Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
41. Hadiah tidak terduga


__ADS_3

WUSHHH...........


Terjun bebas, itulah yang dilakukan oleh gadis ini.


[ Sudah lama aku tidak merasakan terjun bebas seperti ini. ] Meskipun tadi dirinya juga merasakan hal yang sama, tapi kali ini tentu saja berbeda. Dania harus mendarat dengan kemampuannya sendiri.


Kesenangan yang dimilikinya, bisa terjun bebas seperti hendak bunuh diri, inilah yang memacu adrenalin jantungnya.


Tapi ini baru pertama kalinya bisa tejun bebas, tanpa ada parasut.!


[ Err....bagaimana aku bisa mendarat dengan selamat?. Ini baru pertama kalinnya aku terjun tanpa parasut. ] mengutuk dirinya sendiri.


Tidak ada manusia yang bisa selamat setelah terjun bebas tanpa sebuah bantuan seperti parasut, tapi disini ada sebuah sihir.


Sebuah keuntungan yang tak disangkakan, bisa hidup di era dimana kekuatan magis, yang dulunya hanyalah khayalan belaka, sekarang jadi kenyataan.


Dania pun memikirkan perkara itu sembari terjun.


Lalu...


l


l


l


l


l


l


Di satu sisi, seorang perempuan berambut panjang berwarna hitam, kini sedang berdiri di samping pohon besar itu, dan melihat gadis itu sedang terjun bebas, perempuan ini pun memasang wajah datar, alias tak berekspresi.


" Dia nekat juga, terjun sendiri. " sindir perempuan ini.


Dia tahu, kalau gadis itu yaitu Dania memang memiliki kemampuan bela diri yang lumayan, serta hal yang tanpa di duga juga memilki kekuatan suci serta sihir juga?.


Memikirkan hal itu, perempuan ini merubah ekspresinya menjadi bengis.


Padahal selama ini, dirinya sudah lama mengamati gadis itu, bahkan dari sejak dia ( Dania ) lahir, tapi kali ini ia seperti sedang di permainkan olehnya.


[ 3 Tahun terakhir, aku mengamati perubahannya. Hasilnya, dia seperti bukan anak yang biasanya selalu pendiam, pemalu, dan terlihat seperti manusia yang lebih rapuh dari sebuah kaca. Dia yang sekarang seperti anak yang berbeda. ] fikirrnya.


" Tapi...apa-apaan anak itu!?. Bisa memiliki kekuatan suci juga sihir?. Jangan konyol!. " sarkas Chloe, yang tidak terima dengan sebuah kenyataan yang tidak masuk akal.


[ Di dunia ini, kekuatan magis dan kekuatan suci yang keberadaannya bertolak belakang bisa bersatu di dalam tubuhnya?. Itu tidak mungkin?!. ]


Amarah yag tiba-tiba meluap....membuat tangannya tanpa sadar berbuat ulah.


KREKKK........

__ADS_1


Kipas lipat yang dia genggam, di cengkram dengan lebih kuat, sehingga menghasilkan bunyi retak.


Chloe..... yang sedang memperhatkan tindakan Dania yang sedang terjun dengan cepat mulai memberikan sebuah tatapan kebencian, kebencian yang berawal dari rasa iri, ternyata sukses membuat Chloe dilirik dengan tajam oleh mata beriris gelap yang dimiliki gadis itu.


Chloe tertegun.


Tidak ada yang salah dengan tatapannya Dania itu, namun yang membuatnya terkejut adalah dengan jarak sejauh ini, dan dianya ( Dania ) yang sedang terjun bebas, dan lebih umumnya hanya akan mendengar suara bising dari angin yang berhembus menerjang kearahnya, langsung membuat Chloe dan dia ( Dania ) bertatap mata hanya karena suara retakan kipas yang tadi tanpa sengaja Chloe buat.


[ Dia juga............ ] Chloe segera mengalihkan padangannya ke arah lain, tepatnya ke arah Everst yang kini sedang melawan goblin yang menjijikan itu.


Bagi Chloe, Goblin memang menjijikan, namun keberadaan makhluk hijau itu bisa di gunakan sebagai pion dalam permainannya.


[ Aku kira dia sudah mati karena kutukan yang aku buat, tapi yang mengejutkannya, dia masih bisa hidup sampai sekarang setelah tenggat masa hidup untuk mencari pasangannya sendiri sudah lewat. ] Chloe lagi-lagi berpikir keras, semua tindakannya baik pengamatannya pada anak dari wanita yang kini sudah meninggal, lalu burung coklat yang merupakan hasil dari kutukannya, menghasilkan hal yang berbeda, di luar perkiraannya.


" Apa yang harus aku lakukan lagi?!. " gumam Chloe.


Untuk pertama kalinya, Chloe akhirnya mengetahui sebuah kenyataan besar kalau burung coklat itu ( Everst ) yang sudah selama ini ia kutuk, ternyata memiliki kemampuan menyerang dengan mengandalkan helaian bulunya sendiri untuk dijadikan senjata, dari bulu biasa menjadi bulu tajam layaknya sebuah pedang.


