Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Monster Crabt


__ADS_3

[ Menyebalkan ] melihat dirinya sudah basah karena tumpahan air teh miliknya.


Lalu dirinya melihat anak panah tadi menancap ke batang pohon,dan ada sepucuk surat terikat disitu.


_______________________


Merusak rencana,penghalang tujuan.


Bersiaplah.


______________________________


[ Rencana apa?, sepertinya aku baru mendapatkan musuh. ] menyimpan surat itu kedalam sakunya,lalu beberapa orang berlari mendekat.


"Apa pendeta baik-baik saja? "


" Kurang lebih begitu " Danie mengelap baju yang cukup basah dengan selembar kain.


" Syukurlah, disini sudah tidak aman lagi, kita lanjutkan perjalanannya " pintanya, agar Danie segera bersiap untuk melanjutkan perjalanannya.


Yah..beberapa saat lalu, dirinya juga terkejut ketika ada anak panah hampir mencelakai pendeta Danie.


[ Namun, dia nampak tidak terkejut sama sekali ] bagaimanapun serangan mendadak seperti tadi sering membuat orang refleks terkejut dan panik, tapi tidak dengan orang yang satu ini.


"............"


[ Apa masih jauh? ] Danie mengerutu pelan, karena hari juga sudah lebih menunjukkan waktu siang.


" Jika tidak berhenti istirahat lagi, besok pagi sudah sampai " tutur Kesatria suci pada Danie.


[ Hahh?, yang benar saja. ] mengeluh pelan, karena duduk lama di dalam kereta kuda juga membuatnya bosan sekaligus pegal.


*****


Di salah satu tebing yang tidak begitu tinggi, mereka berdua sedang menyelidiki beberapa orang yang akan menjadi sasarannya, tidak...lebih tepatnya satu orang yang dulu pernah mengalahkan dirinya saat hendak menculik Ratu.


" Ketua, dia seorang pendeta lho " tutur anak buahnya, mengintip dari balik bebatuan.


" Walau pendeta pun, tapi dia memiliki ketrampilan bela diri yang hebat. Jangan remehkan pendeta yang satu itu. Bulan lalu, misi menculik ratu telah gagal gara-gara dia " masih tidak rela dengan kekalahan dirinya dengan pendeta Danie, disaat tinggal membawa ratu pergi justru ada penghalang yang menghalangi dirinya mensukseskan misinya kala itu. Maka dari itu, kini ia ingin membalaskan dendam yang kebetulan Danie keluar dari wilayah istana kerajaan setelah beberapa kali mengintai dan menyelidiki siapa sebenarnya orang yang menggagalkan rencananya.


" Memangnya waktu itu ketua melihat wajahnya?, bukankah waktu itu adalah tengah malam? "


" Instingku mengatakan dialah yang membantu ratu dan dayangnya melarikan diri. Sorotan mata yang berwarna ruby itu tidak bisa aku lupakan, menenung mangsanya yang mati dengan tatapan dingin. Intinya jangan remehkan mereka semua, mereka pasukan dari kesatria suci jadi siapkan hadiah untuk mereka " jawabnya lagi, ingatan tentang malam itu benar-benar tidak bisa dilupakan. Seorang yang lebih muda dari dirinya bisa membunuh semua sisa anak buahnya dengan tangan kosong, walau begitu serangannya memang mematikan, sebab itu dari pada melawannya maka lebih baik mundur dulu untuk membuat rencana lainnya.


" Baik ketua "

__ADS_1


" Bersiaplah pendeta ~ " ucapnya dengan senyuman jahatnya, lalu berlalu pergi dari sana.


****


Danie tidak pernah menyangka bisa melaksanakan misi di hutan bersalju semacam ini.


Selama ini ia hanya menginjakkan kaki di tanah, jalannan beraspal , maupun lantai marmer yang bisa menggemakan suara langkah kaki siapa saja yang menginjakkan lantai tersebut.


Walaupun di negeranya yang dulu maupun yang sekarang ia juga pernah menginjakkan kaki di jalanan bersalju, tapi ini sungguhlah berbeda.


Perbedaan yang paling menonjol adalah karena adanya hewan serigala bermata enam.


Karena kebetulan pernah membaca buku mengnai berbagai macam hewan monster, ia sedikit tahu apa dan jenis hewan serigala didepannya ini.


Crabt....itulah nama serigala tersebut.


Crabt adalah hewan berdarah campuran antara serigala dan monster, sesuai namanya Crabt adalah monster serigala bermata enam, tiga sisi kiri dan tiga sisi kanan.


Kepala monster Crabt ini juga sangat berharga jika di jual, maka dari itu banyak yang memburu kepala serigala ini.


Tapi situasi yang sekarang justru sebaliknya, karena mereka semua dikelilingi oleh sekelompok monster serigala Crabt yang terdiri dari 25 ekor.


" Kita terkepung ! "


Semua kesatria bersiap dengan pedang mereka, sebelum semua Crabt menyerangnya.


Walaupun kecil layaknya serigala, namun monster tetaplah monster, monster lebih agresif dari hewan biasanya.


Seperti sekarang, 2 ekor kuda pun terkena imbasnya karena mati di terkam oleh serigala tadi sebagai serangan mendadaknya


" Bukankah ini aneh?, tidak biasanya monster serigala ini berkelompok " ucap Alan selagi bersiaga jika sewaktu-waktu ada yang mendekat.


