
Dokter Sefan tersenyum, "Semuanya baik-baik saja nyonya besar, sungguh ini sebuah keajaiban karena penyakit nyonya Kila tiba-tiba hilang dan dinyatakan sembuh dari penyakit kanker darah yang selama ini dideritanya," jawab dokter Sefan menjelaskan.
"Alhamdulillah ya Allah," ucap ibunya Kila menangis bahagia sambil memeluk Kila.
kini giliran nyonya besar yang memeluk Kila dengan bahagia, ia begitu gembira mendengar pernyataan dari dokter Sefan jika Kila dinyatakan sembuh dari penyakitnya.
Saat ini mereka semua sudah keluar dari ruangan dokter Sefan.
"Mommy kemana mas Richo? Kenapa dari tadi aku tidak melihat mas Richo?" tanya Kila memandang nyonya besar dengan sedih.
"Jangan sedih sayang suamimu masih ada di sini dan sekarang kamu bisa bertemu dengannya," ucap nyonya besar membelai rambut Kila.
"Kenapa mas Richo ada di sini?" tanya Kila mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh nyonya besar.
"Karena Richo mengalami depresi dan mulai mengalami gangguan jiwa saat mengetahui kamu dinyatakan meninggal nak," jelas nyonya besar.
Kila menutup mulutnya menangis tidak percaya jika Richo mengalami gangguan jiwa karena kehilangan dirinya.
"Aku ingin bertemu dengan mas Richo," lirih Kila.
"Ayo kita melihatnya," ajak nyonya besar.
mereka berempat berjalan menuju ruangan di mana Richo berada.
Sesampainya di tempat Richo berada, Kila melihat Richo tengah terduduk di atas ranjang dengan memeluk bantal sambil menangis dan membelai bantal.
Kila yang melihat Richo seperti itu menangis sedih kemudian berjalan cepat menghampiri Richo dan naik ke atas ranjang.
"Jangan bersedih mas aku masih ada di sini," ucap Kila menangis memeluk Richo.
"Jangan pergi dari aku mencintaimu, maaf jika aku terlambat menyadarinya," ucap Richo mengeratkan pelukannya seakan-akan ia tidak akan pernah lagi mau melepaskan Kila.
"Aku juga mencintaimu mas dan aku tidak akan meninggalkan mu," jawab Kila mengusap-usap punggung Richo dengan lembut.
Mereka berdua berpelukan dengan begitu lama, hingga nyonya besar yang melihatnya meneteskan air mata bahagia.
Kila melepaskan pelukannya kemudian menghapus air matanya dan juga menghapus air mata Richo, Kila memberanikan diri mencium bibir Richo dengan lembut. Richo yang dicium oleh Kila tersenyum.
"Apa ini nyata dan bukan halusinasi?" tanya Richo menangkup pipi Kila.
"Iya mas, ini aku Kila istri kamu," jawab Kila tersenyum memegang kedua tangan Richo yang ada di pipinya.
__ADS_1
mendengar jawaban Kila, Richo langsung memeluk kembali Kila.
"Terima kasih Tuhan engkau telah mengembalikan istri hamba," ucap Richo membelai rambut Kila.
"Sekarang ayo kita pulang, anak-anak sudah menunggu kita di rumah," ajak Kila.
"Iya sayang, ayo kita pulang," jawab Richo kemudian melepaskan pelukannya.
nyonya besar yang melihat Richo sudah mulai membaik merasa bahagia begitu pula dengan ibunya Kila.
Setelah menemui dokter akhirnya Richo diperbolehkan pulang. Richo dan Kila menaiki mobil Mex sedangkan nyonya besar menyetir sendiri bersama dengan ibunya Kila.
sesampainya di rumah semua pelayat yang tadinya datang ke rumah Richo kini sudah kembali ke rumah masing-masing.
Richo dan Kila masuk ke dalam kamar sedangkan nyonya besar dan ibunya Kila berbincang-bincang di ruang tengah bersama Mex dan bibi Sum.
Kila duduk di atas ranjang begitu pula dengan Richo.
"Sayang bagaimana ceritanya kamu bisa hidup kembali, kata dokter kan kamu meninggal?" tanya Richo mendekap tubuh Kila sambil membelai rambut Kila.
"Waktu itu aku bermimpi bertemu ayah di taman dan aku ingin ikut ayah pergi tapi ayah melarangnya dan aku ditinggal sendirian di sana. Aku sudah berusaha mencari jalan keluar untuk pulang tapi tidak ketemu dan disaat aku putus asa anak-anak datang membawa ku kembali karena kata mereka mas Richo sakit," jelas Kila.
cup
"Maafkan aku sayang, karena aku lama untuk mengatakan cinta padamu. Aku berencana akan mengatakan cinta padamu disaat ulang tahun pernikahan kita, tapi ternyata sebelum itu terjadi kamu sudah dinyatakan meninggal dan itu membuat aku menyesal karena terlalu lama mengulur waktu untuk mengatakan cinta."
