Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Di culik


__ADS_3

Hari berikutnya adalah hari yang membosankan, dari pagi sampai malam hujan menyelimuti kota Linstone.


Namun harus Danie akui, bagaimanapun kondisinya, pasien tetaplah yang utama.


Walau hujan tidak berhenti, Danie harus mengutamakan pasien yang sudah menunggunya sejak kemarin.


Pasien yang satu ini bisa dikatakan keras kepala, karena kemarin siang Danie tiba-tiba menghilang entah kemana, datang satu orang yang di utus ke tempat suci Abner agar salah satu pendeta dari Abner menolong tuannya yang sedang sakit, namun karena Danie kala itu sedang tidak ada jadi pelayan pribadi tuannya itu datang lagi ke Abner demi bisa menjemput Danie.


" Apa tuan sudah puas? "


Tanya Danie dengan selamba pada Madrick, pemuda bangsawan yang baru saja ia obati.


" Tidak salah menunggu pendeta Danie semalaman " Senyum sayu terukir di wajah pucat tuan Madrick.


" Saya merasa puas dengan pelayanan anda "


" Ah..ya..iya, karena tugas saya sudah selesai, saya akan undur diri dulu."


" Tunggu " Madrick menahan tangan Danie.


" Ya?.." lalu matanya menjeling ke tangannya.


"sebaiknya tuan melepaskan tangan saya " Senyum paksa nan tawar Danie berikan, Danie menepis tangan Madrick dari pergelangan tangannya.


" Apa besok pendeta bisa datang kesini lagi? "


"..........? "


" Saya belum sembuh sepenuhnya "


" Maka banyak istrahat, jangan minum alkohol, anggur, maupun kopi. Besok saya datang kesini. Saya permisi dulu " Danie bergegas pergi dari sana, karena suasana yang tidak nyaman.


Lepas keluar dari kamar tuan muada Madrick, ia disambut oleh pelayan pribadinya.


" Pendeta, ini uang dari jasa anda " mengulurkan sekantung uang.


Kalau ditimbang-timbang isinya lumayan banyak.


Jadi Danie menerimanya dengan senang hati.


[ pekerjaan selesai, tinggal.....kembali ]


Kekuatan suci yang digunakan sudah terbuang paling tidak 30%.


Jadi masih ada tenaga untuk hal lain, seperti mengobati kakinya yang kelewat pegal setelah berlari 7KM.


Disaat hendak pulang, rupanya hujan masih saja turun dengan deras, namun untungnya ia membawa payung yang sudah disiapkan dari awal.


" Pendeta Danie?! " Seru salah satu orang.


Si empu menoleh kebelakang, ada satu kesatria yang datang menghampirinya, dia memakai mantel hitam.


Setelah berjalan mendekat, baru ia tahu siapa kesatria yang tadi memanggilnya.


[ Marcello? ]


"..................."


" Apa pendeta baik-baik saja? "


" Ya?....kenapa? "


" Masalah kemarin....., beliau meminta maaf karena tidak memberitahu pendeta kalau beliau pergi lagi secara mendadak dan meninggalkan pendeta sendirian " tutur Marcell dengan wajah khawatirnya.


Jadi alasan Marcello sebenarnya adalah pesan permintaan maaf Elvin pada Danie.


" Tidak masalah, toh saya bisa pulang sendiri "


" Jadi, apakah pendeta menerima permintaan maaf pemimpin? "


" Tentu saja, beliau tidak salah, sebagai pemimpin, pasti banyak tugas yang diemban. Saya memaklumi hal itu "


" Terima kasih pendeta, kalau begitu saya pergi dulu. Maaf tidak bisa mengantar anda "


" Saya tidak mengharapkannya juga "


[ Jadi dia hanya menitipkan maaf dari Elvin padaku?. Yah..aku tahu kalau putra mahkota pekerjaannya banyak ]


Danie kembali jalan menelusuri jalan yang basah, jarang ada orang yang berlalu lalang jadi dia menyempatkan untuk melihat langit yang mendung dan menghayati setiap tets air yang mengenai wajahnya.


