
BRAKKKKK...................
Pohon yang tak memiliki kesalahan apa pun akhirnya menemui akhir dari keberadaannya, setelah menjadi korban hantaman dari sebuah akar hijau yang menjalar, sebesar truk itu.
Meski di belakangnya ada pohon sebesar itu tumbang dengan begitu hebohnya, tidak membuat Dania mengalihkan pandangannya ke arah tempat di mana dia terakhir kali melihat wanita itu tadi berdiri di bawah pohon terbesar yang di tunjukkan oleh Everst barusan.
Matanya kemudian mengernyit.
Hal tidak masuk akal apa lagi yang akan terjadi untuk hari ini?.
Baru saja keluar dari gua dari kediaman makhluk hijau kerdil itu, tapi sekarang sudah mendapatkan sambutan megah dari sebuah akar sebesar kontainer?!.
Hal konyol yang di luar nalar ketika berada di dunia normal, langsung sirna ketika berada di sini.
Itulah yang harus di pahami ketika berada di sini.
Sihirlah yang mempengaruhi tatanan kehidupan di dunia ini.
Tapi sungguh sebuah pengecut, jika memerintakan sebuah tumbuhan untuk menyerang musuhnya. Bukannya berhadapan langsung dengan musuh yang bersangkutan tapi harus menggunakan pion-pion kecilnya terlebih dahulu.
[ Untung saja aku berhasil menghindar, tapi kenapa tiba-tiba orang itu menyerangku. ] Dania menggeleng pelan bukan main, ada musuh baru yang bahkan ia saja tidak tahu siapa wanita cantik tadi.
Intinya jangan pernah melihat dari penampilan luarnya, karena kenyataannya selalu berakhir dengan sebuah kepahitan, pahit jika mengetahui kalau wanita cantik tadi adalah pelaku dari serangan ini.
Namun, pelaku utamanya sudah menghilang entah kemana, apa ini sebuah garizah dari seorang penyihir?.
[ Dia dengan cepat menghilang, apa perasaanku saja kalau auranya seperti berada di dekatku!?. ]
Instingnya atau nalurinya mengatakan kalau orang itu sedang berada di sekitarnya.
Dengan kejadian pohon yang baru saja tumbang ini, kontur tanah yang sebenarnya kering, membuat butiran tanah halus itu mulai berterbangan dan mempengaruhi penglihatannya.
Pandangannya pun mulai terbatas.......
Sangat mengganggu, matanya jadi terkontaminasi dengan debu kotor ini, bahkan lebih kotor dibanding dengan polusi yang ada di kota padat, sekaligus lebih kotor ketimbang memergoki dua orang manusia sedang bercinta di dalam kamar hotel.
" Bagaimana kau bisa mendapatkan itu?. "
Sebuah bisikan menghampiri gadis yang terlihat kebingungan itu.
Secepat kilat..
"......................" Kepalanya menoleh ke kanan saat kalimat bisikan terdengar sangat-sangat dekat. Waspada........tentu saja tidak pernah lepas dari reaksi waspada ketika dirinya sudah mendapati keberadaan yang membahayakan dirinya.
" Tidak usah jadi pengecut. Keluar....!" Pintanya, kali ini ia berani berkata dengan nada sedikit tinggi seperti untuk mengajak ribut?.
Siapa yang memulai keributan ini?, jadi harus di selesaikan sekarang juga, dia tidak tahan dengan berada di hutan entah berantah yang cukup menyesakkan dadanya itu.
" Kau yakin?. " berbisik lagi, namun dari arah yang berbeda dengan yang tadi.
Iris matanya mengekori kemana sumber suara tadi terakhir ia dengar.
" ............................" Tapi, malas menjawab tawaran sebuah pertanyaan 'yakin tidak yakin' seperti itu, Dania malah lebih memilih untuk menodongkan pistolnya ke arah........
Awalnya tangannya mengarah ke samping kanan, tapi seketika itu juga, Dania memutar tubuhnya ke samping kiri namun todongannya ke samping kirinya lagi, yang artinya dari posisi awal, keberadaan perempuan misterius ini ada tepat di belakangnya.
CKLEK..............
Amunisi sudah sepenuhnya terisi karena merupakan senjata bertanamkan sebuah sihir.
WHUSHHHHH.............
Angin kencang yang tiba-tiba berhembus, berhasil menyingkirkan debu yang mengurangi jarak pandangannya tadi.
Sekaligus, pelan-pelan dia melihat sosok wanita tadi, berada di antara jarak 35 meter, sudah cukup untuk Dania melihat wujud aslinya dari dekat.
Dania membetulkan posisinya, agar bisa lurus sejajar dengan wanita yang terlihat berusia 24 tahunan itu.
