
TAP.....
TAP....
TAP....
TAP....
Kepala yang sedikit pusing dan telinga yang berdengung, apa artinya itu?.
Wajah masam yang terlihat di ekspresinya kali ini ia buat karena beberapa serpihan memori tubuhnya itu sekelebat datang.
Juga terlihat bahwa jalanan yang sedang di laluinya sedang di bersihkan dan ada juga bangunan yang sedang di perbaiki atas insiden beberapa hari yang lalu.
Bukan hal mudah memang agar kota bisa berjalan normal kembali, karena banyak bangunan yang rusak serta kerugian yang di akibatkan dari iblis-iblis tersebut juga banyak. Saking banyaknya juga harus memperbaiki jembatan yang ada di perbatasan serta perbaikan menara sihir.
Mengenyampingkan fakta bahwa kota ini di baru diserang dan butuh pemulihan semala beberapa minggu, Dania yang dari tadi berjalan seorang diri menimati pemandangan orang-orang yang berlalu lalang, alhirnya matanya terpaku pada sebuah restoran.
Dia masuk ke dalam restoran yang dulu pernah ia hampiri bersama dengan claporth.
Satu pelayan pria datang menghampiri Dania sambil memberikan buku menu andalan restoran tersebut.
" Ini sama ini. " tunjuk Dania pada dua menus hidangan yang paling mahal.
Disitulah Dania mengisi perutnya yang kosong setelah menghadapi orang-orang dari dunia novel yang pernah di bacanya. Jka bukan karena beberapa kecelakaan itu, Dania mana mungkin akan singgah di restoran.
" Apa saya boleh duduk disini?. "
Dan tiba-tiba satu pria mendatangi Dania dan duduk di depannya tanpa menunggu jawaban dari pemilik meja.
" Kau sudah duduk dulu tuh. "
Ketus Dania, lalu sambil menyangga dagu, Dania mlengos ke samping kanan tepat ke jendela, karena pemandangan di luar jendela lebih menyenangkan ketimbang orang yang tidak sopan santun sok akrab langsung duduk di meja miliknya ( Dania ).
" Nona...ini hidangannya, selamat menikmati. " kata pelayan sambil meletakkan beberapa makanan serta minuman yang sudah dipesan Dania tadi.
" Wah...ternyata Lady suka makanan berat seperti ini. "
[ Menu makanan termahal, aku kira dia seorang gadis polos biasa dengan uang pas-pasan. Tapi ternyata memberli hidangan laut yang mahal ini. Jangan-jangan dia gadis bangsawan. ] Batinnya.
" Karena lapar, apa masalahnya?. " jawab Dania se singkat-singkatnya. Lalu tangannya mengambil sebuah udang besar yang digoreng dengan tepung.
[ Wah....sudah lama aku tidak sefood. ] dan Dania sudah tergiur dengan aroma serta bayangan dari daging yang empuk ketika di gigit.
Perlahan udang besar itu masuk ke dalam mulutnya dan..
KRESHH......KRESHH.......
Dengan kelembutan yang tercipta serta kerenyahan yang tiada tara, tanpa sadar Dania berkata.
" Ahhh....... " jepalanya langsung menunduk ke bawah hingga membuat rambut aram temaram itu perlahan turun dan mulai menutupi wajahnya.
" Lady?.....anda kenapa?. "
Setelah mendengar pertanyaan yang terdengar khawatir itu, Dania meletakkan telapak tangan kirinya ke keningnya seperti seorang sedang banyak pikiran.
" Terlalu........"
" Terlalu?. "
" Terlalu nikmat. " sambung Dania lagi, matanya langsung berseri-seri setelah menyantap hidangan yang super duper enak itu
" Sudah lama tidak menyantap sefood. " puji Dania. Lalu Dania mengangkat tangannya untuk memberikan kode pada pelayan.
Setelah beberapa saat, pelayan tadi datang lagi dan bertanya.
" Apa ada sesuatu yang anda butuhkan?. "
" Ada, aku mau tambah 30 udang ini lagi, sajikan saja dalan satu atau dua piring. " pinta Dania.
" Lalu sajika satu ukuran normal untuk dia. " lanjutnya lagi, menunjuk pada pria di hadapannya.
" Baik nona!. " dengan semangatnya, pelayan ini bergegas untuk menyampaikan pesanan dari Dania kepada sang koki.
" Lady, anda sungguh dermawan sekali. Tapi saya tidak semiskin itu sampai di traktir oleh anda. " kata pria ini.
" Lalu apa alasan orang sepertimu duduk di mejaku, tanpa memberitahu siapa nama dan keperluanmu menghampiriku, bukannya untuk minta di traktir?. "
" Ck....lidah anda ternyata tajam juga. Saya hanya ingin menemani Lady yang can- "
" Oh-........ Kresh....kresh....kresh..... " sambil mengunyah, Dania menyela lagi.
