
Dimalam purnama dingin karena salju, desa kembali sepi bagai tak berpenghuni.
Namun satu orang didalam kamar terlihat sedang menikmati bulan biru diantara hamparan salju.
TOK..TOK...TOK....
"Apa aku boleh masuk?" Tuturnya meminta izin pada pemilik kamar.
" Masuk saja "
[ Siapa malam-malam yang datang menggangguku ? ] decih Danie, ketika sedang memikmati teh hangatnya.
Danie berdiri lalu memutar tubuhnya kebelakang menghadap pintu, pintu kamar pun terbuka dan menampakkan seseorang.
" Aku kesatria Tristan, ada hal yang ingin saya bicarakan dengan pendeta "
"..........?"
[ Kenapa tiba-tiba dia datang menemuiku? ]
" Membicarakan tentang apa? "
Mempersilahkan masuk dan duduk di kursi yang disediakan.
" Saya hanya merasa sedikit keanehan disini- "
" Lalu? "
" Bukannya saya menguping, tapi dua minggu lalu saya tidak sengaja mendengar permintaan yang mulia pemimpin meminta pendapat anda mengenai pajak, dan akhirnya keesokannya raja merubah sistem pajak - "
Danie hanya menatapnya dengan tatapan jengah dengan omong ksoong yang
bertele-tele itu.
" Jangan bertele-tele "
[ Dia ingin menanyakan pendapatku juga? ]
" Apa pendeta juga merasakan keanehan seperti yang saya alami?, raja mengatakan kalau didesa ini orang-orang terkena penyakit, dan ada pemberontak menguasai wilayah ini tapi kenyataannya tidak ada sama sekali "
[ Ternyata dia menyadarinya juga, ingatkan aku seorang diri ]
" Erhm.." membetulakan suaranya.
" 1 jam sebelum kalian sampai saya sudah menyelidiki desa ini, penyakit yang dimaksud raja juga belum diketahui, namun setelah dipikir-pikir disini tidak terlihat ada anak kecil dan laki-laki dewasa, hanya ada wanita dan kakek nenek saja. Makanan daging yang disajikan terlihat berbeda, bagaimana caranya mereka mendapatkan daging padahal rata-rata wanita disini tidak pandai berburu. Satu hal lagi, jika disini ada pemberontak lalu dimanakah mereka semua?. Ny.Dorothy bilang kalau anak perempuan disini dijadikan pelayan para pemberontak, itu ada benarnya, hanya saja ketika membicarakan makanan berharga seperti daging, raut wajah Ny.Dorothy terlihat gelisah "
" Maksud anda daging itu....."
" Bisa jadi "
Tristan langsung mual, ketika membayangkan kalau daging yang disajikan tadi itu bukanlah daging hewan, melainkan..Manusia~?
"Apa anda memakannya juga? "
" Ti..tidak "
Tidak bisa dipungkiri, Tristan sebenarnya berbohong, kalau tidak bagaimana bisa mual.
Danie menatapnya dengan tatapan menyelidik, bagaimanapun harus waspada setiap saat, apatah lagi didesa terpencil dan jauh dari kata aman.
[ Jelas-jelas memegangi perut dan mulutnya terus. Padahal aku berbohong mengenai daging tapi tidak juga, daging itu adalah daging kuda milik para kesatria sendiri.
__ADS_1
Tapi........warga di semua wilayah tahu kalau semua kesatria kerajaan adalah laki-laki, sehingga orang disini memanipulasi informasi yang diberikan kepada raja agar raja memerintahkan beberapa orang untuk menyelidiki desa Jacilky. Tunggu....berarti ini adalah umpan ! ]
" Kesatria Tristan, sepertinya kita dijadikan ump- " belum selesai berbicara, Danie menemukan Tristan sudah berdiri namun pandangannya seperti orang kehilangan jiwanya, lebih tepatnya Tristan sudah seperti mayat hidup. Dia berjalan sendiri tanpa mempedulikan dirinya( Danie ), lalu keluar dengan tatapan kosongnya. Tidak tahu kemana dia akan pergi Danie hanya membuntutinya.
Tapi buru-buru Danie mengurung dirinya di kamar, karena ada orang lain di lantai satu.
" Kenapa hanya 3 orang saja?, bukannya ada 15 orang yang datang kesini? " tanya pria paruh baya dengan pakaian hitam bertudung dan membawa tongkat di tangan kanannya kepada Ny.Dorothy.
