
Dua hari kemudian--------
Suatu hari disalah satu kamar tepatnya di rumah pondok kecil,yang dihuni oleh seorang lelaki yang merupakan tukang kebun dan seorang perempuan yang merupakan istrina sekaligus pelayan biasa tingkat rendah di istana. Lelaki itu terbaring lemah di atas kasur dengan menggerutu sakit,sakit dan sakit.
Tidak tahu apa yang bisa dilakukan oleh Bassie untuk bisa menyembuhkan suaminya yang sakit itu.
"Huhuhuhu......."menangis tersedu-sedu melihat kondisi suaminya yang terbaring sakit.
"Sakit sekali,....tolong aku. Aku sakit sekali.....ukh" gerutunya.
Bassie pergi kekamarnya,dia sibuk menggeledah kamarnya sendiri untuk menemukan harta berharga yang pernah disimpannya.
[ Hanya segini,tidak akan cukup ]fikirnya,setelah berhasil mengumpulkan beberapa koin emas namun tidak cukup untuk mengobati suaminya.
Lalu ia ingat,kalau dirinya pernah menyimpan gelang peninggalan ibunya.
Lalu dia berlari keluar dari rumahnya hendak pergi untuk menjual gelang itu,namun tetibe kakinya tersandung.
BRUKK....
"Aaaah....."jatuh tersungkur,gelang yang dibawanya terlempar dan justru diinjak hingga patah oleh orang yang membuatnya tersandung tadi.
"Ibu.........,gelang peninggalan ibu..."
"Gelangnya sudah patah,kalau dijual pun harganya sudah rendah. Aku sarankan kamu mengubah keputusanmu,sekarang masih keburu. Malam ini jam 3 subuh,datanglah kekamar ku"ucap pengawal itu pada Bessie
(pelayan yang dimana suaminya sedang sakit)
Setelah itu pengawal ini pergi menjauh.
Sedangkan Bassie menangis tidak karuan,kakinya sudah terasa lemas sehingga tidak bisa berjalan karena saking lemasnya.
*****
Dimalam harinya (tengah malam)
"Pendeta Danie!,tolong bantu aku agar bisa tidur nyenyak..tolong..yah. .yah?"
"Sekali lagi aku bukanlah pendeta,kalau mau minta pertolonganku sebut saja namaku jangan ditambah pendeta juga" jawab danie dengan malas karena masih mengantuk.
[Permintaan konyol lagi]
Tidak memerlukan waktu lama dimana rumor tentang dirinya(Danie) menyebar,dan dalam waktu dua hari itulah Danie hanya akan menolongnya jika ada waktu saja di jam kerjanya antara pekerjaan utamanya dengan pekerjaan orang yang meminta pertolongannya.
Di malam-malam begitu ada saja orang yang mengganggu tidurnya hanya sekedar meminta bantuan untuk membuat orang yang memintanya bisa tertidur dengan nyenyak.
Beberapa orang memang memiliki insomnia,maka dari itu orang ini meminta bantuan dirinya.
Terpaksa Danie pergi ke kamar milik Viwels,kamar laki-laki dan jarak dari kamarnya adalah dilantai ke dua.
Didalam kamar yang diperlukan adalah,Viwels hanya perlu berbaring di tempat tidurnya,sedangkan dirinya hanya duduk sembari mengeluarkan kekuatan suci tanpa menyentuhnya karena hanya untuk membuatnya tidur saja.
Didalam hati ia merapalkan mantera?,entahlah...yang terpenting Viwels bisa tertidur dan bisa segera kembali ke kamarnya.
Ditengah malam begitu,ia masih duduk diam.
[Seharusnya dia sudah tertidur nyenyak]fikir Danie.
Karena sudah dirasa cukup,dia keluar dari kamar Viwels karena bagaimanapun dirinya juga harus tidur.
{Tuan?,apa kamu sudah tidur?}
[Tidur dari mana?,apa ini telepati?]Danie menoleh kesamping kanan dan kiri,namun tidak apapun.
{Ya,saat aku terbang malam-malam,aku lihat seorang pelayan dari istana timur memasuki kamar pria lain}
[Apa urusannya denganku?]
{ Asal tuan tau,perempuan itu sudah menikah,namun dipaksa lelaki jahat itu untuk memuaskan nafsunya malam ini,apa tuan tidak mau menolongnya? }
__ADS_1
"Eehh....dikawasan seperti ini ternyata memang ada hidung belang,sebagai sesamanya aku harus kesana"
Senyuman jahat pun terukir dibibirnya,leps mengetahui kalau akan ada dua orang berbuat zinah namun nyatanya salah pihak dipaksa oleh pihak pertama.
