Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Bns. 24 ( Permainan makanan )


__ADS_3

Satu persatu menu makanan datang, para dayang dan pelayan membawa makanan pertamanya untuk di suguhkan untuk para kesatria.


Hal yang tak pernah mereka bayangkan sebelum ini.


" Ini kentang goreng?. " meneliti sebuah tusuk sate dengan bahan kentang sebagai makanan utama sate itu.


Lalu hidangan kedua.


" Bola nasi?. " menenung dengan serius nasi dengan bentuk bola.


" Saya memberi nama SushiBall, karena tidak ada rumput nori, jadi saya buat dalam bentuk bola. " jelas Sania alasan kenapa dirinya menamai makanan yang sebenarnya adalah sushi, tapi karena keberadaan rumput nori tidak ada di dunia ini, ia mengerjakan dengan yang lebih sederhana saja, tapi tidak menghilangkan rasa asli dari sushi yang sebenarnya.


Masing-masing mendapatkan 3 bola nasi, dan ketika mereka memakannya untuk pertama kali, tangan mereka semua terhenti sejenak karena baru merasakan rasanya.....


" Ikan mentah?!. Tapi aku tidak merasakan amis dari ikan. "


" Apa ini aman?. Di mulutlu masih terasa aneh dengan daging ikan mentah ini. "


Dania yang dari tadi duduk di belakang meja konter adalah hal yang ia sengaja-kan untuk melihat reaksi mereka semua dan menjawab perranyaan yang ingin mereka tanyakan.


" Aman, saya sudah mencobanya. Jika kalian keracunan sekalipun, saya yang bertanggung jawab untuk menyembuhkan kalian semua satu persatu sampai sembuh seperti sedia kala. " jawab Dania, dan tenrunya dengan rasa peecaya diri yang tinggi.


" Ahahah....memangnya anda dokter?. "


TPLAK.....


" Aduh!. " mengelus kesakitan karena di kepalanya dipukul oleh teman sebangkunya.


" Jaga cara bicaramu. " peringatnya untuk memperingati orang disampingnya itu.


" Iya..iya.. "merungut kesal.


Dania jadi tersenyum kecil karena melihat tingkah mereka yang menggelikan hatinya.


Setelah hidangan kedua sudah dihabiskan ssmua, menu yang ke tiga akhirnya datang juga.


Ketika di sajikan, yang terlintas di pikiran mereka adalah sebuah agar-agar.

__ADS_1


Agar dengan warna merah, hijau, kuning, dan orange, membuat agar dengan desain seperti ice cream potong itu layaknya warna pelangi.


" Agar-agar?. Apa ini menu spesial yang anda maksud juga?. " tanya salah satu di antara mereka lagi.


" Ya. Jika mau memakannya sampai habis, stik tersebut akan meramalkan hiduo kalian. "


" Anda bisa meramal?. " dengan semangat langsung melahapnya dengan sekali lahap ( makan ) sehingga tinggal stik nya saja.


Disitu tertulis hasil dari ramalan yang di dapatkannya.


" Tidak beruntung. " ucapnya dengan pelan meski ia mengunyah agar-agat dengan penuh kenikmatan, tapi wajahnya murung.


" Bagakmana denganmu?. " tanya dengan orang yang di sebelahnya.


" Satu kesempatan makan lagi. " jawabnya dengan membaca tulisan kecil di stik yang di pegangnya.


Setelah berkata seperti itu, salah satu pelayan mendatanginya lagi dan memberikan satu stik agar-agar lagi pada kesatria tersebut.


BRRR.....


[ Menyenangkan juga melihat ekspresi putus asa mereka semua. ] menahan godaan untuk tidak tertawa lepas, Dania membenamkan wajahnya ke dalam tumpukan tangannya di atas meja. Tubuhnya menggigil karena tawa yang sedang di tahannya.


[ Apa dia gadis yang seperti ini?. ] Claporth memperhatikan nona-nya yang ada di samping kanannya.


