
Tanpa terasa mereka sekeluarga menghabiskan waktu liburan mereka hampir satu Minggu.Banyak tempat wisata yang sudah mereka kunjungi.
Hari ini Ardan akan membawa pulang lebih dulu Tisha dan Alden,Taufan dan Yola pun ikut pulang.sedangkan para orangtua mereka masih memperpanjang libur mereka satu Minggu lagi.
Karena mama Cintya hanya ingin menghabiskan waktu dirumah Cicilya sekaligus menemanin adiknya itu sampai suaminya pulang kembali ke Paris. badan mereka juga masih terasa lelah dan memilih tinggal dulu.
Ardan tidak bisa memperpanjang liburnya pekerjaan penting sedang menunggunya di Indonesia.
Semua keluarga mengantar Ardan,Tisha,Taufan dan Yola ke bandara keberangkatan.
Mama Cintya dan Mama Ana terus saja menciumi cucu mereka Alden.
"Jaga istri dan anakmu ya,kalau sudah sampai jangan lupa beritahu Mama"Pesan Mama Cintya pada Ardan
"Iya Ma"Jawab Ardan
"Bi Ardan pulang dulu ya"Ardan berpamitan pada Bibi Cicilya
"Nanti bawa lagi kembali Istri dan anakmu kesini,bibi masih belum puas bersama kalian".Ucap Bibi Cicilya ia sudah menangis sekarang.
"Ardan Janji akan kembali lagi kesini,Bibi jaga kesehatan ya".Ardan memeluk Bibinya.
Bibi Cicilya mengangguk dan menepuk punggung Ardan pelan.
__ADS_1
Tisha memeluk Mama dan Papa nya sebelum ia pergi.dab berpamitan pada seluruh keluarganya.
Yola pun memeluk Mama Mira dan Taufan berpamitan juga pada seluruh keluarga.
Dan waktu keberangkatan mereka pun tiba.
Kini mereka berempat sudah berada didalam pesawat
"Sha maaf ya,Liburan nya cuma sebentar"Ucap Ardan
"Ini sudah lebih dari cukup mas,lagi pula pekerjaan mu itu lebih penting kita bisa liburan lagi lain kali".Tisha tersenyum lembut
Andai buka di pesawat ingin rasanya Ardan mencium bibir ranum istrinya itu.
Itu memang kebiasaan Taufan dan membuat Yola merasa nyaman.
Alden pun sudah terlelap dipangkuan Daddy nya.
********
Seperti biasa Ardan sibuk dengan segala urusan kantornya.Namun ia tak ingin terlalu larut saat pulang malam hari ia tetap ingin membagi waktu untuk istri dan anaknya.
Perusahaan Ardan semakin meningkat dan berkembang pesat.Dan Itu juga berpengaruh pada perusahaan Papa Edwar.
__ADS_1
Taufan kadang ikut turun tangan membantu pekerjaan Ardan.
Ardan sering kali membujuk Taufan untuk memimpin perusahaan cabang nya.
Namun Taufan tetap tidak ingin meninggalkan pekerjaannya yang begitu ia sukai.
Ardan hari ini pulang sedikit telat ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.Saat memasuki kamar istri dan anaknya sudah tertidur.
Dengan pelan Ardan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dulu,ia ingin secepatnya bergabung besama istrinya untuk tidur.
Tisha yang memang belum tidur terlalu nyenyak bangun mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka.
"Mas udah pulang"Tanya Tisha ia membenarkan baju tidur nya yang terbuka ia tertidur saat menyusui Alden sebelumnya.
"Aku membangunkan tidurmu Sha"Ardan mendekati Tisha dan memberi kecupan lembut dikening sang istri.
"Aku memang baru tertidur Mas,Mas sudah makan malam??"Tanya Tisha ia melihat jam pukul 11 malam
"Mas udah makan dikantor Sha,Tadi Mas minta tolong pada Pak Supri untuk membelikan Mas makanan".ucap Ardan
"Ya sudah Mas cepat pakai baju nya nanti masuk angin Mas"Tisha pun beranjak dari tempat tidur dan mengambilkan baju untuk suaminya.
Ardan pun segera memakai baju yang diberikan Tisha padanya,dan langsung menidurkan tubuhnya ditempat tidur disamping Alden putranya.
__ADS_1
Tisha pun ikut bergabung bersama Suami dan anaknya untuk segera tidur.