Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.74


__ADS_3

kini mereka sudah ada diperjalanan menuju rumasakit Richo mencoba menenangkan Kila yang merintih kesakitan.


"Uh sakit mas" Rintih Kila terdengar memelas.


"Sabarlah, Sebentar lagi kita akan sampai dirumasakit" Bisik Richo mencium kening Kila dan mengusap-usap perutnya memberikan


sedikit kenyamanan "Mom cepatlah sedikit" Perintah Richo.


"Sabar Richo jalanya sangat ramai karena jam pulang kantor" Jawab nyonya besar fokus pada setir mobilnya.


Sesampainya dirumasakit Richo sudah disambut oleh dokter Sefan dan dokter kandungan. Mereka segera membawa Kila ruang bersalin yang sudah disiapkan karena tadi nyonya besar sudah memberi informasi pada dokter Sefan jika Kila akan melahirkan dan mereka segera bersiap-siap menyambut mereka.


Richo yang menemani Kila diruang persalinan merasa cemas karena dari tadi Kila merintih kesakitan.


"Dokter cepat lakukan sesuatu istri saya sudah kesakitan dok" Perintah Richo dengan panik.


"Sabar tuan ini baru pembukaan 7, tunggulah hingga pembukaan 10 maka anak anda akan lahir" Ucap dokter kandungan itu dengan tersenyum.


"Sakit mas aku udah enggak kuat lagi" Kila menangis memegang erat lengan Richo.


"Jangan menyerah Kila kamu harus kuat demi anak kita" Ucap Richo mencoba menyemangati Kila yang sudah mulai lemas.


Richo tak henti-hentinya mencium kening Kila sambil mengusap keringat yang mengucur deras dikening Kila dengan satu tangan. Sedangkan tangan yang satunya dicengkeram kuat oleh Kila hingga terasa perih namun itu semua tidak ia pedulikan.


Dokter kini kembali memeriksa Kila ia tersenyum saat mengetahui jika sudah pembukaan 10.


"Baiklah nyonya ayo mengejan bayi anda sudah terlihat" perintah dokter kandungan


"Aaaaaah....." Kila mengejan dengan sekuat tenaga "Huf huf huf" Nafas Kila terasa tersengal-sengal, sesaat ia mengumpulkan nafasnya kemudian ia kembali mengejan


"Iya terus nyonya sebentar lagi bayi anda lahir" Ucap dokter itu memberikan semangat.


"Ayo Kila bertahan lah semangat demi anak kita" Bisik Richo menggenggam kuat tangan Kila.


"Aaaaaah...." Teriak Kila lagi sambil menggenggam kuat tangan Richo dan menjambak rambut Richo.


Dan pada akhirnya "Owek owek owek" Terdengar suara tangisan bayi yang memenuhi seisi ruang persalinan.


"Selamat tuan anak anda lahir dengan selamat dan berjenis kelamin perempuan" Ucap dokter kandungan itu tersenyum dan memberikan bayi yang ada ditangannya pada suster agar segera dibersihkan.


Kila yang mendengar tangisan bayinya hanya tersenyum sambil mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.

__ADS_1


"Hari ini aku sangat bahagia sekali Kila. Akhirnya anak kita lahir, aku janji akan menjaga putri kita dengan baik. Terimakasih sudah mau berjuang untuk melahirkannya" Ucap Richo menitikkan air mata bahagia dan mengecup kening Kila.


"Iya mas aku juga bahagia" Ucap Kila kemudian ia memejamkan matanya pingsan.


Melihat Kila tidak sadarkan diri Richo cemas dan memanggil dokter yang masih ada disana.


"Dok cepat lah kemari istri saya pingsan dok" Teriak Richo dengan cemas "Kila bangunlah jangan menakuti ku, ayo bangun Kila..." Richo menepuk-nepuk pipi Kila agar Kila terbangun.


"Tuan tenanglah istri anda baik-baik saja, nyonya Kila hanya kelelahan dan butuh istirahat yang cukup" Jelas dokter kandungan itu setelah ia memeriksa Kila.


Setelah mendengar penjelasan dari dokter Richo merasa sedikit lega dan mengusap keringat Kila yang masih ada diwajah Kila.


"Tuan silahkan anda mengazani putri anda setelah ini kami akan membawanya ke ruang bayi" Suster itu menyerahkan bayi itu pada Richo.