" Ma..maaf tuan, se..sepertinya hanya mereka saja yang memakan hidangan dari kami " jawab Ny.Dorothy dengan gagap.
" Bodoh!, kamu tidak bisa menepati janjimu, maka putrimu sebagai gantinya karena kerjamu tidak becus "
" Aku mohon tuan Grint, jangan bawa putriku, " memohon belas kasihan pada orang yang dipanggil Grint itu, bahkan sampai bersujud sembari memegang kaki Grint.
" Tidak bisa!, ini sudah sesuai kesepakatan " menendang wajah Ny.Dorothy.
" Kalian bertiga ikut aku "
[ Aku rasa aku punya cadangan yang bagus ] pikirnya lepas melihat semua yang barusan terjadi di bawah.
Cepat-cepat Danie bertingkah layaknya zombie seperti ketiga orang itu.
[ Kenapa ada satu lagi?, apa karena ramuannya telat bekerja? ] fikir Grint setelah melihat Danie turun dari lantai dua.
" Cepat jalan ! " Seru Grint pada Danie.
Karena setiap kamar yang ada memiliki sihir peredam suara, maka dari itu tidak ada yang terbangun dari tidurnya bagi kesatria yang tertidur dan tidak makan makanan yang mmebuat tubuh mereka terpengaruh mantera perintah. Hanya saja jika pintu kamar terbuka maka pengaruh sihir itu tidak terjadi, maka dari itu Danie bisa mendengar semua percakapan diantara kedua orang itu ( Grint dan Ny.Dorothy )
**********
Pada akhirnya keempat orang tadi mengikuti kemana Grint pergi. Perjalanan itu cukup memakan waktu lama, setelah di tengah hutan, disana terdapat pohon besar berjejer layaknya gerbang, benar saja ketika melewati kedua pohon tersebut, mereka semua berada di tempat yang berbeda.
Mereka sekarang berada di sebuah gua yang cukup besar, dan banyak sekali para lelaki tengah bekerja menambang, ya...menggali untuk membuat terowongan.
" Anak dari kepala desa itu lebih cantik dari rumor yang beredar ( Melihatnya secara langsung terlihat lebih cantik ketimbang mendengar dari perkataan orang lain ) "
Ucap Grant , memuji kecantikan yang dimiliki gadis tadi.
" Kebetulan ada dua pendeta dan 1 kesatria, satu orang kusir ini....hei kamu!, pergi bekerja seperti temanmu disana!" Perintah Grant pada Fuqort untuk bekerja sebagai penambang juga.
" Kedua pendeta ini, sembuhkan orang yang terluka dan buat mereka tetap bekerja lalu tuan kesatria?, ikuti gadis tadi "
💧[ Apa yang direncanakan tua bangka ini? ] Danie tidak yakin akan keadaan yang akan terjadi dengan kesatria Tristan itu.
Lalu tidak sengaja ada sekelompok orang yang baru datang juga, mereka semua memiliki tato di punggung tangan mereka.
[ Tato Black Foxy, kenapa mereka ada disini juga? ] kelompok tersebut membawakan berbagai makanan dan perhiasan yang diduga hasil rampasan.
[ Apa mereka terpengaruh juga? ]
Danie tidak tinggal diam sebab tidak ingin dicurigai, jadi ia bekerja menuruti perintah Grint.
Setelah bekerja mengobati orang-orang yang terluka, tiba-tiba Danie di panggil oleh Grint sednagkan Alan masih bekerja sesuai rugasnya itu.
" Rambut coklat disana!, cepat ikut aku "
Tanpa ba bi bu, Danie mengikutinya dari belakang. Seperti awal, ia berjalan melewati pintu bagai teleportasi dan setelahnya Danie berada di tempat berbeda lagi, yaitu kamar mewah dan besar serta.
Disana ada satu ranjang besar serta seseorang 😑 dengan seseorang.
[ Kenapa pria tua ini membawaku kesini untuk melihat adegan semacam itu? ]
__ADS_1
Yang dimaksud Danie adalah adegan orang dewasa.
" Ahhh.....pemandangan yang nikmat~, suara gairah itu sangat menyenangkan, bagai alunan lagu yang menggema di telingaku " Seru Grant dengan senangnya, menghayati tiap nada gairah kedua orang itu.
" Kamu lihat mereka berdua, sangat ...Ahhh..... , aku tidak tahan melihat keduanya ...Ahhh...." sesekali menutup matanya dengan telapak tangan, namun masih memgintip di sela-sela jarinya.
