Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 97


__ADS_3

" Arrghhhh.....! "


" Bertahanlah levi! " perintah teman dari Levi, ia berusaha untuk menyingkirkan goblin yang sempat menyerang Levi hingga lengan baju Levi itu sendiri sekarang sudah koyak karena tarikan dari si Goblin hijau.


" Arrghh!, wanita sialan! "


JLEB......


" Ukh.... " kini orang yang tadi sempat membantu Levi malah terkena anak panah dari goblin lain yang ada di tempat titik buta, sehingga sekarang ini punggungnya ada satu anak panah yang menancap.


Tidak tega melihat temannya sekarat, ia berusaha untuk kuat walaupun rasa takut itu masih menghantuinya, namun bagaimanapun dirinya sekarang harus membantunya.


Levi berlari ke arah temannya, dengan bermodalkan sihir air yang dimilikinya, ia msnyerang balik semua goblin tadi dengan pisau yang terbentuk dari air.


Ada 8 buah pisau melayang di udara,dan sekali ayunan tangannya, pisau tadi pergi dengan cepat ke targetnya masing-masing.


" Agh....! " All semua goblin dengan bersimbah darah sebab tusukan yang sangat menyakitkan dan akhirnya mati.


__________________


Makanan sudah separuh di makan, tapi tidak mengesampingkan untuk mendengarkan penjelasan dari Celes.


" Tapi kenapa malah menemuiku? " garpu dan pisau secara bersamaan di letakkan di atas piring, lalu meminum jus jeruk yang tadi sempat dipesan.


Kini Archduke benar-benar mencoba menanggapi alasan lain kenapa Celes datang menuinya, dan kenapa bukan raja.


" Aku mengetahui satu hal penting, tapi kamu sama-sama mengetahuinya juga. Siapa orang baru yang ada di istanamu baru-baru ini? "


Archduke kemudian bersender pada kursinya sambil menyungging senyuman remeh.


" Apa kamu lebih mengetahui dari yang aku ketahui?. "


" Vulovic "

__ADS_1


[ Vulovic?. Jadi tebakanku benar? ] fikir Archduke.


Tercatat dalam salah satu buku sejarah, dan hanya ada dua buku yang ada di benua. Bagi penyihir kalimat Vulovic terkenal dengan sebuat si kesatria berpedang atau raja pedang.


Dalam catatan, Vulovic adalah pria yang mempunyai kemampuan berpedang yang hebat dan terkadang tidak masuk akal, sekalipun yang dipenganya adalah pedang kayu tapi siapa yang menyangka kalau Vulovic dapat membunuh semua musuh dengan bermodalkan pedang kayu itu.


Tapi bukan itu saja yang menjadi topik tertulis di buku sejarah, satu hal lagi yang sangat terkenal di kalangan penyihir tingkat S. Dikatakan Vulovic merupakan kaisar tirani dari salah satu kekaisaran yang terletak di benua Kerbozac.


Letaknya tidak dapat diketahui dengan jelas dimana karena minimnya informasi, tetapi satu hal yang pasti yaitu Vulovic adalah manusia berpredikat monster suci keturunan dewa sebab Vulovic adalah pahlawan berpedang dari benua Kerbozac.


Kekuatan sucinya bisa menyingkirkan sihir hitam yang terdapat di dalam tubuh manusia yang disentuhnya, dan di sekitar hawa sihir yang tak bersahabat itu ia pun bisa langsung lepas dari sihir hitam itu.


Tetapi itu semua tercatat sekitar 35 tahun yang lalu, dan rumor mengatakan kalau sekarang Vulovic sudah meninggal tapi ada juga yang mengatakan telah menghilang.


Tidak ada yang tahu pasti keberadaan Vulovic sampai saat ini, dia seperti sudah lenyap dari bumi.


Celes pun memberitahu niatan lain dari kunjungannya.