Richo menggendong putrinya dan mengazaninya. Usai mengazani Richo mencium putrinya dengan lembut setelah itu ia menyerahkan kembali pada suster itu.


"Tuan setelah nyonya Kila sadar kami akan segera memindahkan nyonya Kila diruang perawatan. Sekarang mari kita keluar biarkan nyonya Kila istirahat dulu" Ucap dokter kandungan itu.


"Baik dok" Jawab Richo menganggukkan kepalanya.


Ruang persalinan terbuka dan Richo keluar dari sana dengan wajah yang semeringah meski dengan penampilan yang sudah acak-acakan


"Mommy....!" Teriak Richo memeluk erat nyonya besar.


Nyonya besar tersenyum membalas pelukan Richo "Bagaimana keadaan anak dan istri kamu sayang?" Tanya nyonya besar mengusap punggung Kila.


Richo melepaskan pelukannya "Semuanya baik-baik saja mom dan sekarang mommy punya cucu perempuan" Richo begitu terlihat bahagia sekali mengatakan itu semua pada nyonya besar.


"Wah..., itu berarti dia akan menjadi nona muda satu-satunya dikeluarga kita" Ucap nyonya besar ikut merasakan kebahagiaan yang telah dirasakan oleh Richo.


"Iya mom, meski aku sudah punya anak 3 tapi ini adalah pertama kalinya aku melihat seorang wanita berjuang mempertaruhkan nyawanya demi menghadirkan seorang bayi, sungguh itu sangat menyakitkan mom. Maafkan aku mom Karen selama ini Richo sering membuat mommy marah dan membantah mommy" Richo kembali memeluk nyonya besar dan menitikkan air matanya.


"Itulah wanita sayang__"


Obrolan mereka terhenti saat seorang suster menghampiri mereka.


"Maaf tuan nyonya Kila sudah sadar dari pingsannya dan kami akan memindahkannya ke ruang perawatan" Kata prawan itu memberitahu.


"Baiklah sus, bole sekarang saya masuk?" Tanya Richo pada suster itu.


"Maaf tuan nyonya Kila akan kami pindahkan sekarang juga jadi anda bisa mengikuti kami pindah ke ruang perawatan"

__ADS_1


"Baiklah sus"


Suster itu membuka lebar-lebar pintu ruang bersalin supaya ranjang yang ditempati Kila bisa didorong keluar.


Dua suster telah mendorong ranjang Kila dan membawanya menuju ruang perawatan VVIP.


Kini ruangan VVIP itu sudah banyak orang karena tadi setelah Kila dipindahkan diruang perawatan Mex datang bersama anak-anak dan bibi Siti untuk mengantarkan perlengkapan Kila dan juga baju ganti Richo.


"Mas kemana baby kita?" Tanya Kila karena dari tadi dirinya belum melihat bayinya.


"Baby kita diruang bayi sabarlah sebentar lagi suster pasti akan membawanya kesini" Jawab Richo yang duduk disamping Kila.


Ceklek


Pintu ruangan yang ditempati oleh Kila dibuka dan masuklah seorang suster dengan menggendong bayi.


"Permisi nyonya ini Beby nya silahkan disusui dulu" Suster itu memberikan bayi yang digendong itu pada Kila.


Kila dengan cepat mengendong bayinya dan meletakkan bayi mungil itu di dada.


Setelah memberikan bayi itu pada Kila suster tersebut keluar meninggalkan mereka.


"Kila kenapa kamu tidak menyusui baby kita?" Tanya Richo setelah sekian lama Kila tidak juga menyusui anaknya.


"Disini masih ada om Mex" Ucap Kila melirik Mex yang ada disebelah nyonya besar.


"Oh maaf aku akan keluar" Mex segera memutar tubuhnya melangkah keluar.


"Kami semua juga akan keluar supaya kamu lebih nyaman menyusuinya" Ucap nyonya besar kemudian ia mengajak semuanya keluar kecuali Richo.


Setelah semuanya keluar Kila membuka kancing bajunya dan menyusuinya.


"Mas ini geli sekali" ucap Kila tertawa kegelian saat bayinya itu menyusu.


"Menyusui ya memang seperti itu Kila dan kamu harus menahannya" Ucap Richo sambil menelan silvanya menatap gunung kembar Kila yang terlihat padat berisi.


Bersambung.....


jangan lupa like & komen


terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2