Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Bns. Extra 39


__ADS_3

Eldania 39


" Apa kalian juga diculik oleh goblin?. " tanya Arhes.


" Iya, tapi beberapa ada yang tidak sengaja terjebak masuk ke sini. Sudah hampir 3 hari dan........ " ayatnya menggantung.


Saat Shera menoleh ke belakang, terlihat wajah sedih yang ditampilkan oleh air muka mereka, bahkan ada yang sedang menahan isak tangis.


Dan akhirnya akhir kata sebenarnya, tidak bisa mereka ungkapkan karena merupakan suatu hal yang sangatt....memalukan.


" Tapi..., kami selamat berkat seorang tuan misterius. Dia menyelamatkan kami semua. " sambil tersenyum tawar.


" Ya..., dia bahkan rela bertarung dengan raja goblin. "


TAK....


Arhes menghentikan langkah kudanya.


Shera pun ikut terhenti, karena kakaknya terlihat khawatir dengan keadaan kak Dania.


" Kenapa kalian memanggilnya tuan?. " tanya Arhes.


" Ya....?, karena beliau menggunakan masker dan kepalanya tertutup rapat dengan tudung, juga terlihat tinggi, saya juga berpikir dia memang seorang laki-laki. " jawabnya, sambil membuat wajah berpikir.


Dukungan sebuah anggukan diberikan mereka semua.


[ Apa memang tampilan kak Dania bisa berubah walau hanya menyembunyikan rambut sebahunya?, juga karena terhalang oleh masker....dia memang terdengar seperti laki-laki. ] Shera juga jadi dibuat berpikir melihat tampilan kak Dania itu.


WUSHHH........


Lalu sebuah bayangan besar yang melewati mereka semua dari atas, membuat semuanya mendongak ke atas.


" Tadi itu apa?. " tanya seseorang di antara mereka, kejadiannya hanya secepat kilat jadi tidak sempat melihat sosok sebenarnya yang terbang melewatinya tadi.


____________


" Kamu membawaku kemana?. " Tanya gadis ini, matanya menyipit sebab beberapa kali sempat kemasukan debu.


{ Mencari jalan keluar. } jawab Everst, pandangannya serius menatap ke depan, lalu sesaat tadi menunduk ke bawah.


Dania ikut terpujuk dengan tatapan Everst tadi saat melihat ke bawah, sebuah tatapan yang tidak tertarik.


Yah...tidak tertarik untuk turun dan menolong mereka semua.


Di bawah sana terlihat kalau semua wanita yang ia selamatkan sudah bertemu dengan Athes juga Shera.


"......................" Dania memandang heran dengan burung ini.


" Kenapa?. "


{ Apanya yang kenapa?. } tanya balik Everst, kini ia sedikit melirik ke belakang.


" Kamu lebih diam dari biasanya. "

__ADS_1


{ Apa arti lapar bagimu, master?. }


" Oh...! " kedua alisnya terangkat. Dania takjub juga heran dengan Everst.


[ Dia memanggilku master, tapi kenapa?. Dan dia berkata lapar.......... ]


" Apa kamu lapar?. "


Sudut matanya kembali terpaku ke sang gadis itu, tepatnya ke sang perempuan yang barusan bertanya.


Diam-diam Everst tersenyum dan menjawab..


{ Ya....aku lapar. }


" Kenapa tidak makan tubuh goblin tadi?. "


{ Aku tidak mungkin makan dari daging yang hidupnya saja menjijikan. }


Dania menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


" Aku punya tupai, mau?. " merogoh sakunya dan menyodorkan seekor tupai.


Tatapan datar yang diberikan Everst sudah mengisyaratkan.


' Dari mana kau mendapatkan tupai? '


{ Tidak, dia terlalu kecil, bahkan jariku lebih besar dari pada tupai itu. } ketus Everst.


" Aku tidak punya makanan untukmu. " ucap Dania.


{ Ya....aku merasa lapar di bagian lain. } ucapnya, tanpa merasa bersalah sedikitpun, itu terpampang jelas di wajahnya yang terlihat percaya diri dengan ucapannya barusan.


[...............]


