
Happy Reading//
Kereta kuda ditemani 10 pengawal mengawal seseorang yang berada di dalam kereta kuda yang di tarik oleh 4 ekor kuda.
Kuda orang di dalamnya merupakan wanita yang sedang bercengkrama untuk menghilangkan kebosanan karena perjalanan yang panjang dan melelahkan.
Di malam itu rombongan tersebut melewati jalan berhutan. Gelap dan sunyi,itulah yang dirasakan mereka.
Masing masing orang berjaga di sekitar kereta kuda dengan jarak tertentu.
"Yang mulia,apakah anda ingin beristirahat sebentar?"tanya sang kusir kereta kuda pada majikannya.
"Tidak perlu,jalan saja terus."jawabnya.
"Dengan kecepatan seperti ini,saya meneka kalau 20 menit lagi kita baru bisa sampai"
"Ferlina,jika kamu lelah tidur saja"
"Dalam keadaan seperti ini,saya mana bisa tidur yang mulia"jawab Ferlina.
"Sebagai dayang anda,saya harus memberikan pelayanan kepada anda"
"Terserah kamu,dimana bunga biru malamnya?"
"Oh...tunggu sebentar"Ferlina segera membuka banyalan yang didudukinya,disana ada kotak dan lepas dibuka ada sekuntum bunga mawar berwarna biru. Kemudian Ferlina mengambilnya dan menata kembali tempat duduknya seperti semula.
"Ini yang mulia"menyerahkan seikat bunga pada orang yang dilayaninya.
Bunga malam tersebut bukanlah sembarangan bunga. Di negeri tersebut,ada orang yang bisa menggunakan sihir,dan bunga mawar malam merupakan salah satunya ciptaan yang digunakan oleh penyihir untuk berkomunikasi. Hanya dengan berbicara didekat bunga yang terhubung dengan salah satu bunga yang lain maka suara tersebut bisa didengar oleh orang yang diajak bicara.
"Yang mulia?,akhirnya bisa terjawab juga"
"Ah...bagaimana keadaan disana?"
"Baik,Yang mulai sudah sampai
dimana?,apakah masih lama?"
"Itu...sepertinya sudah di hutan forbes,20
menit lagi pasti sampai"
"Apa!?,kenapa lewat sana?."
"Ini jalan tercepat untuk pulang"
"Berapa pengawal yang bersama dengan
anda?"
" 10 orang,termasuk Ferlina dan Ellot jadi
12,mereka berpengalaman jadi-"
"Maaf menyela,tapi jalan di hutan Forbes
sangat berbahaya.suruh pengawal
anda bersiaga,saya akan mengirimkan bala
bantuan untuk menjemput kedatangan
anda"
"Kamu terlalu mengkhawatirkanku,disini
ba-"
SLAPPPHH.......------------>
Hhiiikkk........(suara kuda yang mengerang dan terkejut)
__ADS_1
Sebuah anak panah mengenai salah satu kuda yang sedaang menarik kereta berwarna putih itu dan mati,sehingga semua orang langsung bersiaga untuk melindungi orang penting yang dibawanya.
"Apa itu?"
"Gawat!,ada penyergap!. Yang mulia!" Cemas Ferlina.
"Anda disini terlebih dahulu,saya akan membantu mereka"Ferlina membuka pintu dan keluar untuk pergi membantu prajurit dan menjauhkan penjahat mendekati kereta kuda majikan.
"Cepat!,serang dan bawa orang itu hidup-hidup" ucap salah satu orang yang berusaha untuk menculik seseorang yang diburunya.
Puluhan orang berpakaian hitam dengan setengah wajah ditutup oleh kain menyerang semua pengawal tersebut,beberapa kuda mati terkena sayatan pedang dan ada juga yang melarikan diri karena ketakutan.
Dentingan pedang terdengar jelas,suara darah yang terciprat akibat ayunan pedang yang menggires tubuh pun juga terdengar ngilu dan menyeramkan.
20 orang melawan 12 orang,sangat tidak sebanding jika dengan jumlah.
Orang yang dijaga oleh 10 pengawal tadi sedikit ketakutan namun ia sembunyikan dengan wajah tenang walaupun sedikit tegang.
[Bantuan akan segera datang,tapi ini tidak akan bertahan lama]
"Yang mulia!,anda bertahan. Saya sudah
mengirimkan beberapa prajurit"
Bunga biru malam berkelap kelip dan suara pun terdengar kembali,suara seseorang yang sedang mengkhawatirkannya.
Namun ia tidak menjawabnya,karena sebilah pedang sudah hadir didepan lehernya.
Setelah itu,bunga biru malam itu direbut dan langsung dibuang juga diinjak.
"Melawan,sama saja dengan mati."memperingati.
"Turun!"
Ia turun dari kereta kuda,dan mendapati dayangnya sudah dilumpuhkan,sedangkan semua oengawalnya sudah di bunuh dengan begitu sadisnya,ada salah satu orang yang kepalanya terpisah,darah juga berceceran dan menodai kereta kudanya.
"Maaf yang mulia,saya tidak bisa melindungi yang mulia"
"Yang mulai memang baik hati sesuai rumor,apakah anda berkenan untuk ikut dengan kami?"tiba-tiba satu orang turun dari salah satu batang pohon. Dia turun dengan bergitu pantas.
"Ordon!?"
"Ternyata anda masih mengingatku,padahal tadi saya bermaksud memberikan kejutan pada anda jika tidak mengingatku"Ordon.
"Lepaskan dia!"
Ordon sekilas melirik ke arah Ferlina.
"Hahaha....tidak,cepat bawa mereka berdua!"
