
[ Rencana yang bagus, pasti dia sudah dimakan para monster itu, lagi pula hanya ditemani satu kesatria pula ]
Doutevs dalam hati sudah bergembira, rencana yang selama ini ia buat akhirnya terlaksana, apatah lagi kebetulan dibantu pemimpin kesatria yaitu Karl.
" Kita sudah meninggalkan pendeta Danie, bagaimana jika dia dimakan? " Fuqort.
" Mati atau tidak yang menentukan hanyalah mereka sendiri " Merill yang dari awal tidak pernah berbicara akhirnya bersuara, sebagai pendeta yang tidak ikut campur urusan orang lain dia hanya berkata seperti itu saja.
Akhirnya setelah perjalanan yang begitu panjang mereka semua sampai ditujuan, desa kecil yang dingin.
Salju tebal pun menghalangi kereta kuda masuk ke desa itu, sudah seperti kota mati.
Mereka turun dari kuda dan melepaskan kuda dari kereta( gerobak ) agar bisa masuk ke dalam kandang kuda.
" Aa...apa anda se..mua a..dalah u..tu..san dari...ista..na?" Ucap sang kakek lepas mengetahui jubah kesatria yang ia lihat.
" Benar, kami diutus oleh raja agar membantu warga disini sampai keadaan benar-benar pulih. " Jawab Karl sebagai pemimpin kelompoknya.
" Ma....ri saya antar ..... kan anda se...mua ke..tempat istira..hat yang...su..dah kami...per..siapkan " Sang kakek memimpin para kesatria dan pendeta ke rumah khusus untuk tempat istirahat mereka.
Namun tidak disangka, dikandang kuda terdapat satu kuda yang dikenali Karl, dan benar saja ketika masuk kedalam rumah ternyata bawahannya yaitu Marcello sudah ada disana bersama dengan Danie.
Bahkan terlihat rambut Danie yang berserabai kusut karena baru saja mandi.
" Kamu?, sudah sampai disini? "
[ Bagaimana bisa sudah disini sebelum aku?, padahal jelas-jelas mereka berdua tertinggal jauh dibelakang ] kata karl, ia ingat betul kalau dirinya bersama kelompoknya tetap melanjutkan perjalanan sekalipun tahu kalau Marcello dan Danie terjebak dengan monster.
" Mereka berdua sudah datang satu jam yang lalu " Kakek membenarkan keadaan yang sebenarnya.
" Bagaimana mungkin? " Alan tidak percaya apa yang didengarnya, padahal satu-satunya jalan adalah jalan yang dilewatinya barusan.
" Saya pikir karena desa ini berada tepat ditepi danau juga, kami akhirnya menggunakan danau tersebut sebagai jalan pintas "
Itulah cerita aslinya, dari pada menghunakan jalanan bersalju tebal, maka lebih baik menggunakan danau yang membeku sebagai jalan utamanya.
__ADS_1
" Benar, pendeta ini memang cerdik, bisa berseluncur dengan cepat " Kakek Hergu tersenyum karena baru pertama kali ada orang yang bisa melewati danau membeku yang licin itu sebagai sarana transportasinya.
[ Cih....ternyata bisa jadi seperti ini juga ] Doutevs mengepalkan tangannya dengan erat, geram dengan rencananya yang gagal.
[ Aku harap orang itu memiliki ide cadangan lagi ]
[ Ahh...tadi memang menegangkan, berteman dengan pendeta Danie memang banyak kejutannya ]
Puji Marcell sebagai orang yang digunakan sebagai bahan percobaan barang yang dibawa Danie, bagi Marcello dirinya adalah manusia percobaan namun sebenarnya bagi Danie bukanlah bahan percobaan.
Ice skating, benar....bisa menggunakan danau beku sebagai media seluncur perjalanan mereka berdua.
Cerita singkatnya sebenarnya sedehana sekali, Marcello yang baru pertama kalinya mencoba sepatu Ice skating harus berlatih sebentar walaupun terjatih terus, namun tidak ingin kalah dan sebagai seorang kesatria pula, maka Marcello tidak putus asa, walaupun hanya bisa berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya saja bagi Danie itu sudah menjadi hak yang bagus.
Karena Marcello dibantu oleh monster Crabt, Marcello bisa menyeluncur di atas danau veku karena ditarik monster tersebut, lalu Danie berusaha dengan tenaganya sendiri sedangkan kudanya mengikutinya dari tepi danau dengan berlari.
