
"Kila kenapa makanannya tidak dimakan?"
"Aku elergi dengan udang dan makanan ini ada udangnya"
"Kalau begitu makanlah punyaku" Richo memberikan makanannya pada Kila dan Kila pun menerimanya.
"Lalu apa dengan mas Richo?"
"Saya akan memakan makanan mu itu" Richo mengambil makanan Kila.
Kila mengangguk kemudian mereka makan dengan diam tanpa ada yang bersuara.
Selesai makan Kila membawa piring kotor mereka kedapur dan segera kembali kekamar.
Kila merebahkan tubuhnya disamping Richo dan tak lama kemudian Kila sudah tertidur pulas.
Kila terbangun saat mendengar suara pintu diketuk oleh seseorang dari luar kamar.
Tok tok tok
"Kila, Richo buka pintunya" Teriak seseorang dari balik pintu kamar dan orang itu adalah nyonya besar.
"Iya mom sebentar" Jawab Kila kemudian ia segera turun dari ranjang.
ceklek
Kila melihat nyonya besar berdiri didepan pintu bersama dengan beberapa maid dan penata make up artis atau MUA selain itu ada seorang desainer.
"Iya mom ada apa?" tanya Kila memandang mereka.
"Apa kamu baru bangun?" Tanya nyonya besar saat melihat Kila terlihat berantakan dengan rambut yang acak-acakan dan mukanya yang terlihat kusut.
"Iya mom, maaf Kila bangun terlambat karena Kila lelah mom"
"Yasudah sekarang bangunkan lah suamimu"
"Iya mom, ayo masuk"
nyonya besar masuk bersama dengan mereka semua sedangkan Kila segera membangunkan Richo.
"Mas, mas bangun, ini sudah malam" Kila mengusap-usap lengan Richo.
"Iya" Jawab Richo masih dengan memejamkan matanya.
Kila menghembuskan nafas kasar " Mas cepat bangun mommy sudah menunggu kita disini"
"Iya iya" Richo membuka matanya melihat nyonya besar sudah bersendekap dada didepannya.
"Kila biarkan saja suamimu itu dan cepatlah mandi" perintah nyonya besar sambil menatap tajam kearah Richo.
"Baik mom"
Kila pun melangkah menuju kamar mandi dan masuk ke dalam diikuti oleh para maid.
plakkk
__ADS_1
Nyonya besar memukul bahu Richo
"Heyy, bocah nakal cepatlah bangun!"
"Iya mom, iya" Richo bangun dari tidurnya dan bersandar di ranjang.
"Kenapa istrimu terlihat sangat lelah dan kusut seperti itu, apa kamu memakannya tadi sampai dia kelelahan seperti itu" Tanya nyonya besar duduk disamping Richo.
Richo memutar bola matanya jengah mendengar perkataan nyonya besar.
"Kenapa mommy menuduhku,bahkan mommy tau kalau aku tidak mungkin melakukan itu" lirih Richo dengan mata melirik kearah mbak tata rias dan yang lainnya sedang duduk di sofa.
Mendengar perkataan Richo nyonya besar menjadi sedih.
"Yasudah sayang maafkan mommy, sekarang mandilah di kamar anak-anak karena Mex sudah menyiapkan pakaianmu disana" Nyonya besar membelai rambut Richo.
"Baik mom"
cup
Richo mencium kening nyonya besar kemudian ia turun dari ranjang dan keluar kamar untuk bersiap dikamar anak-anak.
Dua jam kemudian Kila keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat segar.
Seorang desainer ternama sudah menyiapkan gaun dan membantu Kila menggunakan gaunnya.
Setelah Kila selesai menggunakan gaunnya ia segera di make-up.
Nyonya besar yang duduk di ranjang hanya diam sambil mengamati mereka.
Semoga kamu bahagia nak. Mommy akan selalu mendoakan supaya Richo segera membuka hatinya untuk mu dan mommy juga janji akan membantumu untuk mendapatkan cinta dari Richo. Batin nyonya besar.
"Menantu mu bener bener luar biasa nyonya besar, dia benar-benar perfek" Ucap seorang desainer yang merancang gaun pengantin yang digunakan Kila yang diketahui bernama Lea.
