
" Bangun.... ,Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya jika tidak bangun juga"
[ Siapa yang panggil-panggil? ]
Suara yang terdengar yang awalnya samar semakin di dengar semakin jelas.
" Ehmm..... hh....hah....huk...UHUKK....! "
Batuknya serasa menyiksa jantungnya, sakit....dan teramat sangat sakit.
Sepasang matanya sedikit demi sedikit terbuka dan...
" Sudah sadar ? " suara misterius muncul.
".............."
[ Siapa? ] Pandangannya masih buram.
" Biasanya aku akan memenggal orang yang mengotori bajuku, tapi karena itu kamu, aku akan memasukkanmu ke dalam daftar pengecualian " sambungnya lagi.
" Apa aku masih hidup? " tanya Dania, ada semacam angin sepoi yang lewat, lalu di depan matanya samar-samar seperti nampak tempat yang asing, penuh dengan alang-alang yang sudah menguning?.
[ Tapi....ngomong-ngomong kenapa seperti ada bau darah?- ]
" Setidaknya untuk sekarang. Tapi apa kau suka dengan posisi ini? " tanya orang tersebut.
[ Ha?, posisi i- ] Dania terkejut untuk beberapa hal, yang pertama setidaknya dirinya sekarang masih hidup tapi ada dimana sekarang?, yang kedua adalah orang yang sedang ia timpa.
Aroma wangi dari tubuh pria memang berbeda, tapi....
[ Siapa orang ini?! ] Dania membelalakkan matanya dan kedua tangannya langsung menyangga tubuhnya agar bisa berdiri tapi..
/ NYUTT......!!! / belum sempat melihat wajah lawan bicaranya sudah kembali menimpa tubuh orang itu lag.
BRUKKKK........
Dania menjatuhkan dirinya lagi ke pelukan orang asing ini, dan mendarat di dadanya yang bidang itu.
[ Sakitnyaaa!!!! ] sekucur tubuhnya benar-benar terasa sakit, walau punggungnya juga termasuk dan seperti terasa ada keretekan, sudah hal ajaib jika sekarang bisa sadar.
" Benar-benar wanita merepotkan, jika merindukan pelukan tinggal bilang saja, jangan langsung menjatuhkan diri lagi ke atasku " sindirnya.
" Ti..tidak, kau salah sangka. Tu..tulang rusukku sepertinya patah 3 dan sisanya punggungku " jelas Dania alasannya tidak bisa bangkit dan menyingkirkan tubuhnya sendiri daei laki-laki di bawahnya.
Mau nangis pun tidak bisa menangis karena tidak tahu bagaimana caranya menangis, hanya rasa sakit yang dimana ia sangat ingjn menjerit sepuasnya.
[ Hhh....jika aku tidak menangkapmu justru nyawamu sudah melayang dulu, kalau seperti ini dia sendiri bisa menyembuhkannya sendiri tapi... ]
" Wajahmu terlihat menyedihkan wahai Dania, keberuntungan buatmu bisa berada di atasku sekarang. Wanita hasil reikarnasi dari dunia lain memang memiliki banyak pemikiran yang berbeda " tuturnya dengan belagak.
Tetibe Dania merasakan ada dua tangan yang didimansekarang salah satunya berada di atas pinggang dan satu lagi di punggung seolah itu, bukan...tapi memang..
__ADS_1
[ Pelukan....apa yang akan dia lakukan padaku di saat aku ridak bisa berdiri ini! ] Beberapa syaraf yang putus membuat dirinya tidak bisa berdiri, namun satu pelukan itu terasa semakin hangat.
" Sangat menakjubkan untuk sebagian kecil anjing kampung yang bisa bangkit kembali dari kematiannya karena masuknya jiwa orang lain. "
" Kenapa kau bisa tahu? "
" Dengar, aku memiliki segala pengetahuan dan mengetahui banyak hal yang kalian ketahui, apa lagi seorang mantan mafia kecil dari zaman modern sepertimu, jadi bukan hal mustahil bagiku untuk masalah sekecil ini " selanya dengan cepat.
[ Dunia itu memang luas, bagaimanapun diantara banyaknya orang pasti ada juga yang mengetahui hal yang umumnya jarang mereka ketahui. Orang ini sangat tidak terduga, apa di- ]
" Wajahmu terlihat serius ya. Kemampuan bertarungmu terbatas jika dibandingkan duniamu yang dulu, sampai repot-repot aku menangkapmu. Jika kau mati dulu tidak akan ada kesenangan untukku, bertarunglah denganku " ejeknya.
" Itu sindirian sekaligus tawaran? "
" Cerdas, aku bukan orang yang suka memberikan tawaran, bagian yang terakhir itu sebuah tantangan. Tapi...detak jantungmu terdengar sampai telingaku, apa kau juga terpeso- "
" Ini rekasi dari tubuh aslinya, bukan jiwaku " Bagaimanapun bukan tubuhnya swndiri karena hasil pinjaman dari orang yang sudah mati, tapi dari reaksi detak jantung yang begitu cepat, ada satu hal yang membuat Dania tersadar kalau reaksinya saat ini adalah
[ Tubuh yang baru pertama kali dipeluk ] Jadi menghasilkan rasa berdebar dan kecanggungan.