***
Di pagi-pagi buta,Bassie keluar dari kamarnya dan merasakan cemas yang menggebu didalam hatinya. Karena diancam oleh Corlind yang merupakan orang yang mengancam dirinya serta suaminya Torfist.
Suaminya entah kenapa bisa sakit parah dan Corlind memiliki obat penawarnya,namun syarat agar bisa mendapatkan obat penawar maka Bassie harus pergi ke kamar Corlind di jam yang sudah ditentukan.
"Hai~"sapanya pada Bassie karena sudah datang,setelah itu dia melirik ke kanan dan ke kiri.
"Adik yang baik,akhirnya kamu mau masuk ke dalam kamar kakakmu ini"
"Corlind,aku tahu....aku tahu apa yang kau inginkan.....tolong!,ampuni Torfist,tolong dia. Jika dia mati,jika dia sampai mati,aku juga tidak mau hidup lagi!" Mohon Bassie pada Corlind dengan nada takutnya.
"Tentu,asal kamu menurut dengan perintahku,aku akan segera menolongnya"bibirnya mulai manyun hendak mencium Bassie,bajunya juga sudah dibuka.
"Sini,sini adik yang baik,sini aku cium"mengejar Bassie yang sedari tadi menjauhinya.
"Pergi kamu!,jangan kemari!"rasa takutnya memuncak,di belakang ia berdiri ada meja dan tergeletak sebuah gunting. Bassie menodongkan gunting kedepan untuk menakuti dan membela dirinya dari pria mesum itu.
"Gadis suci yang taat,akan lebih menarik untuk ditaklukan,hehe-"
"Kamu!,tolong Torfist dulu,tolong dia dulu!,jika tidak ,aku rela mati saja!"
"Jangan,jangan adikku yang manis,jangan melukai dirimu sendiri!. Baiklah,aku punya obat penawarnya disini,asal kamu menyuruhnya untuk makan,maka dia akan sembuh!. Ini,aku akan memberimu sekarang"merogoh saku celana berisi bungkusan.
Bassie ragu dan tangannya mulai gemetaran ketika hendak mengambil bungkusan itu dari tangan Corlind.
Ketika hendak mengambilnya,dengan sengaja Corlin menjatuhkannya sampai tumpah berhamburan dilantai. Kesempatan itulah Corlind langsung memeluk tubuh Bassie dari belakang.
"Hehe....adikku yang baik,obatnya ada disini,tunggu setelah kita bersenang-senang,aku akan menemanimu untuk mengantarkan obat ini untuknya ya?"Corlind mulai menjilat telinga Bassie.
"Sini,malam ini sangat singkat,aku sudah sangat baik padamu,kamu jangan membuatku marah ya?"sambungnya lagi.
"Emmhh....obat penguat itu,ternyata bisa menyembuhkan racun ular ya,sungguh aneh sekali"
"Kamu tidak bisa beridiri dengan tegap,masih ingin berbuat mesum,sungguh membuat malu para lelaki hidung belang saja,sungguh manusia yang tidak berguna"ujarnya secara datar.
"Penjahat kecil sialan,malam ini menerobos masuk kesini,apa kamu sudah bosan hidup?"
Corlind Bersiap dengan pedang ditangannya.
"Kamu!....obat ini palsu!..kamu membohongiku!"Bassie memegang salah satu kaki Corlind.
"Minggir!"menendanv dengan keras sampai Bassie terjatuh kembali.
[ Kejadian ini sudah diketahui oleh orang lain,jika yang mulia tau aku bisa dihukum mati. Demi kejadian ini,mau tidak mau aku harus membunuh orang ini,untuk menutup mulutnya.] Fikir Corlind.
Tok...tok...tok..tok..(suara ketukan kaca jendela)
BRAK....!!! (Suara pintu yang dibuka secara kasar)
Masuk sosok berpakaian hitam dengan wajah tertutup oleh masker untuk menutupi identitasnya.
"Tuan...atau siapapun anda...tolong saya....aku mohon"Bassie.
"Diam!"teriak Corlind.
"Ssst.....,berteriak akan membangunkan orang lain"duduk di kursi dengan santainya.
"Ayo..lanjutkan,aku ingin lihat seberapa besar kemampuanmu sebagai pria"
[Ini...sebenarnya apa maunya?]
"Ahh....,kenapa-"Bassie terkejut,dikira orang yang barusan datang akan menolongnya.