"Dia memang menantuku yang paling baik dan cantik Lea". Puji nyonya besar.
"Mom jangan memujiku seperti itu" Kila menunduk dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus karena malu.
"Kau memang cantik dan perfek nona jadi jangan malu seperti itu" ucap penata rias itu tersenyum.
ceklek
pintu terbuka dan muncullah anak-anak dan juga ibunya Kila yang sudah rapi dengan penampilannya.
"Ibu..." Teriak Zec, Zoe dan Zil berlari kearah Kila
Kila yang melihat anak-anak berlari ke arahnya pun segera merentangkan tangannya dan menyambut pelukan mereka.
"Wah anak-anak ibu sudah rapi dan terlihat tampan" Kila memeluk ketiganya dengan sayang.
"Iya dong" Jawab mereka bertiga kemudian melepaskan pelukannya.
Richo yang masuk kekamar merasa takjub saat melihat Kila begitu cantik dan anggun dengan balutan busana pengantin.
Entah kenapa sejak selesai mengucapkan ijab Kabul tadi Richo merasakan suatu yang aneh dalam hatinya.
__ADS_1
Kini mata mereka saling bertemu membuat Richo tak tahan dan segera mengalihkan pandangannya kearah lain.
Ya Tuhan tampan sekali dia ingin rasanya aku memeluknya tapi itu tidak mungkin. Batin Kila saat melihat Richo yang terlihat begitu tampan dengan setelah jas berwarna putihnya.
"Wah papi sama ibu cocok sekali" Ucap Zoe
"Iya penampilannya juga cocok" Sambung Zec
"Oma Zil bahagia sekali karena sekarang Zil sudah punya ibu" Ucap Zil sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah nyonya besar.
"Iya sayang Oma juga bahagia" Nyonya besar tersenyum memandang Zil kemudian mencium cucunya itu.
Richo yang mendengar celotehan anak-anaknya merasa terharu.
Dia adalah sumber kebahagiaan anak-anakku dan aku tidak akan pernah melepaskannya demi ke-tiga anakku. Batin Richo
"Sudah-sudah ayo kita turun karena para tamu sudah hadir " Nyonya besar mengajak mereka untuk segera turun.
Semua yang ada dikamar itu segera keluar.
Kila menggandeng tangan Richo atas permintaan nyonya besar.
Richo dan Kila menuruni anak tangga diikuti oleh anak-anak, ibu dan nyonya besar dari belakang.
Kali ini mereka tidak mengunakan pelaminan jadi Richo dan Kila bisa berbaur dengan para tamu undangan dan berbincang-bincang santai.
kini anak-anak sudah berdiri didepan meja dan mencicipi kue yang ada.
"Akhirnya misi kita untuk membuat papi dan ibu menikah berhasil" ucap Zoe
"Ya, tapi sepertinya papi tidak bahagia" Ucap Zec sedih.
"Kita harus membuat papi bahagia" Zoe
"Caranya bagaimana?" Zil
"Entahlah" Zec
Mereka bingung akan melakukan apa supaya Richo bisa bahagia bersama Kila.
Disudut lain Richo dan Kila sedang berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya.
"Hay ric, selamat ya..., atas pernikahannya" Ucap Juan memeluk Richo.
"yes, thanks" Ucap Richo membalas pelukan Juan kemudian mereka saling melepaskan pelukannya.
"Nyonya Richo selamat ya..., atas pernikahannya" Juan mengulurkan tangannya untuk bersalaman
"Terimakasih tuan" Kila menyambut tangan Juan dan saling berjabat tangan.
"Selamat ya tuan dan nyonya atas pernikahannya" Ucap istri Juan sambil berjabat tangan dengan Kila dan Richo.
"Terimakasih nyonya Juan" Ucap Richo dan Kila secara bersamaan.
"Ric sepertinya aku pernah lihat istrimu ini tapi dimana ya...?" Juan mencoba mengingat ingatnya.
__ADS_1
"Kau sudah terlalu tua sehingga daya ingat mu itu melemah" Canda Richo tersenyum meledek.
bersambung....