" Mau merayuku?, aku sangat tersentuh..... " kata Dania sembari memejamkan matanya pelan dan dimembuktikan wajahnya yang sedang blushy merah merona.
" Tapi......kamu orang itu. " sambungnya lagi, tanpa mempedulikan tatapan terkejut yang diperlihatkan pria di hadapannya.
" Kamu pria yang waktu itu selingkuh dari kekasihmu atau istrimu?. "
[ Ba..bagaimana dia tahu?. ]
" Se..selingkuh dari mana?. Ak-...kranchh....krash..." langsung disumpam dengan udang goreng oleh Dania.
" Berisik.." peringat Dania dengan wajah kesal.
" Makan saja, aku tahu siapa kamu tapi tidak usah di ungkit lagi. " ucap Dania, setelah menyumpal mulut pria hidung belang yang modusnya ingin merayu dirinya ( Dania ) karena memang dari penampilan luarnya terlihat polos seperti gadis biasa. Namun nyatanya Dania mengenali orang di depannya ini, pria yang waktu itu ketahuan selingkuh dan membuat dirinya ( Dania ) yang waktu itu tubuhnya seperti anak kecil kena siram jus oleh kekasihnya.
" Jangan mendebatkannya lagi. " kata terakhir sebelum akhirnya Dania kembali memakan makanannya kembali.
__ADS_1
"................"
[ Bagaimana dia mengetahui identitas aku?. ] cemas karena akhirnya belum apa-apa sudah diketahui oleh gadis incarannya bahwa dirinya orang yang sering selingkuh, tapi yang di dapatkannya adalah tindakan tak terduga oleh gadis itu.
Setelah beberapa waktu berlalu, pesanan yang dipesan Dania kembali datang, dan benar-benae membuat Dania terpana karena sangat menggugah selera.
" Makan...kalau tidak makan bayar semua ini untukku. " kata Dania sambil menunjuk-nunjuk semua makanan yang sudah ada di atas meja.
" Apa?!. " terkejut setengah mati. Hidangan untuk 5 porsi orang itu sudah setara dengan gajinya selama 3 bulan, dan gadis itu malah ingin melempar tagihannya ke orang lain.
Karena pada dasarnya makanan sefood adalah hidangan laut yang harganya sangat mahal sebab susah di dapatkan.
" Kau mau mempermainkanku ya?. "
Salah satu alisnya langsung terangkat dan mnegehntikan tangannya untuk mengambil udang goreng nya.
" Apa?, kenapa seperti itu?. Kamu yang datang duluan padaku. "
"..............."
[ Iya sih, tapi....di- ] mata ekspresi berpikirnya seketika menghilang setelah...
DRAP.....
DRAP....
DRAP.....
" Eh..... , minumanku. " keluh salah satu orang melihat minumannya tiba-tiba di ambil seseorang.
Langkah cepat dan lebar, aura seram yang sangat menekan, tangan kiri yang mengepal kuat, dan tangan kanan yang membawa satu gelas air minum milik seseorang yang baru saja di ambilnya. Gadis barambut hitam panjang dengan gaun biru itu berjalan cepat ke arah salab satu meja dan langsung melayangkan isi air dari gelas yang di bawanya ke....
BYURRR......
( Jus jeruk itu langsung mengguyur orang yang ingin sekali ia labrak. )
TES......
TES....
TES....
" ............... " tangan kanan yang hampir menyuapkan daging udang ke dalam mulutnya langsung terhenti, air yang membasahi kepala sampai separuh tubuhnya membuat gadis ini tersadar dan langsung menaruh tatapan tajam ke orang yang jadi tersangka.
" Kau......perempuan silngkuhan suamiku. " ucap wanita ini dengan lantang.
" Berani-beraninya... "
" Krauk....krauk....krauk..... " Dania melanjutkan memakan makanannya.
[ Isreni?. Kenapa dia disini?. ] batin pria ini, panik bahwa gadis berambut hitam yang jadi istrinya malah datang.
" Hah...dia ketahuan selingkuh. "
" Gadis itu kelihatan lebih muda dari istrinya. "
" Menggelikan sekali, melihat kepergok selingkuh oleh istrinya sendiri. "
Dania melirik ke samping depan dan belakang, banyak yang mulai mengomentari alias bergosip.
" Kamu, merayu suamiku kan?!. Pasti dengan sihir hitam...kau diam-diam merayu suamiku. Sini kamu.... " tangan Ireni mulai menarik tangan Dania dan menyeretnya keluar dari tempat duduknya.