" Mulutmu lancang juga, memotong pembicaraanku yang belum selesai "
" Kita tidak saling kenal, jadi apa gunanya? "
" Kalau begitu, sosok yang agung ini akan memperkenalkan diri pada bocah sepertimu, aku adalah.....Lan-ca... - "
Perlahan suaranya terdengar menjauh, seperti akan....
____________
" Lan-ca apa? " Gumam Dania.
" Nona?, apa kamu sudah sadar? " tanya seseorang pada Dania yang terkapar di tanah?. Ya, setelah kekacauan yang terjadi Dania berada di luar Markas kesatria dalam keadaan tertidur.
Sekali dengar Dania lasung melek.
[ Kenapa aku disini?, dimana orang itu? sampai aku tidak melihat wajahnya dulu ]
Tapi dari pada yang ada di pikirannya, rasa sakit yang teramat sangat tadi sudah benar-benar menghilang. Dania menjelang ke samping kanan dan kiri, semuanya sudah seperti medan perang, hancur berantakan.
" Apa anda bisa berdiri? " menawarkan bantuan dengan menyodorkan tangan kananya.
[ Siapa orang ini?, kenapa auranya seperti orang yang terhormat? ]
Desain bajunya cukup mewah dan karakternya seperti pemimpin. Tapi rambut hitam berkilau dan sepasang manik mata hijau zamrud serta wajahnya yang polos tapi tidak mengendurkan kejujuran dari diri Dania sebagai wanita untuk berkata ' tampan ', la memiliki potongan rambut berponi seperti menjiplak..
[ Model jiplakan mangkuk?. Lucu, tapi aku tidak bisa mengubah kesan pertamaku pada orang ini ]
" Bisa "
Dengan menggenggam tangan kesatria itu, Dania bisa berdiri dan memang tidak ada rasa sakit sama sekali dari yang terakhir kali ia ingat.
__ADS_1
[ Tapi kenapa dia menatapku seperti itu? ] tatapan intens yang cukup membuatnya canggung.
" Apa anda penyihir air? "
" Ha..apa?, penyihir air? "
[ Apa penyihir memang dikategorikan beberapa golongan?. Tapi jika mengingat buku yang dipelajari waktu itu, tidak menutup kemungkinan memang betul adanya. ] Dania masih penasaran banyaknya hal misterius sebagai seorang penyihir.
" Maaf jika saya salah, saat menggenggam tangan anda, ada sensasi dingin yang muncul"
" Tapi hari ini musim dingin, semua orang juga pasti tangannya akan menjadi dingin "
[ Apa aku harus menjelaskan bagai guru pada muridnya?. ]
" ........... " Tatap kesatria itu pada Dania.
Dania pun sama-sama menatap dengan pandangan malasnya.
" Baiklah, saya sendiri juga tidak tahu termasuk penyihir atau bukan, jika anda memang berkata demikian berarti ada kemungkinan saya adalah penyihir. "
[ Walau begitu aku tidak tahu bagaimana caranya kecuali kekuatan penyembuh (Suci) ]
" Jika saya tidak tepat waktu,mungkin anda bisa mati ya? " tutur kesatria tersebut.
" Tidak apa jika saya mati, tidak akan ada yang menangisi untuk kepergianku " jawab Dania dengan percaya diri.
[ Apa kata-kataku salah?, dia sampai termenung begitu ] fikir Dania melihat kesatria itu hanya menatap dirinya.
" Bolehkah saya bertanya? "
" Hmm?, boleh "
[ Dia orang yang suka membuang waktu ya? ]
" Apa anda tidak takut dengan saya? "
" Kenapa harus takut? "
[ Pertanyaan aneh ]
" Baguslah jika anda tidak takut dengan saya " lalu tetibe mengumbar senyuman.
Dania merasa aneh dengan satu orang ini, pertanyaannya selalu muter-muter dan membuat waktu saja bisa terbuang hanya dengan pertanyaan aneh yang di lontarkan kesatria tampan itu.
Setelah peristiwa hari ini, dan bertemu dengan dua orang misterius karena belum tahu siapa nama dari kedua orang itu, Dania bisa pulang ke istana Scneider dengan teleportasi dan disambut oleh nenek yang datang dengan satu pelukan.
Setelah melewati satu hari yang penuh dengan kejutan itu, Dania di beritahu Vidal kalau ada satu undangan dari seseorang dan menginginkannya bertemu secara pribadi.
__________________
Pertemuan dengan orang itu lagi.
__ADS_1
Pertemuan pribadi dengan perbincangan panjang hingga berlarut-larut.....
Apa yang ingin dibicarakan dalam pembicaraan mereka berdua?.