
Di vila peristirahatan.
mereka yang sudah berada di vila peristirahaan sudah mengetahui adanya penyerangan dari belakang, dan Nikhil Knights lah yang memperoleh serangan dadakan itu.
Dari teman sejatinya dan puluhan kesatria suci, juga tahu kalau Renesha juga ikut terkena imbasnya, satu-satunya pendeta yang berada di depan pasukan Nikhil Knights itu datang ke vila perustirahatan dalam keadaan ketakutan,baju yang kotor dan masih trauma.
Walau sudah duduk diam berjam-jam lamanya,tetap saja ia masih mengingat tragisnya kematian orang-orang tepat didepan matanya,apatah lagi katanya ada anak panah yang melesat kearahnya dan hampir membunuhnya.
Selang beberapa saat kemudian pasukan Nikhil Knight sampai ditujuannya (Vila Peristirahat).
Renesha yang ditemani Elvin untuk menenangkan dirinya itu, tiba-tiba berdiri terus berlari menghampiri Caver.
Renesha mengucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkannya.
Setelah itu barulah Elvin yang menghampiro Caver dan menanyakan keadaan pasukan Nikhil Knights.
"Bagaimana keadaannya?"tanya Elvin
".........,meninggal 1 orang,luka-luka 12 orang,diantara 12 orang ada 3 orang yang terluka parah"jawab Caver pada Elvin si pangeran. Kemudian dia melirik ke arah Renesha.
"Kenapa kamu masih belum diobati?"
"Pasti akan ada korban luka,mana bisa saya dulu yang diobati"jawab Renesha dengan gugup.
"Ha,meski terluka sekalipun,apa pendeta tidak bisa jadi korban luka ya?. Ganti,meninggal 1 orang,luka-luka 13 orang"ucap Caver dengan nada meremehkan.
Kemudia Caver pun pergi masuk ke dalam vila.
****
Karena tidak ada hal yang lebih menahan langkah seseorang dibanding kesedihan yang tersimpan lama di tengah perang, mungkin karena itu, mereka jadi sangat senang saat menemukan tempat itu.
《 Ruang bawah tanah 》
Yang terdiri dari puluhan tong alkohol.
"................, Karena kita sudah bergerak selama 10 hari,tidak ada salahnya untuk istirahat selama 2 hari kan? " ucap Elvin pada caver,melihat teman - temannya senang menemukan alkohol puluhan tong.
".........,iya" jawabnya secara singkat.
Dimalam harinya.
Pesta jamuan makan malam diadakan dengan meriahnya, berbagai hidangan makanan serta minuman alkohol di hidangkan setelah lelahnya melakukan pertempuran selama hampir seminggu itu.
Tapi disamping itu ada seseorang yang sedang memperhatikan orang yang selama ini dia perhatikan.
Ianya sedang mengeringkan baju di dekat api unggun, dan orang tersebut sedang duduk di rumput selagi melakukan kebiasaannya itu.
"Hahhh...."menghembuskan nafas dengan kasar, sembari melepas perban di lengannya yang belum ia ganti, setelah itu barulah ia membuang bekas kain kasa tadi ke dalam api unggun.
"Apa yang aku lakukan hari ini?"
Memperhatikan pedang yang sedari tadi Danie pegang, pedang hitam itu adalah pedang yang dia gunakan untuk...
[Membunuh...lagi] lalu menghela nafas dengan kasar.
Selama ini sabagian hidupnya, baik itu yang dulu maupun sekarang, kedua tangannya memang dikutuk dengan simbah darah manusia yang ia bunuh.
Itu fakta dirinya sebagai mantan penjahat.
[Kalau aku mati, bukankah itu adalah penebusan dosa, kenapa harus dihidupkan kembali jika pada nyatanya memang hatiku masih sungkan untuk membunuh, tangan ku lebih banyak melakukan dosa ketimbang kebaikan] fikirnya
"Sebenarnya siapa dirimu?" tanya Caver pada orang yang sedang duduk di dekat api unggun(Danie).