Tat kala angin kencang yang membawa debu tadi pergi jauh ke suatu tempat, di saat yang sama ada satu hal mulai mengusik indera penciumannya Dania, membuat otaknya bekerja lagi.
[ Aroma ini..... ] detik hatinya. Entah kenapa, merasa pernah mencium wangi ini di suatu tempat dulu. Dulu........seperti jauh sebelum dirinya berada di dunia ini.
Ini cukup mengganggunya, karena tidak begitu ia ingat.
Padahal selama ini, dia sangat percaya diri dengan kemampuan daya ingatnya itu.
Kepalanya mungkin berpikir, tapi wajahnya lebih serius, matanya terus tertuju pada mulut itu, bibir yang hendak mengucapkan kalimat demi kalimat alasan kenapa wanita itu menyerang dirinya ( Dania ).
" Aku salut padamu, masih bisa hidup sampai sekarang dan malah kelihatannya banyak di temui laki-laki. Apa perasaanku saja, kalau dirimu punya daya tarik dalam memikat mereka untuk mendekatimu?. " ucap Chloe dengan senyuman manis tapi sebuah senyuman yang sebenarnya sengaja di paksakan, menjadi kalimat sambutan untuk pembicaraan diantara mereka berdua.
"......................."
[ Dia.............kelihatannya.... ] paham dengan ucapan dari Chloe barusan, kalimat yang langsung terlontar dari mulutnya Dania malah...
" Kau....stalker ya?!. " tanya Dania dengan begitu entengnya.
Tapi kenyataannya memang benar kalau Chloe adalah salker, hanya saja.....
Perempatan siku di kening mulai muncul.
[ Satalker? ] Tidak paham dengan kata asing itu, membuat kepala Chloe berhasil di penuhi tanda tanya.
__ADS_1
Dania melanjutkan dengan sebuah jawaban remeh.
" Jika ia kenapa jika tidak kenapa?, tapi dari pada itu...siapa kau?. " meski berhasil membuat wanita itu kebingungan untuk sesaat karena baru pertama kali mendengar kalimat asing, Dania pun langsung mengutarakan jawaban sekaligus pertanyaannya.
" Langsung menyerangku, bararti kau punya dendam denganku?. "
Ini asal tebakan saja, tetap berhati-hati dengan kata-katanya yang keluar dari mulut, mengontrol rangkaian kalimat yang akan ia lontarkan untuk menjawab berbagai pertanyaan atau pun provokasi yang mengkin saja akan wanita itu ( Chloe ) buat.
Karena baru memasuki tubuh yang kini ia diami selama kurang lebih 3 tahun ini, di sertai ingatan yang samar, membuat Dania memiliki pemikirannya sendiri kalau dia ini ( Chloe ) sangat mengenal tubuh ini.
[ Sampai berkata seperti itu, sepertinya memang tidak jauh dari dugaanku. ] masih tidak bergeming di tempatnya, tangannya yang tetap pada posisinya tidak membuat tangannya itu pegal.
Terlepas dari itu, kenapa wanita dengan sosok yang terlihat sudah dewasa itu, malah menyerang seorang gadis muda di bawah 20 tahun ini?.
[ Apa anak ini pernah membuat kesalahan dengan orang ini?. ] tidak karuan, dengan segala aspek yang mendekati alasan dan alasan kenapa bisa ada seorang musuh tersembunyi seperti ini, membuat Dania terus berpikir keras.
Ah....kebanyakan pikiran...
[ Bisa-bisa rambutku pada rontok. ] Dania seketika mendesis kesal, dengan kebiasaannya yang lebih sering berpikir ketimbang bicara itu.
" Karena ini pertemuan pertama kita, aku akan menajawabnya....bisa di bilang bukan dendam, melainkan......." Chloe sedikit memiringkan kepalanya ke kanan, lalu sengaja menggantungkan kalimat jawabannya, Chloe kemudian mengulum sebuah senyuman.
" Aku mu;lai tertarik untuk memiliki tubuhmu. " kata Chloe, tangan kanannya yang sedang memegang kipas itu menunjuk ke arah Dania langsung.
Sebuah wajah penuh percaya diri dengan ucapannya barusan.
Apa telinganya tidak salah dengar?.
[ Memiliki tubuhku?. ]
Kalau seorang pria yang melontarkan ayat itu, itu baru masuk akal, tapi perempuan ini malah mengatakannya pada seorang perempuan juga?.
Apakah dia adalah salah satu orang gila?.
"...................! " Dania yang tertegun dengan kalimat yang bisa membuat banyak orang salah paham, sontak tangannya lebih cepat bereaksi ketimbang untuk mengutarakan pikirannya membalas ucapannya Chloe.
DORR....
