Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 94


__ADS_3

Perlahan....., kabut putih ini memudar namun apa yang terlintas di sepasang mata mereka adalah...


Kenyataan yang ada di depan mata..


Sebuah gedung bertingkat 65 ini menjadi pemandangan pertama yang dilihatnya.


Dania melihatnya dari ketinggian itu, lebih masuk akalnya adalah sekarang dirinya sedang ada di atas gedung pencakar langit dengan pemandangan kota dan lampu yang menerangi jalan serta perumahan atau gedung lainnya.


" Linda, sedang apa kamu disini? "


Satu suara yang sangat ia kenal membuatnya menoleh ke belakang, ada satu orang pria berkacamata dan berpakaian jas.


Dari ujung atas sampai bawa dia terlihat rapi dan menawan semua wanita yang melihatnya.


Nama pria ini adalah Brian, teman kerjanya saat menjadi Mafia.


Dia kembali menatap ke depan, menikmati sensa....


Entah angin apa yang melintas ke otak Brian, Brian tetibe melingkarkan tangannya ke pinggangnya dan menyenderkan kepalanya itu ke bahu Linda.


Tetapi dari pelukan Brian itu, tidak ada perasaan hangat yang diterimanya...


[ Hatusnya atap gedung ini berangin kencang, dan...Brian?, dia tidak akan pernah memelukku jika bukan aku yang minta ]


Dan Dania pun berpikir keras, walau yang dilihatnya adalah kota abad 21, tetapi secara kenyataan dirinya sudah berada di dunia lain. Dan satu hal lagi yaitu Brian sudah..


[ Meninggal ] Lantas apa yang terjadi sekarang adalah sebuah ILUSI.!


Dania segera menenangkan diri sambil memejamkan matanya, ia berusaha keluar dari hal yang sudah tidak mungkin didapatkannya itu. Tidak mungkin mendapatkan teman baik seperti Brian yang sudah mati.


AUUUUHHHHNGHHH............


Dan lolongan tadi membuat Dania tersadar dari ilusi tadi, tapi dari pada itu sekarang tubuhnya sedang terlilit tangan tentakel dari salah satu monster.


||-_-


Menjijikan, mungkin bisa dibilang lebih menjijikan dibanding menyentuh air liur serigala yang sedang menetes itu.


Dania memberontak untuk bisa terlepas dari lilitan itu, namun tidak berhasil dan apa ***...


CRAZHH.......

__ADS_1


Dania langsung terjatuh setelah diselamatkan oleh Ishid yang sengaja memotong salah satu tangan monster itu dengan pedangnya.


Untung saja Dania bisa mendarat dengan mulus walau dibelakangnya sudah ada satu tangan tentakel yang mendekatinya.


Terpotong sudah....


Kabut tadi rupanya membuat siapapun yang ada di dalam kabut itu terbawa oleh ilusi atau sebuah halusinasi.


Jika tidak segera tersadar dari sihir ilusi itu, bisa jadi kalian akan menjadi santapan para monster.


" Sebaiknya kita cepat kembali " perintah Ishid.


Apapun itu, pria ini sudah tidak sabar untuk kembali ke kelompoknya.


Ya meski begitu, Dania menurutinya saja, toh mumpung masih bisa menyelinap keluar dari makhluk satu ini jadi dari pada membuang untuk mengalahkan makhluk ini, lebih baik pergi.


Dan jika kalian bertanya kemana si kuda yang menjadi tunggangan mereka?, mereka semua di tinggal di pinggiran hutan dengan alasan untuk mempermudah perjalanan mereka.


Soalnya jika ikut masuk ke dalam hutan maka sama saja selain harus menjaga diri sendiri harus menjaga kuda, dan itu sangat merepotkan.


Kembali ke cerita, dimana seorang wanita alias gadis?, dan seorang pria...bukan seorang sih tapi ada dua pria namun salah satunya masih menjadi serigala. Setelah kabur mereka bertiga pergi bersama menuju ke tempat dimana kelompoknya bermalam di salah satu tempat..ya memang masih ada di hutan ini.


[ Aku tidak bisa meninggalkan wanita ini, baunya sangat menggoda ] Jack berniat pergi, tapi masalah utamanya adalah roma tubuh yang dikeluarkan dari perempuan itu tidak bisa membuatnya berpaling untuk berpisah apalagi meninggalkannya begitu saja bersama.....


