Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 83


__ADS_3

di salah satu gang sempit di kota.


" Kerja kalian bagus, tanduk kristal rusa memang sangat cantik " melempar satu koin emas pada dua orang gadis di depannya.


" Hei!, kami sudah membawa yang kalian minta, kenapa bayarannya cuma 1 koin emas!? " tutur salah seorang gadis


" Ehh...yang penting sudah kami bayar, jadi masalahnya dimana? "


" Masalahnya kalian sudah menjanjikan harganya 5 koin emas " tutur satu gadis satunya lagi.


" Jadi? "


" Kalau tidak bisa membayarnya, kembalikan barang itu! " pertegas lagi.


" Barang yang sudah berada di tangan kami mana bisa di kembalikan lagi. "


" Kakak, kan aku sudah bilang, kita harusnya bekerja secara legal " bisik sang adik pada kakak perempuannya.


" Ahahahah.....adikmu justru lebih pintar, pekerjaan kalian masih ilegal, jadi tidak ada yang bisa menuntut kami mau berapa bayar berapa, toh jika kalian melapor yang akan ketangkap kalian juga " perjelas pria yang meminta jasa pada adik beradik kembar itu.


Sang kakak mulai marah dan mengepalkan tangannya, satu pukulan ia gunakan untuk memukuk 3 keparat di depannya, tapi....


BUAKK......


" Ugh..... " sang kakaklah yang justru terkena serangan balik dan terpental ke belakang.


" Kakak......, kita relakan saja, mereka lebih kuat dari kita "


" Tapi...., kau tau sendiri, kita berdua hampir mati demi mendapatkan tanduk itu " jawab sang kakak.


" Ayo kita pergi "


" Tunggu!, urusan kita belum sselesa! " seru sang kakak.


" Hahh?, apa kalian sekalian ingin menjadi penghangat ranjang juga?. Jika iya soal tanduk ini, akan aku janjika 10 koin emas " ancam pria tersebut.


" Jangan menggertak dua gadis " tutur seseorang dari belakang mereka bertiga.


Semuanya menoleh ke arah sumber suara.


" Nona, apa nona juga mau? " tawar laki-laki itu.


" Dua orang disana, berapa harga tanduk itu ? " tanya Dania sambil berjalan mendekat, dalam perjalanan pulang memang tidak sengaja mendengar keributan kecil di gang dan menemukan kalau ada dua irang gadis baru saja di tipu.


" 5 keping emas " jawab sang adik.


Lepas mendengar harganya, Dania melempar 5 koin emas pada dua kakak beradik itu dan menyerang ketiga orang yang sudah menipu dua gadis tadi.


" Aku sudah membayar sesuai harganya, jadi tanduk itu sudah menjadi milikku "

__ADS_1


" Kurang ajar bocah! " Satu orang berlari menuju ke arah Dania dengan serangan pukulannya, namun hanya dengan membuka telapak tangan kirinya tepat di depan wajahnya, arah pukulan tangan sang lawan bergeser sehingga melenceng ke kiri tapi secara bersamaan kepalan tangan kanan Dania langsung meninju wajah musuh sampai terpental ke belakang.


ARGHH........ Teriak kesakitan.


" Satu orang saja kalian tidak becus " tutur teman lainnya.


Ada yang menyerangnya dari belakang, pukulannya meleset lagi sebab Dania segera menangkap tangan dan balik menyerang dengan gaya lemparan bahu.


BRUKKK......


Tubuhnya terbanting secara cuma-cuma.


" Kau!!! "


" Jika bertarung, jangan kebanyakan bicara "


Dania menoleh ke belakang, ia di sambut serangan dadakan dengan dikeluarkannya belati yang orang itu simpan di balik bajunya, walaupun serangannya sempat meleset tapi ujung pisau tadi sempat menggores sedikit wajahnya dan beberapa helai rambut juga terpotong berterbangan.


Pandangannya terhadap gerakan tangan dari serangan tadi masih berada di sampingnya, secara refleks dia mencengkram si tangan pemegang pisau kemudian menekannya ke depan sehingga akan membuat si orang tersebut tulangnya patah.


BUKK....BUKK....BUKK...


" ARGGHH...... "


Tinga orang tadi terpental ke belakang sampai tergelincir ke tengah jalan.


"................"


