Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Kesialan di hari Minggu


__ADS_3

Keesokan harinya~


Mungkin sekarang bisa dikatakan hari yang sial untuk Danie. Dihari liburnya justru sekarang dirinya sedang dalam keadaan yang bisa dikatan antara hidup dan mati.


Di lapangan yang biasa digunakan untuk latihan bertarung,sekarang sudah seperti arena permainan dengan tontonan yang menarik sekaligus mengerikan. Banyak yang menontonnya.


[ Kenapa aku bisa berurusan dengan orang seperti dia ] Tutur Danie dalam hati.


Sekarang dirinya sedang ada di tengah lapangan dengan keadadaan berdiri,dan ada satu cangkir teh tepat di atas kepala. Ia diperhatikan oleh semua orang.


"Coba lihat pelayan disana yang sedang berdiri disana. Bagaimana bisa berurusan dengan tuan putri Elvira?"


"Kasihan sekali,atau jangan-jangan dia sudah berbuat tak senonoh pada tuan putri ke tiga?"


"Kamu tahu sendiri,kalau tuan putri ketiga tidak akan berbelas kasihan dan bisa membunuh siapapun yang tidak membuatnya senang"


"Itu hanya rumor"


"Hssttt...lebih baik kita menonton saja pertunjukannya."


"Bagaimana kalau kita taruhan,aku menebak kalau Danie kali ini akan langsung memohon ampun sebelum anak panah itu dilepaskan."


"Tuan putri memiliki kelebihan dalam memanah dan berpedang,jika dia mau membunuhnya kenapa tidak dari tadi saja. Dia hanya ingin menggertak Danie,agar bisa bertekuk lutut."


"Dari mana kamu tau?"


"Tapi Danie bisa-bisanya masih tenang dalam keadaan seperti itu"


"Ronifer,apakah Elvira benar-benar melepaskan anak panahnya?. Dia kelihatan ragu"


"Kita hanya bisa melihatnya saja"


Semua prajurit saling berbisik-bisik mengenai insiden hari ini.


Hanya karena hal sepele bisa menjadi masalah yang lebih besar.


Flashback On.


"Tuan putri,jangan jalan terlalu cepat"tutur sang pelayan.


"Aku sudah tidak sabar dengan pedang yang sudah kakak pesankan khusus untukku"


"Tapi tidak harus terburu-buru. Yang mulia pangeran juga masih bisa menunggu untuk anda"


Namun nasihat yang diutarakan pelayannya tidak digubris Elvira.


Sehingga Elvira tidak melihat kedepan,dimana disisi lain ada seseorang yang juga sama-sama sedang terburu-buru untuk urusan pekerjannya karena telat bangun.


BRUKK....


Dikoridor mereka berdua saling bertubrukan.

__ADS_1


"Nona!"teriak si pelayan.


Pelayan Elvira mendapati pemandangan yang tidak terduga.


Elvira bertabrakan dengan Danie dan posisi mereka sekarang adalah Danie berada di posisi atas tubuh Elvira dengan keadaan Danie tidak sengaja terjatuh langsung ke atas Elvira.


"Arrrh.....kau!,menjauhlah dariku!"


"Ah..maaf,saya tidak sengaja" Danie segera berdiri dan sedikit menjauh dari Elvira dan menunduk hormat atas kesalahan yang sebenarnya,kedua-duanya sama sama salah.


"Aku tidak bisa memaafkanmu dengan mudah,lancang sekali menyentuhku!" Elvira


"Tapi..saya tidak sengaja"


"Sengaja atau tidak,salah ya tetap salah!" Masih marah pada Danie.


[ Ayolah,padahal kita berdua tidak ada yang dirugikan ]


"Jangan menatapku seperti itu!,Erma!,katakan pada kakakku aku tidak bisa menemuinya sekarang,wakili aku untuk mengambil barangku. "Marah Elvira tanpa memalingkan pandangannya dari Danie


"Ba..baik tuan putri"jawa dengan gugup,siapa yang tidak gugup melihat majikannya marah sebesar itu. Daripada dimarahi lagi,Erma segera pergi menemui kakak dari Elvira.


