Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.78


__ADS_3

"Lalu apa artinya mas mencium bibirku tadi?" Tanya Kila menatap lekat wajah Richo.


"Kamu kan tahu jika itu semua karena anak-anak, sudahlah jangan tanya terus" Ucap Richo menatap mata Alya yang sudah mulai berkaca-kaca.


Seketika Kila melepaskan pelukannya dan membelakangi Richo mengusap air matanya yang sudah menetes di pipinya kemudian ia meninggalkan Richo diruang tamu.


Richo menatap punggung Kila yang menjauh darinya dengan perasaan bersalah.


"Lagi-lagi aku membuatmu menangis, maafkan aku Kila. Ya Tuhan sebenarnya hatiku sakit saat melihatnya menangis" Gumam Richo mengusap wajahnya kasar.


Richo kemudian naik keatas dan masuk kedalam kamar. Didalam kamar Richo melihat bibi Siti sedang menimang-nimang putri kecilnya.


"Bibi apa inces belum tidur?" Tanya Richo setelah berada didepan bibi Siti.


"Nona muda barusan tidur tuan" Jawab bibi Siti menatap Richo.


"Yasudah bibi tidurkan saja inces dibox bayi itu" Richo menunjuk box bayi yang ada disamping ranjangnya. Box bayi dan semua perlengkapan bayi sudah penuh dikamar Richo karena ia sudah mempersiapkan semuanya sebelum Kila melahirkan.


"Baik tuan" Ucap bibi Siti kemudian ia menidurkan putri kecilnya Richo kedalam box bayi. Setelah menidurkannya bibi Siti berpamitan pada Richo untuk keluar.


Sepeninggalan bibi Siti Richo mengambil putri kecilnya dari box bayi dan membawanya keatas ranjang. setelah puas menjahili putri kecilnya yang sedang tidur Richo juga ikut berbaring memeluk putri kecilnya itu.


Usai makan siang Kila masuk kedalam kamarnya dilihatnya Richo tengah tertidur memeluk putri kecilnya itu.


Kila mengangkat tangan Richo kemudian ia mengambil tubuh mungil putri kecilnya itu dari pelukan Richo dan menidurkan putri kecilnya dibox bayi. Namun bukanya tertidur putri kecilnya itu malah terbangun dan menangis.


"Cup cup cup sayang jangan menangis ya, ayo inces ***** dulu" Ucap Kila berbicara dengan putri kecilnya sambil menunduk putrinya disamping Richo dan Kila juga ikut berbaring disana kemudian ia menyusui putri kecilnya itu.


Kila mengusap pipi Richo dengan lembut


Mas andai kamu membalas sedikit saja rasa cintaku ini aku pasti akan bahagia tapi aku tahu itu tidak akan pernah mungkin terjadi. Aku tau cintamu hanya untuk mbak Sinta seorang jadi apapun usahaku untuk membuatmu mencintaiku itu hanyalah sia-sia saja. Sempat aku berpikir untuk pergi darimu tapi itu semu tidak bisa aku lakukan karena aku terlalu mencintaimu dan juga anak-anakmu sehingga aku tidak bisa pergi dari sisimu. Batin Kila pilu.


Richo membuka matanya saat ia merasakan pipinya disentuh oleh seseorang.


"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Richo saat ia melihat Kila sedang menatapnya tak berkedip sambil meraih tangan Kila yang ada di pipinya.


"Tidak papa, maaf menggangu mu tidur" Ucap Kila masih menatap wajah Richo.


"Kamu tidak mengangguku tapi aku lapar mangkanya aku terbangun" Richo mengusap lembut kepala putri kecilnya yang sedang menyusu.


"Baiklah mas tunggu disini aku akan mengambilkan makanan untuk mas"

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa mengambil makanan kalau inces masih menyusu seperti itu" Ucap Richo menatap putri kecilnya yang sedang menyusu.


"Oh iya aku lupa!" Kila menepuk jidatnya nyengir.


"huuuuh..." Richo mengacak rambut Kila gemas.


"Mas ini kebiasaan deh ngacak-ngacak rambut aku terus" Kila mencabikkan bibirnya sambil menata rambutnya.


Richo malah terkekeh melihat Kila yang marah seperti itu.