" Dari mana dia mendapatkan kekuatan itu?. "


[ Pasti hanya itu saja kemampuannya. Mana mungkin orang itu memiliki kemampuan lebih dari ini. ] Chloe hanya meyakinkan tebakannya sendiri.


Jadi, dari pada mengurusi burung yang baginya tidak lebih mengancam dari anak gadis bernama Dania, Chloe lebih ...dan selalu lebih tertarik untuk melawan gadis itu.


Dalam hal ini


Tangan kanan yang tadinya memegang kipas, perlahan-lahan sebuah asap hitam menyelimuti tangan kanannya itu, dan dalam beberapa detik kemudian kipas itu berubah menjadi sebuah tongkat panjang berukuran 30 cm.


Kemudian.........


l


l


l


l


l


l


l


l


l


l


l

__ADS_1


Dia, Dania.....


Jaraknya dengan permukaan tanah hanya tinggal 20 meter, dari jarak inilah, Dania mulai mengatur posisinya...untuk mendarat dengan kedua kakinya.


Harus................, apa lagi kalau bukan dengan kakinnya sendiri?.


Karena disini, pengetahuan dasar tentang ilmu sihir adalah hal yang harus dipelajarinya, apa lagi di dunia fantasi yang berdampingan dengan ilmu magis alias sihir.


Dania yang tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya untuk belajar apa lagi yang berhubungan dengan sihir yang dari awal selalu di idam-idamkannya, menjadikannya dirinya harus menemukan server tentang ilmu sihir didalam kepalanya, yang tak perlu membutuhkan waktu lama untuk menemukannya.


Tapi dari pada itu, hal yang sudah ada di depan matanya saat ini, pria tinggi yang pernah mengintimidasinya dengan tindakan yang cukup memalukan, kini sudah menyadari keberadaannya dengan mendongak ke atas.


[ Lihat, wajah terkejutnya itu. ] menatap wajah terkejut Arhes yang begitu lucu, membuat Dania tersenyum miring.


" Kamu!. Bagaimana bisa datang dari atas!. " teriak Arhes, sekaligus menghentikan langkahnya, untuk memperhatikan perempuan yang kini sedang terjun menuju ke arahnya.


Dan teriakannya tadi pula, akhirnya menyadarkan orang-orang di sekitarnya untuk sama-sama mendongak ke atas.


" Kakak!. " Teriak Shera, sama halnya dengan kakaknya, Shera juga ikut terpana dengan kemunculan kakak perempuan ( Dania ) yang datang dari atas.


Dengan sigap, Shera melagkah mendekati Arhes sambil berkata.


" Kak!. Cepat tangkap kak Dania. " pekik Shera, langsung mendorong kuat pinggang Arhes untuk maju ke depan.


Melihat tingkah adiknya Arhes yang mendorong tubuh Arhes dan berteriak menangkap dirinya( Dania ), di detik itu pula salah satu alisnya terangkat ke atas dan membatin.


[ Apa yang akan di lakukannya?. Jangan bilang..............] ayatnya terhenti, ketika dugaannya benar kalau pria itu ( Arhes ) yang sedang mengulurkan kedua tangannya, adalah tanda kalau dia akan menangkap tubuhnya?.


" Jangan konyol!. Kau mau mematah kedua tanganmu sendiri hanya untuk menangkapku?!. " hardik Dania kepada Arhes.


Padahal, meskipun dirinya terjatuh dengan tulang remuk semua, keyatanyan pahitnya tubuhnya akan sembuh.


Hanya tinggal 10 meter lagi, dia akan menerjang langsung permukaan tanah gersang itu?.


hanya Arhes dan mereka semualah lah yang berpikir demikian.


" Aku mana mungkin membiarkanmu mati. Tenang akan aku tang....."


Tutur Arhes, tapi kata-katanya seketika menghilang di tengah-tengah dan di ganti dengan sebuat ekspresi panik, yang membuat sepasang mata Arhes membulat sempurna.


" AWAS.........! " Teriak Arhes dengan keras.


"...............! " sebuah peringatan keras, Dania segera menoleh ke arah asal dari tatapan panik Arhes sekejap tadi yang dibarengi dengan teriakan, sontak di saat Dania menoleh ke arah kanan, entah apa itu...satu bayangan hitam sudah terlanjur ada di depan matanya, langsung menerima sebuah hantaman yang sukses membuat tubuhnya...


DORRBHUAKKKKK.....


Arhes, di detik yang sama melihat tubuh perempuan itu terhempas kuat jauh sampai puluhan meter, berhasil membuat semua pasang mata dari para perempuan baik ibu dan anak, wajah mereka semua langsung pucat pasi. Tak terkecuali Shera....!


" K..Kakak....di...dia...ti..tid- " Shera yang baru pertama kali melihat kejadian ini, langsung syok berat. Bahkan semua kata-katanya yang ingin di ucapkannya hanya terdengar sebuah untaian kalimat yang tidak jelas karena terbata-bata.


Arhes, mulai bingung untuk memilih.

__ADS_1


Memilih untuk berlari ke arah perempuan itu yang notabennya sekarang ini adalah majikannya, alias nona angkat dari Archduke, atau memilih untuk membawa mereka semua termasuk adiknya pergi ke tempat aman?.


__ADS_2