
Salamander adalah salah satu monster yang memiliki kekuatan yaitu dapat menghanguskan musuhnya dengan api yang dapat dia keluarkan dari mulutnya.
[ Tapi berapa banyak monster yang ada di hutan ini?! ] Fikir Dania, ia tidak menyangka jika sekarang ini ia diperlihatkan dengan berbagai macam monter dari jenis yang berbeda sudah mati tergeletak di tanah sedangkan para manusia sedang duduk menyender ke pohon, banyak yang terluka, lelah, serta menahan rasa lapar.
Sedangkan Ishid segera berlalu mencari seseorang yang dicemaskannya ya siapa lagi kalau bukan Yunifer. Kedua orang ini bagai amplop dan perangko.
PLUK......
Ketika Dania hendak melangkah mengikuti Ishid, ia di kejutkan dengan sesuatu yang jatuh datang dari atas.
[ Otak? ] yang jatuh itu adalah otak dari manusia atau monster?. Itulah yang menjadi pertanyaan sebab hampir mirip dengan milik manusia pada umumnya.
Ketika menengadah ke atas barulah ia tahu siapa yang menjatuhkan organ bernama otak itu. Dia adalah...
Seekor burung dengan satu kaki baru saja melayang, maksudnya posisinya seperti baru saja menyingkirkan sesuatu dengan cara di tendang.
[ Raya ?! ]
" Agh.... " satu cengkraman datang dari kaki Dania, dia melihat ke bawah dan ada satu tangan manusia sedang mencengkram pergelangan kakinya.
" Bantu aku " rintih wanita ini pada Dania untuk membantunya.
Dania menggeleng-geleng kepala dengan cepat untuk menyadarkan situasi yang sebenarnya.
Banyak yang terluka dan sedang menyembuhkan, salah satunya wanita ini....dia terluka di bagian punggung akibat sebuah cakaran. Jadinya sebahat sesama umat masesam, Dania berbaik hati menolongnya walau...
KRUYUUKKK........
Dari siang hingga malam, ia belum makan apapun kecuali makan angin.
Hanya saja jika mencari makan juga sangat berbahaya, lebih baik mengursi nyawa diri sendiri ketimbang mencari makan.
" Yirefh, bantu aku pindahkan ini. "
__ADS_1
Di tengah-tengah Dania sedang menyembuhkam teman kelompoknya, sepasang matanya menemukan Tassel sedang berdiri memperhatikan sekitarnya dan dia masih bisa memasang wajah tenang.
"..................."
[ Kalau tidak salah namanya Tassel?. ] Entah kenapa dirinya sekarang banyak menemui orang baru dari kalangan bangsawan, seharusnya bisa menjadi keuntungan untuk bisa bergaul dengan orang seperti mereka, tapi ada satu hal yang sangat tidak ia mengerti yaitu....
" Kak!, tolong yang disini "
" Disi juga! "
" Bantu juga yang disini!, kekuatanmu sepertinya lebih banyak "
[ Orang-orang ini!, kenapa aku jadi lebih banyak mengurus mereka?. Padahal kan masih ada yang lain ] Rutuk Dania pada dirinya sendiri, baru saja bisa kembali ke kelompok ini tapi sudah jadi orang yang paling bertanggung jawab mengurusi kesatria yang terluka.
Yah dari pada memikirkan itu, memang lebih bagus memberikan kesan baik pada mereka untuk menutupi kebiasaan lamanya yang terkadang suka menggertak sesuka hati pada seseorang jika sudah marah.
________________
Helap, hening, sunyi, lalu....
Suara bening darI se tetes air itu membuat
satu sosok perempuan ini membuka sepasang mata violetnya, dia memiliki rambut putih yang panjang lalu di kuncir dua namun dia masih terbilang muda yaitu berumur 20 tahunan.
Di tangan kirinya ada satu tombak yang merupakan senjatanya, dia masih menatap bulan itu dan kemudian ada suara tapak kaki bergerak mendekat, bukan hanya ada satu tapi intinya ada lebih hitungan jari manusia, terdengar banyak namun tidak tahu seberapa banyak mereka.
" Apa kalian sudah bersiap?! " nadanya dingin namun penuh dengan kesedihan, kesedihan akan....
" HOARGHHHHH.....! " All, semuanya berteriak menyerukan suara masing-msing.
Tujuannya yang akan dijalankannya, yaitu membunuh manusia.
Para iblis dari berbagai ras binatang berkumpul dan menunggu perintah selanjutnya dari wanita ini.
__ADS_1
Mereka semua tubuhnya besar serta otot yang juga sama-sama terlihat dan pastinya menandakan dia cukup kuat, mata berwarna merah menyala dan ada berbagai macam senjata sesuai dengan ukuran masing-masing.
Tubuh mereka semua berukuran 3 kali lipat dari ukuran normal, namun jangan salah sangka, walaupun mereka hewan dan masuk kedalam kelompok iblis mereka semua bisa berbicara layaknya manusia.
Di dalam diri mereka hanya ada kata balas dendam dan tujuan mereka adalah menyerang manusia sebagai target mereka.
Matanya kini penuh dengan sorotan tajam bagai hendak menerkam siapapun yang menghalangi jalannya untuk mencapai tujuannya.
___________________
Di kekaisaran Rovathia.
Seperti biasa, kota kali ini begitu ramai namun juga damai.
Banyak orang-orang berlalu lalang demi tujuan mereka di hari itu, tak terkecuali satu orang perempuan yang sedang dikawal 4 orang pengawal ini.
Perempuan ini masuk ke dalam salah satu restoran yang kebetulan sedang di singgahi oleh Archduke.
Archduke tengah duduk sendirian dan sedar kalau ada satu orang di samping tengah menatap Archduke begitu lembut tak lupa dengan senyuman manis yang diberikan wanita ini kepada Archduke.
" Lady Celes, yakin mau duduk disini denganku? " Tanya Archduke pada nona cantik bernama Celes tengah berjalan mendekat.
" Aku tidak pernah memilih-milih tempat tuan Archduke "
jawab Celes dengan sopan kemudian duduk tepat di depan Archduke, lalu dia menyerahkan tongkat panjang berwarna coat ke salah satu pengawalnya di belakangnya.
Entah gerangan apa yang membuat wanita bernama Celes ini datang menemuinya ( Archduke ), untuk beberapa waktu tadi saat kedatangan wanita ini, banyak orang yang menatapnya dengan penuh keheranan.
Tentu saja siapa yang tidak tahu dengan penyihir bernama Celes Navathi?, dia adalah salah satu penyihir terkuat di menara penyihir kekaisaran Rovathia.
Yang berarti kedatangan orang ini juga merupakan hal yang penting?, atau hanya sekedar jalan-jalan?.
Tapi Lady Celes tidak akan pergi ke tempat publik alias tempat ramai seperri sekarang tanpa sebuah alasan.
__ADS_1
____________________
Alasan apa dan kenapa wanita penyihir ini menemui Achduke yang notabe nya adalah pendatang baru?.