Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 93


__ADS_3

" A...aku, aku tidak tahu " Menggigil ketakutan melihat tenungan sang Caster yang tajam.


" Kau membuat dia ketakutan " Sela Tassel melihat bawahannya sedang di intimidasi oleh Caster.


Lepas pencarian beberapa menit, Caster menemukan satu orang perempuan berambut hitam sebahu. Sekarang dia sedang berdiri dan takut untuk menatap lawan bicaranya itu.


" Apa masalahmu?, aku cuma bertanya pada makhluk rendahan ini. Kalian sampai mau dibodohi olehnya, sangat menyedihkan. "


Jawab Caster tegas, apa yang dilihatnya tentu bebeda dengan mereka semua. Apa alasan Caster memojokkan perempuan ini?, itu karena perempuan yang sedang ia introgasinya bukanlah manusia sesungguhnya.


" Dengar, waktuku berharga. Jika mau mati aku layani sekarang, setidaknya otakmu bisa memberitahuku juga tanpa banyak oceh? seperti mulutmu? "


" Ah...a...ba..bagaimana mungkin " masih mengelak permintaan Caster untuk jujur.


" Kau sudah melihat sendiri siapa aku, yah.......sepertinya jawabnnya itu kematian juga " Tanpa basa-basi Caster memperoleh pedang miliknya dari gudang senjata yang dia miliki. Tangannya mulai di ayunkan dari atas ke bawah menuju leher....


" Tunggu!, membunuhnya sama saja menantang kita "


Sela Sieg mencegah Caster mengayunkan pedang pada leher perempuan itu.


" Kalian tidak ada hak berbicara padaku " tanpa mendengarkan peringatan Kesatria Sieg, .


CRAZHHH............


Cipratan cecair hangat mengenai beberapa orang, hanya rasa terkejut sebab banyak orang menjadi saksi tetapi.....


Kabut langsung menutup dengan begitu tebal, sekalipun tadi Caster merasa sudah menebas seseorang, tapi ini akan menyulitkan jika tidak melihatnya langsung mayatnya.


Tapi sepertinya tidak, Caster memiliki cara tersendiri jika ada musuh dengan target tidak jelas seperti ini sebab kondisi lingkungan yang tertutup kabut, jadi jarak untuk serangan juga luas.


____________________


Setelah 1 setengah jam, kemudian.


" Ugh..... " kelopak matanya mulai bergerak, perlahan berusaha untuk membuka matanya yang terasa sangat berat.


[ Dia sudah sadar? ] disaat yang sama, Serigala Jack ikutan terbangun karena suara desahan kecil tadi.


[ Aku tadi pingsan? ] Ok...sebab sadar akhirnya sepasang matanya kembali terbuka, namun karena masih mengidap rasa lelah maka Dania ingin tiduran dulu. Tapi sebelum itu ia menarik senjata BARUNYA!.


" Hehehehe........ " tersengih melihat hasil usahanya yang tidak sia-sia.


[ Hmm.....tidak sia-sia aku membuang tenagaku tadi sampai habis untuk ini ] memeluk pedang barunya yang cantik anggun nan berkilau.


" Apa kau bisa melepaskanku? " rungut serigala jadi-jadian ini pada Dania.


Kedua kaki dan tangan masih terikat sempurna tanpa ada celah untuk melepaskan diri.


" Tidak, aku ingin tidur dan aku tidak yakin kau tidak akan berbuat sesuatu padaku karena hidung erormu " Dania sengaja memejamkan matanya kembali untuk menyambung tidurnya.


[ Sialan, aku kenapa tidak bisa lepas! ] Ke empat kakinya meronta ingin lepas dari belenggu itu, tapi hasilnya sia-sia dan justru ditinggal tidur oleh perempuan itu.

__ADS_1


Terpasa dengan hati yang berat itu, sekalupun sudah mengeluarkan tenaga lebih karena tidak ada hasil jadi Jack terpaksa tiduran lagi sampai menunggu perempuan ini ba.....


Dania langsung duduk dengan wajah serius, dia tengah berpikir akan sesuatu hal.


[ Aneh... ] tapi setelah itu Dania kembali membaringkan tubuhnya lagi.


[ Perempuan aneh!. Aku kira dia mau bangun dan keluar dari sini ] Jack tidak tahu harus berbuat apa untuk hal ini, tidak bisa yang dia perbuat dengan ikatan itu.


2 jam kemudian.


Dengan sebuah jentikan jari, kedua borgol itu terlepas dan membuat serigala berbulu coklat kemerahan terbangun karena rasa sakitnya menghilang. Perlahan sepasang matanya melihat Dania menatap serius pedang bagai kaca itu, tapi satu hal yang membuatnya terkejut itu karena...


[ Pedangnya menghilang?, dia bisa memanipulasinya juga? ] Fikir Jack.


Lalu tanpa sadar, Dania memungut beberapa buah benda yang tadi dibuatnya dan ia masukkan kedalam kantong yang dibawanya dan sekarang dia ikat di pinggangnya


Setelah itu barulah perempuan itu berjalan mendekat ke pinggir kolam dan...


BYURRR..........


Langsung Jack berlari juga mengikuti Dania dan masuk menceburkan dirinya ke dalam kolam sebelum akhirnya langsung berubah menjadi sosok manusia.


