Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Buah Cinta


__ADS_3

Setelah beberapa saat Lana di periksa dan diberi cairan infus, Dokter Edo memanggil Ivan untuk di ajak bicara di ruangannya.


"Do.. gimana istriku??" raut khawatir terlihat jelas di wajah Ivan.


"Istrimu ga pa2 cuma kelelahan aja, dan tolong jaga dia dengan asupan vitamin dan susu ibu hamil jangan sampai dia terlalu lelah, untuk sementara ini harus extra ya karena kandungannya sedikit lemah". jelas Edo ke Ivan.


"susu ibu hamil??!!!, maksudmu istriku hamil Do??!!!" ucap Ivan sambil memegang bahu Edo.


"wow... wow.. santai brow... selamat ya.. usianya baru 3 minggu, lagian kamu itu dokter masa istri hamil ga tau!!" goda Edo.


"pantas aja akhir2 ini dia sering pusing dan mual2, kami kira itu masuk angin biasa Do!"


"ini ada laporannya juga dari dokter spesialis kandungan, kebetulan hari ini jadwal beliau praktek jadi tadi sekalian aku rujuk biar lebih pasti".


"you're the best Do!!!!, makasi banyak bantuannya next time kita kumpul bareng ya??!! ucap Ivan menepuk bahu temannya.


"okay.. maaf juga aku ga bisa lama2 nemenin kamu sekarang soalnya harus visit ke ruangan dulu, kamu bisa lihat istrimu sekarang dan ini nomor telponku". sambil menyodorkan kartu namanya.


"sekali lagi makasih ya Do, aku pamit dulu". sambil bersalaman dan memeluk Edo.


"Okay.. oya nanti langsung balik aja, semua administrasinya free!!!" ucap Edo.


"wah Do.. aku jadi ngerepotin!!"


"it's okay... itung2 salam kenalku buat istrimu dan calon keponakanku!!"


"Okay thanks ya...!!!"

__ADS_1


" Okay see you... bye... "


Setelah berpamitan pada temannya, Ivan lalu menuju ruang observasi untuk melihat Lana, wajah Ivan kini tampak berbinar.


Ivan membuka pintu ruang observasi dan melihat Lana yang masih belum sadar tapi juga terlelap karena sudah diberi cairan infus.


Lana menggeliat mencoba membuka matanya perlahan.


"dimana ini??" sambil melihat atap ruangan itu.


"sayang... kamu sudah bangun? gimana sudah enakan?" tanya Ivan sambil membelai rambut Lana.


"loh.. kamu kok di sini?". Lana terkejut melihat suaminya karena dipikiran Lana suaminya sedang berangkat ke London.


"Iyaa... aku ga jadi ke London, meetingnya di pending".


"kamu tadi pingsan waktu mau naik atv"


"trus siapa yang bawa aku ke sini?" tanya Lana bingung.


"Ya aku donk.. suamimu..." sambil menyentuh hidung Lana.


"Aduuuh.. pasti nanti banyak yg curiga tentang kita?". raut wajah Lana khawatir


"Mulai sekarang ga ada yg akan curiga karena sudah ga ada rahasia2 an lagi".


"ta... tapii... "

__ADS_1


"Ga ada tapi2 an.. yang perlu kamu lakuin sekarang jaga diri ga boleh capek daaannn..." ucap Ivan terputus.


"Dan... dan apa?? apa aku sakit serius apa aku... "


"stttt..." sambil menutup mulut Lana.


"Dan... kamu harus jaga kandungan kamu, jaga calon anak kita". sambil tersenyum ke Lana.


"haaaahh??". Lana sambil menutup mulutnya dan mulai meneteskan air mata.


"Iyaa... kamu hamil sayang... hamil anak kita.. di dalam tubuhmu sekarang ada buah cinta kita". Sambil memeluk erat tubuh Lana.


"hiks... hiks... hiks... aku hamil.. sayang aku hamil... hiks.. hiks.. hiks.. Ayah.. Ibu.. Lana mau punya anak.. hiks.. hiks.. hiks... " Lana menangis tersedu.


"Sudah sayang... kok malah nangis.. ga baik buat anak kita.. kamu harus happy... harus jaga kesehatan... sudah ya sayang nangisnya..". Ivan menyeka air mata Lana dan membenamkan kepala Lana di dadanya.


"Dia sudah berapa umurnya sayang??" tanya Lana.


"Berdasarkan perkiraan dokter tadi sekitar 3 mingguan.." Ivan memandang wajah Lana.


"pantas saja aku merasa pusing dan mual, aku juga lupa kalau sudah telat karena sibuk di rumah sakit". menunduk dan tersenyum lalu mengelus perutnya yang masih rata.


"Ya sudah sebentar lagi kamu boleh pulang kalau infusnya sudah habis.., kita balik ke apartement ya supaya kamu bisa langsung istirahat".


"Iyaa.. papa sayang..." ucap Lana sambil menyentuh pipi Ivan.


Ivan membalas dengan senyum dan pelukan hangat untuk istri tercintanya.

__ADS_1


Mereka tidak melanjutkan kembali ke acara outing, bagi Ivan sekarang yang terpenting adalah menjaga kesehatan Lana dan calon bayi mereka.


__ADS_2