Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Promo Novel Putri Alstrelia


__ADS_3

Author : RisyArhes


Seorang Putri dari Kerjaaan Asgardia tiba-tiba masuk ke dalam novel yang pernah dia baca tidak sampai separuh bab nya.


Dia adalah Alstrelia Ve Der Ftancisteen, tapi dia terpaksa harus menjadi Putri pengganti dari Kekaisaran Regalia. Dia menjadi Alstrelia Vion Beltmore Fisher.



..._________________...


......Harap bijaksana dalam membaca, karena novel ini mengandung darah dan unsur kekerasan.......


...Happy Reading....


..._______________________...


DRAP…....DRAP…...DRAP…….


Semua orang berpakaian hitam itu bergerak serentak berlari ke arah Alstrelia yang masih diam dengan kepala masih sedikit menunduk.


“Apa kau juga mau melawanku?” kalimat dari pertanyaan itu tertuju kepada Arsene yang sudah mengeluarkan pedangnya dari tongkat hitam yang dibawanya itu.


“Mungkin?” jawab Arsene tidak pasti.


“Tangkap Putri, dan jangan biarkan lolos!” imbuh penjahat itu.


“Tangkap saja kalau bisa,” ucap Alstrelia, hingga senyuman smirk itu segera memancing tangan kanan nya untuk melepas ikat pinggangnya dari gaunnya dengan cepat.


DRAAP…..!


Arsene langsung mengambil tumpuan dari kaki kanannya, lalu bergerak lari ke arah Alstrelia.


Tepat di saat itu juga, Alstrelia segera menghentakkan ikat pinggangnya dalam satu kali percobaan, setelah berhasil menjadi pedangnya sendiri, Alstrelia kemudian berlari menuju Arsene.


Arsena yang awalnya terkejut itu, langsung merubah ekspresinya menjadi senyuman penuh semangat.


Apa yang membuatnya semangat, sebab wanita yang ada di depannya itu mampu membuat suasana yang dipenuhi ketengan itu jadi lebih menarik.


“Putri, anda selalu penuh dengan kejutan.” ucap Arsene tepat di samping wajah Alstrelia, saat berpapasan persis dengan wanita itu.


“Kau juga, Arsene.” jawab Alstrelia.


Senyuman mereka berdua tidak pernah pudar ketika mata mereka saling bertemu untuk sesaat sebelum mereka saling melewati satu sama lain. Setelah itu Arsene dan Alstrelia sama-sama mengayunkan pedang mereka ke arah musuh yang datang menyambut mereka berdua dengan cukup meriah itu.


CTANG..!

__ADS_1


Suara dari dentingan besi yang saling berbenturan langsung mengisi suasana dari ketegangan mereka semua.


Di samping harus melewati semua tubuh yang tergeletak di lantai, mereka berdua juga harus mengatur gerakan mereka untuk menyerang musuh mereka.


“Siapa namamu?” tanya Alstrelia dengan senyuman mautnya yang cantik dan manis, sehingga memancing musuhnya yang merupakan seorang laki-laki itu jadi sedikit lengah karena terpesona dengan Alstrelia yang masih saja terlihat tenang di bawah tekanan dari serangannya.


‘Jangan sampai terpesona!’ batin pria ini.


Meskipun, pria itu diam tidak menjawab pertanyaannya tapi terlihat telinganya mulai memerah.


Alstrelia sangat senang melihat pemandangan yang saling berkontradiksi itu.


“Mungkin aku dulu yang harus memperkenalkan diriku.” Alstrelia langsung menepis pedang dari pria yang merupakan si penjahat itu dengan sekuat tenaga.


SRAKK…..


Suara gesekan antara besi dan besi kembali muncul dan menimbulkan suara yang cukup memilukan.


“Aku Alstrelia Vion Beltmore Fisher, tidak akan membiarkan diriku ditangkap oleh penjahat rendahan seperti kalian.” tutur Alstrelia dengan penuh wibawa, layaknya seorang kesatria yang memperkenalkan dirinya sendiri pada musuhnya sebelum bertarung.


Tapi apa yang diucapkan oleh Alstrelia tentu saja memiliki makna yang lain, yaitu, “Alstrelia Ve Der Vrancisteen, akan membuat kalian sadar, kalau kalian melawan orang yang salah.” 


“Jangan salahkan kami menggunakan kekerasan, Putri!” ucap salah satu diantara mereka dengan lantang.


Alstrelia yang melihat aksi mereka menyerang bersama, justru membuat Alstrelia semakin senang. 


Benar.