Lalu tangan kanannya mulai di layangkan untuk menampar wajah Dania.
" Aku harus memberimu pelajar-.. " langsung menoleh ke suaminya.
" I-ireni.. tung- "
" Kau mau membela wanita ini!?. " sarkas Isreni pada suaminya karena terdengar mau meghentikan tindakannya ( Ireni ).
" K-kamu salah paham sayang. "
" Salah paham apanya!, jelas-jelas dia menyuapimu makanannya!. "
" Iya...tadi aku melihatnya dia suap-suapan, jadi benar gadis itu pakai sihir hitam?. " bisik salah satu orang pada temannya yang merupakan pengunjung.
" Tuh!, ada saksinya.. " seru Isreni lagi, ia marah dan sepenuhnya kesal melihat suaminya bermesraan dengan gadis yang lebih muda darinya dan kejadiannya di restoran, ada banyak saksi, dan buktinya tadi Isreni melihat juga dengan mata kepalanya sendiri bahwa gadis itu menyuapj suaminya makanannya.
" .................. "
[ Mereka.......hanya bisa menyimpulkannya sendiri. ] batin Dania, punggung tangan kanannya pun ia buat untuk menyeka dagunyamenitibasah dan menitiskan air jus yang disiram oleh wanita bernama Isreni tadi.
Rambutnya pun jadi kusut dan terasa lengket, tatapan orang-orang yang melihat mereka bertiga adalah tatapan penuh kegembiraan karena memiliki pertunjukkan yang menarik untuk mereka tonton.
Rumor, godip yang sering mereka bicarakan jadi beetambah. Tidak ada bedanya dengan dunianya, peradaban manusia untuk mencari kesenangan dimanapun sudah mendarah daging pada diri mereka semua.
[ Dia orang yang tidak ada kapoknya. ] Dania menatap pria itu dalam diam, sudah kedua kalinya kepergok selingkuh tapi seperti orang yang tidak pernah jera.
Lalu kepalanya sedikit miring ke kiri dengan tatapan menatap ke langit-langit restoran ( plafon ), sambil berpikir.
[ Yah....aku memang salah juga, tidak mengusirnya, jadi aku kena imbasnya. Tapi orang ini jago juga bisa gonta ganti istri. ] kembali menatap mereka berdua. Sebuah pemandangan adegan suami istri yang sedang bertengkar.
[ Bagaimana rasanya jadi suami istri?, bangun tidur disuguhkan tubuh pria yang kekar dan berotot.... ]
Dan bayangan pun tiba-tiba terlintas di benaknya, sampai-sampai senyuman maut yang tersunggi di bibir Dania itu menyadarkan Isreni dan...
PLAKKK........
__ADS_1
Tamparan yang sangat fantastis, tangan Isreni yang begitu ringan sampai gampang sekali menampar Dania meski Dania sendiri bisa menghalau tangan Isreni agar bisa mengelak dari tamparannya itu.
" Hihihi....dia memang pantas mendapatkannya. "
" Merayu suami orang, hukumannya memnag masih kurang. "
" Tampar lagi saja dia. "
Kata orang-orang yang ada di dalam restoran.
Dania mengelus pipi yang barusan di tampar, rasa sakitnya memang sukses menyadarkan Dania dari bayang imajinasi liarnya, tapi apa yang harus dilakukannya untuk menghadapi wanita berstatus istri ini?. Yaitu.........'Balas'
PLAKK......
"..............." Dania membalas tamparan dari Isreni itu.
" KAU!!.... " Isreni yang sudah naik darah hendak membalasnya lagi, tapi....
Dania menangkap pergelangan tangan Isreni dan langsung menariknya, sehingga Isreni sedikit terhuyung ke depan, Dania membuat momen itu untuk membisikkan sesuatu di telinga Isreni.
" Aku tidak pantas mengatakannya, tapi menjadilannya suamimu sangatlah salah. " bisiknya.
" Intinya ada kesalahpahaman. Aku tidak menuntutmu untuk percaya, tapi dia memang orang yang seperti itu. " sambungnya lagi, tapi kini nadanya lebih rendah. Lalu dengan kasar dia melepaskan cengkraman tangannya dan meninggalkan Isreni sambil membawa piring yang masih terhidang puluhan udang goreng yang belum disentuhnya.
" Tunggu!....aku belum mengizinkanmu pergi!. " menahan baju Dania dari belakang sehingga membuat Dania sedikit terhuyung ke belakang.
" Is-isreni....sudah, kita dilihat banyak orang. " pujuk pria ini apda istrinya.
" Peduli apa aku?!. Biarkan, agar mereka semua tahu kalau kalian berdua adalah hidung belang dan wanita jal*ang. " seru Isreni.