Wajah tak berselera, Dania memandang dengan tatapan merendahkan.


" Kau sudah tidak sabar ingin bertemu pasanganmu?. " dan salah satu alisnya terangkat karena mendengar kata-kata Everst.


{ Kenapa tanya begitu?, dari mana kau tahu aku punya pasangan atau tidak. }


" Hahhh........ "


{ Kenapa menghela nafas?. }


" Aku menghela karenamu, kau burung tidak tahu malu, menggoda manusia sepertiku. "


{ Ternyata peka. Aku memang tidak tahu malu, apa sih yang tidak boleh?. }


[ Cih..... ... ]


" Tapi.....yah, tentu saja tidak boleh, kau tidak boleh menyukaiku, karena kita beda spesies. "


{....................}

__ADS_1


[ Dia diam lagi, apa kata-kata ku keterlaluan?. Biarlah, dia burung yang punya hati, suka membual, dia bisa mengurus hatinya sendiri. ] cuek, Dania tidak peduli apa yang dirasakan burung ini, toh dianya dulu yang melakukan kontrak dengannya.


Jadi resiko dan fakta kalau burung ini menyukai majikannya sendiri-pun, Dania akan tetap menolaknya,...secara mentah-mentah.


WUSHHH.....!


Anak panah melesat dengan cepat.


[ ..............! ] All


Dania menoleh ke belakang, sedangkan Everst hanya melirikkan matanya saja.


Terlihat dua sosok datang mengikuti Everst dan Dania.


" Aku baru pertama kali melihatnya. " tutur Dania.


" Makhluk menjijikan yang licik. " Everst berdecih.


Dua sosok yang terlihat itu adalah....


" HAAGGRRHHH..... " Semburan api yang keluar dari mulut hewan besar berwarna hitam, dia memiliki sayap yang lebar serta kuat, mata hitam tersorot dengan tajam, lalu ke empat kaki yang besar serta kokoh yang sangat memungkinkan untuk mencengkram mangsa sampai mati hanya dalam sekali tangkap, dan lagi memiliki ekor panjang juga sisik yang keras, dialah.....


[ Naga?!, hewan yang melegenda itu.! ] batin Dania, matanya terpukau dengan wujud naga yang baru pertama kali ia lihat selama hidup matinya wujudnya yang gagah membuat Dania tidak bisa berpaling.


Dan satu sosok lagi yang menunggangi naga tersebut.


" Hanguskan..!, buat mereka jadi daging panggang. " perintah makhluk hijau besar bertelanjang dada, dan hanya memakai kain yang melingkar di pinggangnya yang menutupi sampai selutut, dengan telinga runcing layaknya Elf, tapi gigi tajam seperti gergaji namun berwarna kuning. Benar-benar sosok yang sangat menjijikan diantara monster lainnya, siapa lagi kalau bukan...


" Goblin lagi. " seketika wajahnya berubah datar, sangat-sangat malas menghadapi goblin yang terkenal dengan meng-eksploitasi para wanita yang di tangkapnya.


Apa yang di lakukannya sampai-sampai di sebut hewan paling hina dan menjijikan adalah karena para Goblin akan menyiksa wanita yang mereka dapatkan, bermain dengannya dengan beramai-ramai, dan paling parahnya lagi bahwa Goblin yang sama-sama makhluk hidup namun paling hina, mereka melampiaskan nafsunya pada wanita ( manusia ) dengan membuat beda ras itu berhubungan bada.


".............! "


HIIIIIIIII. { Author jadi jijik sendiri. }


Dan adegan yang memacu adrenalin pun akan dimulai.


_________________


Kepada para readers.....


Terima kaaih sudah mampir ke tempat persinggahan sederhana ini.


Saya terlebih mohon maaf jika banyak mmebuat anda sekalian kecewa, entah dalam hal apa pun itu karena saya tidak bisa menyebutkannya satu persatu, saya benar-benar mohon maaf.


Di hari raya ke-4 ini, saya pribadi mengucapkan Minal aidzin walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.


Terima kasih yang sudah bertahan sampai di hari ini.


Salam hangat dari Author...


Wiwik Dinda.

__ADS_1


__ADS_2