringatan pada Miki yang terkagum-kagum pada Lady ini.


" Ah..m-maaf!. " Miki sedikit mundur untuk memberikan jarak diantara mereka berdua.


" Sebaiknya anda istirahat terlebih dahulu. " Nigel mengajaknya agar bisa istirahat, dimana lagi kalau bukan di tempat yang tadi.


" Hmm. " Dania mendehem pelan, lalu mengekori Nigel lagi sambil mengambil satu helai buku yang tersimpan di dalam saku bajunya.


[ Semoga kamu memang benar-benar masih hidup. Aku mengharapkanmu kembali, terlepas dengan semua perilakumu itu. ]


Harapan lain yang di inginkannya.


Sadar dengan langkah Nigel yang berhenti, Dania ikit berhenti dan bertanya.


" Ada ap-. " belum sempat juga bertanya, seseorang memotong ucapannya.


" Halo nona manis. "


Sebuah sapaan yang terdengar menggelikan ketika sampai di telinganya Dania, tapi siapa yang datang menyapanya dengan sapaan seperti itu kalau bukan...


Dia yang segera pergi menatap ke depan, segera di perlihatkan seorang wanita dengan wajah yang cukup cantik sebagai familiar ingatannya Dania.


[ Dia.... ] Dania mengingatnya, dan kenal siapa dia.


Nigel menoleh ke belakang.


" Apa anda mengenalnya?. "


" Iya.. " dengan tambahan sebuah anggukan kecil.


Nigel yang peka, mengamati para pengunjung di depan sana, ada sisa 3 orang memberikan tatapan yang sama. Dua perempuan di depan sini, dan 1 orang laki-laki yang masih duduk di meja bagian belakang juga sama.


Nigel pun memberika sebuah rencana kecil.


[ Jadj mereka berempat datang bersama?. ]


" Lady, sepertinya akan ada pertemuan kecil dan butuh ruang privasi, bagaimana kalau saya sarankan untuk pergi ke lantai 3. " kata Nigel dengan satu jari tulunjuk kanan mengarah ke atas.


" Hoho...tuan, anda peka juga. " Ellora memuji.


" Itu....... "


" Ada apa nona manis?, apa anda tidak rindu kami?. " Ellora berkata dengan menggoda, bahkan sampai beberapa pria di belakangnya jadi tertarik padanya.


Tapi Dania memberikan sebuah senyuman kecut.


" Maksudnya reuni?. Terserah kalian. " Dania berjalan mendahului mereka berdua, pergi naik ke lantai dua.


Tapo sepertinya kejutan tidak hanya ada pada kedatangan sang Lady Ellora saja.


Dia juga di sapakan oleh dua orang laki-laki yang tidak lain Archduke yang tiba-tiba kangsung memberikan senyuman sambil menggunakan lambaian tangan.


Dan satu lagi Tassel, orang ini hanya membuat ekspresi datar, tapi jelas....Dania tahu kalau orang itu seperti ingin mengatakan sesuatu juga, tapi terlihat bingung mau berkata apa.


[ Pakaiannya!. ]


Menghiraukannya, Dania malah lebih memilih pergi ke arah Archduke.


" Kenapa datang kesini?. " Dania bertanya.


[ Padahal orang ini katanya sibuk selama 1 minggu penuh, tapi apa yang membuatnya datang ke sini?. Perasaan aku tidak bilang kalau yang restoran yang aku datangi adalah ini. ]


" Tentu saja pergi makan. "


Dengan menunjuk hidsngan yang sudah habis semua, hanya tinggal jus jeruk juga semangkuk permen karamel.


Sebuab alasan yang masuk akal juga, Dania jadi tidak bisa berkomentar apa-apa selain tertarik dengan permen karamel. Dia langsung mengambil 1 buah dan mengemutnya, hanya saja suara dari Nigel segera menarik segala perhatiannya itu.


" Saya senang sekali, ternyata anda Lady Ellora yang terkenak itu. Tidak mengira kalau saya bisa bertemu dengan anda. " Nigel memberikan sanjungan.


Mulut manis bagai gula, menyanjung wanita bernama Lady Ellora.


Namun, rupanya bukan Lady Ellora saja yang datang, terlihat di belakang Lady Ellora ada satu tuan tampan dan nona cantik lainnya.


Terlihag kalau ke 3 orang itu seperti 3 bersaudara.


[ Pertemuan apa lagi ini?. Aku dengar di istana akan ada pesta ulang tahun dari kaisar Rovathia, apa mereka di undang, maka daei itu bisa punya kebetulan seperti ini?. Elviniraz, Elvira, Youri, Lady Ellora. ] 4 orang dari kerajaan Linstone dan dua orang berpengarub dari kekberpengarub, Archduke dan Tassel, serta 1 pasangan tak terpisahkan Ishid dan Yunifer.


Kejutan yang tidak terduga, semua orang datang dalam satu tempat yang sama, dan di lantai 2 ini......semua orang disini adalah orang yang mempunyai derajat yang lumayan tinggi-tinggi.


[ Takdir apa lagi ini?. ] pertemuan dadakan, berkumpul menjadi satu di satu tempat.


[ Memangnya ada urusan apa lagi merrka denganku?. ] melihat 4 orang itu pergi berdiri dan saling bertatap mata satu demi satu.


Jika mau jujur, ada satu orang yang tidak disukainya dan itu adalah Elvira.


Apa penyebabnya?.

__ADS_1


__ADS_2