Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Desa Jacilky bagian 2


__ADS_3

Di tempat awal ( Desa Jacilky ) ke esokan harinya....


"Pemimpin, kami sudah mencari kesemua tempat, tuan Fuqort, pendeta Danie dan Alan serta kesatria Tristan tidak bisa kami temukan" Jawab Marcello pada Karl.


" Tuan kesatria, apa ada sesuatu yang


terjadi? "


Tetibe Ny.Dorothy datang dan bertanya pada Karl, sebab sedari tadi para bawahannya berkeliling menyelidiki dari satu sudut ke sudut rumah lain.


Walaupun dirinya tahu kebenaran yang terjadi pada teman alias bawahannya kesatria Karl.


" Ketiga teman kami menghilang, apa anda tahu apa yang sebenarnya terjadi? "


" Se..sebenarnya putri saya juga menghilang.....i.ii...." Tangan Ny.Dorothy memengang lehernya sendiri yang terasa panas dan sakit lagikan perih.


"Aarrhhh.........."


" Merill ! "


Merill segera mengobati Dorothy dengan kekuatan suci.


Namun tidak berpengaruh juga, sampai-sampai Dorothy terduduk karena tidak tahan.


"Bawakan air untuknya" perintah Karl sekali lagi, karena satu-satunya petunjuk ada pada Ny.Dorothy.


Setelah beberapa saat mereka membawakan seteko air, dan Ny.Dorothy langsung mengambil air tersebut dan segera menuangkannya kedalam mulutnya hingga berceceran membasahi bajunya sendiri.


Tapi itu tidak cukup, ia ingin air lebih banyak.


" Aarghhh...... " mengerang kesakitan dan kepanasan, segera Ny.Dorothy berlari hendak menuju ke danau namun siapa sangka disaat dirinya berlari sambil memegangi lehernya di tengah jalan..


ARRGH........


PRATT.... ( Darah berceceran kemana-mana )


Semua orang yang melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri.


Ny.Dorothy mati dengan cara yang mengenaskan, antara tubuh dan kepalanya terpisah keduanya terpisah, bagai bom meledak kepala Ny.Drorthy pecah dan hanya meninggalkan tubuhnya saja.


"Apa ada yang bisa menjelaskan peristiwa ini?"


Karl memandang semua orang yang tadi keberulan pada keluar rumah karena terkejut dengan peristiwa yang menimpa Ny.Dorothy.


Tetapi tidak ada yang mau menjawab pertanyaan Karl.


" Rapat darurat " perintahnya pada semua kesatria dan pendeta yang tersisa.


Merasa ada yang aneh dengan situasinya, Karl melakukan ritual rapat tersembunyi. Dimana Karl membuat semacam pola lingkaran dengan menggoreskan pedang ke lantai kayu.


Setelah itu ia sedikit merapalkan matera hingga akhirnya mereka semua ada di suatu tempat yang gelap serba hitam, tetapi semua orang masih bisa melihat diri mereka semua seolah-olah mereka ada di tempat kosong alias hampa.

__ADS_1


" Baiklah, situasi ini diluar jangkauan kita( diluar dugaan). Beberapa orang sudah menghilang, Ny.Dorothy sudah meninggal, apa tidak ada jejak yang mereka tinggalkan?. "


" Pemimpin, di kamar yang ditempati pendeta Danie. Dia meninggalkan kertas ini " Marcello menyerahkan sepucuk surat kecil yang ia temukan di atas kursi kamar tidur Danie.


___________________________________


Ny.Dorothy <--- | --> Grant


Fuqort,Alan,Tristan dibawa ---> Grant


Grant \= ahli sihir.


Tidak ditemukan laki-laki dan anak-anak.


Jangan makan yang mereka berikan.


___________________________________


"................." All.


"Arghmm....seperti apa sosok bernama Grant kita juga tidak tahu, sebaiknya tetap berhati-hati. Kemungkinana karena Fuqort, Alan, dan Tristan dibawa oleh penyihir Grant, dan Danie juga ikut menghilang namun masih bisa memberikan kita petunjuk, berarti pendeta Danie masih dalam keadaan sadar dan sengaja masuk perangkap mereka agar bisa menyelidikinya lebih dalam"


" Jadi apa perintah pemimpin? " tanya Marcello.