"habis kamu gemes banget" Jawab Richo tersenyum.


"Gombal palsu, sana pergi" Usir Kila memasang wajah galaknya.


"Jangan marah, nanti cantiknya bisa hilang" Goda Richo tersenyum kemudian ia mencium putri kecilnya setelah itu ia mencubit hidung Kila lalu turun dari ranjang dan keluar kamar menuju dapur.


Didapur Richo mencari makanan yang ada didapur namun tidak ada makanan yang bisa dimakan karena disana hanya ada ikan goreng dan nasi tanpa ada sayur atau yang lain.


"Ah kenapa mereka ini kalau makan tidak pernah menyisakan makanannya untuk aku sih akukan belum makan" Gerutu Richo memanyunkan bibirnya. Saat melihat ikan goreng yang tinggal satu dan nasi di atas meja makan.


Richo kembali lagi ke kamarnya dengan lemas kemudian ia duduk di ranjang menghadap Kila.


"Aku tidak jadi makan" Jawab Richo cemberut.


"Hahaha" Kila tertawa terbahak-bahak saat Richo tidak menemukan makanan didapur.


"Kenapa kamu tertawa seperti itu" Richo menatap Kila heran.


"Karena om Mex sengaja menghabiskan semua makanan yang dimasak oleh bibi"Jawab Kila masih tertawa.


"Kenapa dia melakukan itu, rakus sekali dia itu kayak diapartemennya yang mewah itu tidak ada makanan saja" Ucap Richo kesal.


"Karena om Mex tahu kalau mas Richo belum makan jadi dia menghabiskan semua makanannya" Jawab Kila dengan jujur.


"dasar asisten kurang ajar" Geram Richo mencabikkan bibirnya.


"Jangan marah mas, mas tungguin saja inces disini biar aku masakin sebentar ya...!" Ucap sambil mengancingkan bajunya dan bangun dari tidur setelah tadi memastikan putri kecilnya itu tidur dengan nyenyak.


"Ya tapi aku mau kamu masakin mie aja untuk ku"


"Baiklah, mie seperti biasanya kan?" Tanya Kila memastikan.

__ADS_1


"Iya" Jawab Richo menganggukkan kepalanya.


Richo berbaring meluk putri kecilnya sedangkan Kila keluar dari kamarnya menuju dapur.


Hanya butuh waktu 5 menit untuk Kila membuatkan mie kesukaan Richo. kini mie itu sudah siap. Kila meletakan mangkuk mienya di atas nampan dan membawanya kekamar.


Sesampainya dikamar Kila meletakan mie itu di atas meja yang ada dikamarnya.


"Mas bangun mienya sudah jadi" Panggil Kila supaya Richo cepat bangun.


"Ya" Jawab Richo bangun dari tidurnya dan menghampiri Kila yang masih berdiri didekat meja.


Richo duduk di sofa kemudian mengambil mangkuk mie yang ada dimeja.


"Kila kamu mau kemana?" Tanya Richo ketika melihat Kila melangkah dari tempatnya.


"Aku mau nemenin inces bobo mas" Jawab Kila sambil menunjuk putri kecilnya.


"Inces sudah tidur dan dia tidak akan menangis jadi kamu temani aku makan dulu" Richo menepuk-nepuk sofa panjang yang ia duduki supaya Kila duduk disampingnya dan menemaninya makan"


"Baiklah" Jawab Kila singkat lalu ia duduk disampingnya Richo dan itu membuat Richo merasa senang.


Kila hanya diam duduk disamping Richo dan tidak berbicara sama sekali.


"Hemmm..., mie buatan mu memang benar-benar mantap" Ucap Richo kemudian ia meminum air putih.


"Apa itu sangat enak?" Tanya Kila meneguk silvanya saat melihat mie yang dimakan oleh Richo.


"Tentu saja ini sangat enak, apa kamu mau?" Tanya Richo menatap Kila yang kelihatanya dia juga menginginkan mie itu.


"Ya"Jawab Kila menganggukkan kepala


Richo tersenyum "Kita akan memakannya bersama-sama" Jawab Richo mengedipkan matanya.


mereka saling suap-suapan memakan mie itu hingga habis tidak tersisa lagi.


bersambung....


Jangan lupa like dan komen


terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2