[ Aku tidak menyangka, ternyata aku masih hidup sampai sekarang ]


***********

__ADS_1


" Kesatria Mith!, Jerome!, Dickard ! "


" Ya ketua ?! " All


" Dimana anak baru itu ! "


Sudah malam tapi diteriaki oleh ketua Hyde, alasan mereka bertiga dipanggil karena Hyde tidak menemukan anak bersurai coklat itu ( Danie ) selama seharian, apa lagi di kamar asrama juga tidak ada.


" Dia... " Jerome ragu untuk mengatakannya.


" Cepat Jawab.!! " tidak sabar.


" Dia sudah pergi ketua " jawab Smith dengan tenang.


" Siapa yang membiarkan dia pergi!, memangnya akademi kesatria suci ini bisa se enaknya masuk dan keluar !? "


" Dia..bukanlah murid baru ketua, beliau hanya data- " Belum sempat menyelesaikan kalimatnya sudah di sela oleh Hyde lagi.


" Murid baru atau bukan, jika sudah masuk ke sini maka akan dianggap sudah sebagai bagian dari murid disini! , siapa namanya ?! "


"........." ketiganya hening.


" ......... " Hyde menjeling mereka bertiga, tidak ada satu pun yang berani menatap tatapannya.


" Danie , ketua " tutur Jerome.


Mith dan Deckard memberikan tatapan membunuh pada Jerome.


Jerome sendiri karena sudah tidak tahan lagi mendengar teriakan Hyde terus menerus, jadi terpaksa memberitahu siapa nama dari orang yang dicari Hyde.


" Pergi...pergi, aku akan mengurusi orang bernama Danie itu "


Pada akhirnya mereka bertiga sudah diperbolehkan keluar setelah dimarahi selama setengah jam.


Lalu ke esokan harinya Hyde menyuruh Felix mencari buronan itu.


Hingga seminggu kemudian, pencarian bernama Danie belum membuahkan hasil.


Orang suruhan dari Hyde sedang berkeliling ke taman kota, tidak tahu harus berbuat apa ia tetap berjalan mengikuti langkah kakinya.


Di taman kota terdapat air mancur dan di disekitar situlah Felix tidak sengaja menemukan orang yang sedang tertidur pulas di atas bangku taman, kedua matanya ditutup dengan salah satu tangannya dan ternampak dia sedang bergumam sendir tanpa menimbulkan suara berarti.


Namun ketika Felik mendekatinya, dia akhirnya menemukan orang yang dicarinya selama seminggu ini.


"............"


Felik berjalan lebih dekat lalu berdiri sambil mengamati orang tersebut.


Perlahan orang yang ditatapnya menurunkan lengannya.


Menampakkan bulu lentiknya dan..


[ Warna mata ruby? ]


Baru pertama kali Felix mendapati orang yang memiliki warna mata yang mencolok itu, lalu rambut lusuhnya yang terkena keringat membuat orang tersebut terlihat.


[ Tampan?..] Felix segera sadar dengan urusannya kali ini.


[ hmm?...dia seperti orang yang jarang tidur ]


Terlihat dari kantung mata Danie seperti orang yang kekurangan tidur .


" Kamu siapa? " tanyanya pada Felix, lalu membangunkan diri untuk duduk.


" Kamu akan tahu nanti "


Lalu lawan bicaranya itu memperhatikan Felix dari atas sampai bawah, ia teringat dengan ciri-ciri orang didepannya dan pernah melihatnya di...


" Kesatria Fe- " teringat siapa yang ada didepannya, dirinya langsung berdiri hendak kabur, namun dengan cepat Felix memukul bagian tengkuknya.


" Danie~, kita belum pernah bertemu tapi kamu sudah tahu namaku " Felix menangkap buruannya sebelum tumbang ke tanah, lalu karena hari juga sudah mulai sore Felix dengan segan membawa orang bernama Danie dengan cara di pikul.


Sebab tidak banyak orang yang berlalu lalang, jadi tidak banyak yang memperhatikannya.


Namun ada sesuatu yang janggal ketika memikul Danie.


Sembari berjalan, Felix pun berpikir keras apa itu, selain tubuh yang ringan juga lebih pendek darinya, bisa dikatakan tinggi Danie sekitar 163 jadi kalau dibandingkan dengan Felix yang memiliki tinggi 180, maka tinggi Danie adalah sebahunya Felix...selain itu ia sedikit menyadari...


