
Kalau menurut kata dia, bunga teratai yang ada di danau itu adalah tanaman sihir, tanaman mengerikan yang akan menyedot inti sari manusia setelah memperdaya dan membuatnya terjatuh ke air.
[ Peduli setan teratai, dia mau coba menggoda ha? ]
" Bohong ya~ " ucapnya dengan nada malas, sama sekali tidak merasakan bau mint apa lagi stroberi yang manusia serigala ini katakan.
" Apa wajahku terlihat seperti berbohong? " menunjuk wajahnya sendiri yang serius.
" Iya. " ketusnya dengan ekspresi datar.
" Aku lebih tahu dari apa yang kamu ketahui sekarang ini, jadi jangan mendekatiku. Anjing itu harus menurut " sambung Dania lagi.
[ Tapi baunya sangat memabukkan, aku ingin memakannya ]
" Hei, kondisikan air liur mu!. Jika tidak tahan pergi sana " perempatan di dahi sudah mulai muncul, ia terpaksa menegurnya kembali atau yang lebih penting bisa mengusir serigala jadi-jadian itu.
Jack Photon, manusia serigala yang tidak sengaja membuntuti satu manusia itu sekarang terjebak dalam situasi di antara menguntungkan dan tidak menguntungkan. Keuntungannya ia menemukan wanita penyihir yang rupanya adalah mate nya?.
Namun karena seorang penyihir atau bukan intinya dia memiliki kekuatan yang kuat untuk membuat dirinya terpental untuk sekali pukulannya dan sekarang mengusirnya setelah membantu dia menyelamatkannya dari tanaman sihir.
Gua berparas cantik itu, ingin ia apakan?.
[ Kasihan kalau tidak di manfaatkan ]
Pastinya, kemungkinan besar gua yang sedang ia diami itu adalah gua yang sering di buat dongeng, yah lebih tepatnya Danau yang menjadi rumor perhatian banyak orang karena turunnya seorang peru cantik, dan nyatanya didekat danau itu ada gua tersembunyi yang hanya bisa dilewati dengan cara berenang ke bawah. Yah....jalan satu-satunya adalah lewat genangan besar yang ada di depnnya, jadi jika ingin keluar dari gua maka harus menyelam terlebih dahulu.
Ia mulai menjamah gua yang tidak usah khawatir akan gelap, kerena kristal yang ada disitu semuanya mengeluarkan panorama cahaya yang indah.
__ADS_1
[ Wah.....i...itu, batu yang cukup besar ] Setelah beberapa saat berjalan, ia dikejutkan dengan 3 batu besar yang menjulang tinggi, selain indah ia juga terlihat segar ketika memandangnya lama-lama.
Dania sedikit berlari dan mulai menyentuh batu tersebut, dia menengok ke kanan dan ke kiri samping batu itu.
[ Benar-benar tidak ada celah, padat seperti yang aku kira ] lalu menggetok-getok dengan batu lain yang kecil.
TOK........TOK......TOK......
" Keras " gerutu Dania, ia berfikir untuk membuat sesuatu yang indah dan jarang orang lain guñakan, la-.....
Endus........Endus.......dan Endus.......
Satu suara yang familiar, dan tindakan yang tidak sopan itu sudah menganggu konsentrasinya.
Rambut yang terangkat itu sedikit mengusik kenyamanan Dania, dengan secepat yang ia bisa Daniamenangkap tangan jahil itu dan menariknya kedepan dengan sekali bantingan dalam gerakan lemparan bahu.
" Arghh....., kamu!- "
" Jangan memandangku seperti itu anjing "
" Ah...aw....aw..... Kau sudah menghina kaumku! "
" Ya?, lalu apa?. Itu kesalahanmu sendiri sudah mengangguku "
ucapnya lagi dengan tatapan mengintimidasi. Paling anti jika ada orang yang mendekatinya dan melakukan tindakan yang tidak disukai Dania, jika hanya untaian kalimat ejekan aata sindirian itu sudah biasa dan sudah ia maklumi, tapi manusia jadi-jadian yang ada di depannya ini benar-benar tidak tanggung-tanggung membuatnya jengkel.
__________________
__ADS_1
" Yang mulia, kita benar-benar kehilangan beberapa orang karena kabut itu " kata kesatria Sieg.
" Apa kamu punya cadangan? " Tanya Tassel pada Ishid.
" Bagaimana jika menggunakan sihir pelacak?" Ishid
" Keberadaannya jauh dari jalur kita, tapi...." Tassel memikirkan satu hal yaitu..
" Nona Dania tidak terdeteksi " ungkap Sieg sekali lagi.
[ Apa ada sesuatu yang disegel?, sampai sihir pendeteksiku tidak dapat menemukan keberadaannya ] Fikir Tassel.
" Kesatria Sieg, dan Mikhail kalian berdua cari ketiga kesatria lainnya yang menghilang, kalian pasti mengetahuinya dengan pasti dimana, cari yang bisa kalian cari. Kita akan membangun tenda disini, jadi tidak usah terburu-buru karena kalian juga harus berhati-hati "
" Baik yang mulia " All kedua kesatria kembar itu pada yang mulia Tassel, lalu keduanya pergi tuk menyelesaikan tugas yang baru saja diterimanya.
_______________
BUK......( Menendang anjing jadi-jadian itu masuk kedalam kolam )
" Woi, kamu ingin aku mati? " seru Jack.
SRRUKK........
[ Barusan apa? ] Jack melirik ke samping kiri,
satu darah berwarna merah mengalir di pipi Jack, lemparan yang dilakukan Dania akhirnya meleset.
__ADS_1
" Kalau tidak diam, lemparanku yang kedua matamulah yang kena " Dania mulai mengancam lagi, berbagai tindakan ia lakukan untuk menjauhkan dirinya dari Jack Photon yang sedikit menggila, efek dari anjing yang kena rabies. Tangan kanan nya tengah memegang sebuah tongkat pendek namun ujungnya runcing, tapi juga berkilau sebab itu terbuat dari batu kristal yang ada di gua itu, ia merubah bentuknya menjadi tongkat dan hasilnya juga masih berantakan.
" Ehmm....hmm....ehmm... " Jack Photon mengeram kecil seperti anjing kecil yang baru saja di aniaya dan butuh belas kasihan.