Di dalam terowongan itu untung saja ada batu-batu kristal yang memancarkan sinar yang cukup untuk menjadi penerang dalam gua yang gelap dan apatah lagi penuh dengan air.


Keduanya berenang mengikuti teroeongan tersebut hingga akhirnya bisa keluar namun juga sama saja disambut oleh teratai menggelikan itu. Tanaman sihir yang menjijikan bagai gurita di laut, Dania harus bisa melewati ataupun....


Tetibe pinggangnya di peluk oleh satu tangan yang sangat dikenalinya, yaitu tangan kekar milik Jack Photon. Dia bisa berenang lebih cepat dari dirinya sehingga dengan bantuannya itu Dania bisa lebih cepat menuju ke permukaan dan akhirnya bisa menuju ke pinggir Danau.


[ Padahal aku sudah melakukannya dengan buruk. Keras kepala!, setidaknya aku berterima kasih untuk yang satu ini ]


" Hahh......hhhh....... " nyatanya cukup melelahkan juga untuk keluar dari gua tadi dan cukup menguras tenaganya pula.


Hanya saja...


[ Te...telinga nya! ] Perhatiannya jadi teralihkan dengan dua telinga yang bergerak gerak di atas kepalanya Jack, itu sangat mengge..


[ Menggemaskan ]


" Apa?, mulai tertarik denganku? " Tanya Jack pada Dania yang sedar kalau sedari tadi sedang diperhatikan.


" Tidak " memalingkan wajahnya dengan cepat, tapi ia tak sengaja juga menemukan...


" Raya! " tengah bertengger di atas batu. Buru-buru Dania mendekati Raya....


KWAKK......


Dengan sengaja Raya terbang, dengan maksud agar Dania mengikutinya..


" Tunggu " menahan tangan Dania.


" Aku bisa mengantarmu " berubahlah Jack menjadi serigala.

__ADS_1


" Aku? "


"..............."


" Naik ke punggungmu? " Menunjuk punggung Jack.


" Tidak ada waktu "


Beberapa detik Dania berpkir, namun jika berpikir terlalu lama maka sama saja dengan membuang waktunya. Jadi terpaksa deh menaiki tubuh serigala besar ini ke punggungnya Jack.


Jack melipat kakinya agar mudah dinaiki Dania, lalu saat sudah nak dan di langkah pertama....


GROARR.....


" Jangan mencabut buluku! " alasannya karena Dania mencengkram bulu lehernya dengan kuat bagai hendak mencabut bulu indahnya itu.


" Ehh.....salahmu menyuruhku naik ke punggungmu. Cepat jalan sana!, anjing harus menurut "


Puk....Puk.....Puk.....


Tangannya sengaja menepuk-nepuk kepala Jack dengan keras.


Maka dari itu sekarang di sore menjelang malam itu, Jack berlari dengan ke empat kakinya menyusuri hutan tersebut, pandangannya tak mau lepas dari burung yang sedang terbang itu dan larinya sekalipun cepat juga tidak membuat mereka menabrak pepohonan yang melintang di tengah jalan mereka. Sekalinya ada pohon tumbang, Jadi dapat melompat dengan begitu indahnya, ya itu efek sebab dianya suka berlari dan insting seorang serigala yang suka berburu.


SYUHHH.......


" Whaah..... ! " terkjut Dania mendapatkan satu api hampir menyerangnya, namun Jack dapat mengelaknya sehingga secara otomatis Dania ikut terselamatkan.


[ I..shid kan? ] Siapa lagi si pengendali api kalau buka Ishid.


Apa yang dilakukannya di tengah hutan sendirian sekalipun Raya tengah memperhatikan tuannya dari jauh?...


Itu adalah melawan satu makhluk dengan tubuh tinggi bagai pohon namun juga ada geliat geliut dari tangan bertentakel!.


[ Apa aku harus menghadapi ini lagi! ] Sudah 3 kali dirinya berurusan dengan tentakel panjang nan menjijikan itu,.


CRAZHH..........


Satu tangan terpotong sekaligus terbakar karena sihir api yang dimiliki Ishid.


" Hebat " Jack pun terpegun akan kehebatan dari satu orang pria itu, dengan beberapa kali tebasan dan ditambah dengan teknik sihir api, Ishid bisa menumbangkan monster yang ukurannya 14 kali lipat darinya.


" Cepat kembali ke kelompok " Perintah Ishid secara dingin.


[ Aku tidak mau meninggalkan Yunger terlalu lama, tapi dia...Serigala! ]


Baru sadar Dania tidak pulang dengan sendirian sebab dia tengah membawa serigala.


[ Ah...Yunifer ] Kembali ke kesadarannya mencemasih sosok wanita yang diaayanginya.


" Eh....apa dia ma...." Dania tidak jadi menggerutu, ada kumpulan kabut putih membatasi pemandangannya.

__ADS_1


Ishid tidak tahu apa yang akan terjadi lepas kabut ini datang, jadi ia hanya mencoba berdikap lebih waspada karena ada satu hal yang tidak enak di dalam benaknya.


Perlahan....., kabut puitih iin memudar namun apa yang terlintas di sepasang mata mereka adalah...


__ADS_2