" Semua anak kecil dan pria disini kecuali Kakek-kakek mereka semua menghilang, laporan mengenai adanya pemberontak kita harus tetap waspada, tapi untuk berjaga-jaga kita tidak boleh memakan-makanan yang mereka berikan. Kelompok Black Foxy memang tidak ditemukan akan keberadaannya, kemungkinan besar ada hubungannya dengan keberadaan penyihir Grant " pintanya, berharap agar tidak ada diantara anggotanya ada kasus menghilang lagi.


" Black Foxy beranggotakan laki-laki semua, jika mereka terkena sihir milik Grant, bukankah berarti kalau mereka kelompok tingkat rendah? "


" Kelompok yang kehilangan anggotanya maka ada kemungkinan juga para bantuan dari kelompok yang sama akan datang untuk mengetahui keadaan sebenarnya "


" Pada akhirnya kita akan berhadapan dengan mereka juga " sambung Karl dengan ucapan Doutevs.


Semua orang kembali hening, memikirkan masalah yang sedang menimpa mereka semua.


****************


Kembali kesituasi dimana Danie berada.


[ Aku bisa mandi di pemandian yang mewah juga ] membuka pintu tolet dan berjalan keluar dengan rambut kusutnya yang masih meninggalkan bau wangi sampo.


Tetapi sekeluar dirinya, ia disambut oleh wanita itu lagi.


" siapa namamu? "


" Cathrine , mari tuan, saya bantu keringkan rambut anda " mengambil handuk dari kepala Danie dan menyuruhnya duduk di kasur.


Tentu Danie tidak menolaknya, bagaimanapun Cathrine hanya wanita yang mencoba membantu pasangannya, setidaknya agar tidak dicurigai seseorang yang diam-diam mengintip?.


Ada kemungkinan juga..bukan.


"................? "

__ADS_1


Danie melirik ke samping dimana Cathrine berada. Dia memakai piyama yang boleh dikatakan hampir setengah telanjang 💧, namun tangannya benar-benar gemeteran.


Layaknya seorang pria, Danie memghentikan tangan Cathrine yang sedang mengeringkan rambutnya.


" Tanganmu gemeteran " tutur Danie masih dengan kepala manunduk.


UWU ( Author terbayang dan berimajinasi deh)


" Ma.maaf tu..an Danie "


" Mencoba menggodaku dengan piyama seperti ini? , tapi tangan gemeteran. Apa Cathrine seorang pemula? " Tanya Danie lagi, lalu ia berdiri mendekati Cathrine.


" Kita bisa mencobanya sekarang " berbisik tepat disebelah telinga Cathrine, membuat wajah Cathrine memerah.


" Tapi bukan- "


Dengan cepat Danie menaruh jari telunjukknya tepat di depan binir Cathrine untuk diam.


" Sstt....besok ya besok, sekarang yang sekarang "


Danie menarik kasar tangan Cathrine dan menghempaskannya ke atas kasur lalu diikuti dirinya, naik ke atas ranjang.


Melihat Cathrine menoleh ke samping, Danie menyentuh dagu Cathrine agar menatap dirinya.


"Uh....."


[......?, dia terangsang? ] Danie memberikan senyuman jahatnya.


Ia masih bergerak maju, dan menempatkan posisinya berada di atas Cathrine dimana kaki kanannya Danie ada di antara kedua kaki Cathrine.


Masih dilanjutkan dengan perbuatannya, Cathrine masih saja menatap ke arah lain, jadi Danie berkata..


" Aku ada di depanmu, tapi kenapa memandang ke tempat lain?. Tatap mataku !" Sedikit menekankan kata 'tatap'.


" Tenang saja, jika menuruti perintahku maka tidak akan terasa sakit " Tutur Danie.


Lalu untuk kesekian kalinya, Danie berbisik lagi tepat disebelah telinga Cathrine.


" ( Berbisik )........................................................................................................................... "


Tiba-tiba Cathrine terbelak kaget dengan pernyataan Danie barusan, barulah Cathrine bisa menatap mata Danie secara intens.


[ Dilihat dari dekat, pria ini tampan juga ]detik hati Cathrine, setelah menatap manik mata milik Danie yang berwarna Ruby.


" Terima kasih sudah menyebutku tampan. Sungguh kata yang manis " setelah itu.


CUP............ ( Mencium kening Cathrine )


"Anggap saja aku kakakmu"


[ Hmm..bagaimana aktingku?, aku pantas menjadi aktor terkenal ]

__ADS_1


" Tu..tuan- "


" Kita mulai saja " Danie mematikan lampu kamar dan lampu tidur, barulah selimut yang ada di kasur ia tarik dan menutupi mereka berdua.


__ADS_2