
" Semua orang pada pergi, apa kita melupakan sesuatu? " Tanya Hermione pada Jin.
Kedua orang ini pergi mencari nona, nona baru dari istana Schneider.
Mereka berjalan kesana kemari, namun yang dilihatnya adalah orang-orang yang berlarian dan masuk ke bangunan manapun yang ada didekatnya.
Yang ditanya tadi serius berfikir, dan ada satu hal yang membuatnya tersadar karena sekarang ia menemukan satu orang yang sedang di carinya, ia nya sedang berdiri dekat tiang lampu sambil menatap ke arahnya. Tidak, tapi lebih tepatnya nona itu sedang menatap serius sesuatu yang membuatnya tertarik untuk di tatap tajam dan itu mengarah ke mereka berdua, eh bukan...
Setalh Jin perhatikan, yang dilihatnya bukanlah kedatangannya, melainkan sesuatu yang ada di belakangnya. Jin Sagan lantas ikut memutar tubuhnya ke belakang, Herimone yang melihat raut wajah temannya yang aneh, ikut-ikitan menoleh kebelakang.
" Gawat, kita harus pergi dari sini sebelum terlambat " peringat Jin pada temannya si Hermione.
" Gila, hancur nanti kepalaku. Sudah temu- " tanya Hermione.
[ Eh...si sialan ini, meninggalkanku begutu saja ] fikir Hermione.
Jin tidak menjawab pertanyaan Hermione, Jin langsung berlari ke depan, lebih tepatnya ke arah dimana kepala kelinci itu berada.
DRAP....DRAP....DRAP...DRAP...
Berlari kencang namun hati-hati agar tidak tergelincir.
Dania merasa dua orang tengah lari lintang pukang menuju ke arah dirinya.
[ Ada apa dengan mere- ]
" Ehhhh.......kamu mau bawa aku kemana! " Dania terkejut karena tiba-tiba tangannya disambar begitu saja dan di tarik secara kasar.
" Ke tempat aman. Awan itu berbahaya, anda tidak boleh berada di luar "
[ Karena awan itu bukan awan biasa, awan itu bisa menelan makhluk hidup yang dia lewati ]
Jin baru sadar akan peringatan sebelumnya yang dirinya terima dari penyihir menara, sebuah kabut atau awan hitam itu bukanlah hal yang biasa, di situkah terdapat monster yang dapat merasuki siapapun yang ia lalui dan akhirnya di telan sampai menghilang tanpa jejak.
" Bayangan/hampa " gumamnya.
" A..aapa.. bayangan/hampa?"
__ADS_1
[ Apa maksudnya, lalu....orang ini mau membawaku kemana! ] di tatapnya Dania pada laki-laki di depannya yang sekarang masih menarik tangannya, dan yang ada di belakang hanya berlari mengikuti.
4 menit berlari dan rupanya kedua orang ini membawa..
[ Aku ke tempat...markas apa ini? ] Dania berjalan pelan melewati pintu gerbang yang cukup besar, ada 2 kesatria yang berjaga di depan pintu tersebut, setelah masuk kedua pintu tadi secara perlahan di tutup dan di dalamnya masih ada halaman yang cukup luas. Tempatnya sudah dibersihkan kadi hanya ada sisa salju tipis, para kesatria berjalan masuk ke dalam markas?.
" Jin!, kenapa kita membawa dia kesini? " Tanya Hermione.
" Tidak ada waktu untuk kembali, tempat ini lebih dekat dari pada ke istana Schneider " jawab Jin.
Mereka bertiga kemudian masuk kedalam ruangan yang besar dan ada aula yang cukup besar juga, orang-orang berlalu lalang di dalam situ, berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Dan beberapa orang di antaranya melirik ke arah mereka bertiga sambil berbisik-bisik, entah apa yang dibisikkan mereka, intinya di lihat dari tapapannya, wajah-wajah tersebut sudah seperti sedang berkata..
' Siapa dia?, Kenapa membawa orang lain kesini? '
[ Tatapan mereka sangat tidak nyaman, dan itu.. ] fikir Dania.
TING. ......
Sebab, Jin masih menarik tangannya Dania.
" Rghmm.. " Dania sengaja berdehem untuk menyadarkan Jin.
