
Dua Minggu berlalu,,Mereka berempat sudah kembali ke Jakarta.Banyak kenangan manis dan kisah yang tercipta dari libur honey moon sekaligus Baby moon Khansa.
Alden langsung kembali bekerja ada beberapa kontrak kerja sama dengan perusahaan luar negeri yang harus ia tanda tangani.
Devano juga kembali memimpin perusahaan ayahnya.Khanaya sudah sibuk dengan jadwal pemotretannya.
Khanaya sudah bersiap untuk pergi setelah menyiapkan baju kerja untuk suaminya.
"Sayang kita berangkat sama-sama ya"ucap Devano yang sudah keluar dengan rambut yang masih basah dan handuk putih yang ia lilit asal di pinggangnya.
"Aku sudah sangat terlambat Kak Dev,Aku sudah menyiapkan baju dan sarapan pagi juga untukmu.Aku pergi dulu ya"Khanaya mencium sekilas bibir Devano
Devano tersenyum saat mengingat pergulatan panasnya dikamar mandi tadi pagi,itulah yang membuat mereka berdua terlambat.
*******
"Naya,,kerjaan kita Minggu depan adalah di Labuan Bajo,kamu sudah memberi tau Devano tentang ini".Tanya Bang Juno
Khanaya menggelengkan kepalanya.
"Kamu harus memberitahu suamimu Nay".
__ADS_1
"Rencana siang ini saat makan siang aku akan memberitahunya,berapa lama kita disana???".
"Paling cepat satu Minggu Nay,banyak tempat yang harus kita kunjungi bisa saja lebih dari itu".Bang Juno memberitahu
Naya nampak murung ia merasa tak enak jika harus meninggalkan suaminya selama itu,apalagi pernikahan mereka belum lama.
Saat makan siang Naya terlihat termenung.
"Sayang ada apa dengan mu"Devano memegang lembut tangan istrinya.
"Aku akan mengatakan sesuatu tapi nggak disini Dev".Ucap Khanaya
"Baiklah,kita bicara di ruangan ku saja ya".Ucap Devano lagi
Devano langsung memeluk Khanaya dan mencium tengkuk istrinya.
"Baru pisah sebentar aku sudah merindukanmu sayang".bisik Devano membuat Khanaya semakin ragu mengatakan tentang jadwal pemotretannya yang harus keluar kota.
"Kak Dev"Naya menatap suaminya dalam
"Cup"Devano mengecup bibir istrinya sekilas.
__ADS_1
"Aku ingin mengatakan sesuatu tentang pekerjaanku".
"Apa ada masalah sayang??"Devano mendengarkan dengan serius
"Aku ada kerjaan di luar kota,di labuan Bajo".Sambung Khanaya ia tetap fokus menatap suaminya ingin melihat ekspresi suaminya.
Devano terdiam,ia tak mungkin melarang sang istri untuk pergi.Tapi sejak menikah Devano tak bisa berjauhan dengan sang istri rasa rindu itu tiba-tiba selalu datang.
"Kak,,,,Kalau kamu tidak mengizinkan aku akan membatalkan kontrak kerja itu".Khanaya seakan tau isi hati suaminya.
"Sayang,aku tau itu impianmu sejak lama.Aku nggak akan melarangmu.andai saja aku bisa ikut tapi pekerjaan ku minggu ini kamu juga tau kan". Devano mengusap lembut rambut sang istri ia mana tega melarang istrinya.Karena ia pernah berjanji tidak akan membatasi Khanaya kalau mengenai karirnya.
"Aku akan menjaga diri dengan baik,ada bang Juno yang akan melindungi ku kak,aku janji ini terakhir kalinya aku mengambil pekerjaan di luar kota".Ucap Khanaya
"Ya,,aku percaya padamu sayang,setiap malam aku pasti merindukan istri kecil ku ini"Memeluk erat sang istri dan terus memberinya kecupan lembut di wajah istrinya.
"Kak Dev,,lihat riasan ku berantakan.aku ada pemotretan buat iklan jam 3 nanti".
"Kamu bisa memperbaiki nya lagi sayang"Ciuman Devano mulai menuntut dan Khanaya bisa menebak kemana arah suaminya akan berlanjut.
"Kak Dev,,,,"Khanaya mulai ikut terbuai dalam permainan suaminya.
__ADS_1
"Sekali ya sayang,,masih ada waktu dua jam"bisik Devano
Khanaya pun mengangguk setuju ia tidak menolak keinginan suaminya,sebagai menebus rasa bersalahnya karena akan meninggalkan suaminya itu beberapa minggu.