" Itu tidak akan mempan " sebuah dinding pelindung benar-benar melindungi Chloe dari peluru itu.
Dania tidak begitu peduli.
" Tapi aku tidak yakin itu. " jawab Dania dengan singkat, kali ini Dania benar-benar serius mengulangi ketidak sopanannya dengan sebuah kejahatannya menembakkan peluru langsung mengarah ke seorang perempuan yang lebih tua darinya.
[ Hanya batu krikil, mana mungkin bisa menembus dindingku. ] Chloe membatin, kedua tangannya di silangkan di depan dadanya, memperhatikan gadis bau kencur itu bertindak seorang diri hanya bermodalkan senjata aneh.
Dua, empat, enam , dan delapan detik kemudian.......
Tembakan yang bertubi-tubi ternyata terarah langsung pada satu titik yang sama.....
KRAKKK........!
Tidak......!
[ Bagaimana-----... ]
Chloe ingin mengetahui apa isi campuran di dalam krikil itu, kenapa hanya dengan 3 tembakan sudah membuat dinding pelindungnya retak?.
Chloe hanya tahu kalau senjata itu hanya berisi batu besi biasa, mekannya tiap tembakan bisa membuat yanng di tembak langsung terluka parah atau langsung mati dalam sekali tembak, karena di ujungnya memiliki bentuk yang runcing, dan dengan ukuran yang kecil, membuat benda itu langusng menembus tubuh sasarannya.
Tapi ini, membuat dinding pelindungnya retak, bukanlah hal biasa lagi untuknya.
Tidak bisa di biarkan, Chloe segera menghindar.
Mengambil satu dorongan langkah ke belakang dengan lembut, membuat tubuhnya seketika itu juga bisa sedikit melayang di udara dengan ke tinggian 4 meter dari atas permukaan tanah.
Di waktu yang sama dengan tindakan Chloe yang mundur ke belakang, sebelum dinding pelindunngnya benar-benar menghilang karena di hantam peluru itu terus, tangannya tak kalah untuk ikutan bertindak, dia mengayunkan tangan kanannya yang masih memegang kipas yang masih terlipat itu ke sebelah kanan, sehingga menghasilkan.....
Dania yang tengah memperhatikan perempuan yang belum memberitahukan namanya itu tiba-tiba mengayunkan tangannya, membuat Dania waspada dengan hasil yang akan terjadi setelah wanita penyihir itu melakukan sesuatu?!.
WRUSHHHH............
Pasang matanya segera terpaku dengan akar yang tumbuh ini.
".........................!. " Belum sempat menghindar dari jangkauan tanah yang tadi ia injak tiba-tiba bergetar, akar hitam lebih dulu muncul dari tanah dan langsung melilit kedua kakinya, tapi di saat yang sama pula, akar-akar lainnya secara serempak muncul lagi mengelilingi gadis ini, membuat sebuah penjara alami dari akar itu sendiri.
Memenjarakan gadis yang kelewat kalah cepat dengan tumbuhnya tumbuhan itu!.
".............." Clhloe sudah berhasil mendarat ke belakang, menempuh jarak 10 meter dari awal tempat ia memulai tumpuannya untuk mengindar, kini tengah menunggu apa yang akan terjadi dengan gadis yang sudah ia ikat dengan akar berduri itu.
Selain keras, ianya juga berduri, jadi pastinya akan memberikan sensasi sakit yang lumayan jika sudah menggores tubuhnya.
Di waktu yang sama, Chloe pun melakukan tahapan berikutnya, mengepalkan tangannya dengan lebih erat, secara tidak langsung membuat akar berduri itu ikut bereaksi, semakin menghimpit tubuh kecil itu.
JIka manusia biasa, maka orang itu sudah pastinya akan menjadi daging hancur, tapi tidak dengan...
CRAZHHH.............
"..............! " Chloe antara terkejut dan tidak terkejut, melihat akar berduri itu sudah berubah menjadi kepingan yang berterbangan dan perlahan berhamburan di atas tanah setelah berhasil di tebas dalam sekali ayunan!.
Bilah pedang yang berkilau....
__ADS_1
Iris matanya menemukan kilatan jenaka yang di perlihatkan oleh gadis itu.
Inilah salah satu hal yang mengganjal di dalam benak hatinya.
Melihat gadis itu masih hidup setelah menerima ledakan sihir yang terjadi beberapa tahun lalu. Padahal ledakan sihir yang terjadi itu, sudah berhasil membunuh 30.000 nyawa manusia dalam sekali ledakan, dan salah satu diantaranya termasuk ibu dari gadis itu juga ikut mati di tempat.
Ketidakberuntungan, hanya gara-gara mengejar anaknya yang kabur darinya.
