Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Danie dan Ordon


__ADS_3

[ Lebih sulit dari yang kuduga ]


Danie memyerang balik dan menendang wajah dari anak buah Ordon sehingga babak belur parah, tapi yang lain masuh banyak yang harus Danie urus.


4 orang secara bersamaan menyerangnya Danie berusaha menghindar dan membuat tubuh mereka sendiri menjadi pijakan Danie sehingga bisa melompat ke atas, dan disaat itulah kesempatannya..


SRASSHHH........


Ketika semuanya mendongak ke atas secara refleks untuk melihat Danie, dia kala itulah Danie menyerang mereka semua dengan menyebarkan pasir sebagai medianya untuk melumpuhkan lawannya.


Sontak semuanya kesakitan karena matanya kemasukan pasir.


Serangan telak Danie lakukan untuk mengalakan mereka dan diakhiri tidak ada yang bisa berdiri lagi.


" Kemampuanmu hebat aku memujimu, tapi jika yang ini? " Ordon memberikan kode.


Danie menjeling ke arah yang di maksud, dan mendapati orang yang di kenalnya yaitu Rudolph memiliki jenis senjata yang sebenarnya dimiliki Danie sendiri.


Matanya terbelak karena, Rudolph mulai menarik pelatuknya dan...


DORRR.......


CTANGG...( Suara besi yang saling bertemu )


[ Kenapa pedang ini muncul lagi? ]


Yang dilihat Danie tadi adalah satu pedang mencegah satu peluru tadi mengenai Danie, yah..pedang itu menghalangi jalur pelurunya.


Pedang berwarna hitam kelam dan memiliki


garis berwarna merah dengan corak seperti petir bercabang itu kembali ia lihat, lalu pedang itu jatuh dan Danie langsung menangkapnya.


Untu beberapa detik Danie terbengong dengan senjata yang sedang di pegangnya, namun sadar kalau lawannya sedang ada di depannya jadi ia kembali bersiaga.


" Tembak terus " perintah Ordon.


Gasphal yang ada di atas gua langsung menarik pelatuknya dan membuat semua peluru didalamnya keluar, menembakkannya langsung pada Danie.


Entah kenapa, yang dirasakan Danie ia dapat melihat peluru itu sendiri sedang terbang ke arahnya sehingga ia dapat menangkisnya dengan pedangnya itu dan mengarahkannya ke tempat lain sehingga disitu sudah seperti medan pertempuran dan hancur berantakan.


[ Aku salah, seharusnya tidak membuat senjata yang itu. Aku harus bisa merebutnya kembali ].

__ADS_1


Kesalahan dirinya karena membuat senjata yang mematikan dan meletakkannya di sembarang tempat, makannya bisa di curi oleh orang yang tidak terduga yaitu Gasphal teman kamar sebelahnya.


[ Kenapa pelurunya tidak habis? ]


" Kamu berpikir pelurunya tidak habis bukan?. Karena senjata buatannmu sudah ada sihir lain, yang bisa mengisi otomatis pelurunya. Melihatmu kwalahan ada bagusnya juga " Ordon membuat gerakan lain yang sederhana.


[ Jebakan la- ] belum sempat apa lagi yang akan di lakukan Ordon itu, dirinya merasakan kedatangan mara bahaya lain di sisi berlawanan( belakangnya), ketika mebileh ke belakang rupanya ada satu anak panah menuju ke arahnya, ia bisa mengelak namun..


DORRR.......


Satu peluru berhasil mengenai dirinya, namun karena sedikit bergeser jadi hanya mendapatkan luka gores di lengan kirinya, darah pun memberikan warna pada bajunya yang berwarna coklat.


DEG........


dan tiba-tiba rasa sakit dan aneh menyerangnya seketika sehingga Danie hendak terjatuh ke tanah namun bisa ia tahan karena pedangnya ia gunakan untuk menopang tubuhnya dari pada terduduk di tanah.


Satu pola sihir berwarna merah muncul di depan matanya, ianya berputar .


" Walau meleset tapi tidak masalah. Jangan meremehkan luka kecil " tutur Ordon lalu pergi meninggalkan Danie.


DI SAAT YANG SAMA...


Tat kala mirkan sedang duduk sembari memegang tangan kiri Jeremiara.


" Penyihir!, apa yang terjadi? "


Yang dipanggil mencoba mengecek keadaan Jeremiara, tetapi hasilnya tidak tahu dengan menggeleng kepala.