Mendengar ucapan Isreni, membuat telinga Dania semakin panas. Dania berusaha mengabaikannya dengan berjalan ke depan terus, meski tangan Isreni masih menahan punggung bajunya Dania, tapi seiring tersadar kalau cengraman tangannya hampir terlepas karena Dania terus berjalan, Isreni masih tidak tinggal diam untuk menahan Dania tidak pergi dan langsung menariknya sekuat mungkin.
" ...............! "
Dania langsung menyodorkan kedua piringnya ke seorang pelayan yang ada di depannya dan kemudian memutar tubuhnya ke arah Isreni, sambil berkata.
" Hariku sudah buruk. Aku juga memiliki batas kesabaran nyonya yang terhormat!. " ucap Dania dengan lantang, ia tak tahan lagi, lalu Dania menoleh ke arah pria ini dan mencengkram kerah bajunya itu.
" Kau..pembuat masalah, harusnya aku sudah mengusirmu dulu. " kata Dania lagi dengan nada rendah karena begitu geram.
Dania dengan cekatan menarik suami istri itu secara paksa ke satu meja yang masih kosong dan kemudian...
" DUDUK!. " mendudukkan dua orang itu secara berhadapan. Lalu menarik kursi lain untuk di tempatkan di pinggir meja itu, setelahnya mencari-cari orang yang pantas untuk duduk di satu kursi kosong itu dan akhirnya menarik pria paruh baya yang merupakan manager dari restoran tersebut.
Semua orang melihat keagresifan dari seorang gadis muda membawa pasangan suami istri yang sedang bertengar itu.
" CEPAT KATAKAN YANG INGIN KALIAN KATAKAN!. " dan kali ini Dania lah yang memberikan perintah dengan begitu sarkas.
" Aku akan bicara informal. " Peringat Dania pada mereka bertiga.
" Apa aku leihatan seperti gadis yang menghoda suamimu ha!?. "
" Iya!. "
" Dari mana asal jawaban itu?!. " aura dingin yang keluar ternyata tidak membuat Isreni takut.
" Kau menyuapi suamiku, aku melihatnya sendiri. "
" Tapi kau tidak mendengar apa yang kita berdua bicarakan kan?. "
Jawabannya masuk akal, tanpa bukti yang akurat, Isreni asal menuduh hanya bermodalkan indera penglihatan.
" Kau...siapa namanya... " menunjuk ke suami Isreni.
" Aku saja tidak kenal. Dan kau... " kembali menunjuk ke arah Isreni.
" Aku melakukan sihir hitam?. Aku cuma punya sihir ini. " perlahan ditangan Dania muncul...
TAKK......
" Hiii..... " All ( ke tiga orang tersebut. ) setelah melihat ujung pedang itu mengetuk-ketuk meja kayu di depannya.
Tak lama kemudian dia menghilangkan pedang berwarna coklat itu.
" Kalian urus pertengkaran kalian sendiri. Kerugianku hari ini sudah banyak, dan satu lagi....suamimu sudah pernah selingkuh, membuatku merasakan Deja Vu sangatlah menyebalkan. Dan paman....anda harusnya mengusir orang yang pernah membuat keributan disini kan?. " kata terakhir Dania pada paman Manager sambil di suguhkan tepukan pelan di bahu orang tua itu.
Setelahnya Dania berllau pergi menghampiri pelayan yang sudah membawakan kedua piringnya.
" Bungkus itu, dan mereka berdua yang bayar tagihan makanan ini. "
Wajah yang begitu dekat, membuat pelayan wanita itu langsung kabur dan mengiyakan permintaan Dania.
" Dasar.!. " Gertak Dania sambil menghantakkan kaki kanannya ke lantai dengan keras.
" Dia gila ya-.. " bisik seseorang.
" Dia meneriaki seorang bangsawan " kata seseorang lagi.
Mendengar kata 'gila' Dania yang sedang merasa sensitif itu kangsung menjeleing ke arah orang tersebut.
" GILA?!. " pekiknya.
" KALAU AKU GILA HARUSNYA AKU BIARKAN SAJA RAJA IBLIS ITU MEMUSNAHKAN KOTA INI DENGAN ISINYA, DAN KALAU MAU BERGOSIP SILAHKAN.......KARENA AKU TIDAK BISA MENJAMIN KALIAN BISA DIAM MESKI MULUT KALIAN AKU JAHIT SEKALIPUN. Hah...hahh...hah...... " Habis sudah, mulutnya dan emosinya yang tidak bisa di tahan akhirnya mengeluarkan unek-uneknya yang terpendam.
Dan kata-kata sarkas yang keluar dari mulutnya sukses membuat semua orang satu restoran terdiam.
"..............."
__ADS_1