
Semalaman tidak tidur demi para bangsawan yang terkena insomnia, dia sudah merasa seperti arwah gentayangan, kakinya merasa tidak menapak di tanah.
[ Apa halusianasiku terlalu besar yah?. ]
Rasa penat dan panasnya hari itu, ia benar-benar ingin memakan ice cream.
Makan Ice Cream semangkuk bisa menyegarkan kepalanya yang panas karena terik matahari.
Dari pada makan Cake atau coklat yang manis maupun jus, Ice Cream adalah obat yang mujarab untuk dirinya.
Jadi Danie memutuskan untuk..
[ Membuatnya sendiri....., pasti bisa jika aku melakukannya sesuai urutan prosedur pembuatannya ]
Men scroll layar ponselnya, cara membuat ice cream sendiri.
[ Ternyata sangat mudah, coba sejak dulu aku tahu cara membuatnya, aku tidak akan pensiun makan Ice Cream selama dua tahun ini ] Danie mendengus kesal, bukan karena tidak makan Ice Cream selama dua tahun terakhir ini, namun ia juga baru belum lama mendapatkan smarthpone yang tidak bisa ia tinggalkan itu, baik dulu maupun sekarang.
Karena bahan-bahannya dirasa cukup mudah untuk dicari, ia berniat membelinya dipasar, namun mengingat dirinya juga ada pertemuan bersama orang kalangan bangsawan yang ingin meminta jasanya jadi ia memutuskan mengesampingkan niatnya yang pertama.
Dengan jubah putih bergaris biru, ia menutup kepalanya menggunakan tudung dari jubahnya sendiri agar tidak ada orang lain yang tahu siapa Danie.
Pekerjaan menjadi pendeta adalah hal yang mudah, dari pada mendengarkan penjelasan yang panjang lebar dan membosankan, bagi Danie membaca dan mengartikan setiap hal penting dengan pikirannya sendiri adalah hal yang lebih cepat karena lebih mudah dipahami.
Maka dari itu, ia lebih banyak membolos jika ada kelas teori semacam itu.
Jadi jika lebih banyak praktek maka tidak dari dua minggu, ia sudah bisa menguasai hal dasar sampai tingkat tengah.
Kekuatan Heal tingkat tinggi adalah hal yang sedikit susah, menyembuhkan luka sampai tidak bersisa, intinya bisa benar-benar sembuh total sampai tidak memiliki bekas walau sekecilpun, Danie menyebutnya sebagai Regenerasi.
Kalau menyembuhkan dirinya sendiri sampai bekas luka pun tidak ada, itu brulah yang dinamakan regenerasi, tapi baginya hal itu masih sedikit sulit.
Buktinya adalah dirinya sendiri, walau kedua tangannya tidak sakit namun bekas luka yang masih tertinggal juga belum bisa ia hilangkan.
Sedangkan menyembuhkan penyakit di tubuh, pendeta juga bisa melakukannya, namun harus dilakukan selama beberapa kali.
Seperti sekarang, ia sedang menyembuhkan anak yang sedang demam berhari-hari, lalu tipes, dan masih beberapa hal lainnya.
Anda bisa menyebutnya Dokter Dewa, yah...menggelikan juga, disaat profesi seorang dokter harus menimba ilmu sampai sarjana dan membuang waktu selama puluhan tahun, tapi disini pendeta hanya perlu menggunakan kekuatan suci dan belajar menggunakan kekuatan suci juga tergantung orangnya, jika jenius...tidak sampai 1 tahun juga sudah bisa dianggap pendeta senior.
Setelah menyelesaikan tugasnya, ia langsung pergi mampir ke pasar, membeli beberapa bahan, setelah itu barulah ia beranjak pergi ke tempat tinggalnya di tempat suci Abner.
Membawa dua barang di tangannya, yang satu tas dan yang satu lagi tas yang berisi bahan-bahan membuat ice cream.
Lalu sebenarnya didunia barunya, mendapatkan uang adalah hal yang gampang-gampang susah, apatah lagi kalau memiliki jumlah yang banyak, sedangkan jenis mata uang di kekaisaran sendiri adalah logam emas seperti zaman perunggu, jadi kalau mau memboroskan uang juga harus membawa uang yang banyak dan berat.
Hal yang merepotkan itu, makannya....setiap pulang kerja pasti dirinya membawa sekantung emas, dan itu sangat menyusahkan sebab harus membawa tas agar bisa menyimpan uang.
" Seandainya ada kartu kredit atau uang
kertas "
Pasti semuanya jadi lebih mudah.
[ Namun sudah di tebak, didunia ini tidak ada mesin canggih yang dapat memproses untuk mencetak uang kertas. ]
__ADS_1
" Menyusahkan " decih Danie, antara suka dan tidak suka.
" Apa yang menyusahkan? "
" Walau sudah hidup dua tahun didunia ini, namun aku masih belum terbiasa yang apa-apa serba manual " jawab Danie, tanpa mengetahui siapa yang sedang bertanya padanya.
" Baru hidup dua tahun?."
" Yah...begit- " ayatnya menggantung begitu saja, Danie baru saja sadar kalau ada yang sedang bertanya, karena dari tadi ia hanya asyik dengan pikirannya dan kehidupannya sendiri tanpa tahu siapa orang yang sudah ada di dekatnya dari tadi.
