Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 92


__ADS_3

" Jadi tindakan menggilamu itu karena bau tubuhku? "


Tanya Dania, kedua tangannya masih ia rentangkan kedepan untuk mencoba membuat benda yang dapat bermanfaat?.., lagi pula mumpung masih berada di gua yang berharga jadi tidak ada salahnya lebih lama berada disitu dan membuat orang lain khawatir?, yah itu pun jika ada orang yang sadar jika dirinya( Dania ) menghilang dari kelompok.


Jack Photon mengangguk iya, kini dirinya sudah berubah menjadi hewan sesungguhnya yaitu serigala dengan bulu lebat yang menutupi tubuhnya dengan bulu warna coklat kemerahan. Tapi karena manusia ini masih menaruh waspada, maka......


[ Kenapa aku di borgol begini!, dari mana dia mendapatkan benda besi seperti ini! ] sekalipun hatinya tidak terima, tangan dan kakinya di borgol dan apatah lagi borgol yang terbuat dari batu kristal itu ditaruh sihir juga sehingga tidak mudah dilepas jika orang yang menaruh sihirnya itu tidak berniat melepaskannya.


" Jangan berpikir kalau kamu menganggap aku adalah mate mu "


Dania hanya asal menebak sekalipun tidak menatap lawan bicaranya yaitu Jack Photon yang sedang terbaring jauh di belakang.


Tebakannya juga bukan asal-asalan, karena di kehidupan sebelumnya banyak kisah novel mengenai pasangan hidup dari manusia serigala maka bukan berarti jika di kehidupannya yang sekarang adalah kisah belaka karangan orang.


[ Bagaimana dia tahu? ]


" Bagaimana aku tahu karena aku lebih tahu darimu, tidak ada yang mustahil di dunia penuh sihir ini " jawab Ovin, Ovin hanya mencoba memperkirakan pertanyaan yang sering muncul itu jadi tebakkannya pasti benar.


" Tapi jangan mengharapkan hal itu padaku " sambungnya lagi.


" Karena aku tidak akan memilihmu sekalipun kamu memaksa. "


Pupus sudah harapan Jack photon sebagai pemimpin klan serigala.


Ia tahu jika jawaban dari gadis ini akan sangat menyakitkan?, hanya saja ada sedikit terasa di dalam hatinya, namun tidak akan ada yang bisa mengalahkan keras kepala seseorang apa lagi jika ini menyangkut orang yang memiliki sihir.


Oh...lihat, sekarang kedua mata serigala ini sedang tertegun dengan cahaya terang yang sedang memancar dari pola sihir yang beberapa waktu lalu dibuat manusia itu( Dania ).


Jack photon sudah melihat puluhan potongan kristal dijadikan beberapa barang seperti miniatur kecil dan senjata, dan kali ini apa lagi?.


" Hahh.......hah.......hhhh...... " terdengar suara nafas berat yang dibuat Dania, sekarang dirinya merasa lelah karena mengeluarkan banyak tenaga apatah lagi untuk yang terakhir ini.


" Jangan memaksakan tubuhmu " peringat Jack Photon.


" Sayang sekali, untuk yang ini aku tidak bisa "


[ Sedikit lagi ]


Apa yang dibuatnya?, seperti pemikirannya di waktu-waktu yang sudah berlalu kalau dirinya ingin menemukan senjata yang sesuai dengan dirinya, dan dibuat khusus serta lain dari pada yang lain.


[ Sedikit lagi.....] wajahnya mulai berkeringat sebab mengeluarkan tenaga lebih dari perkiraan.

__ADS_1


Alasan sederhananya karena dirinya membuat sesuatu yang sedikit rumit, kerumitannya itulah sihir yang dikeluarkan jadi semakin banyak.


Perlahan dari bongkahan kristal yang sedikit panjang dan besar mulai berubah. Keristal itu seperti meleleh bagai lilin yang disulut api, dari bentuk yang sedikit panjang dan juga berbobot, sedikit demi sedikit mulai ada perubahan.


Seperti bagian pangkal, perlahan disitu meleleh lalu lama-lama sedikit membentuk ukiran halus dan lembut, kemudian sedikit memanjang membuat sebuah pegangan untuk tangan. Dari pangkal lalu menjalar ke yang lainnya, karena menyalurkan semua yang ada di pikrannya untuk membentu sesuai dengan yang dikehendakinya maka dari itu.....


Sekarang...


SRRIIINGGG............


Cahaya yang cukup menyilaukan mata menjadi proses terakhir dari ritual Dania tadi.


Setidaknya tadi, karena Jack photon menemukan perempuan itu sudah terbaring di atas rumput dengan satu hasil yang tadi Dania buat yaitu...