" Maaf yang mulia raja, saya tidak tahu ini sihir apa. Saya sama sekali tidak bisa mendeteksi penyebabnya "


Kembali ke tempat dimana Danie berada.


[ Sialan, luka ini ada racunnya?. Aku tidak bisa membiarkannya pergi! ]


" Jangan jadi pengecut bodoh! " Seru Danie dengan wajah seperti orang kelelahan karena memang lelah.


Di sisa tenaganya ia harus bisa menyingkirkan orang yang sudah membuat dirinya menderita.


Mengangkat pedang dan berlari lalu melompat untuk memberikannya serangan pada Ordon, Ordon secepat mungkin langsung melompat mundur, satu tebasan dapat di hindarinya juga lalu menyerangnya lagi secara bertubi-tubi untuk memojokkannya.


[ Sudah terkena virus, tapi masih ingin mengalahkanku? ]

__ADS_1


Keringat dingin bercucuran di wajahnya, melihat ekspresi dan aura membunuh yang kuat dari Danie membuat dirinya sedikit lengah namun masih bisa ia hindari walau akhirnya mendapat luka gores di pipinya.


Danie masih tidak mau mengalah, dan tidak ingin membuang kesempatannya tuk membalaskan perbuatannya karena sudah menculik dan mengancam Elvira, lalu dirinya diberi racun.


[ Dia hebat, sayangnya musuh ] tetibe tepat di pepohonan dirinya seperti melihat kilatan dan bergegas menghindar karena reaksinya yang tiba tiba berubah, Ordon menoleh ke belakang dan..


SRETTT.........( Satu anak panah menyerempet lehernya Ordon )


Sama halnya dengan yang di alami Danie, dirinya merasakan sensasi aneh di tubuhnya lalu disaat bersamaan cahaya berwarna merah lalu pola sihir terbentuk tepat di depan matanya.


[ Ke..kenapa aku terkena juga!. ]


*****


" Raja!, gawat!, nona Elvira mengalami hal yang sama seperti yang mulia Ratu " Seru si penyihir yang tadi menjaga Elvira di kamarnya.


" Apa!, Cari dia!..., Cari orang yang menyebabkan ini semua! " Mirkan mulai naik darah, dengan hal yang terjadi pada kedua orang yang di sayanginya, dirinya harus mencari orang yang sudah berkhianat sekaligus sudah mencelakai Jeremiara dan Elvira.


" Kerahkan semua penyihir di menara untuk menemukan Danie yang tidak tahu diuntung itu!, tangkap dia! "


" Baik! " All.


[ Danie!, aku tidak akan melepaskanmu!, mau kata kamu ini perempuan atau laki-laki, buktinya sudah membuat anak dan ratuku menderita! ]


*******


Di tengah hutan terdapat satu orang wanita berambut hitam yang cantik tengah berdiri sembari mendongak ke atas melihat langit biru. Lalu dari belakang datanglah seorang pemuda berambut merah bermata hitam, namun di pipi kirimya ada bekas luka lebar yang menjadi ciri khasnya sehingga terlihat menyeramkan.


" Saya sudah mengerjakan permintaan anda penyihir....."


" Panggil saja kakak Chloe "


" Kakak Chole "


" Baguslah, pekerjaanmu menyenangkan bukan? " Tanya Chloe pada pemuda di belakangnya.


" Ya!, melihat mereka yang memiliki kekuatan dan kekuasaan yang kuat menderita itu sangat menghibur untuk orang lemah sepertiku " tuturnya dengan senangnya.


" Bagaimana caramu mengatasinya Danie?. Takdir akan mempertemukan kita lagi " bisik Chloe.


" Ini uangmu sebagai hadiahmu " Chloe memberikan sekantung uang sebagai upah pekerjaan orang didepannya karena rencananya berhasil. Hanya dengan membayar uang lebih, dia mau mengkhianati ketuanya yaitu Ordon, jadi permainannya bisa jalan sesuai yang di inginkannya.

__ADS_1


" Terima kasih kakak Chloe " menerima sekantung uang dari wanita penyihir itu, kemudian dalam sekejap mata penyihir itu pergi ke dalam kegelapan hutan dan menghilang seperti hantu.


Agak merinding ketika bertanya jawab dengannya, namun karena rupanya yang cantik itu membuat semuanya rasa takutnya menghilang dalam sekejap.


__ADS_2