
[ Sebutir peluru melemahkanku? ] Gregore pun sadar karena rasa menyakitkannya itu.
" Dasar Human!. "
"..........! " Sudut matanya melirik ke belakang.
" HOARGGH.... " Selagi masih ada kaki, Gregore berlari ke arah Dania berdiri.
Dan Dania ikutan berlari berhadapan dengan Gregore, dengan tangan kiri memegang pistol dan tangan kanan memegang sebilah pedang.
Dania mengincar mata Gregore, tapi hasilnya tetap dihalangi dengan dua lengan besarnya itu, ketika puluru sudah habis, tangan kirinya meletakkan kembali pistolnya ke sarung pistol yang terikat si paha kirinya.
Masih berlari, Gregore berteriak keras lagi agar seperti yang Sieg tadi, walau sedikit berhasil tapi Dania tetap berusaha melangkah maju.
Terus...dia melakukan lompatan dan Gregore pun sama.
Tapi disaat yang terakhir, Gregore merasakan lemas tak bertenaga.
《 Efek dari air suci yang sudah bersemayam ditubuhnya. 》
JLEBB......
( Menghunuskan pedang langsung ke punggung nya Gregore. )
" ARRRHHHHH....! "
[ Harusnya dari tadi, tapi aku baru mendapatkan ini. ] Menyentuh sarung pistolnya. Sebenarnya sesaat setelah teleportasi yang dilakukam Archduke padanya, di saat yang sama ia mengembalikan senjatanya yang sudah tertunda lama.
BRUUAKKK........
Satu dinding tembok dari menara sihir sudah berlubang dengan mudahRintih
BUAK...
" UGHH...... " Rintih Archduke lepas menghentam pintu utama.
Dania berlari masuk ke dalam, tapi sebelum itu ia menyembuhkan tuannya?, ah...kakak angkatnya?. Dania hanya menganggapnya begitu karena Archduke ini sudah menolong dirinya beberapa kali dan memberikannya tenpat tinggal juga.
Ketika masuk ke dalam menara, ternyata ruangannya benar-benar gelap. Sekarang tidak juga sih karena lubang di dinding hang tadi tercipta membuat cahaya matahari turut masuk menerangi ruangan yang awalnya gelap itu.
" Nona Celes? " panggil Dania, kemungkinan besar kalau nama yang dipanggilnya masih ada di dalam.
" Ukhh...., uhuk...uhuk... "
" ..............!? "Dania celingukan untuk mencari sumber suara batuk milik Lady Celes.
" Sudah mengalahkannya ya? " Ada satu suara lagi, namun terdengar manis?.
[ Apa aku salah mendengarnya?, kenapa seperti anak ke- ] Seketika ruangannya terang dan memperlihatkan Lady Celes dalam keadaan tercekik oleh...
" Cil. " sambung Dania di kata teralhirnya sebab benar-benar melihat satu anak kecil sekitar umur 14 tahunan, namun siapa yang tidak menyangka kalau anak laki-laki itu bisa terbang dan sekarang sedang mencekik Lady Celes.
Kengerian yang dilakukan bocah itu sayangnya di kalahkan oleh wajah rupawan yang dimilikinya itu, itulah sudut pandang atas kesan yang dilihat Dania.
" Kamu siapa?. " Tanya sang bocah laki-laki itu kepada Dania di temani dengan tatapan menyelidik.
______________
Pada akhirnya pasukan Iblis itu mengalami kekalahan, tapi bisa saja itu hanyalah kekalahan untuk sementara waktu.
Yang terpenting disini adalah bagaimana keadaan Nona Penyihir si Lady Celes Navathi?.
Claport sedang memandu bawahannya yang terluka untuk di berikan pengobatan segera oleh Healer.
Sedangkan di ujung sisa jembatan berdirilah Ishid Lucrenzia, dia tengah memandang datar wanita Iblis yang sudah mengganggu jadwal istirahat bersama dengan pacarnya ( Yunifer ).
Karena kedatangan mereka, dirinya harus berpisah meninggalkan kekasignya bersama dengan wanita yang tidak disukainya karrna sering berdekatan.
Ishid memutar tubuhnya, ia sekarang berada di depan para kesatria alias para bawahannya.
" Aku kembali dulu, urus sisanya. " tutur Ishid, ia menoleh ke samping kanan.
Tak ada angin tapi ada helaian tipis berjatuhan melewati pandangan matanya.
