
Sebelum pergi ke pandai besi yang dimaksud paman yang tadi,ia memutuskan untuk pergi ke toko milik Lady Ellora.
"Apa Lady Ellora di dalam?"
[Dia karyawan baru yah...hmm] memperhatikan salah satu karyawan Lady Ellora yang baru pertama kali ia lihat.
"Beliau sedang menerima tamu penting,mohon anda menunggu terlebih dahulu disini"jawab si karyawan.
"Maaf,tapi sekarang saya sedang tidak ada waktu untuk menunggu"Danie.
"Tapi tamu kali ini tidak bisa diganggu"
"Hh...kalau itu,beritahu Lady Ellora. Desain Sketsa atau tidak sama sekali"pujuk Danie pada staf toko itu.
"Errm...saya akan memberitahunya"
Karyawan toko tadi akhirnya naik ke atas,menemui Lady Ellora.
Ruang kerja milik Lady Ellora sedang kedatangan tamu.
"Bagaimana Lady Ellora?,buatkan aku dengan desain yang baru"
"Nona Elvira,tapi itu akan membutuhkan waktu bagi saya karena barusan membuat untuk orang lain. Jika anda mau,saya akan memerintahkan seseorang yang sama bagusnya untuk anda,tapi itu masih belum pasti kapan dia akan datang"Lady Ellora.
"Lady Ellora?,anda kedatangan tamu lagi"kata si pelayan.
"Siapa orang yang beraninya mengacaukan waktu bertamuku!"Marah Elvira sembari mengepalkan kedua tangannya geram.
"Suruh dia menunggunya sampai pembicaraan saya dengan nona Elvira selesai"jawab Lady Ellora.
"Tapi beliau ada menyampaikan pesan. Desain sketsa atau tidak sama sekali"
"Ahhh....TUNGGU...AKU AKAN MENEMUINYA SEKARANG JUGA!"Teriak Lady Ellora dengan senangnya.
"Lady Ellora !,bagaimana anda bisa mengesampingkanku sebagai tamu terhormatmu hari ini!"Elvira mulai jengkel ditinggal oleh Lady Ellora.
"Maaf ,tapi ini jauh lebih penting dari pada kedatangan anda"Lady Ellora segera berdiri dan bergegas keluar menemui tamu yang sudah ditunggu-tunggunya selama ini.
[Brengsek,siapa orang yang mengganggu moodku hari ini!]detik hati Elvira.
Di ruang depan.
[Hhh...lama sekali,sebaiknya aku pergi kesana dulu,perjalanan pulangnya aku baru balik kesini lagi]
Fikir Danie karena bosan menunggu,lagi pula ada tujuan yang baginya lebih penting lagi dari pada ketempat milik Lady Ellora.
"Tunggu tuan !" Berlari menuruni tangga.
Lalu tetibe langsung PLUK.....
[ ke..kenapa dia tiba-tiba memelukku? ]
"La..lady Ellora?,ini..jangan memelukku terlalu erat"
[Emhh...tapi dadanya empuk]
Sekaligus pipinya memerah.
"Prestasimu sungguh patut diacungi jempol,desain yang tuan buat ternyata bisa terjual banyak. Padahal aku hanya memodifikasinya sedikit agar tidak sama dengan gambar Ori yang tuan Danie gambar,tapi banyak yang suka. Aku sangat menyukainya"ucap Lady Ellora dengan begitu antusias dan senang,bisa memeluk orang yang membuat dirinya bisa terkenal, karena jualan dari butik miliknya bisa meningkat.
Sentuhan tangan lembut milik Lady Ellora sangatlah nyaman ketika mengusap-usap kepala Danie.
[Ahh.. aku sudah lama tidak merasakan pelukan hangat seperti ibu. Lagi pula Lady Ellora juga terlihat sudah berumur 24 tahun..dia pantas seperti kakakku juga]
Keduanya saling berpelukan mesra,disaat kebahagiaan di antara kedua orang itu sedang memuncak,Elvira pun turun dan menemukan orang yang ia bencinya?
Entah benci atau tidak,hanya ada rasa kesal ketika melihat dan bertemu dengan Danie.
"Kau...ka..kau..kenapa disini!"
Danie dan Lady Ellora menoleh dan memperhatikan Elvira di tangga.