Tentu saja yang ditatap juga merasakan jawa dingin dari belakang.


[ Ada apa dengan serigala ini?, dia....mengikuti perempuan ini ( Dania ) ]


Lantas Ishid pun menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang...


" .................." Ishid membalas tenungan Jack.


[ Dia mengikutiku dari tadi apa masihmenjijikanny!? ]


suasananya jengah, apa lagi dirinya ( Dania ) benar-benar tidak suka dengan manusia serigala intinya hal yang berbau anjing seperti ini. Memang beberapa saat lalu ada rasa gemas dengan sepasang telinga yang bertengger di kepala serigala itu, tapi ada satu hal yang mengingatkan tentang memori mengenai Anjing, ada memori lain dari masa lalunya yang tidak disukainya karena dulu pernah digigit Anjing gila.


" Apa kau masih belum puas?! " seru Dania dengan raut wajah jijik, perasaan menjijikan ketika ada satu hewan dari hewan lainnya tengah membuntutinya.


" Aku tidak bisa meninggalkan mate ku, walau kau menolakku! " Jawab Jack.


[ Mate?. Lady Dania mate dari serigala ini? ] Ishid baru mengerti kenapa serigala coklat ini membuntutinya.

__ADS_1


" Ketua!, hosh.....hosh.....hosh...... " Datang satu kesatria memanggil Ishid. Dia nampak terngah-engah karena berlari mencari seseorang yang bisa di andalkan ketika krisi terjadi.


" Ada apa? " Mengalihkan pandangannya pada salah satu bawahan yang baru saja datang.


" Ki...kita terpo- "


CRASHHH...........


Ayatnya yang belum rampung tadi alias terpotong, sebab tercengang melihat Lady Dania baru saja mengayunkan pedang untuk menyayat salah satu sisi wajah serigala sehingga ada darah terciprat, tapi siapa sangka jika rupanya targetnya itu adalah sosok monster yang ada di belakang serigala tersebut.


" Jok " sambung kesatria itu di akhir ayatnya tadi.


di satu sisi, Dania berada di dekat Jack sambil berkata


" Sekali lagi mengikutiku, maka lehermu " bisik Dania tepat ditelinga Jack.


[ Perempuan ini menarik! ] jika dirinya ( Jack ) dalam kondisi menjadi manusia maka ia akan menautkan raut wajahnya menjadi wajah gila sebab senang menemukan seorang wanita yang sangat menantang.


" Ayo! " tidak mempedulikan dua makhluk ( Dania dan Jack ) Ishid berjalan mengikuti anak buahnya menuju tempat atau lokasi yang dijadikan medan perang antara manusia dengan sihir dan monster.


Jack akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengikuti perempuan itu, dan akan menggantinya di lain hari. Lebih tepatnya bertemu dan menghadapinya diain waktu.


Lepas beberapa waktu sebab arahan dari salah satu kesatria alias bawahannya Ishid, Dania dan Ishid akhirnya sampai di lokasi yang dimaksudkan.


" Ukh......., uhuk...uhuk "


" Kau.....jangan kemari! " peringat salah satu perempuan dengan satu pedang di tangannya.


" Perempuan!, jangan sungkan membunuh musuhmu. Jangan terpengaruh dengan wujudnya " kata pria yang sedang duduk di pohon.


" Apa lagi hasil ilusinya " sambungnya lagi.


" Siapa dia? " gumam Ishid pada orang asing di pohon tepat di (atas) sampingnya


" Awas ketua! " teriak kesatria lain. Dia melihat ada sosok datang menju ke arah Ishid, tapi walaupun tidak di teriaki juga Ishid sudah tahu ada satu makhluk tengah bergerak menuju ke arahnya.


GORARRHH..............


CRASZHH..........( Ayunan pedangnya lantas langsung membelah tubuh monter kecil )


Di bilang kecil tapi tidak kecil juga, uukrannya deperti anak buaya berumur 4 bulan, tapi jangan salah sangka jika menganggapnya lemah...

__ADS_1


" Salamander?! " tutur Dania baru saja sampai di lokasi, dan tak sengaja melihat hewan seperti kadal namun hewan ini dapat mengeluarkan api dari mulutnya.


__ADS_2