Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 109


__ADS_3

Kabar kehamilan Yola sudah terdengar oleh semua keluarga,Mama Mira yang duluan mengetahui Yola sedang mengandung langsung menelpon Mama Cintya dan memberitahunya.


Kini Taufan,Yola dan Mama Mira sudah berada dirumah Mama Cintya.


"Udah berapa Usia kehamilan mu Yola"Tanya Tisha yang sangat senang mendengar Yola hamil.


"Baru trimester pertama Mba".jawab Yola


"Masih sangat muda,kamu harus ekstra menjaga Yola ya Fan".Pesan Mama Cintya


"Iya Ma"ucap Taufan


"Wah selamat ya,Udah mau jadi calon Ayah"Ardan menepuk pundak Taufan pelan.


"Jangan pergi kerja dulu,ambilah cuti sementara"Saran Mama Cintya lagi


"Iya Mama setuju dengan saran Cintya"Sambung Mama Mira


"Kalo aku mau juga seperti itu Ma,tapi bos nya ngizinin gak??"Taufan menunjuk Ardan dengan dagunya.


"Kalo aku gak ngijinin bakal di ulek aku jadi sambal oleh kedua Mama ini"Ucap Ardan membuat semua yang berkumpul tergelak.

__ADS_1


********


Dikantor Papa Edwar dan Papa Raksa mereka sudah menemukan siapa orang dibalik kebocoran data perusahaanya.


Papa Edwar meminta Geri untuk menemuinya segera.Bagaimanapun,Geri adalah kakak kandung nya ia ingin berbicara langsung pada Geri.


Geri dengan santai memasuki gedung yang dulu ia adalah pemimpin disini,sekarang ia akan mengambil kembali perusahaanya,Geri yakin Edwar pasti akan menyerahkan dengan suka rela seperti dulu.


Beberapa karyawan yang masih mengenalnya menyapa dengan hormat namun Geri sangat berbeda dari Edwar.


Edwar ramah terhadap semua karyawannya,Sedangkan Geri lebih tak terlalu mementingkan nya dan tanpa membuang waktu lagi Geri langsung menuju ruang kantor Edwar.


Setelah dipersilahkan masuk oleh sekretaris Edwar,Geri pun segera masuk.


"Seperti yang kamu lihat Kak,aku masih hidup"Sindir Edwar


Geri tak menyadari kehadiran Papa Raksa didalam ruangan yang sedang duduk sambil memperhatikan segala tingkah lakunya.


"Baiklah aku tak ingin berbasa basi lagi,aku ingin kamu secepatnya mengembalikan hak ku diperusahaan ini!!!!".Ucap Geri tegas


"Hak yang mana Kak Geri maksud???",Edwar masih tersenyum dan sabar menghadapai sang kakak serakahnya itu.

__ADS_1


"Tentu saja hak memiliki perusahaan ini,kamu lupa siapa yang membuat perusahaan ini berkembang pesat,aku lah yang berkerja keras untuk semuanya,jadi wajar aku ingin mengambil kembali perusahaan ku".Ucap Geri


"hahahahahaha berkembang pesat???bahkan saat aku datang kemari perusahaan ini terancam bangkrut dan kehilangan investor,dimana kerja keras yang Kak Geri maksud"Edwar mencoba menyudutkan Geri


"Kamu jangan bermain-main dengan ku Edwar,aku tidak akan segan menyakiti istri,anak dan cucu kesayanganmu itu".Ancam Geri


"Jangan menyakiti keluargaku lagi Kak!!!!"Geram Edwar


"Serahkan perusahaan ini dan aku tidak akan berurusan sama keluargamu lagi".Pinta Geri


"Ehemmmmmmmmm"Papa Raksa berdehem dan mendekati Geri.


"Masih mengenali ku Kak?"Tanya Raksa dan mengulurkan tangan nya pada Geri.


"Sejak kapan kamu disini Raksa,tentu saja aku mengenalmu bukankah kalian berdua bersahabat"Jawab Geri


"Syukurlah tentu Kakak tau siapa aku ini".


"Selain mantan mafia pensiun,Tentu aku tau semua hal tentang mu,Namun aku tidak punya urusan lagi denganmu,kamu membuatmu sakit hati karena membatalkan kerja sama yang aku ajukan dulu".Geri merasa kesal


"Tentu saja ini menjadi urusanku,berani menyakiti keluargaku harus berhadapan denganku".

__ADS_1


Geri hanya tertawa mendengar ancaman Raksa.Walau dihatinya sedikit merasa khawatir dan cemas juga.Namun tekadnya untuk mengambil kembali perusahaan mendiang Ayahnya sangat besar.


__ADS_2