Sesaat kemudian Danie melepas gulungan lenganbajunya. Pertanyaan caver membuat Danie mengurungkan niatnya untuk melamun terus menatap kedua tangannya,lalu ia menjawab
__ADS_1
"................,Eldanie~? "
"...............,Mengetahui cara menggunakan benda bernama smartphone, membuat senjata terbaru, lalu saat perang terlihat tidak terkejut dengan mayat bahkan bisa mempertahankan diri"
jelasnya,semua ia ketahui karena memang menyelidikinya dari awal.
"Sepertinya saya membuat anda curiga"
Karena bagaimanapun ternyata hanya caver seorang yang sadar.
Tetapi Caver tidak merespon,hanya menantapnya dengan tatapan menyelidik,yang merespon justru raut wajahnya.
《Ternyata kamu sadar》
[Wah,kata-kata itu seperti tertulis diwajahnya]
Lepas melihat raut wajahnya yang juga meremehkan.
Karena Tuan Duke masih setia ingin mendengar jawabannya,dengan pasrah akhirnya..
"Baiklah,akan kuberitahu pada tuan kesatria saja. Namaku Alinda" melempar beberapa ranting pohon kering yang ia kumpulkan sebelumnya ke api unggun agar tidak mati.
"Lahir di indonesia namun tinggal di jepang abad ke -21. Banyak melakukan kesalahan, namun sedang ku perbaiki menjadi orang baru dengan menghapus semua catatan masa lalu agar bisa masuk ke dunia militer.
Sayangnya aku mati ditembak karena membangkang perintah Bos, sebagai anak buah dari pekerjaanku sebelum masuk dunia militer. Lalu aku hidup kembali ke di dunia ini dengan tubuh baru yang saya sendiri saja tidak tahu namanya.
[Kenapa orang ini diam?,apa aku terlalu banyak bicara?] Melirik ke samping kanannya dengan tangan kanan masih memegang satu ranting pohon.
"Jadi jiwa yang melintasi dimensi"
Hanya mengangguk iya.
"Berarti kamu perempuan?, apa alasanmu menyamar menjadi laki-laki?"
💧[walau kelihatan tidak mempedulikan ucapanku,ternyata dia jeli juga]
"Bukan berarti harus menipu orang lain"
"Itu salah mereka karena salah mengira, tidak ada yang tanya, maka bukan salahku juga"
".........................."
"..........?"
[ Canggung banget ,bicara dengan dia melelahkan ]😫
"Apa duniamu berbeda dengan disini?"
"Ya,diduniaku banyak mobil bisa dikatakan pengganti kereta kuda, gedung setinggi 100 lantai dengan dinding luar serba kaca,pesawat seperti burung yang terbang dilangit, jalan raya semulus dinding, kereta cepat sesuai namanya ia sangat cepat, misal dari istana ke perbatasan wilayah di sebelah barat, jarak 1000 KM bisa di tempuh dalam waktu kurang dari 1 hari."
[Makannya,disini sangatlah membosankan.]😤
/
|
(Orang yang sedang membanggakan dunianya yang dulu)
"....................."
"Ada satu hal lagi yang ingin saya ceritakan pada tuan, saya sebenarnya bukanlah orang baik. Dari awal saya tidak cocok sebagai pendeta, kedua tangan ini...lebih banyak membunuh manusia ketimbang membantu orang"memperhatikan kedua telapak tangannya sendiri, walaupun terlihat bersih dimata orang lain, tapi baginya tangan itu masih bersimbah darah manusia yang dibunuhnya. Bahkan sekarang ia seperti baru saja mencelupkan tangannya kedalam ember penuh darah merah
"...................."
HENING~~~~
__ADS_1
[ Kalau tidak ingin mengobrol lagi setidaknya enyahlah dari sebelahku! ] merasa frustasi,karena lawan bicaranya diam saja.
[ kalau dilihat dari sini..]mulai bengong.
Caver yang masih berdiri di sebelahnya, dan saat malam bulan purnama itu, mambuat dirinya sadar kalau pria didepannya ini 'sangatlah tampan'
Aura dingin hawa membunuh ditambah dengan suasana malam hari itu, sangatlah cocok dengan karakternya.
Kemudian ia mencuri-curi pandangan ke caver, ia menemukan wajahnya yang semula serius penuh dengan kecurigaan, kini raut wajahnya sedikit berubah seperti bertanya-tanya omong kosong apa yang sedang aku bicarakan.
