
Celes Navathi, penyihir wanita dari menara penyihir kekaisaran Rovathia.
Wanita ini bisa dibilang seperti harta berharga bagi Rovathia, jika tidak ada dia maka tidak akan ada pelindung sihir yang melingkari kekaisaran Rovathia.
Pasalnya setiap negara atau Kekaisaran maupun kerajaan, dimana dunia ini dipenuhi dengan sihir, maka tidak heran jika setiap wilayah ada dinding pelindung yang dibuat oleh seseorang dari menara penyihir.
Nah, sekarang yang paling utama adalah alasan kenapa Celes wanita cantik nan terhormat ini ada di restoran?.
"................."
Karena sang pelayan sedang menyajikan makanan, mereka berdua masih terdiam sejenak sampai akhirnya...
" Apa alasan orang penting sepertimu tiba-tiba datang menemuiku? "
" Tidak ada yang melarang juga, alasannya hanya satu. Iblis " sambil menekankan kata Iblis itu agar sang pendengar faham maksud kedatangannya.
".............! " Mendengar kata Iblis, Archduke mengurungkan niatnya untuk memasukkan sesuap makanannya ke dalam mulut.
" Apa jumlahnya banyak? "
" Aku masih belum bisa meprediksi seberapa banyaknya mereka, tapi seperti yang kita ketahui, kemunculan mereka yang terlalu sering menandakan Raja Iblis pasti akan segera bangkit lebih spesifiknya akan bereinkarnasi setelah 2000 tahun ini. " Jelas Celes.
Maka perbualan mereka makin serius, kehadiran iblis lebih berbahaya 2 tingkat dari kata monster. Banyak orang yang berpikiran demikian sehingga tidak bisa di abaikan begitu saja.
__________________
" Hah.....hahhh.....hhhh....... " Suara deru dari hembusan nafas sendiri ternyata tidak begitu baik juga?...
[ Lelahnya~ ] Batin Dania, salah satu orang yang belum makan dan menghabiskan banyak tenaga dari yang terlihat.
Meskipun malam itu bisa di katakan dingin, namun tidak dengan tubuhnya Dania lumayan berkeringat banyak, setelah bisa keluar dari gua dan mendapatkan sesuatu yang berharga, di tambah kehabisan energi untuk menyembuhkan 12 orang sekarang ia di hadapi oleh makhluk hijau dengan tubuh gemuk bak ****, makhluk ini lebih menjijikan ketimbang yang sudah pernah dilawannya.
" Go.....goblin ~ " Kata salah satu wanita di belakangnya Dania, wanita ini ber ekspresi ketakutan dan tadi saja nadanya sudah bergetar saat menyebut kata Goblin.
" Wahahaa........wanita!, disini banyak wanita! " seru goblin lepas melihat diantara banyak kesatria laki-laki ada juga wanita di dalam kelompok itu.
[ Dia bisa bicara seperti manusia?! ]
__ADS_1
Dania memegang kepalanya sendiri, sedikit mengingat pengalaman pribadinya saat dulu, dimana ia perñah menonton anime dan ada goblin kurus kering mahupun besar, mereka bisa berbicara layaknya manusia namun target goblin itu lebih condong ke wanita.
Mereka pasti akan menculik atau langsung menyerang targetnya jika kawanannya(goblin) lebih banyak dibandingkan korbannya.
Goblin lebih suka menyiksa perempuan, untuk dijadikan mainannya.
[ Kenapa disini ada Goblin?! ] Tassel juga tidak menyangka jika ekspedisi kali ini malah bertemu dengan Goblin yang merepotkan.
Goblin lebih merepotkan karena penyerangannya selalu berkelompok dalam jumlah besar, bisa sampai 20 lebih.
" Sieg, apapun yang terjadi pimpin semua wanita untuk membuat formasi, yirefh buat dinding pelindung.....bla....bla....bla " Tassel sedikit berbisik kepada dua orang bawahannya untuk memimpin para healer agar membuat formasi untuk melindungi mereka sendiri.