Ishid membuka telapak tangannya dan mengarahkannya ke atas, akhirnya ia mendapatkan sedikit helaian..
__ADS_1
" Itu cuma pedang tumpul. " ucap bocah remaja itu.
" Aku belum tahu pedang mana yang cocok untukku. " Jawab Dania.
" Lucu juga, ranting pohon ku bisa sampai memotong rambutmu. " tutur pria yang lebih muda dari Dania tanpa merasa bersalah.
" Aku juga terkejut! " sambil tertawa getir mendapatkan rambutnya terpotong secara cuma-cuma dengan ranting pohon yang ditemui di sembarang tempat itu.
" Jika menang dari ranting pohonku, rambutmu akan kembali seperti semula. Jika kalah, tunggu saja sampai menang dariku. "
Taruhannya jadi sepele namun sedikit menyesal juga.
Ishid mendongak ke atas, terlihat ada kilatan cepat berpindah secara acak dari satu tempat ke tempat lain.
Dan terdengar suara dentingan pedang yang bertemu satu sama lain.
Flashback On.
" Lepaskan nona Celes. " Pinta Dania.
" Kenapa aku harus melepaskannya?, jawab pertanyaanku. " Tanyanya balik.
" Eldania, ini permintaan. "
[ Kan biasanya tidak suka perintah. ]
" Hmm... " Dengan sukarela, ia menlepaskan cengkraman di lehernya Celes.
" Aku bukanlah pria yang bertindak tanpa sebab. Mereka bertiga menyerangku tanpa alasan jadi aku melindungi diriku sendiri. "
[ Bukannya alasannya sudah jelas?, kalau kamu orang yang mencurigakan?. ] Dilihat dari manapun, aura sihirnya juga besar.
{ Tapi jiwa mu- , kamu bukan berasal dari dunia ini, semua kemampuanmu adalah hasil ingatan di kehidupanmu sebelumnya. }
{ Kamu membaca pikiranku!?, }
{ Aku raja iblis, tentu saja aku bisa membaca pikiranmu. }
[ Aku kira, raja iblis itu jahat sampai akar-akarnya. Kenapa aku malah bicara tanya jawab dengannya?. ]
" Raja iblis paling tirani, Azazel. "
[ Tapi bukannya wajahnya terlalu rupawan?! ] Dania menangis dalam diam, ketertarikan dalam hatinya membuak ingin menatap wajahnya lama-lama.
" Aku baru terlahir tapi tubuh ini perlu olahraga, jika menang dariku aku, Syelis akan aku tarik mundur. " tutur Azazel.
" Jika kalah? "
" Akan aku pikirkan di akhir pertarungan. "
Jawab Azazel, dia berjalan keluar menara dan tak sengaja menemukan ranting pohon tergeletak di atas jalan.
" Aku akan menggunakan ini. " memperlihatkan ranting pohon dengan dua cabang itu.
Falshback On.
Maka dari itu, sekarang keduanya saling unjuk keahlian pedangnya masing-masing.
__ADS_1
Azazel terlihat 3 tahun lebih muda namun jangan salah sangka, pria remaja yang mengaku raja iblis itu mrmang memiliki keahlian pedang yang cukup tinggi.
CTANG.....
CTANG....
Karena baru saja berteleoprtasi akibat sihir Azazel, mereka berdua berpindah satu tempat ke tempat lain.
Di tengah pertarungannya ada saat dimana Dania lengah yang akhirnya mengakibatkan rambutnya TERPOTONG OLRH RANITING POHON.
Sekarang keduanya tengah berada di belakang wanita yang dijuluki komandan dari pasukan iblis yaitu Syelis.
" Tu..anku, raja iblis.? " Ucap Syelis yang masih terduduk di atas tanah.
" Akhh...! " Dania terpental ke belakang karena serangan kejut tadi.
Sehingga sekarang jadi ter telungkup di atas tanah.
" Ada apa?, apa kau sudah mencapai batas? " tanya Azazel melihat lawan tandingnya baru saja terpojok dan rubuh.
Dania bergerak untuk berusaha bangun.
" Baru kali ini aku di kalahkan oleh cabang pohon. " lalu langsung berlari mengayunkan pedangnya kembali.
Tapi dengan cepat di tahan oleh ranting pohon yang digunakan Azazel. Selanjutnya di saat keduanya saling menahan senjata lawannya, Azazel kembali mengeluarkan teknik ayunan cepat kepada Dania, jadi dengan buru-buru ia melompat ke belakang.
