Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Terlambat...


__ADS_3

Triinggg... triiing...


Alarm itu berhunyi dengan kerasnya lantang dan berisik, Lana menggeliat dari tidurnya dan berusaha meraba ke arah meja di samping tempat tidurnya..


"hmmmmmm.... hoooaaaahhmmmm...


Aaaaaaakkkhh... "


Lana berteriak sekencang kencangnya melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi.


gimana ini pasti karena habis subuh tidur lagi nih.. iya komat kamit sendiri, mengingat ia sangat kelelahan karena kemaren sehabis ujian praktek ia langsung menuju tempat partimenya.


Flashback on


Lana hanyalah gadis sebatang kara setelah ditinggal wafat kedua orangtuanya beberapa tahun silam.


tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya sudah merupakan hal yang ia syukuri karena setidaknya tidak perlu kost lagi.


Kedua orang tua Lana hanya seorang pedagang kain di pasar yg hanya meninggalkan rumah kecil untuk Lana tinggali.


Lana masih sangat merasa bersyukur karena dalam kesendiriannya orang tuanya sudah berfikir sangat maju bahkan untuk urusan pendidikan anaknya, sehingga mampu menyisihkan sebagian hasil berdagangnya untuk pendidikan Lana.


Ya, Lana memang anak tunggal Ia sendirian, tapi yang Ia ingat dan tak dilupakannya adalah secarik kertas yang ditulis orang tuanya.


"Lana sayang, kalau Lana sudah membaca surat ini berarti Ayah dan Bunda sudah tidak bersama Lana lagi, Lana harus kuat, jadi anak sholeha dan pintar ya.., apa yg ada dalam buku ini adalah untuk Lana sekolah, kejar cita2mu dan gapailah..


jadilah orang yang bermanfaat bagi banyak orang, ..... .... ..... "


itulah sepenggal isi dari surat orang tua Lana yang selalu Ia sisipkan dalam setiap buku2nya..


Lana ingin terus mengingat kata2 itu dan menjadikannya semangat setiap hari.


Flashback off


tak perlu waktu lama bagi Lana untuk di kamar mandi apalagi dengan keadaan Ia terlampat pagi ini.


terburu buru Ia menggapai kunci motornya setelah memastikan rumah terkunci dan barang2nya Ia bawa,

__ADS_1


"Aah kenapa bisa aku seceroboh ini??


gimana kalau sampai ini mengurangi poinku untuk beasiswa bulan depan?? apa yang harus kulakukan ??? Aaaahhkk tidaaakkk.. gumamnya dalam hati.


memasuki koridor kampus menuju ke ruang kelasnya Lana hanya komat kamit ga jelas, Ia calon dokter muda tapi hari ini telat bangun, lantas kesan apa yang akan Ia terima.


tapi Ia terkejut setelah berada di depan kelasnya yg Ia dapati malah suara ribut teman2 kelasnya..


"bukannya hari ini masih ada penjelasan tentang praktikum untuk besok?? kenapa berisik banget?? Lana masih bergumam dalam hati, sampai sebuah suara menyadarkannya.


" Ehm.. Lana... kamu baru datang?


Santi teman Lana mengagetkan lamunannya.


"Eh San.. iya nih.. telat bangun tadi habis subuh tidur lagi he he"


"Wah untung banget loe Lan.. kalo ga bisa2 poin beasiswamu terpotong, nih gue bawa tugas dan juga penjelasan untuk praktikum besok".


"Iya nih San.. Alhamdulillah banget dah, ga bisa bayangin kalau tu beasiswa kagak full lagi.. mau dimana coba nyari duit mana fakultas kedokteran lagi". Lana tersenyum girang pada Santi.


Lana memang mendapat beasiswa di fakultas kedokteran di Universitasnya. selain cantik dan manis Ia juga memiliki otak yang encer.


"Perhatian ya semua, ini ada tugas buat kita dan penjelasan praktikum besok, oya ada pesan juga dari Prof Raka kalau besok kita harus kumpul jam 06.00 pagi di Aula rumah sakit X jangan sampe telat".


Lana dan Santi membagikan tugas dan pengumuman itu kepada teman2nya.


"Wah San.. kiler abis ya tu Profesor ampe nyuruh kita pagi2 buta harus dah siap".


Lana bergidik ngeri bukan karena praktikumnya tapi lebih pada dosennya ini, karena dia juga salah satu penentu setiap beasiswa yang masuk ke Universitas itu.


"Iye.. loe jangan sampe dah telat kayak tadi, kagak bisa bayangin gue kalau2 kacamata Prof Raka ntar pindah kemata loe.. "


Santi menakut nakuti Lana lagi.


"Iiiih ogah ngeri tu kacamata kan nambah kesan kilernya San.. ogah ntar gue jadi jutek kl pake kacamata itu"


ha ha ha ha ha.. Lana dan Santi terbahak bahak mengingat bagaimana menyeramkan kalau berurusan dengan Prof Raka.

__ADS_1


setelah jam pertama selesai, dan menuju jam berikutnya berganti dosen hingga tak terasa sudah sore, Lana pun buru2 pergi karena sudah jadwal Lana setiap hari bekerja partime untuk menghidupi dirinya sehari hari.


Walau cukup untuk sehari hari Lana sudah sangat bersyukur. Ia bekerja sebagai guru les private setiap harinya. Gaji yang Ia dapat Ia gunakan untuk makan dan keperluannya kecuali biaya kuliahnya karena Ia mendapat beasiswa full dari kampusnya..


Lana mahasiswa terbaik di kampusnya, nilai2nya tak pernah tak memuaskan, tinggal semester ini yang harus di selesaikan dan kemudian mengambil gelar profesinya.


Lana ingin membanggakan kedua orang tuanya, Ia juga ingin bisa bermanfaat bagi orang banyak seperti pesan mendiang oranv tuanya.


seperti biasa Lana mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang namun tiba-tiba


Brughhh...


seorang pria tergeletak di depan motornya yg sedang melaju,


"Aaaaaaaaakhh.. Lana ngerem mendadak dan Brugggh..


Lana ikut terjatuh dari motornya..


Ooughhh.. sakiiiittt... lutut Lana berdarah..


"Oh maaf.. maafkan saya.. "


teriak laki - laki yang jatuh tadi sambil berusaha meminggirkan motor Lana dan membantunya bangun.


"Addduuhhh sakit.. tolong ambilkan kotak P3K di jok motor saya Mas.. "


dengan sigap laki-laki itu mengambilkan kotak itu dan berusaha membantu Lana mengobati lukanya".


"Tunggu Mas, di situ ada tisu basah saya ingin membersihkan tangan saya dulu", dengan sigap pula laki-laki itu mengambilkannya.


"Biar saya bantu mbak.."


Lana terheran heran dengan sigap laki - laki itu membersihkan luka Lana sangat rapi.


"Mbak... maafkan saya, tadi saya buru2 karena di sini tidak ada jembatan penyebrangan saya lari dan itu ada kulit pisang".


sambil tersenyum malu dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


"hmmmm... lain kali hati2 ya.. walau sepi tapi ini jalan banyak dilewati juga kendaraan". ucap Lana sambil menahan sakitnya.


"Mbaknya ga pa2?? atau kita ke rumah sakit saja ya?? tanya laki - laki itu.


__ADS_2