Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 145


__ADS_3

Rumah sakit


"Kak Al pasti baik-baik saja"Khanaya menenangkan Khansa yang nampak kacau mondar mandir di depan ruang operasi.


"Nay,,dia kehilangan banyak darah,aku melihat wajah pucat nya".Isak Khansa


Khanaya memeluk tubuh Khansa yang masih penuh dengan darah Alden.


Ardan juga menenangkan Tisha yang menangis di pelukannya.


Raksa segera menemui Devano ingin meminta penjelasan kenapa sampai hal ini terjadi.Polisi juga sudah memeriksa dan meminta keterangan dari Devano dan Aiko.


Semua pelaku segera di jebloskan kedalam penjara.


Setelah hampir satu jam,Operasi Alden pun selesai.


Dokter sudah keluar ruangan dan memberitahu keluarga operasinya berjalan lancar Alden sudah melewati masa kritis.


"Aku ingin melihat nya Dokter"Ucap Khansa


"iya kalian bisa menjenguknya setelah kami memindahkan nya keruang perawatan,tapi sebelum itu sebaiknya kalian membersihkan diri kalian lebih dulu".Ucap Dokter itu setelah melihat keadaan Khansa dan Khanaya.


"Khansa,Khanaya ayo kita pulang dulu,semua baju kalian masih dirumah kan"Cintya mendekati Khanaya.


"Tapi Alden,,,"Khansa merasa tak tega meninggalkan Alden

__ADS_1


"Ada Daddy dan Mommy nya disini yang menjaganya,kita pulang dulu untuk membersihkan diri".


"Iya sayang pulang lah dulu sama Oma,biar Tante dan Om yang berjaga".


Khansa dan khanaya pun mengangguk setuju.


*********


Aiko menatap tubuh Alden yang penuh dengan luka.Devano pun merasa semakin bersalah pada Alden dan Aiko.


"Al aku hanya mau ngucapin makasih sudah menolongku,karena aku dirimu terluka parah seperti ini,aku mohon cepat lah sadar"Aiko menangis dan mengusap tangan Alden.


Khansa yang baru tiba dirumah sakit melihat Aiko dan Devano diruangan Alden.Ada rasa cemburu dihatinya saat Aiko memegang tangan Alden.


"Inikah gadis yang Alden tolong semalam,apa hubungan mereka"Bathin Khansa bertanya-tanya.


"Apa Alden sudah sadar"tanya Khansa ia berusaha membuang semua pikiran buruknya.


"Belum"jawab Devano


ia sempat terkesima melihat kecantikan Khansa,Ia tak mengenali bahwa gadis itu adalah Khansa.


"Dimana Om dan Tante???"Khansa tak melihat Ardan dan Tisha.


"Mereka baru saja keluar,Kami disuruh menjaga Alden sebentar".Ucap Devano lagi ia masih terus memandangi wajah cantik Khansa,ia seakan tak asing pada wajah Khansa.

__ADS_1


Khanaya menatap Aiko dengan perasaan tak suka,Khanaya bisa menebak Aiko menyukai Alden terlihat sekali gadis itu menangisi keadaan Alden.


"Kalian ini siapa???"Tanya Khanaya pada Aiko dan Devano


"Kami berdua teman sekampus Alden".Lagi-lagi hanya Devano yang menjawab


"Kalian adik Alden ya"kini Devano yang bertanya.


"Iya aku calon adik iparnya Kak Al".Khanaya memperkenalkan diri dengan bangganya


"Adik ipar,,,"desis Aiko ia sangat kaget begitu juga Devano


"Iya disana itu Kakak aku Khansa calon istrinya kak Alden"Tunjuk Khanaya pada Khansa yang dari tadi hanya diam saja.


"Astaga Naya,,,"Bathin Khansa namun ia membiarkan saja adiknya bicara asal.


Hati Aiko merasa terbakar,ia baru sadar gadis yang berada didekatnya ini adalah Khansa.


"Pantes saja Alden tak melirik gadis manapun,calon istrinya sangat cantik dan muda sekali,aku berharap Gadis cantik ini adik nya tapi ternyata calon istrinya".Gumam Devano dalam hatinya.


"Moy,,,,,"Terdengar suara lemah Alden yang sudah mulai sadar.


"Al,,Loe udah sadar"Khansa mendekati Alden.


"Nay panggil Om dan Tante".Suruh Khansa pada adiknya.

__ADS_1


"Tolong panggilkan Dokter juga"Sambung Aiko


__ADS_2