Sedangkan Ishid, dia memerintahkan kesatria Mikhail untuk mendukungnya dari belakang.
Malam ini akan menjadi malam terpakang sepanajang perjalanan mereka menjadi anggota dari kelompok ekspedisi.
Lawannya kali ini sedikit berat nan merepotkan.
Tatapan gairah terpampang jelas di wajah goblin jelek itu. Rata-rata goblin yang adang adalah goblin muda dengan tinggi 150 cm, ciri-cirinya di barisan gigi itu ada taring yang panjang, lalu telinga runcing dan mata merah yang sedang menyorot tajam para manusia di depannya. Mereka tentu saja membawa senjata masing-masing dan....
[ Aku ingin minum ] Lepas menilai penampilan lawannya, ternyata tekaknya sudah kering.
[ Dia menginjak botol minum itu! ] target barang yang jngin di ambilnya justru sudah di injak oleh kaki goblin sialan itu, membuat air yang ada di dalam botol tersebut sudah menghilanh dari tempatnya karena tumpah.
" Wanita cantik ini milikku! "
dari arah belakang Dania ada tiga goblin berlari menuju ke arahnya, di saat-saat dirinya terpaku pada air yang lenyap tadi, goblin tadi berlari kencang dengan membawa pedang di tangan masing-masing dan kemudian hendak menyergap Dania dari belakang tapi seperti ada mata di punggungnya, dia memutar tubuhnya langsung menghadap ke tiga giblin itu lalu......tangannya merogoh saku bajunya dan mengeluarkan...
" Dia milikku! "
" Milikku! " seru Goblin dengan adu mulutnya pada goblin lain namun tidak menghentikan langkah mereka.
KLINGNG............
Suara dentingan kecil indah memberhentikan langkah kaki mereka bertiga.
" Apa itu!? " tanya salah satu goblin.
__ADS_1
" Itu mili....... " kalimatnya terhenti ketika ingin mengambil barang cantik dari tangannya Dania. Goblin itu menatap seseorang di depannya dari bawah ke atas, sinar biru redup yang yang dipancarkan bulan yang baru terlihat kurang seperempat bagian lagi itu cukup untuk memperlihatkan wanita di depannya?.
Karena rambutnya yang panjang tadi di ikat dan di masukkan ke dalam baju, mungkin sebagian besar yang melihatnya seperti seorang pria.
" Kamu! "
Apapun itu?, goblin tersebut terlihat terkejut padanya( Dania ).
[ Goblin ini seperti mengenaliku? ]
Tatapan datar namun penuh dengan pertanyaan dikepalanya Dania pada goblin itu, ternyata membuat satu kesimpulan lain di mata goblin ini.
Goblin itu terlihat sedikit takut dan ragu akan ucapan yang hendak dilontarkannya.
" Bukan kah...." mulutnya bergerak dan sedikit menimbulkan suara samar karena hatinya masih ragu.
" Hei!, jangan malah memberinya hadiah!, ptong kepalanya! " Teriak kesatria Sieg pada Dania.
" kau sudah..... "
" ****!, jangan berbicara pada goblin! " Teriak Sieg lagi pada Dania, ia berlari cepat menuju ke tempat dimana Dania berdiri.
" Mati- "
CRAZHHH..........
Entah secepat dan seberapa banyak yang dikeluarkan pria bernama Sieg ini, dia memenggal semua kepala para goblin yang hendak mendekati Dania.
Kesatria Sieg melotot ke wajah Dania hang bengong.
[ Apa maksud makhluk ini? ] benak hati Dania.
" Arghhhh........!! "
Sieg memalingkan wajahnya dari wajah seram yang sempat ia tunjukkan pada Dania ke arah sumber suara tadi.
" Ini gara-gara kamu! "
__ADS_1
Dania sadar dari pikiran sesaat tadi, hanya saja Sieg sudah membunuh salah satu goblin yang menjadi satu-satunya patunjuk siapa dirinya?.
Yah...itu tidak berguna lagi karena goblinnya sudah tidak berguna lagi.