Lalu Danie melambai-lambaikan tangannya menyapa Elvira.
__ADS_1
"Kenapa Lady memeluk bocah ingusan itu!,dia orang yang mesum!"
"Mesum?,bukannya tuan putri lah yang memikirkan hal-hal aneh?"Lady Ellora.
[Eh..benar juga,hhhhaha...dia pasti malu setengah mati] melepaskan pelukannya pada Lady Ellora.
"Saya tidak bisa berlama-lama,mengantarkan ini sesuai kesepakatan kita"
"Sesuai perkiraan,aku tahu anda hebat"Puji Lady Ellora setelah melihat hasil desain sketsa Danie untuk yang kedua kalinya.
"Berhentilah memuji saya Lady Ellora"Danue.
"Kesepakatan apa!,apa kalian berdua diam-diam ingin melakukan sesuatu pada keluarga kerajaan?"Elvira
"...........?????"All
"Maaf tuan putri,Lady bisa menjelaskannya lebih detail kepada anda. Saya undur diri"berusaha mengelak dari pertanyaan Elvira.
"Tunggu..,jangan pergi!,aku tidak akan membiarkanmu lolos!"masih bersikeras dengan pendiriannya.
"Baik..kalau anda mau ikut,ikut saja lah"tawar Danie tanpa melihat orangnya langsung.
Elvira pun berjalan cepat,menghampiri Lady Ellora,dan merebut kertas yang dipegangnya lalu melihatnya sekilas,setelah itu ia kembalikan dan segera mengejar Danie sebelum pergi jauh.
"Nona bangsawan berlari kesana kemari,apa saya tidak salah lihat?"mencibir Elvira.
"Jangan mengataiku!"menolak bahu Danie kesamping dengan kasar.
"Wanita yang kasar"mengelus bahunya yang sakit(walaupun tidak sakit sama sekali).
"Apa kau yang membuat sketsa itu sendiri?"tebak Elvira
"Entahlah..,menurut anda?"Danie
"Kamu" jawab Elvira
"Ya sudah"jawab Danie ketus.
"Hebat..eh...,apa!,kamu sendiri yang menggambarnya?"Baru sadar kalau itu benerean Danie yang membuatnya.
Lepas berjalan sambil berbincang-bincang,Danie menemukan lokasi yang ingin dia kunjungi.
Didepan sana tertera tulisan.
PANDAI BESI ORBELL.
"Kenapa kita kesini?,lalu apa isi tas yang kau bawa itu"melirik ke arah tas yang digendong Danie.
"Nanti juga akan tahu sendiri"
Danie mulai menarik knop pintu dan terbukalah pintu tersebut.
Didalamnya terdapat banyak hasil karya yang terbuat dari besi,bahkan ada patung naga kecil berwarna hitam di atas rak,ada kapak tertempel di dinding,patung kucing juga terletak di sebelah pintu untuk pajangan menyambut tamu,benar saja ketika melewati patung kucing hitam itu,kepala patung tersebut bergerak mengikuti kemana arah tamunya pergi lalu bersuara layaknya kucing.
Dari dalam sana keluarlah seorang paman kurang lebih berusia 45 tahunan,ada jenggotnya pulak,namun tubuhnya tinggi besar,jadi ketika melihat wajah orang itu,maka kamu harus sedikit mendongak ke atas.
"Cepat katakan apa maumu"pria tua itu pun berkata dan duduk di meja kerjanya.
"Erhmm..paman~ "
"Elbro" sambungnya di detik itu juga.
"Ya..paman Elbro,bisakah aku memesan busur panah?"Danie.
"Sebaiknya pulang saja,pekerjaanku sudah menumpuk"menolak tawaran Danie.
"Apa paman tahu siapa aku?"Elvira pulak yang bersuara,ia sedang pamer meninggikan identitas sebenarnya.
"Anda tuan putri Elvira,putri ketiga"Elbro.
"Jadi kenapa menolak permintaan bawahanku ini,kalau aku yang minta apa juga akan ditolak oleh paman!?" Elvira
"Tentu saja"Elbro.
__ADS_1
"Hahhh......Tolong persiapkan teh yang hangat dan kental"ucap Danie dengan halus.