" Benarkah? " Tanya Danie, karena memang baru pertama kali melihat Crabt secara langsung, dan dibuku yang dibacanya juga tidak menemukan apakah monster jenis ini adalah jenis yang suka berburu secara individu ataupun berkelompok.


" Mana mungkin aku berbohong " ketusnya, tidak terima dengan ucapan Danie yang meragukan dirinya.


Walaupun satu orang pendeta ini adalah salah satu orang yang terdaftar dalam kelompok yang tidak suka dirinya( Danie ), namun dari pernyataannya Danie tidak melihat kebohongan dimatanya itu.


" Benar, biasanya paling banyak hanya ada 5 ekor, tapi ini 5 kali lipat. Bukankah tidak wajar jika kita terkepung monter tingkat rendah seperti mereka? "


" Haha...paman Fuqert ?, bagaimana anda bisa setenang itu disaat kita ada dalam bahaya " sindir Danie, karena mellihat pak kusirnya yang tenang dan tidak da kesan takut maupun panik di wajahnya.


Dari 15 orang yang ada tentu hanya mereka berlima yang masih duduk diam di kereta sambil melihat pertarungan kesepuluh kesatria yang mencoba melindungi mereka semua.


" Karena kesatria itu ditunjuk langsung oleh pemimpinnya, berarti kekuatannya tidak perlu diragukan lagi. Kenapa harus takut ? "Jelas Fuqert.

__ADS_1


" Kita itu pendeta, dilindungi mereka itu hal yang wajar karena kita berharga, jika kamu ingin membantu kesatria itu silahkan saja. " tiba-tiba Doutevs bersuara setelah sekian lama diam dan hanya menatap Danie dengan tatapan benci.


[ Jika dalam keadaan seperti ini , satus pendeta membuat mereka hanya peduli pada dirinya sendiri ] Danie


" Apa kalian tidak merasakan kalau dari tadi ada sesuatu bau yang aneh ? " Kata Doutevs yang masih duduk dengan santainya sembari menatap Danie.


[ Kenapa dia menatapku seperti itu? ]


" Ya...dari tadi kami juga merasakan bau aneh " konfirmasi salah satu kesatria yang kebetulan sedang berdiri di samping kereta kuda.


" Dan itu berasal dari pendeta Danie "


[ Aku? ] Yang merasa dicurigai mereka langsung mengendus tubuhnya sendiri, lebih tepatnya bajunya yang ia endus.


Setelah beberapa saat, akhirnya para kesatria bisa memenangkan perlawanan dari sekawanan Crabt.


Lalu kesatria yang memimpin misi ini mulai berjalan mendekat ke arah Danie karena beberapa saat lalu ia mendengar anak buahnya juga mencium suatu bau yang aneh.


" Pendeta Danie? " panggil Karl pada Danie.


Ia berjalan semakin dekat dan berhenti tepat didepan Danie sembari memberikan tatapan datarnya. Lalu tetibe Karl mengendus Danie dari sebelah telinga sampai kebagian perut, kemudia ia berhenti.


[ Apa dia anjing? ] masih memasang wajah tak nyama karena diendus oleh pria didepannya.


" Apa anda tau kenapa para monster itu bisa bergerombol menyerang ? "


Tentu saja Danie tidak tahu, sehingga hanya diam sembari menunggu hasil yang diketahui Karl.


" Baju yang pendeta pakai memiliki aroma yang memabukkan bagi para monster, dan itu adalah jenis ramuan terlarang bagi kerajaan karena akan menarik perhatian para monster "


[Apa.!!,bagaimana bisa?, jangan-jangan...] Danie ingat dengan anak panah yang mengarah ke dirinya sehingga membuat bajunya basah, jadi kemungkinan kertas yang berisi peringatan tadi juga awal mula kenapa monster bisa menyerang mereka semua selama perjalanan.


Dari pengamatannya, Danie mengerti kenapa bisa menjadi seperti ini.


Anak panah itu sudah di lumuri ramuan yang bisa membuat para monster mabuk, karena membuat gelasnya pecah dan air tehnya tumpah maka secara otomatis air tadi ikut terkena ramuan tersebut dan membuat bajunya ikut terkena dampak dari ulah orang yang ingin membalaskan dendamnya.


[ Merepotkan ]


"Jadi...untuk keamanan kita bersama, anda sementara akan akan berjalan di paling belakang sampai bau itu hilang, walaupun anda sudah mengganti baju sekalipun" perintah Karl.


[ Berarti untuk beberapa jam kedepan aku harus berjalan di barisan belakang mereka? . Bukankah ini terlalu kejam? ]


"Pemimpin, bukankah ini tidak sesuai dengan atu- "


" Tidak ada boleh yang menentang keputusanku! , ini demi kepentingan bersama, karena satu orang perjalanan kita terlambat delam dua jam, ini sudah mengukur waktu kita sebagai perwakilan untuk membantu warga Jacilky. Tapi karena kesatria Marcello bersimpati pada pendeta Danie, anda akan menemani pendeta Danie selama perjalanan ini.

__ADS_1


Pada akhirnya Danie ditetapkan agar berjalan bersama kesatria Marcello di barusan oaling belakang untuk menghindari masalah lagi, karena pendeta Danie satu-satunya orang yang membuat para monster tadi menyerang mereka semua.


__ADS_2