Dengan sekali pukulan yang diarahkan ke tengkuk wanita paruh baya itu,dia langsung pingsan.
Ferlina yang terkejut langsung berusaha memberontak sekuat tenaga dari dua orang yang mencengkram kedua tangannya.
Hanya dengan sedikit taktik Ferlina mampu terlepas,dan segera berdiri juga memukul perut mereka berdua dengan sikut dan berusaha menjauh.
Namun ada satu belati meluncur terbang dan menyayat salah satu kaki Ferlina.
" Arrh.... " Ferlina (meringis kesakitan)
"Dia berbahaya,bawa dia hidup-hidp. Kalian bisa bermain dengannya" Ordon
"Baik!"
Sisa dari anak buahnya kegirangan senang,bisa mendapatkan wanita untuk dimainkan. Yah...lelaki tidak pernah bisa lepas hal yang seperti itu,jadi siapapun yang merasa cantik bisa dipermainkan bagai mainan boneka.
"Lepaskan!,sebentar lagi ban-"
"Maka dari itu aku harus cepat dari sini" Ordon memerintahkan anak buahnya membawa ibu tua dan dayangnya ke markas,dengan cara dipikul dan menaiki sisa kuda yang ada.
Danie lari terbirit-birit ketika mendengar suara ringkikan kuda dari arah depan sana,dengan cepat langsung berlari dan menghampiri salah satu kuda di dekat pohon
__ADS_1
[ Yes...ada kuda,aku harus pulang,ini sudah hampir tengah malam]
"Syukur ada ku- "kalimatnya menggantung ketika menemukan baeberapa orang menatapnya dengan aura yang mengintimidasi.
"Eh..ada satu lagi ketua!"semuanya melihat ke samping,dan menemukan seseorang sedang memegang wajah kuda berwarna coklat.
[Ahh...situasi macam apa lagi ini?] Karena ada sedikit penerangan dari setengah bulan purnama,jadi bisa sedikit melihat situasi yang ada di depannya sekarang.
Yang diinjak sekarang ini adalah genangan darah yang sudah mulai meresap ke tanah.
Semua orang menatapnya dengan kewaspadaan oenuh atas kedatangannya yang tiba-tiba.
"Tuan!,tolong kami berdua!..tidak,tolong bantu bebaskan yang mulia dari mere - !"tiba-tiba mulut Ferlina dibungkam dengan segumpal kain sehingga tidak dapat berbicara dengan jelas lagi.
"Ammrhh....,ammrhhh...!"
"Diam!" Bergumam marah.
"Yang mulia ?"tanya Danie lepas mendengar ocehan Ferlina yang tiba-tiba.
"Aahh...berisik!,singkirkan dia atau bawa dia sebelum bala bantuan datang!"
*****
Disisi lain,15 belas orang kesatria dikerahkan ke jalan wilayah hutan Forbes.
"Cepat.!,kita harus bergegas sampai disana !"
"Tuan,ini tidak akan sempat"
"Jangan banyak bicara lagi!,percepat kuda kalian!"
HYAHHH....,HYAHH....(Mempercepat kecepatan lari kuda)
Tidak membutuhkan waktu lama,ditengah perjalanannya,mereka semua dikejutkan oleh kereta kuda yang sudah tidak sebagus awalnya,kaca di pintu sudah pecah dan membuat angin malam langsung menghembus masuk,3 kuda menarik kereta berjalan dengan lamban dan seorang perempuan dengan pakaian pelayan namun dalam kondisi berantakan sedang mengendalikan ketiga kudanya
(kusir dadakan).
Kedua belah pihak berhenti secara bersamaan,dan salah satu kesatria turun dari kudanya lalu menghampiri perempuan yang menjadi kusir dari kereta yang di kemudikannya.
"Anda~ " Mencoba mengingat namanya.
"Kesatria Marion,Saya Ferlina,dayang dari yang mulia"
"Bagaimana dengan yang mulia?"
"Dia~ "Ferlina menoleh kebelakang.
Sekaligus menarik perhatian Marion untuk melihat kondisi yang mulia.
"Beliau hanya pingsan"
Setelah benar tidak mengalami luka parah,Marion berkata lagi.
"Baiklah,saya akan melihat situasinya. Owen,ikat kuda yang kamu tunggangi dengan ketiga kuda ini,nona Ferlina terluka jadi gantikan dia,bawa kereta kudanya kembali ke istana,5 orang kawal yang mulia,sisanya ikut aku ke lokasi"perintah Marion pada para pengikutnya,dengan begitu dua pekerjaan langsung di tangani.
Tanpa basa basi mereka semua mengikuti rencana Marion.
Marion melanjutkan utusannya untuk melihat ke TKP.
5 menit perjalanan dengan menaiki kuda kecepatan tinggi,akhirnya sepertiga kelompok sudah sampai di pinggir hutan Forbes.
"Apa ini?"Marion terkejut dengan apa yang dilihatnya,namun satu sosok yang masih berdiri menarik perhatiannya.
Pemandangan mengerikan,25 orang tumbang dan tergeletak ditanah dalam kondisi yang separuh mengerikan dan yang separuh biasa saja namun sama,mereka sudah mati. Hanya saja satu orang yang berdiri di tengah-tengah mayat itulah yang menarik perhatian ke sembilan kesatria suci yang diutus dari kerajaan Linstone.
"Kamu!,kau komplotan yang sudah membunuh mereka!,semuanya!,cepat tangkap orang itu!"
"Baik!"
Whuuuu....apa yang terjadi lagi dan lagi?.....silahkan baca lagi!!!!-------------->
__ADS_1