Seketika jendela ditutup rapat,pintu juga terkunci dan kucing tadi bergerak turun dari kayu yang tadinya digunakan untuk tempat dudukan kucing tersebut ,dia berjaga di pintu dan miniatur hewan seperti naga tadi ikut bergerak menjaga jendela dengan memandang keluar tingkap jendela.
Lalu pak tua tadi pergi ke belakang dan kembali dengan dua cangkir teh.
"Apa dan berapa benda juga senjata yang ingin kamu pesan"itulah pertanyaan Elbro yang jelas dan padat.
"Ini,kenapa ditutup rapat semua?"Elvira terheran karena sekwtika suasananya bisa menjadi hening.
"Ini tempat rahasia dari yang paling rahasia,nona Elvira." Elbro.
"Itu tergantung paman,apakah paman bisa membuatnya sesuai model dan jenis yang saya buat atau tidak. Jika bisa saya akan membayarnya dengan harga mahal"Danie.
"Tunjukkan"
Danie pun menunjukkan beberapa lembar kertas dari tas yang dibawanya.
"Namanya aneh semua"terheran dengan gambar serta nama dari barang tersebut.
"Apa paman bisa membuatnya?"
[Busur panah yang bisa dilipat,dan diantaranya berukuran kecil seukuran pergelangan tangan,ada juga pistol panah?,pistol laras panjang,lalu sepatu ini]
"Apa yang mau aku lakukan dengan sepatu ini"mengambil tas berisi sepatu dari Danie.
"Sebentar lagi musim dingin,kalau tidak bersenang-senang bukankah menyia-nyiakan pesona salju?"
[Anak ini,semua orang dimusim dingin pasti pada meringkuk di kasur]gumam Elbro.
"Ini akan menjadi rahasia kita bertiga"kata Danie.
[Akan sulit jika menggunakan peluru,disini tidak ada yang tau teknik membuat peluru] Danie hanya bisa mengeluh dalam hati.
"Apa anda mau dibuatkan sepatu khusus seperti ini juga?"tawar Danie pada Elvira.
"Yah..karena...kau yang menawarkannya padaku,jadi aku menerimanya juga."Elvira.
"Baiklah,paman tolong buatkan 5 pasang sepatu khusus."Danie.
"Lima?,siapa saja?"tanya Elvira tidak mengetahui untuk siapa saja sepatu yang akan dibuat Danie.
"Itu rahasia,untuk ukuran sepatunya nomor 38,39 dua pasang,sisanya ukuran 42"
"Heii...bagaimana kau tahu ukuran sepatuku 39?!"
"Kan aku sudah bilang,RA-HA-SIA. Sudahlah,berdebat juga tidak kan ada habisnya. Ini semua bayarannya"Sekantung emas dan beberapa permata diberikan ke Elbro.
"Wuihh....kaya juga kau ini,dari mana kau dapatkan uang sebanyak itu?"
"..........."
"HOI..!!,JANGAN MENGABAIKAN KEBERADAANKU!"
"Tutur kata tuan putri ini tidak dijaga ya?,tapi karena tuan muda ini memberikan banyak uang,akan aku pastikan tidak sampai 2 minggu sudah jadi"Elbro.
"Kesepakatan yang bagus paman,hanya saja jika semua senjata ini selesai , aku ingin menitipkannya dulu disini,yang akan ku ambil 5 pasang sepatunya saja. Hanya jika dalam keadaan darurat maka akan aku ambil semua senjatanya"Jelas Danie pada Elbro.
"Anak yang bijak,akan aku ingat ucapanmu. Apa ada yang lain?"Elbro.
"Tidak"
"Ok..transaksi denganmu sudah selesai,kembali dalam dua minggu lagi"Elbro.
Keduanya lepas berjabat tangan,akhirnya semuanya kembali seperti semula.
Elvira dan Danie pun keluar dari rumah itu dan berencana kembali ke istana.
Di dalam rumah itu,sosok pria yang dari tadi bersembunyi dari balik dinding akhirnya keluar.
"Apa itu semua hasil rancangannya?"
"Aku tidak tahu tuan Caver,tapi dari hasil gambarannya,ini baru pertama kali melihat desain senjata yang berbeda setelah sekian lama bekerja menempa besi" Elbro memang pertama kali melihat ramcangan senjata deperti yang sedang dilihatnya sekarang.
__ADS_1
"Kerjakan saja pekerjaanmu" perintah Caver
"Baik tuan"