[ Dia!, membuat senjata dari batu itu?. ] Jack Photon menatap senjata hasil jeri payah manusia didepannya lalu berganti pada sisa potongan batu kristal yang masih tertanam di tanah.


Perbedaan yang begitu besar, satu sisi hanyalah batu biasa dengan bentuk tak beraturan yang hanya memancarkan kilauan dan disisi lain adalah pedang yang cukup cantik untuk dirinya sebagai sosok yang pertama kali melihat hasil yang memukau itu.


__________________


SYUUHHH....... ... ... ...


Hari menjelang sore, beberapa orang yang tersesat ditemukan sekitar 800m dari lokasi mereka sekarang berkumpul.


Beberapa orang tadi yang sempat terpisah sudah dalam keadaan lelah karena tidak mudah untuk menemukan kembali kelompoknya.


Sekarang hanya berharap kalau mereka lebih waspada pada lingkungan sekitar.


" Yang mulia, kami masih belum menemukan nona Dania "


" Ya sudah, kalian istirahat dulu. " Jawab Tassel pada Sieg.


Sieg menunduk hormat untu sesaat sebelum akhirnya pergi namun datang satu lagi yaitu Ishid.


" Yang mulai, saya yang akan bertanggung jawab untuk pencarian nona Dania. " apapun itu awal mula kejadian ini juga berasal dari dirinya, dirinya lah yang menawarkan Dania untuk ikut dalam ekspedisi kali ini.


" Apa kamu yakin?, tapi karena kamu yang memintanya jadi aku serahkan padamu. Jangan sampai kamu yang tersesat pula, hari sudah mulai gelap dan kabut akan muncul 2 jam lagi. " Tassel pun mengizikan Ishid pergi sekaligus memberikan saran atau sedikit ke khawatiran karena tanpa sengaja Tassel melihat satu perempuan berambut coklat yaitu Yunifer tengah memperhatikan Ihsid ini.


" Saya akan mengingatnya " Dan Ishid pun pergi menemui Yunifer dan berbincang sebentar sebelum akhirnya berpisah.


Gluk......Gluk......Gluk......

__ADS_1


Tassel meminum air dari botol air yang dibawanya, rasa sejuk nan dingin dan manis ia rasakn di tenggorokannya.


" Hmmm.....dimana wanita merepotkan itu?. Aku tidak merasakan keberadaannya "


"..............." Tassel menengadah ke atas, ada satu orang tengah berdiri di atas dahan..


SRUKK......( Turun dengan anggun atau mungkin ke keren )


" Kamu lagi? " Tassel menemukan satu orang yang ia pernah temui waktu di danau.


Tasdel memperhatikan orang itu dari atas sampai bawah. Penampilannya berbeda dari yang terakhir kali Tassel lihat.


Karena watu itu mereka bertemu di waktu malam, kali ini dengan beruntungnya Tassel melihat sosok ini dengan lebih jelas.


[ Dia terlihat seperti orang bangsawan ]


Dari penampilan hingga gayanya berdiri, tersirat dimata Tassel kalau orang berambut emas ( pirang ) ini orang yang angkuh dan juga kuat?.


Oh..lihat saja perut sispack nya yang terlihat jelas itu dan otot tangan yang kuat jadi terlihat gagah.


" Ohh......kita bertemu lagi "


sapa Caster. Untuk beberapa detik ia menatap Tassel yang terlihat lelah itu, kemudian Caster memandang ke arah lain seperti sedang mencari-cari seseorang.


" Dia tidak ada " meminum lagi minumannya.


" Kamu salah tebak manusia, aku sedang mencari wanita ular itu "


" ..........! " Dan Tassel mengira itu adalah siluman ular. Padahal yang dimaksud caster adalah perempuan penyihir brengsek itu.


Caster melewati Tassel begitu saja, lalu berjalan masuk ke kawasan tenda yang sudah dibangun mereka.


Penampilan luar yang digunakan Caster tentu saja membuat orang-orang melihat dengan wajah terpegun dan tergoda untuk kaum perempuan.


" Aaa....., siapa pria tampan itu? "


" Oh....aku akui pernyataan itu " jawab Caster sambil mencari seseorang diantara banyak orang.


[ Siapa dia? ] Fikir Cania, Cania tengah menyiapkan kayu bakar tapi banyak orang berhenti bekerja karena ada tamu tak diundang sedang berjalan-jalan.


" Hahh......., sudah puas melihat? " Caster berhenti sejenak.

__ADS_1


Semua orang langsung tersentak kaget, auranya yang kuat dan suaranya yang tegas, memberi makna ' Lanjutkan pekerjaan kalian ' kalau Caster yang memberi perintah itu lewat kata-katanya langsung maka akan diakhiri kata Anjing kampung.


__ADS_2