
Khansa sangat menikmati udara pagi yang masih sangat alami.
Sejuk dan menenangkan dua kata yang cocok yang Khansa pikirkan saat ini.
Namun rasa lapar dan cacing diperutnya tak bisa di kompromi,Khansa terbiasa sarapan pagi walau hanya sepotong roti dan segelas susu.
Alden berjalan dibelakang Khansa ia terpaksa melepas pegangan tangannya pada Khansa karena Khansa meminta Alden untuk melepasnya.Padahal Alden sedang membayangkan ia dan Khansa adalah sepasang kekasih.
"Moy kenapa megangin perut lu"Tanya Alden yang melihat Khansa.
"Gue lapar Al"Ucap Khansa tanpa canggung sedikitpun berkata seperti itu di depan Alden.
"Ya sudah kita balik lagi ke villa,gue bisa masak sesuatu buat lu kebetulan gue juga sudah laper".
"Emang lu pintar masak Al??nggak percaya gue".
"Jangan ngeremehin gue,setelah merasakan masakan Gue pasti lu ketagihan Moy".Alden menyombongkan diri.
Alden dan Khansa pun memilih kembali pulang ke villa.
Alden langsung menuju dapur dan menyiapkan beberapa bahan untuk membuat nasi goreng spesial andalannya.
"Gue bantuin"Tawar Khansa yang sudah memegang sebuah pisau
Alden menggeleng kan kepalanya
"Lu duduk manis aja sono,biar gue ngerjain semuanya".Alden mendorong pelan tubuh Khansa dan meminta Khansa duduk di kursi tepat didepan ia memasak sekarang.
Khansa pun memilih mengikuti saran Alden untuk duduk diam.Khansa memperhatikan Alden yang cekatan saat memasak.
__ADS_1
"Lu seperti udah pro banget ya Al soal masak".
"Belajar dari Mommy gue nggak pro banget juga,kata Mommy gue harus belajar masak apalagi gue nanti harus tinggal sendiri di luar negeri yang mengharuskan gue masak sendiri kan".Ucap Alden sambil terus mengaduk nasi goreng buatannya.
"Hmmmmmmm gue juga harus belajar masak nih,nanti gue juga akan tinggal sendir di Jepang".Gumam Khansa setelah mendengar ucapan Alden
"Jangan bilang Lu nggak bisa masak Moy"tebak Alden
"Hehehehe emang"Khansa menunjukan dua jari nya.
Alden hanya geleng-geleng kepala,namun ia tidak heran Khansa tidak bisa memasak gadis tomboy itu lebih banyak menghabiskan waktu nya untuk kegiatan diluarnya.
Sejak SD kegiatan nya selalu full hampir semua ekstarakulikuler disekolah ia ikuti.
"Nasi goreng spesial sudah jadi,silahkan dimakan"Alden menaruh sepiring nasi goreng di hadapan Khansa
Nampak menggugah selera dan terlihat enak
"Gimana rasanya suka???"Tanya Alden penasaran
"Enak banget Al,,gue harus belajar resep ini".Puji Khansa
"Nggak usah belajar biar gue yang memasak khusus buat lu".
"Masa lu harus kerumah gue untuk buatin nasi goreng".Ucap Khansa
"Dasar nggak peka,Gue mau jadi suami lu biar bisa masakin lu tiap harinya nanti"jeritan hati Alden
"Udah makan aja dulu,bicara nya nanti lagi"Ucap Alden.
__ADS_1
Khansa dan Alden pun sarapan pagi bersama.
setelah selesai makan Khansa langsung mencuci piring dan peralatan masak.
"Masih mau disini atau pulang"Tanya Alden pada Khansa saat mereka bersantai duduk di satu balkon villa.
"Kita pulang aja gue beres-beres baju dulu Al,lagian gue kira keluarga kita sampai sore disini".Khansa ingin beranjak pergi namun tangan Alden menahannya hingga tubuh Khansa sedikit oleng dan jatuh tepat dipangkuan Alden.
"Al!!!!!!"Jerit Khansa kaget
"Stttttttttt"Alden menutup lembut mulut Khansa
kedua mata mereka bertemu Alden menatap Khansa penuh arti.
"Kapan lu ngerti si Moy,kalau gue itu suka sama lu"Ucap Alden jujur
Khansa tak bisa menyembunyikan keterkejutannya dengan ucapan Alden.
"Kenapa juga lu harus nolak perjodohan kita dulu padahal gue udah senang saat tau kita berdua akan dijodohkan".Alden terus menatap mata Khansa.
Khansa melihat ada air mata menggenang disudut mata Alden.Khansa menjadi bingung harus menjawab apa.
"Al turunin gue dulu"Ucap Khansa yang sadar ia masih dipangkuan Alden.
Alden pun menurunkan Khansa pelan.
"Maaf gue nggak tau penolakan gue saat itu membuatmu sedih"lirih Khansa
"Gue mau tau alasan lu nolak gue Moy"Tanya Alden
__ADS_1
"Hanya belum siap dengan ikatan perjodohan,lagi pula kita masih muda Al.gue belum kepikiran untuk menjalin hubungan dengan seorang pria".Ucapan Khansa sedikit melukai perasaan Alden.
"Kita pulang sekarang"Alden pun berdiri dari duduknya