Tapi memang itulah balasannya sendiri setelah memberikan perlakuan buruk dari fisik sampai psikologis anaknya sendiri, hanya karena yang dilahirkannya bukan laki-laki, melainkan seorang perempuan.
Tapi dari pada itu....
Chloe mengherankan anak ini, setelah di perhatikan Chloe tahu..
[ Sikap, tingkah laku, cara bicara, dan tatapannya yang lebih berani, itu....... ] Sebuah perubahan yang tidak terduga juga.
[ Dia jadi seperti orang lain. ]
Tapi untuk Chloe sendiri, kelahirannya bukanlah kesia-siaan, menunggu selama lebih dari 18 tahun bukanlah hal yang sia-sia juga, karena akhirnya bisa mendapati anak ini memiliki kemampuan yang rupanya terpendam.
Di sini, Chloe benar-benar berterima kasih pada penyihir yang membuat ledakan sihir sebesar itu, karenanya membuat kemampuan gadis ini bisa muncul.
[ Selamat dari virus, melawaan iblis, siluman, goblin, monster, mendapatkan bogem sebesar itu dariku, tapi tetap masih bisa bersikap tenang seperti itu, dia benar-benar........... ]
Chloe yang sudah mengamati gadis ini dari kecil hingga saat ini, dan berakhir kalau Dania itu...
" Berani menantang maut. jadi dia memang tidak takut mati. Apa karena ledakan yang waktu itu?. " tanya Chloe pada dirinya sendiri.
Kekuatan sihir yang sudah muncul, di tambah lagi kekuatan suci yang bisa menyembuhkan luka dalam sekejap.
" Heh......" Chloe kemudian tersenyum miring. Mendapati kesimpulan yang menarik.
[ Tubuh yang sangat sempurna untukku. ]
Benar........
Chloe sangat menginginkannya, meski bukan perkara yang mudah karena harus menghadapi dulu bocah ini, dia akan berusaha untuk mendapatkannya sekuat tenaga setelah mengetahui kelangkaan yang ada di dalam tubuh gadis ini.
Ada satu hal yang pasti...
Chloe mengetahui, kalau Freya atau si ibu dari anak ini ( Dania ), tidak memiliki kemampuan apa pun alias seratus persen wanita biasa atau manusia normal.
Jadi secara logis, kekuatan sihir itu pasti berasal dari gen yang di turuni dari ayahnya.
Harusnya begitu.......
Yah....begitu.
[ Jadi, gen milik ayahnya memang lebih dominan ketimbang Freya. Sampai-sampai warna mata yang sering di bilang terkutuk itu ada pada dirinya pula. ] Sehingga Chloe berpendapat kalau pria itu juga memiliki warna mata yang sama.
" AH....kesempatan!. "
Chloe baru terpikirkan hal ini, hari ini.
Mencari pria itu, ayah kandungnya Dania.
Dengan memperhatikan wajah gadis itu, sudah pasti wajah dari pria itu tidak kalah jauh juga, alias kemiripannya pasti sebelas dua belas.
Pernah melihat gadis ini berambut pendek layaknya laki-laki, sudah pasti memang mirip dengan ayahnya.
Sambil menantikan tubuh itu ( Dania ) bergerak datang dengan sendirinya ke arahnya, yang pastinya Chloe tahu kalau Dania ini akan membuat pehitungan alias menyerangnya ( Chloe ), karena sudah berhasil mengganggunya dengan menyerangnya terlebih dahulu.
Selagi itu pula, Chloe akan mengeluarkan dia.
Dengan bergumam lirih.
" Apa kau berani menyerangnya?. " seringaian yang begitu licik tersunggig begitu indah di bibir ranum yang begitu memikat itu. Pemikirannya untuk membuat gadis itu bermain sesaat dengan mainannya, itulah yang akan terjadi.
####################
Pertemuan pertamanya?.
Sejujurnya. Dania tidak begitu percaya dengan apa yang di ucapkan oleh penyihir wanita ini, bahwa ini adalah pertemuan pertama.
Jalan hidupnya yang sekarang dipenuhi berbagai rahasia?.
Dania melihatnya dari sepassang mata milik penyihir itu.
Rahasia?.
Tapi Dania berpendapat bahwa..
" Ketidaktahuan, itulah yang menjadikan perkara itu menjadi sebuah rahasia. "
Sayangnya Dania tidak peduli apa rahasia atas keberadaan dari tubuh anak yang sudah ia diami ini di lahirkan, karena yang dia tahu....
" Aku cuma harus hidup dengan menggunakan tubuh ini. "
Tidak ada yang lain.
Jadi jangan selalu terpaku pada masa lalu, karena yang terpenting adalah hidupmu untuk menjalani waktu yang terus maju ke depan, bukan ke belakang.
__ADS_1