" Eehhhh...? "
[ Kenapa Felix bisa menemukanku? ]
" Heh....baru sadar ?, coba lanjutkan, bagaimana bisa kamu baru hidup dua tahun padahal tubuhmu sudah besar begitu "
Danie segera memperbaiki tudung yang menutupi kepalanya dan hendak berlari untuk menghindar dari Felix.
" Errkkk..." lehernya tecekik.
Namun sekali lagi tangan terampil Felix membuat jubahnya tertarik secara kasar sehingga terlepas, namun akibat perbuatan felix itulah dirinya juga terjatuh kebelakang dengan barang belanjaannya terbang.
Mata Danie terbelak ketika belanjaannya pasti akan hancur jadi ia buru-buru berdiri agar bisa menangkapnya terlebih dahulu.
[ Akhirnya ], refleksnya yang bagus itu membuatnya dapat menangkap barang belanjaannya dengan mudah.
Namun disaat yang sama, sebuah karung dari kain hitam menutup separuh tubuhnya, dan belanjaannya tadi direbut, sedangkan tibuhnya terangkat.
" Heu!!.., kamu gila?, aku yang- "
" Membawamu kembali adalah tugasku, jadi diam sebelum aku membuatmu pingsan kembali dan merasakan penderitaan yang lebih karena sudah melarikan diri dari
Ok..penderitaan apa yang dimaksud Felix ini, kita tunggu.
*******
BRAKKK.....( Suara meja yang dipukul dengan keras )
" Apa kamu tahu akibat melarikan diri dari akademi ! " Teriak Hyde pada Danie.
" Tidak " Danie menjawabnya sambil memalingkan wajahnya ke tempat lain.
Setelah dibawa Felix kembali ke kandang singa, ia harus berhadapan dengan Hyde lagi, entah berapa kali Danie malas menghitungnya.
" Bersihkan semua asrama ! "
"..............."
Beberapa menit kemudian~
Felix mengawasi Danie dari awal sampai sekarang, yang harus dilakukan Danie adalah mengepel semua koridor di asrama.
" Gila !, lebih baik kehabisan kekuatan suci ketimbang mengepel seluruh koridor ! " Danie membanting alat pel nya ke lantai secara sembarangan, lalu tatapan mengerikan itu membuat punggung Danie terasa seram sejuk.
" Jangan mengeluh! "
__ADS_1
" Hmpph " mengambil kembali alat pnya dan melanjutkan altivitasnya itu.
Walaupun begitu, kedua hal itu membuat dirinya kehabisan tenaga.
Selagi mengepel, dirinya juga mengeluarkan kekuatan Heal pada dirinya agar tubuhnya tetap bergerak merespon dengan baik.
4 jam kemudian, baru 5 asrama yang ia bersihkan dan masih ada empat lagi.
" Berapa gaji yang aku dapat ? "
" ......... "
[ Dia bahkan mengabaikan pertanyaanku ]
" Aku mau minum " tuturnya lagi, namun Felix masih tidak bergeming dengan permintaannya.
" Jangan sampai aku harus menambah hukumanmu jika kamu benar-benar kabur "
" Tidak akan "
Batulah Felix pergi untuk mengambilnya minum.
Kesempatan itu ia gunakan untuk duduk istirahat, dengan kedua kaki selonjor ke depan.
[ Aku sudah banyak melakukan kebaikan bukan? ] rasa lelahnya sedikit berkurang selagi mengeluarkan kekuatan sucinya.
Ia berharap kebaikannya bisa melampaui dosa-dosanya.
Tiba-tiba ada satu tangan yang terulur dengan air mineral di genggamannya.
Danie mendongak ke atas, dan menemukan si Felix yang sudah kembali dengan air yang dimintanya.
" Terima kasih " langsung mengambilnya dengan kasar dan meminumnya tanpa ada yang tersisa.
" Hahh...hidup kembali "
"............."
Dari sisa waktu yang tersisa sebelum mata hari benar-benar terbit, Danie segera menyelesaikannya agar bisa istirahat dengan tenang tanpa ada masalah lagi, tapi sebenarnya yang membuat masalah siapa?.
Dari waktu ke waktu, terlihat para kesatria mulai keluar dari kamar masing-masing.
Menatap heran dengan dua orang yang sedang melakukan tugasnya masing-masing, yang satu menjadi mandor dan yang satu lagi sedang kerja.
" Apa dia yang kemarin kabur dari sini? "
" Sepertinya iya "
" Hukumannya pasti enak kan? "
" Enak sampai kenyang "
Beberapa orang mulai mencibir Danie, namun dengan santainya Danie tidak menggubrisnya dan menganggap mereka adalah angin lalu.
" Danie !!! , bagaimana kamu bisa kembali lagi ?! " tetiba Jerome datang, yah..kebetulan yang sedang Danie bersihkan adalah gedung asrama dimana Jerome, Mith, dan Deckard tinggal.
__ADS_1
Dari wajah jerome yang terkejut akan keberadaan Danie, kini berubah menjadi wajah yang sedang bergidik ketakutan.
[ Du..dua orang ini, kenapa tiba-tiba mengeluarkan aura yang sangat menekan? ]