"Kamu!,akan aku ampuni dan anggap saja hal tadi tidak terjadi jika kamu bersedia menjilat sepatuku." Elvira menunjukkan sepatu yang dipakainya ke arah depan.


"Cepat!"


"Saya masih mempunyai harga diri,untuk permintaan ini maaf saja,saya tidak akan melakukannya"


"Ohh..masih ingin mempertahankan harga dirimu itu?,pria yang sejati tidak akan menolak jika aku memberimu tantangan"


Dan itulah yang terjadi sekarang.


Menjadi patok untuk target si cangkir kecil di atas kepala Danie.


"Ayah,cepat pujuk kak Elvira,walau dia bisa memanah,mana bisa Danie berdiri disana dengan cangkir di ķepala?. Kalau anak panahnya meleset bagaimana?" Rayu Youri pada ayahnya.


"Ayah tidak bisa berbuat apapun,dia harus menanggung resiko dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Percaya saja pada mereka berdua." Yohanes tudak bisa berbuat apapun,bagi perempuan,hal itu memang tidak bisa dimaafkan dengan mudah,namun tidak menyangkan akan menjadi seperti ini.


Kembali ke posisi antara Elvira dengan Danie.


[Huh..setegar itukah kamu?!,karena kamu yang memilih solusiku yang kedua,maka aku akan menurutinya] Elvira.


"Danie!! , aku tidak akan membiarkanmu mati hari ini !" Teriak Youri pada Danie,


[ Karena besok adalah ulang tahunku,aku tidak akan membiarkanmu mati sekalipun kamu terkena panah Elvira ]


Teriakan Youri tadi membuat semua orang terdiam. Tidak ada satu pun yang berbicara.


[ Hhh...Youri bodoh,tentu saja aku tidak akan mati dengan mudah, kado buatmu saja belum aku buat ] fikir Danie.


"Aku tidak bisa menjamin keselamatanmu"kalimat terakhir sebelum Elvira bersiap untuk melepaskan anak panahnya.

__ADS_1


Semuanya ikutan menjadi tegang.


Elvira mulai mengambil anak panah,dan ia letakkan ke benang busurnya,lalu ia tarik dan mulai membidik targetnya yang berjarak 30 meter.


SLASHH..----------->


"Ahh..." All


Meleset.


Di atas tembok,terdapat dua orang yang sedang berdiri dan memperhatikan tontonan yang sedang berlangsung dramatis (kata orang yang duduk di bangku penonton).


Karena tadi Elviniraz mendapat informasi itu dari beberapa rekannya,maka dari itu ia mengajak Caver untuk melihatnya juga.


"Kamu tidak ingin aku menghentikan adikku?"


"Tidak ada hubungannya denganku"jawabnya ketus.


"Tidak khawatir dia terbunuh oleh adikku sendiri?"tanyanya sekali lagi.


".............."


"Arah anginnya berubah-ubah,kemungkinan meleset dan tepat sasaran semuanya sama"jelas Elvi.


Namun masih tetap tidak di anggap oleh Caver,jadi mereka berdua hanya bisa menontonnya saja tanpa ada pembicaraan lagi.


Kembali ke medan arena.


Panah yang kedua kalinya dilepaskan oleh Elvira.


SLASH..-------------->


Srett.....


Anginnya kembali berubah dan anak panah itu meleset ke sebelah kiri Danie.


Tes....tes..tes....(darah mulai menetes keluar)


Ternyata selain meleset jauh karena kurang tinggi dan sedikit bergeser,membuat ujung anak panah tadi menggores pipinya.


Namun jempol tangannya ia angkat dan membersihkan darah yang keluar dari luka gores di pipi setelah itu ia jilat darahnya yang ada dijempol.


Slrup..


"Hii...." All.


"Sesuai dengan penampilannya,dia memang menjijikan"


Elvira bersiap dengan panah yang ketiga,kali ini tidak ada hembusan angin,jadi tidak akan mempengaruhi hasil bidikannya yang pasti tepat.


SALSH...--------------->

__ADS_1


"Ahhh..."


Apa yang terjadi? ---------->


__ADS_2