[ Ada sesuatu yang tidak ada ]


Apa itu?...., untuk beberapa saat wajah Felix memerah, namun harus berusaha ketepikan kemungkinn atau tebakan itu.


[ Hah!, mungkin perasaanku saja, tidak mungkin kan? ]

__ADS_1


" Dasar, merepotkanku saja " memperbaiki posisi Danie yang sedang dipikul.


[ Benar-benar ringan!, apa dia dilahirkan dari kapas? ] cibir Felix dalam pikirannya, bagaimanapun yang Felix ketahui, laki-laki pasti memiliki berat sampai 65 ke atas, tapi orang yang dipikulnya justru seperti separuh dari berat rata-rata pria.


《 Maklumkan, Felix sebagai kesatria yang kuat, tingkat berat beban yang di bawanya pasti tinggi, sehingga bagi Felix membawa orang bernama Danie itu beratnya sudah seperti membawa kapas 》


10 menit kemudian ~~


Mereka berdua sudah sampai di ruang kerja milik Hyde, lalu Felix menurunkan beban pikulannya tadi ke lantai.


Tidak perlu lama menunggu, akhirnya Danie sadar.


" Jadi kamu yang namanya Danie !?" Tanya Hyde.


[ Aduh...kenapa aku bisa dibawa kesini lagi! ]


Ditatapnya wajah Hyde dan Felix secara bergantian yang masih berdiri serius didepannya.


" Sesuai perintah ketua, ciri-cirinya sama dengan yang anda deskripsikan, jadi pasti dia " jawab Felix.


" Aku tanya dia, kenapa kamu yang jawab?! "


" Maaf ketua "


" Sudahlah. Felix...kamu bawa dia ke tempatnya, aku serahkan dia padamu jadi tetap awasi Danie jangan sampai kabur lagi "


Tanpa menjawabnya, Felix sudah tahu apa yang harus dilakukannya.


Dengan kasar Felix menarik tangan Danie dan membawanya keluar dari ruang kerja milik Hyde.


Danie hanya menurut saja walaupun membuat ekspresi datar.


Lalu dengan kasar Danie menarik tangannya sendiri dari pada di cengkram terus oleh Felix.


" Aku bisa jalan sendiri "


Mengelus-elus pergelangan tangan kanannya yang perih.


".............."


" Sepertinya anda salah menangkap orang "


Danie membuka suara, dan memecah keheningan tadi.


" Kamu juga salah masuk sarang "


[ Cih...dia berani membalasku dengan nada cuek begitu!? ]


" Menculik pendeta apakah tidak melanggar peraturan? "


Kalimat tersebut menghentikan langkah Felix, yah...dia mulai terpancing dengan ucaoan Danie barusan.


Felix memutar tubuhnya menghadap belakang, setelahnya memperhatikan Danie dari atas sampai bawah.


" Kamu........ "


".......? " Danie sedikit memiringkan kepalanya kesamping kanan, menatap Felix sembari menunggu jawaban apa yang diberikannya, apakah mempercayai perkataannya barusan atau justru sebaliknya.


" Tidak akan bisa membodohiku "


[ Hahh.....dia hanya bisa mengerti diri orang dari penampilannya saja, berarti dia bukan seorang master ] Danie memutar matanya karena jengah dengan tidak ada kepercayaan dari orang didepannya itu.


" Justru kamu seperti, gigolo "


Berkerut kerut dahi Danie, bisa-bisanya dituduh dirinya seorang gigolo.


" Jaga ucapanmu, aku tidak tertarik dengan pekerjaan yang rendahan semacam itu "


Jawab Danie dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


" Baguslah kalau bukan " Dengan cepat Felix kembali menghadap ke depan.


" Apa kamu seorang bangsawan "


" ........... "


[ Beraninya dia mengatai aku bangsawan setelah menculikku dari taman, dia hanya melakukan tugasnya mencariku dan membawaku kesini tanpa tahu siapa aku. Menyebalkan ]


" Abaikan "


"............"


# # # # # # # # # # # # # # # #

__ADS_1


Kisah Danie di akademi kesatria suci pun berlanjut.


Selamat menunggu chapter berikutnya


__ADS_2