Tangannya menyuap agar-agar yang diperolehnya, dan mulutnya memakan agar-agar itu, namun matanya melirik ke arah Dania yang terlihat senang mengerjai para bawahannya Claporth dengan membuat ramalan dari makanan pencuci mulut seperti yang sedang di makannya.


Setelah di makan sampai habis, Claporth memberitahu pada salah satu pelayan untuk memberikannya satu lagi dan menukarnya dengan stik keberuntungannya.


Tapi untuk yang kedua, ia tidak beruntung.


" Aku dapat lagi!. " serunya, pelayan itu menghampirinya untuk memberikannya satu lagi.


" Ini kelihatan seperti game. Tapi membuat perutku kenyang. " pujinya.


" Hahh.....bawa yang lainnya lagi. " perintah Dania pada sang pelayan tersebut setelah dirinya menyesuaikan hatinya untuk tidak tergoda dengan rasa ingin tertawanya.


Menu yang ke empat.

__ADS_1


Semuanya mengharapkan satu hal menarik lagi dengan penuh antusias.


" Salbuh Cream. " singkat Dania.


Mangkuk kecil berisi salad buah, sakad buah yang dicampur dengan susu dan mayones juga di taburi keju, lalu di atasnya terdapat dua ukuran sendok makan ice cream.


Menu penutup andalan Dania, perpaduan segarnya buah, keju dan mayones yang asin, serta lembutnya ice cream yang dingin.


" Nyam...... " sesuap sendok masuk ke dalam mulut.


" Apa ini?.....kenapa enak banget..manis, asin, dingin, dan segar di tenggorokan. "


Claporth juga tak tertinggal juga untuk menunjukkan reaksi terpana dengan sensasi yang dirasakan indera pengecapnya.


Mata Dania terpejam, ia tersenyum kecil dan berfikir akan kepuasan hati yang di dapatkannya.


[ Baguslah kalau mereka suka, melihat wajah tampan mereka dipenuhi senyuman ternyata membuat hatiku puas. ] sebuah pencapaian liar biasa yang menyenangkan hati kecilnya, tak sia-sia jika dirinya mengeluarkan kemampuan memasaknya untuk menyenangkan orang lain ikut kenyang dengan penuh senyuman itu.


" Kalau begitu aku pergi. "


Dania turun dari kursi dan berniat untuk kembali ke kediaman miliknya yaitu kamar.


Kepergiannya ternyata begitu senyap membuat orang-orang di kantin itu tak sadar akan Dania yang sudah menghilang dari singgasana kecilnya tadi.


_________


" Tadi itu dia perempuan?. " gumam Arhes.


[ Tapi apa-apaan ekspresinya itu?, dia terlihat tenang dengan apa yang aku lakukan. Padahal itu memalukan. ] Fikir Arhes, otaknya tak kunjung bisa menghilangkan momen yang tadi.


" Puihh... " meludah ke tanah karena darah yang tercampur ludahnya sangat menganggu lidahnya.


Kini Arhes sedang berdiri di dekat tiang lampu taman, memang dirinya ada di arena latihan, karena sedang menunggu komandannya datang untuk menerima hukumannya.


[ Bukannya dia terlalu penurut untuk orang yang sudah tidak sopan santun denganku tadi?. Tadi aku kira dia orang yang sadis, dengan tempramental buruk dia yang sekarang seperti penurut seperti anj*ng yang menunggu tuannya. ] fikir Dania.


Ia sedang berdiri samping pintu dapur, dari situ memang terlihat arena latihan secara langsung.

__ADS_1


[ Dia tadi tidak bisa makan karena perintah komandan?, sudah teriak tidak sabar hasilnya diusir. Perbuatan yang sia-sia. ]


" Satu orang belum makan, aku jadi kepikiran. " gumamnya dengan lembut, ia pun melangkah masuk lagi ke dapur.


__ADS_2