Dengan senyum yang tersungging di bibirnya, Azazel berkata lagi.
" Kau menetralkan gelombang kejutnya, ya?. Bisa berkembang di tengah pertempuran itu memang luar biasa. Baiklah, aku akan sedikit menguatkan seranganku. "
" Bagaimana kalau lebih serius lagi, dengan begitu aku bisa mendapatkan rambut panjangku lagi. " jawab Dania.
[ Sudah susah payah di panjangin, dia dengan cepat potong tanpa tahu diri. ]
" Dan jadi tahu lebih banya teknikmu. "
" Kalau begitu, kau harus bisa bertahan sedikit lebih lama! "
Dengan kesenangan yang datang, Azazel jadi bertambah semangat melayani saingannya.
" Kamu terlihat senang. "
" Tentu saja harus. Kau juga terlihat senang. " Azazel pun melihat kesenangan yang ada di ekspresi serta mata ruby milik Eldania itu.
" Ini pertama kalinya, bisa beradu pedang di dengan seseorang setelah berpindah dimensi ke dunia ini "
" Aku mengerti perasaanmu, duniamu berbeda dengan dunia ini. Sebuah kehormatan juga bisa bertarung dengan jiwa dari dunia maju tanpa sihir. "
" Jangan terlalu banyak bicara masa laluku. "
Sela Dania dengan cepat.
" Baiklah, tapi kesenangan ini akan berakhir. " Azazel mundur ke belakang, menerima teknik ayunan pedang milik Dania, lalu kembali mendorong lawannya itu dan dia pun menggunakan teknik yang sama.
Dania melompat ke atas untuk memberikan teknik terakhirnya, karena posisinya untuk sesaat berada di atas dan Azazel berada di bawah, Dania memposisikan pedangnya ke bawah.
" Kena! "
Dengan cepat, ujung pedangnya mengenai ujung ranting pohon milik Azazel, terus menggores sepanjang bilah ranting itu.
Azazel tersenyum puas, ketika ujung pedang milik Dania berada di antara dua cabang pohon yang terletak ditengah-tengah, Azazel langsung memutar dan menangkisnya dengan cepat.
Alhasil, pedang besinya patah menjadi dua meski cabang kecil yang ada di ranting pohon ( senjata ) milik Azazel juga patah.
Selanjutnya karena pedang yang di tangan kanannya sudah terjatuh ke tanah tapi sudah tidak bisa digunakan lagi, gantian tangan kiri pulak yang mengayunkan pedang barunya untuk memotong ranting pohon yang dimana ujungnya hendak menusuk ke lehernya ( Dania ).
Tapi Azazel sangat cepat menyadari itu, sehingga Azazel menguatkan serangannya untuk menangkisnya lagi, namun Dania yang sudah lelah di ujung tandung akhirnya....TERPENTAL..kuat ke belakang.
LAGI.
" Ahh....aku benar-benar kalah. " rutuk Dania, lelahnya sangat menyakitkan. Tubuhnya serasa di bawah beban seberat 100 kg.
Di saat terakhir, Azazel berkata.
{ Licik juga, tapi hari ini akan aku anggap imbang, kita akan bertemu lagi. } Tanpa tanggung jawab sebagai Raja Iblis yang disegani banyak Iblis. Azazel pergi meninggalkan Dania yang masih melayang di udara di kecepatan cukup cepat.
Kembali dimana Ishid memperhatikan...
" Rambut? " bisik Ishid, ukurannya lumayan panjang, tapi siapa pemilik rambut berwarna coklat itu?.
Ketika menoleh ke depan lagi...
BHUAKK......
Matanya Ishid membulat lebar ketika dirinya tiba-tiba saja dihantam sesuatu tanpa ada peringatan kedatangannya.
Apatah lagi dirinya tadi berada di ujung batu terakhir ( ujung ) jembatan yang sudah tinggal separuh itu.
karena hentaman mendadak tadi, dirinya...
" Ketua!. " teriak Mikhail lepas melihat komanda Ishid terjatuh ke sungai bersamaan dengan..
[ Dia? ]
Karena kejadiannya berlalu sangat cepat dan mendadak, tidak ada orang yang mampu mencegah terjatuhnya mereka berdua masuk ke dalam sungai.
BYURRR..........
__ADS_1
TAMAT...
______________________________________