" Ah...Maaf " langsung melepaskan cengkramannya.
Dania sedikit mengelus pergelangan tangannya yang sedikit sakit.
" Kenapa membawaku kesini? "
" Hei Jin~, siapa wanita yang kamu bawa itu? " tetibe datang satu orang dan langsung merangkul Jin seperti teman akrabnya.
Lalu orang ini berjalan mendekat dan semakin dekat wajahnya ke depan wajah Dania.
" Nona, perkenalkan saya kesatria Kishor " Kishor memegang tangan Dania sambil membungkuk dan mencium punggung tangan tersebut.
[ Apa di kehidupanku ini semua pria itu tampan ya? ]
" Saya Eldania "
__ADS_1
" Wah, nama yang bagus " senyuman kishor terukir dibibirnya,namun senyuman itu segera terhenti karena su pukulan di kepala Kishor.
" Adawww......" mengelus kepalanya yang lumayan sakit.
" Jangan seenaknya di depan nona kami! "
" Eh? " Kishor terkejut.
" Tapi bukannya, kamu yang justru seenaknya menarik tangan nona Dania sampai merah begitu? " senyuman licik dan picik menyindir Jin.
" Jangan mengabaikanku!. Tapi sebaiknya kalian waspda. Di luar bayangan/hampa sudah semakin mendekat ke kota, apa sihir pelindungnya sudah di aktifkan? " Sela Hermione dengan cepat.
Di dalam sutuasi selaind ingin, harus berhadapan dengan Bayangan/hampa. Memang merepotkan karena harus mempersiapkan sihir pelindung berlapis di sekitar markas dan dimanapun berada. Keberadaan Bayangan/hampa akan sangat merusak jika tidak memiliki bangunan yang kuat atau pelindung yang kuat juga.
Oleh dikarenakan itu, sekarang puluhan orang baik kesatria maupun penyihir yang memiliki sihir berkumpul untuk menerima arahan dari pemimpin.
" Bagi kelompok dua orang untuk berpencar dan lindungi istana kekaisaran dari ke empat sisi, sisanya menyebar melindungi tempat penting seperti Akademi, rumah sakit, panti, kalian lebih tahu mana yang harus dilindungi. Lindungi apa yang ingin kalian lindungi,kalian mengerti! " Perintah Chris pada semua pasukan yang sudah berkumpul.
Tidak semua orang notabennya memiliki kekuatan sihir, maka dari itu Chris memerintahkan orang yang memiliki potensi memiliki sihir pelindung yang kuat.
" Baik! " All.
Dalam sekejap mereka semua mengaktifkan sihir masing-masing, yaitu sihir teleportasi.
Memghilang bagai angin lalu, utulah yang Dania lihat sebagai orang yang baru pertama kali melihat sihir teleportasi secara langsung.
[ Aku tidak percaya bisa melihatnya secara langsung. Padahal dulu aku hanya melihatnya di film-film, disini semuanya dari mustahil menjadi mungkin ]
Satu lambaian tangan bergerak ke samping kanan kiri tepat di wajah Eldania.
" Nona?, hei! "
" Ya " Eldania menarik jari-jari tangannya dengan jari tangah sehingga membuat suara antar sendiri, kemudian langsung ia masukkan ke dalam jaketnya.
Di tempat lain,dimana semua kesatria dna penyihir berada.
" Semuanya, bersiap! "
__ADS_1
Dengan ancang-ancang dan strategi yang sudah dibuat, mereka semua sudah mempersiapkan pertahanan. Kedua tangan mereka di angkat dan menghadap ke depan, lalu sebuah lapisan berbentuk persegi mulai muncul dan menutup rapat membentuk dinding. Jikalau dilihat dari luar maka membantuk kubah raksasa yang mengelilingi istana kekaisaran, sedangkan di sisi luar dinding wilayah ibu kota kekaisaran berbentuk persgi yang lebar dan tinggi, alasannya adalah untuk membelokkan arah bayangan/hampa tersebut ke tempat lain. Semuanya bekerja dengan keras.
Hari yang tadinya cerah berganti kelam, untuk mata awam maka terlihat seperti awan hitam, namun untuk mata seseorang yang memiliki sihir maka suasananya berubah menjadi mencekam, langit berwarna ungu kehitaman.