💧💧💧💧
Danie walaupun masih bisa menahan raut wajahnya namun tidak dengan perasan dan hatinya.
[ Kakek tua sialan, kenapa aku harus melihat hal ini ]
" Kamu harus belajar dari sekarang , wajah tampanmu sangat cocok dipasangkan dengan wanita yang sudah aku siapkan . Ahh...aku tidak bisa membayangkan jika seorang pendeta bisa melakukan hal itu.. Ahh...., tidak..tidak...aku tidak tahan " seolah-olah itu sedang terjadi, Grant sudab seperti orang gila tingkat tinggi karena otak cabulnya, penyihir mengendalikan pikiran orang lain ini adalah orang yang sangat menggilai hal semacam itu.
Tentu baru pertama kali Danie melihat orang yang memiliki kebiasaan aneh dan sekarang ada disebelahnya.
😑 [ Di...dia bicara apa barusan?... dasar otak mesum. ] perasaan malu dan amarah menjadi satu.
Wanita yang sedang ditiduri oleh pria itu menggeram antara nikmat dan tidak, keduanya dibuai oleh perasaan menggebu yang membuat pria tersebut tidak ingin berhenti dan ingin lagi dan lagi.
Dia melakukannya bagai binatang buas karena bisa mendapatkan makanan enak dan tidak boleh ada yang bisa merebut darinya, itulah ungkapan yang bisa diceritakan dari apa yang dilihatnya.
" Hubungan percintaan semacam ini tidak pernah bisa lepas dari kehidupan "
Tiba-tiba Danie dikejutkan oleh pelukan seseorang dari belakang, pelukan gairah dan sesuatu yang menempel dipunggungnya, yaitu dada seorang wanita.
Telapak tangannya meraba dada Danie, dan memeluknya dengan erat.
" Nah...ini pasanganmu, kalian berdua sangat cocokkkk...,hwahahaah.....wanita!, buat pria ini senang ,dan hibur aku " kata Grant sekali lagi.
[ Sial...kenapa harus begini?, walaupun sekarang aku memiliki tubuh layaknya laki-laki namun sentuhan orang ini sangat membuatku geli ] wajah Danie sudah memerah bagai tomat, sentuhan demi sentuhan ia dapatkan dikala ia masih berdiri, walaupun Danie memiliki tubuh seperti laki-laki tetapi ia tetap seorang perempuan, dan itu tidak bisa sangkal karena 'miliknya' tidak berubah.
Tidak seperti rambut, dada , suara ,dan karakter yang bisa berubah berkat jepit rambut yang diberikan Lady Ellora.
" Kalian akan melakukannya besok, berikan hiburan untukku !!!....hahahaaha....., jangan pernah mengecewakanku atau akan tau akibatnya "
" Baik tuan " ucap si wanita tersebut.
Lalu pandangan Grant beralih ke arah Danie.
" Baik tuan " jawab Danie layaknya orang yang sama-sama terlena pengaruh sihir.
"Bagus...bagus...,kalian berdua istirahatlah bersama, setidaknya kalian bisa saling mengenal satu sama lain. Agar besok menjadi tontonan yang lebib menggairahkan! "
Wanita yang tadi menarik salah satu tangan Danie dan membawanya ke kamar yang sudah disediakan. Kamar yang tidak kalah mewahnya dengan yang pertama, ada kamar mandi sendiri, botol minuman berisi wine berwarna merah bagai darah, serta baju piyama terlipat rapi di atas kasur yang sudah disediakan dari awal.
" Bagaimana saya memanggil tuan? " tanya wanita tersebut pada Danie.
" Danie " ketusnya.
[ Dia sedang mencoba menggodaku ya? ]
" Aku harus mandi dulu "
" Saya akan menunggu tuan Danie selesai "
Pada akhirnya Danie bisa terlepas walau untuk sementara waktu.
Di dalam kamar mandi Danie sangat berpikir keras untuk membuat rencana selanjutnya.
"Hahhh........" Menghela nafas panjang, rasa lelah benar-benar menyerang tubuhnya, lelah dari perjalanan panjang, lelah karena harus berpura-pura menjadi orang yang sama tersihir, lalu lelah karena pertunjukkan yang tidak biasa itu.
__ADS_1
[ Sebaiknya aku harus cepat keluar dari situasi ini, tapi di pertambangan itu apa yang sebenarnya mereka gali? ]