" Rasakan!, makannya jangan main keroyok! " ucap sang kakak.


"........ " Dania menghela, lalu ia tak sengaja bertemu dengan si rambut hitam mata zamrud.


"...........? " Ishid mengerjapkan matanya beberapa kali sambil memandang Dania.


" Apa anda mengikuti saya? " Tanya Dania.


" Kakak!, terima kasih sudah membantu kami " ucap sang dua bersaudara tadi.


[ Padahal tanduknya cantik ] Dania memandang serpihan kristal dari tanduk yang sudah pecah tadi.


" Pipi anda tergores " tutur Ishid.


Mendengar ayat barusan, kedua bersaudara tadiljuga terpaku pada satu luka yang di dapati Dania.


[ Kenapa aku jadi berurusan dengan 3 orang ini? ] Dania mengelap darah tadi dengan punggung jempolnya lalu memutar tubuhnya memunggungi mereka bertiga.


" Kakak- "


" Aku bukan kakak mu " sela Dania dengan cepat.

__ADS_1


Suasananya begitu canggung banget, sampai-sampa dua kakak beradik itu juga mendapatkan atmosfer kurang bagus begitu Laki-laki bernama Ishid itu datang.


" Anu....siapapun anda, kami ucapkan terima kasih. Kami akan membalas kebaikan anda suatu hari nanti " tutur sang adik kemudian segera menarik tangan kakaknya untuk pergi menjauh dari mereka berdua.


" Lalu anda? "


" Saya ingin meminta maaf " tutur Ishid.


" Maaf ? " Dania terpancing dengan satu orang yang tiba-tiba minta maaf, padahal di ingatannya orang ini tidak membuat kesalahan apapun padanya.


" Saya yang mengirim undangan untuk anda, tapi justru saya yang mengingkari janji pertemuan tadi pagi " Jelas Ishid.


" Hah?, kalau begitu anda siapa? "


" Ishid "


[ Kalau dia ini Ishid, lalu orang itu siapa? ]


" Sudahlah, saya sepertinya bertemu dengan orang yang salah ." menepuk dahinya sendiri, ia tak menyangka kalah akan berbuncang dengan orang yang entah itu siapa.


" Selain itu, kenapa anda masih disi- "


" Saya ingin mengembalikan ini juga " Ishid memberikan satu topi yang yang beberapa hari lalu Dania pakai. Yah....itu terjatuh di suatu tempat dan alasannya mengundang Dania juga memang selain ingin mengembalikan barang itu juga ingin membeicarakan sesuatu. Tapi sebab sekarang memang berada di tempat yang kurang pas namun juga terdesak akan satu hal masing-masing, secara pribadi Ishid memberikan satu formulir pada Dania.


" Ini memang punyaku, tapi formulir ini..... apa pasukan anda kekurangan orang sampai memberikan formulir ini secara pribadi? " Dania mengenakan topi imutnya dan melipat kertas tadi lalu ia masukkan ke dalam saku jaketnya.


" Tidak, saya hanya merasa kalau bakat anda memang pantas jika anda menggunakannya di pasukan kesatria. "


[ Sepertinya bukan itu, kata-kata tadi hanya sebagai dalih untuk kepentingannya yang lain ]


" Hahhh..... " Cuacanya semakin dingin, tiap nafas yang dihembuskannya berubah menjadi uap. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku untuk menghangatkannya.


" Atau ingin menjadikan saya teman pasukan untuk melindungi kekasih anda? "


[ Aku merasa ada yang aku ketahui dengan hubungan mereka berdua tapi bagaimana aku bisa menjelaskan pada diriku sendiri? ]


"............"


[ Orang ini malah diam saja ]


" Jika tidak ada hal lain saya pergi dulu " Merasa jengah berhadapan dengan orang yang mengaku Ishid juga, Dania pun pergi dari pada memikirkan hal pusing itu.


__________


Alangkah baiknya jika jangan tidak membuat dalih yang tidak berguna itu.


" Aku akan ikut bukan mengharapkan sebuah kehormatan, tapi ini untuk diriku sendiri. "


Kisah sehari dua hari tidak akan cukup, tapi hidup memang ada jalannya sendiri, jalan panjang yang harus kamu arungi sampai benar-benar mengetahui apa tujuanmu hingga sampai ke tahap ini.

__ADS_1


__ADS_2