Apa yang membuatnya senang karena pada akhirnya ada yang bisa menjadi lawannya. Dan itu dengan jumlah yang bisa dibilang lumayan. Tapi mau seberapa banyak lawan yang akan datang kepadanya, mereka semua bukanlah tandingan dari Alstrelia. 


Karena Alstrelia yang ada di depan mereka adalah sosok pengganti yang memiliki lebih banyak pengalaman dalam bertarung.


Tidak.


Bukan sekedar bertarung saja, tapi bertempur untuk melawan satu peleton musuh, juga bisa Alstrelia taklukan. 


Satu orang datang dengan pedangnya sendiri, langsung berayun meluncur tepat menuju ke arah wajahnya. 


Dengan kecepatan yang seolah bisa Alstrelia lihat dalam kecepatan lambat, membuat Alstrelia sedikit memiringkan kepalanya ke arah kiri. Sehingga posisi pedang yang hampir melukai wajah sebelah kanannya Alstrelia itu, terus meluncur ke depan.


Sedangkan Alstrelia yang mulai bergerak sedikit membungkuk, membalas serangannya dengan mengarahkan pedangnya ke depan dan dia ayunkan ke samping kanan belakang, sampai ujung pedang itu berhasil menyayat panjang punggung lawannya.


Serangan dari musuhnya tidak berhenti sampai disitu saja, sebab ada dua orang muncul bersamaan dari dari arah kiri dan kanan Alstrelia, dan hampir saja menggorok lehernya.


Tetapi Alstrelia dengan cepat melakukan salto ke belakang, sampai sepasang kakinya menendang tepat ke kedua pergelangan tangan mereka berdua.

__ADS_1


DHUAKK..!


“Arggh…!”


“Ahw..!”


Tendanganya berhasil membuat kedua pedang itu terlepas dari tangan mereka dan terbang sampai jatuh ke lantai.


KLANGG….!


Suara pedang yang terjatuh itu menyita perhatian Arsene untuk beberapa saat sebelum dia kembali menyerang musuh yang menargetkan Alstrelia.


Kembali ke Alstrelia. Karena berhasil mendarat dengan sempurna setelah melakukan salto, Alstrelia dengan tangan kirinya yang nganggur, dia segera menyeret pedang yang terjatuh tadi dan dia gunakan sebagai tambahan senjatanya. 


“Apa kalian melihatnya?” lirih Alstrelia karena tadi baru saja salto, dan membuat gaun panjang yang dia pakai tentu saja tersingkap cukup banyak sampai memperlihatkan kedua kakinya.


Tidak, Alstrelia sebenarnya tidak memperdulikan soal kakinya yang dilihat oleh mereka, melainkan apa yang dia bawa selain ikat pinggang yang bisa Alstrelia rubah sebagai pedang, yaitu senjata lain yang melekat di kedua pahanya.


Ke enam orang itu saling menatap satu sama lain. Selepas terdiam sesaat, mereka berenam kembali menyerang Alstrelia dengan cara bergantian.


“Sayang sekali,” kalimatnya menghilang begitu saja, dan tergantikan dengan serangan balasannya.


Dia mengangkat kedua pedangnya di tangan, berlari ke depan dan menyerang ke enam orang penjahat itu di saat yang bersamaan.


Suara pedang yang terus beradu dengan sangat cepat benar-benar berhasil membuat musuh yang sedang melawan Arsene, dibuat panik dengan kelihaian Alstrelia dalam melawan 6 pria sekaligus.


“Apa kalian mulai berubah pikiran?” Tanya Arsene ketika melihat sorotan mata ketakutan di ke 6 orang itu.


“Tuntaskan sekarang juga,” bisik salah satu diantara mereka. 


Mau tidak mau mereka berlima mematuhi perintah itu dan kembali menyerang Arsene yang menghalangi rencana mereka untuk menangkap Alstrelia.


_______________________


CRASHH……..


“Masih tersisa berapa banyak lagi?” tanya Alrescha setelah menebas kepala monster berbentuk bab*.


Alrescha menyeka darah yang sempat menodai pipinya dengan punggung tangannya.


“Sekitar 20 di sini dan yang kabur sedang di kejar.” jawab Anders, dia juga termasuk kesatria pilihan yang dipilih oleh Alrescha.


“Bereskan malam ini juga,” perintah Alrescha lalu berbalik dan mengejar salah satu monster yang sudah menjadi targetnya.


“Baik Tuan,” jawab Anders. Sekalipun, Tuan yang Anders panggil sudah berlari jauh.

__ADS_1


__ADS_2