Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 102


__ADS_3

Tanpa menunggu lagi Yola segera mengambil bajunya dan kembali kekamar mandi.


Taufan yang merasa lelah sekali akhirnya tertidur dan melupakan sejenak pikirannya yang mulai traveling,ia juga tak enak langsung meminta haknya malam ini apalagi mereka masih tahap menyesuaikan diri dulu dan tak ingin terburu-buru.


Apalagi Yola,bukan ia ingin menolak jika Taufan meminta haknya,Yola hanya ingin saat itu tiba Taufan sudah jatuh cinta padanya.


Yola yang melihat Taufan sudah tertidur pun ikut merebahkan dirinya dan masuk kedalam selimut bersama suaminya.


Pagi menjelang kedua pengantin baru itu asik berpelukan satu sama lain,entah siapa yang memeluk lebih dulu.


Yola membuka matanya perlahan,karena merasa ada beban berat ditubuhnya dan nafasnya sedikit sesak karena Taufan memeluknya erat.


Wajah teduh dan tampan itulah yang pertama Yola lihat.hembusan nafas Taufan yang teratur berhembus mengenai wajah Yola.


Yola terus memandangi wajah suaminya.


"seperti mimpi saja bisa menikah dengan lelaki ini"Bathin Yola tangannya mulai menyusuri setiap lekuk wajah Taufan.


Taufan sudah sejak tadi bangun,hanya saja ia masih pura-pura tidur,Taufan ingin tau apa yang akan istrinya lakukan saat bangun tidur saat menyadari mereka berpelukan.


Taufan yang sudah tak tahan dengan sentuhan Yola,apalagi tangan Yola mulai menyentuh bagian-bagian sensitifnya akhirnya Taufan terpaksa membuka matanya.

__ADS_1


"Udah selesai pemeriksaannya"Ucap Taufan membuat Yola sedikit terkejut dan reflek mendorong Taufan.


Taufan yang tak siap dengan serangan tiba-tiba dari Yola akhirnya terjatuh dari tempat tidur.


"Brukkkkkkkk"tubuh Taufan menghantam lantai


"Mas,,,maaf"Yola pun langsung berdiri dan menolong sang suami untuk berdiri.


"Pelan-pelan,punggung Mas sakit"Ringis Taufan karena Yola mengangkatnya dengan penuh tenaga.


"Maaf aku tadi kaget Mas,lagi pula ternyata mas udah bangun".Ucap Yola.


"Ya sudah gak apa-apa,sebagai hukumannya pijitin badan Mas".


"Eh,,,,,"


Yola yang merasa bersalah pun memijat tubuh suaminya.


"Pijatan kamu enak sayang"puji Taufan


"Mama kan dulu ahli pijat Mas,mungkin nurun ke aku".Jawab Yola

__ADS_1


Taufan menganggukan kepalanya mengerti.Pijatan Yola membuat mata Taufan menjadi mengantuk lagi dan mulai memejamkan matanya.


"Mas kok tidur lagi,mandi dulu sana aku lapar lho mas mau sarapan".Yola mengguncang pelan lengan Taufan.


"Mandi bareng"Taufan langsung memiliki ide


"Aku masih Malu Mas".jawab Yola


"Ngapain malu kita pasangan Sah,lagi pula Mas udah liat semuanya tadi malam,walau belum mencicipinya".Ucap Taufan tanpa malu sedikitpun


Yola membelalakan matanya mendengar ucapan Taufan.rona wajah Yola sudah memerah seperti Tomat.


"Mas bercanda sayang,Mas tau kamu belum siap kita akan memulai step by step untuk hubungan kita kedepannya".Taufan mengacak rambut Yola yang panjang sebahu itu.


"Makasih Mas bisa ngertiin aku,karena mas tau alasannya aku belum siap kan"Yola memeluk Taufan.


Taufan mengerti karena Yola belum sepenuhnya yakin padanya.


"Tapi kalau cium dan peluk jangan dilarang ya,bagaimanapun aku lelaki normal melihat tubuh indah mu itu,semoga aku bisa kuat menahan godaannya".Lirih Taufan


Yola mengangguk setuju"Dan aku akan berusaha membuat Mas mencintaiku dan kelak dihati Mas Taufan hanya ada namaku mulai sekarang dan selamanya".ucap Yola lantang

__ADS_1


Tanpa ragu lagi Taufan langsung ******* bibir sang istri.


Taufan diam-diam ternyata ganas juga ya🤭


__ADS_2