"Karenamu, tidak banyak kesatria yang terluka. Langsung membantu para kesatria, sekaligus mempedulikan musuh disekitarmu, adalah hal wajar untukmu karena memang sudah terbiasa membunuh" Caver.
[Apa-apaan kemurahan hatinya ini?,bisa menerimaku sebagai orang yang banyak dosa walau dipanggil pendeta] Danie
"Dari pada itu, dimedan perang hanya ada orang saling membunuh, itu hukuman sebagai kesatria"sambung Caver.
[ Jadi maksudmu, aku tidak perlu merasa bersalah karena membunuh orang , karena ini perang? ]Danie
"Terima kasih sudah memberitahuku tuan kesatria"kembali bicara dengan kalimat yang sopan.
"Aku hanya memperingatimu, lebih baik jadilah diri sendiri"
[Ngomong-ngomong sepertinya sejak awal perang tadi dia sudah tahu, jadi dia hanya ingin aku tidak perlu terbebani dengan masa laluku sendiri?.Justru sebaliknya,sepertinya dia khawatir padaku?, aku yakin kata-kata tadi adalah caranya dalam mengekspresikan kekhawatiran,kan?. 'Memperingatimu' dia mengharapkan aku untuk berhati-hati, karena di medan perang, hanya ada musuh yang harus dikalahkan ]
Bibirnya langsung menyunggingkan sebuah senyuman, entah itu hanya harapannya belaka karena ada seseorang yang mengkhawatirkannya atau hanya karena caver sekedar membuat Danie tidak usah mengkhawatirkan masa lalunya sendiri,itu semua sudah membuatnya tenang.
[ Ah...udara malam hari sangat menyegarkan, sepertinya bajuku juga sudah kering,sebaiknya aku kembali sekarang ].
Mengambil baju yang sudah dikeringkannya dengan menghangatkannya di dekat api unggun setelah dicuci.
"Eldania.....nama asliku disini adalah Eldania, Saya harap anda bisa menjaga rahasia saya yang sebenarnya"tuturnya, lalu berdiri.
"Kalau begitu saya akan kembali duluan, tuan Duke...eh...tuan kesatria!"
[Gawat..!]
"Duke?"mengkonfirmasi dengan nada dingin,yang seakan-akan membawa hawa dingin di pagi buta.
"Gelar bangsawan itu belum diwariskan padaku, apa kamu memanggilku 'Duke'?" Sorotan matanya semakin tenggelam.
"...ya?"
[Ada apa denganmu?]merinding mendengar suaranya yang kelewat dingin itu.
Karena biasanya untuk pewaris gelar bangsawan, pewaris akan ditentukan sebelum pesta kedewasaan. Kalau sudah lewat beberapa tahun biasanya gelar itu akan diwariskan seutuhnya kepada generasi setelahnya.
[Seharusnya,3 tahun yang lalu Caver Willard juga akan meneruskan keluarga duke]
Tapi karena Cervian yang merupakan putra pertama dari duke ditemukan sudah menjadi mayat di kediaman duke, pewarisannya jadi diundur.
[Meski agak sedikit terlambat, setahuku sebulan yang lalu, keluarga kerajaan sudah mengumumkan bahwa gelar duke diwariskan padanya. Jadi kenapa dia memasang wajah seperti balok ES begitu?]fikir Danie lagi,merinding melihat tatapan penuh ancaman itu.
"Jika kamu memanggilku begitu, bukankah orang-orang bisa salah paham mengira aku menyingkirkan kakakku untuk mendapatkan pewarisan gelar?"
"Saya akan perbaiki kesalahan saya. Kalau begitu saya pamit undur diri lebih dulu"
Danie segera menunduk hormat lalu buru-buru pergi.
Sekarang Caverlah yang di tinggal sendirian di sana.
"Hmmm?"
Mengambil pedang Danie yang tertinggal di bawah batang pohon,ia mengambilnya namun sesaat kemudian pedang tersebut menghilang seperti asap menguap dari genggamannnya.
WASHHHH ................
__ADS_1
(Sendirian dan angin malam berhembus)
HENING..~~~