" Setengah tahun yang lalu, aku pernah melihatnya, dan aku menimbang dengan orang yang kamu rekrut ke istana- "


" Aku hanya asal menebak, tapi tebakanku selalu tepat, dan kali ini pastinya tidak salah lagi. "


Dan Archduke pun memikirkan hal yang sama namun apakah perkiraannya memang benar sama dengan Celes?. Yang dimaksudnya adalah pria yang pernah Archduke temui saat pesta di kekaiasaran Bolihon, itu sekitar saat dirinya masih berada di luar negeri apakah seseorang yang sama dengan yang celes lihat?.


________________


[ Bagaimana mungkin?, besar banget! ] semua orang terbelalak dengan goblin berukuran jumbo.


" Levi, hati-hati di belakangmu " Peringat Heni pada Levi.


Di saat Levi sedang menyembuhkan Heni, secara langsung Heni melihat sosok besar berada di belakang Heni yang artinya kedua orang ini sama-sama dalam bahaya.


Dari lautan suara keributan di tengah hutan, disisi lain Dania menemukan goblin lain yang sama-sama tahu dengan goblin sebelumnya yang sempat dibunuh oleh sieg. Dania menyandera goblin tengik ini, ia mengikat penuh tubuh goblin itu dari atas sampai kaki, yah setidaknya hanya menyisakan kepala namun mulutnya juga tidak terhindarkan, Dania sengaja membungkam mulut busuk goblin itu.

__ADS_1


[ Perempuan ini masih sempat-sempatnya menyandera goblin ]


fikir Tassel.


Tassel tidak habis pikir ternyata perempuan itu yaitu Dania memiliki sisi yang tidak mudah di tebak. Disaat semua orang harus berlindung di belakang orang yang kuat dan orang yang kuat membunuh atau setidaknya memukul mundur pasukan Goblin, Dania justru masih sempat meladeni satu goblin untuk disandera dan sekarang goblin itu tengah terikat di pohon.


" Yang mulia, apakah kita harus menggunakan cara itu? " Berdasarkan hasil analisa yang dilakukannya, Kesatria Mikhail menebak kalau ada 4 pleton iblis 200 m dari arah mereka sekarang berdiri.


" Waktunya pasih kurang tepat, apa kamu pikir sihir itu mudah dilakukan? " Tassel pun bertanya balik pada Mikhail. Sihir yang dapat meledakkan dari jarak jauh sebenarnya sulit dilakukan dan harus dilakukan di waktu yang tepat, memang keadaannya sekarang ini medesak, banyak kesatria yang sudah kewalahan menangani gelombang dua dari goblin setelah bertarung dengan monster dan gelombang tiga harus berhadapan dengan para iblis lagi namun jumlahnya sangat bertolak belakanh dengan pasukan kesatria saat ini.


Di saat sedang memikirkan jalan keluar untuk semuanya..


PRATTT.....


Wajah, baju, tangan, kaki, sampai tanah.


" Cairan apa ini? " Tanya mikhail pada orang yang mungkin sanggup menjawabnya.


Tapi Tassel lah yang sanggup menjawab pertanyaan Mikhail.


" Darah..- " dilihat dari arahnya, itu menunjuk ke arah pukul 3 yang artinya di samping mereka berdua.


" Dia manusia apa monster?! " kutuk Mikhail.


Dua orang ini secara tidak sengaja melihat dua goblin besar roboh bersamaan setelah sama-sama tertikam di leher kedua goblin itu dan pelakunya adalah...


[ Aku benar-benar ingin tidur enak ]


Rambut kusut, keringat mengalir dariwajahnya yang terlihat sudah lelah, dan kini di tangan kanannya ada tetesan darah yang mengalir hingga ujung pedang dan mendarat ke permukaan tanah.


Penampilan buruk bagi Dania sendiri namun penampilan menyeramkan bagi mereka berdua (Tassel dan Mikhail).


[ Aku tidak membuat dosa kan karena melindungi yang lemah? ]

__ADS_1


dalam hatinya berkata seperti itu, tapi kenyataannya dirinya membunuh lagi.


Begitulah antara hidup di sana dan sekarang di sini, Dania sekarang hanya memprioritaskan siapa yang bisa ia lindungi dan siapa yang bisa mengancamnya.


__ADS_2