[ tidak,aku harus segera menyingkirkannya atau rencanaku akan gagal! ]
__ADS_1
Corlind bersedia melawan orang yang barusan datang,mengeluarkan pedangnya dan mulai mengayunkannya.
"Siapapun kamu,harus kubunuh!"
Corlind berlari kedepan dan mengacungkan pedangnya ke arah lawannya yang misterius.
Namun dia segera berdiri dan melompat kebelakang,lalu kursi yang tadi didudukinya ia tendang menarah ke Corlind. Tepat saja,Corlind terdorong jatuh kebelakang lalu pedangnya terlepas. Saat hendak mengambilnya,orang misterius itu langsung menjauhkan jarak pedang dari Corlind agar ridak bisa melawannya dengan senjata tajam lagi.
Tetapi karena perbuatannya itu,pedang tadi justru membuat sebuah guci kecil pecah dan ternyata di dalamnya ada ular berwarna hitam.
Ular itu mulai mendekat kearahnya.
"Hahaha...matilah kau,jika terkena racun ular itu"tertawa hebat karena tebakannya pasti benar adanya.
"Dari mana kamu mendapatkan ular ini?"
"Dari pasar gelap,jadi bukanlah hewan biasa,
yang terkena racunnya hanya aku seorang yang tahu obat penawarnya.Asal kamu mau nelepaskanmu,aku pasti akan....."Corlind.
"Kelihatannya seperti ular cincin emas sutra hitam"memperhatikannya dengan teliti.
"Awas tuan!"Bassie mulai cemas.
"Kamu!,pegang kedua tangan dia!"
"Aku?"tanya Bassie.
"Aku mau kasih dia digigit sekali oleh ularnya sendiri"
"Tidak!..jangan"kaget sebab orang didepannya ingin membuat dirinya digigit oleh ular yang dibelinya sendiri.
[Kenapa aku tidak bisa bergerak sama sekali?,auranya sangat menkan tubuhku]terkaku di tempat.
"Kamu sendiri ada obat penawarnya,kenapa heboh seperti itu? Toh tidak akan mati juga. Kamu jangan takut, tendang dia kehadapanku!"
Dengan tekad yang dipaksa untuk kuat,Bassie menendang Corlind hingga jatuh tersungkur ke lantai,didetik itu juga ular hitam tadi langsung menggigit salah satu tangannya.
"Aaah...."Corlind langsung terbebas dari tubuhnya yang tadi kaku membeku,namun yang sekarang didapatinya adalah sebuah patukan ularnya sendiri.
"Waaaa........aa..."gemetar dengan sakit dari racun yang mulai merambah ke seluruh tubuh.
"Berisik"ujarnya dengan nada malas,lalu ia menyumpal dengan segumpal kain yang sudah disiapkannya agar Corlind itu tidak berteriak di pagi-pagi buta.
Corlind seketika terkejut lepas melihat ular yang tadi mematuknya bisa berada ditangan orang misterius yang sebenarnya dia adalah Danie,dengan sangat menurut.
SSSSTTTT..........(Ular mendesis)
[Sifat ular ini sangat ganas. Aku sebelumnya hampir saja digigit saat memberinya makan,kenapa menjadi begitu jinak saat berada di tangannya?]masih dengan wajah terkejut,tapi racun yang ada didalam tubuhnya efeknya sudah mulai terasa.
"Selesai sudah,namamu siapa?"
"Bassie"
"Bassie,jangan beritahu siapapun,ini akan menjadi rahasia kita berdua"tutur Danie.
Danie menghampiri pria yang terkena racun tadi,dengan kekuatan sucinya...dia bisa membuat si pasien pingsan tertidur lelap(pingsan) lebih dulu.
"Kalau mau kembali ke tempat asalmu kamu bisa ikut denganku dulu,agar tidak dijadikan peliharaan untuk kejadian seperti tadi"kata Danie pada sang ular.
Ular tersebut mengangguk.
Lalu dengan tenang,ular itu melilit pergelangan tangan kanan Danie dan diam tidak bergerak lagi.
Di menit berikutnya,Danie membantu suami Bassie menyembuhkan penyakitnya dengan kekuatan 'Heal'.
[Hemmm.....malam ini aku jadi begadang]
{ Tuan membuat sebuah kebaikan dan kejahatan menjadi setara. Menyuruh ular mematuk lalu menyembuhkannya }
__ADS_1
[Apa salahnya. Jangan berisik lagi,kepalaku sudah pusing. Besok datang]
{ Hah....baik majikan }