[ sehingga aku tahu kalau dimusim dingin pun kita masih bisa bersenang-senang ] Marcello.
****
Mereka berdua masih menyelidiki musuh yang sama dengan Doutevs.
" Sudah ku bilang, pendeta itu diluar dugaan. Doutevs pasti sudah ingin menggila karena musuhnya belum bisa disingkirkan. "
" Ketua?, kenapa ketua mau saja menuruti perintah pria bernama Doutevs?..jelas-jelas ketua lebih unggul ketimbang dia "bisiknya pada sang ketua.
" Selagi ada kesempatan maka harus dimaanfaatkan, aku hanya memanfaatkan tua bangka itu, jadi jangan pernah samakan aku dengan dia, kalian juga menginginkan uang bukan? "
" Yah...begitulah, sekarang rencana apa yang sudah ketua persiapkan lagi? " menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Para pemberontak sudah mulai bergerak lagi, ini menguntungkan buat kita, jadi....pendeta?, kejutan seperti apa yang akan kau berikan? "
" Jadi kita hanya harus menunggu dan melihat saja? "
" Tentu saja, buat apa buang-buang tenaga. Memahami musuh bagai teman sendiri adalah hal dasar, jika gegabah yang rugi adalah orang yang bermusuh dengannya kamu harus memahami itu "
__ADS_1
[ Aku tunggu kejutan darimu lagi pendeta ]
Lalu kedua pria itu berlalu pergi dan menutupi tubuhnya dengan selembar kain, sehingga dalam sekejap mereka berdua sudah tidak kelihatan, lebih tepatnya menghilang dari pandangan.
Seseorang yang kebetulan hendak masuk rumah juga tidak sengaja melihat sosok bayangan hitam, sesaat ia berhenti karena merasa sedang diperhatikan seseorang, namun kenyataannya tidak ada siapapun.
[ Apa aku salah lihat?, aku rasa tadi ada seseorang yang memperhatikan rumah ini terus ]
Karena dirasa tidak ada kecurigaan lagi, perempuan ini masuk ke dalam rumah tempat peristirahatan para perwakilan dari istana untuk menolong desanya.
Krieett......( Suara pintu terbuka )
Telihat para kesatria dan pendeta sedang duduk dengan jamuan makanan yang sudah disediakan.
Karena kedatangan tamu, semua orang berhenti makan dan berdiri menunduk hormat pada perempuan paruh baya.
" Anda seorang kepala desa, Ny.Dorothy ? " Tanya Karl.
" Benar "
Lalu semua orang duduk kembali, hendak mendengarkan Ny.Dorothy hendak membicarakan apa.
" Terima kasih karena anda semua bersedia datang kesini, meski desa ini terlihat tidak terkena masalah sebenarnya sebaliknya, disini kami dalam keadaan yang sulit, untuk makanan kami hanya bisa memberikan makanan berharga yang sudah kami hidangkan di meja tuan semua. Masalah ini sebenarnya karena ada pemberontak dari kelompok bernama Black Foxy" jelas Ny.Dorothy
[ Apa?, Balck Foxy adalah kumpulam kriminal besar . Meskipun masih belum diketahui kebenarannya dizaman ini, identitas Black Foxy yang sebenarnya adalah anjing kerajaan Bahamut, yang bergerak atas perintah raja Bahamut. Apa yang mereka inginkan di wilayah kerajaan Linstone? ] Fikir Karl.
" Mereka memerintah warga desa ini untuk mematuhi aturannya dengan menjadikan kami budak mereka.
Yang melanggar tidak mau menurutinya maka akan disiksa, anak-anak perempuan kami diharuskan melayani mereka. Makanan dirampas dan sehari sekali hanya diberi 2 piring setiap rumahnya. " lanjut Ny.Dorothy mengenai permasalahan desanya sendiri.
" Saya sudah mengetahui situasinya, tapi pasti ada alasan kenapa mereka datang kesini "
" Menurut mereka didesa kami tersembunyi satu harta yang terpendam di kaki gunung Etersnow, tapi kami tidak tahu mengenai harta itu "
"............." Danie hanya mendengarkan semua percakapan diantara mereka sambil makan makanan yang dibawanya sendiri, yaitu hanya roti, karena merasa aneh melihat daging yang dihidangkan orang-orang disini.
__ADS_1