"Aku tidak menyangka mas, kamu bisa mencintaiku, aku bahagia sekali," ucap Kila meletakan kepalanya di dada bidang Richo.
"Aku juga bahagia sayang, dan terima kasih sudah mau mencintaiku. I love you sayang," ucap Richo mencium pucuk kepala Kila.
Kila mendongakkan kepalanya, "I love you too," ucap Kila tersenyum membelai lembut pipi Richo.
Richo tersenyum kemudian ia mencium bibir Kila dengan lembut, Kila pun mulai membalas ciuman Richo. kini ciuman mereka semakin panas dan tangan Richo sudah mulai menyelusup ke dalam baju Kila. Ia meremas dada Kila hingga Kila mulai mendesah. Richo melepaskan semu pakaian Kila dan juga pakaiannya kemudian setelah melakukan pemanasan ia mulai menyatukan tubuh.
setelah satu jam lamanya, kini mereka berdua mengakhiri percintaannya. Kila mulai mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"Sayang hari ini aku bahagia sekali," ucap Richo tersenyum mengusap keringat di kening Kila yang masih bercucuran akibat percintaan yang baru saja mereka lakukan.
"Bahagia karena apa?" tanya Kila tersenyum membelai pipi Richo.
"Aku bahagia karena aku akhirnya bisa menyatakan cintaku padamu dan melupakannya, aku juga akan mengganti semua foto Sinta dengan foto dirimu sayang. Aku tidak mau foto pernikahan kita dipajang di gudang karena aku mau foto pernikahan kita dipajang di sini," jawab Richo tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih mas, aku sangat bahagia sekali," ucap Kila tersenyum kemudian memeluk Richo dengan bahagia.
"Aku juga bahagia sayang, terima kasih sudah setia menunggu aku, mulai sekarang aku janji tidak akan membuat kmu sedih, karena kamu adalah satu-satunya istri aku yang sangat aku cintai," ucap Richo membelai rambut Kila.
mereka berdua saling menumpahkan perasaan cinta dan bahagianya.
****
Pagi ini Kila dan semuanya berencana pergi ke puncak untuk berlibur.
Mereka semua sudah berkumpul di depan mobil siap untuk berangkat.
"Inces kamu mau naik mobil bersama dengan ibu atau kakak?" tanya Kila memandang putri kecilnya itu.
"Aku ingin naik mobil sama ayah Mex dan Oma saja ibu," jawab Princess tersenyum. Princess memang sangatlah dekat dengan Mex bahkan dia memanggil Mex dengan panggilan ayah. Ia lebih suka bersama Mex dibandingkan dengan Richo ayah kandungnya.
"Lihatlah sayang putrimu itu, dia sudah seperti anaknya Mex saja," ucap Richo merangkul pundak Kila.
"Dia juga putrimu mas bukan hanya putriku," jawab Kila tersenyum memeluk Richo.
"Apa kalian hanya akan berpelukan terus dan tidak berangkat?" tanya nyonya besar tersenyum sambil bersendekap dada.
"Sorry mom," jawab Richo dengan cengengesan kemudian melepaskan pelukannya.
Mereka semua berangkat berlibur dengan hati yang penuh kebahagiaan.
Kini hari-hari Kila semakin bahagia. Cinta yang dulu mustahil untuk didapatkan dan dimiliki kini telah ia miliki, Sungguh ini suatu hal yang sangat membahagiakan bagi Kila. Akhirnya setelah melewati rintangan, Kila bisa memiliki cinta Richo sepenuhnya.
Berkat kesabaran dan ketulusan cinta yang ia miliki akhirnya Kila mampu meluluhkan hati Richo yang begitu keras.
TAMAT
Sudah selesai ya cerita mereka dengan akhir yang bahagia.
Terima kasih sudah mengikuti terus cerita ini dan selalu mendukung author. Salam persahabatan dari author Nn sy untuk para pembaca.
terima kasih 🙏
Sampai jumpa, Assalamualaikum...
Halo reader aku punya cerita baru nih, tapi tidak disini ya, karya baru aku ini ada disebelah, tapi dengan nama pena yang berbeda soalnya aku udah lama pengen ganti napen, yang berminat silahkan mampir di apk fiz*o ya, dengan napen bunga teratai. Disana gratis baca sampai tamat.
__ADS_1